
Happy Reading..
......................
"Lee, please kali ini saja elu ijinin Ellena" pinta Shandy.
"Apa elu bisa menjamin istriku tak berdekatan dengan Alex?" tanya Zacklee.
"Lee, apa kau masih mencurigai Alex? kau tahu sendiri dia sudah ada Rachel"
"Rachel? bahkan Alex belum memantapkan hatinya untuk Rachel meski ada Sunny diantara mereka"
"Kau mengetahuinya?"
"Shand, aku sudah mengenal kalian sejak lama jadi aku tau bagaimana Alex"
"Kalo kau masih berpikiran seperti itu, kau tak percaya dengan kesungguhan adikku. Dia begitu mencintaimu"
"Aku sangat percaya dengan istriku, tetapi tidak dengan Alex"
"Tapi Marcel Fashion membutuhkan keduanya Lee, kuharap kau mengerti"
Percakapan Zacklee dengan Shandy membuat dirinya berpikir sambil melangkahkan Kakinya. Zacklee menghentikan langkahnya saat mendengar suara tawa yang sangat familiar di Telinganya.
Felix, Zaskia bahkan Ellena ikut tertawa bahagia bercanda dengan Alex. Hal yang sangat Zacklee takutkan jika Alex merebut Ellena kembali.
"Zacklee..," Panggil Alex yang menyadari Zacklee tiba.
"Sayang, kau sudah pulang. Kau benar-benar membuat jadwal Ka Revan padat" sahut Ellena yang menyambut kepulangan Zacklee.
Ellena bergelayut manja di pundak suaminya. Zacklee yang merasa gemas dengan tingkah istrinya, mencium bibirnya didepan Alex, Zaskia dan Felix. Zaskia dengan cepat menutup mata Felix dengan tangannya. Sedang Alex dia membuang pandangannya kebawah.
"Kau meracuni mata si tampan Ka," ledek Zaskia.
"Kenapa kau melakukannya disini?" bisik Ellena sambil mencubit pinggang suaminya.
"Aw, sakit sayang" keluh Zacklee.
"Kau membuatku malu,"
"Untuk apa malu, kau istriku" Zacklee sengaja menekan kata istriku agar Alex tak berkeinginan merebut Ellena darinya.
"Sayang, apa kau sudah enakan?" tanya Zacklee menghampiri putranya. Alex yang mengerti beranjak dari duduknya memberi tempat untuk Zacklee.
"Sudah Papa.., Felix juga sudah baikan dengan Papa Alex" ucap Felix sambil tersenyum.
'Rupanya anakku sudah memanggilnya dengan panggilan Papa' batin Zacklee.
Kemudian Zacklee memilih untuk beristirahat ke kamarnya.
"Sayang, hari ini begitu lelah aku ke Kamar dulu" ucapnya dengan wajah kecewa.
'Baru saja dia bersikap romantis, kenapa berubah dengan cepat' gumam Zaskia yang memperhatikan wajah Kakaknya.
Ellena hanya bisa mengiyakan permintaan suaminya. Dia pun sama berpikiran seperti Zaskia. Dilihatnya punggung suaminya yang berjalan seperti ada sesuatu.
"Ellena, gue pamit dulu. Salam buat Fiona" ucap Alex merasakan sesuatu yang tidak nyaman dari diri Zacklee.
Ellena hanya mengangguk,
"Apa kau merasa ada yang aneh pada Kakakmu?" tanya Ellena sedikit berpikir.
"Kau harus mengurusi bayimu dulu Kakak Ipar, sepertinya dia lebih membutuhkanmu" sahut Zaskia.
"Ckk, Felix kau jangan dengarkan Aunty. Mommy akan menemui Papa dulu. Kau istirahatlah. Dan kau Kia, coba hubungi Leha kenapa sampai sekarang Fiona belum pulang"
"Siap Kakak Ipar!" jawab Zaskia dengan semangat.
ceklek,
Ellena membuka kamar, dilihatnya sangat suami sedang berada di balkon entah apa yang sedang dipikirkannya.
"Ka Lee, apa ada yang kau pikirkan?" tanya Ellena sambil melingkarkan tangannya ke pinggang Zacklee.
Zacklee membalikkan badannya meraih tubuh mungil istrinya, Zacklee memeluknya dan memberinya kecupan diujung kepalanya.
"Aku hanya lelah.., "
"Lelah melihatku dengan Ka Alex?" tanya Ellena langsung membuat Zacklee terdiam.
"Baby, come on, forget it all.. i really love you so much"
Melihat sang istri berkaca-kaca, Zacklee sangat yakin jika Ellena tak memikirkan Alex.
Zacklee kemudian memapah sang istri ke sofa. Mengambilkan segelas air putih untuk Ellena.
"Aku hanya khawatir dengan perasaan Alex terhadapmu"
"Ka, aku sedang mengandung anakmu tak bisakah kau percaya padaku" ucap Ellena selesai menenggak air putih yang diambilkan oleh Zacklee.
"Aku percaya padamu sayang, tapi aku sulit percaya dengan Alex. Apalagi Shandy memintaku agar kau dan Alex kembali bekerjasama di Perusahaan MF".
" Bentar.. bentar Ka.., kenapa aku tak mengetahui persoalan ini" tanya Ellena curiga.
Zacklee mengusap wajahnya kasar.
"Kau tahu sayang, Shandy baru saja menemuiku disaat yang tidak tepat"
Ellena masih mengelus rambut Zacklee yang berada dipangkuannya. Posisi Ellena duduk serta Zacklee berada dipangkuannya memudahkan Zacklee menenggelamkan wajahnya ke tempat favorit para bayi.
"Direktur perusahaan Fashion italia meminta Ka Marcel melanjutkan program event fashion week yang pernah kalian rancang dulu saat masih bekerja" Zacklee menceritakan persoalan perusahaan keluarga Ellena.
"Apa Tuan Diego?" tanya Ellena mengingat pertemuannya dulu.
"Bukan, melainkan anaknya yang playboy" ucap Zacklee kesal.
"Apa aku mengenalnya?" pertanyaan konyol keluar dari mulut Ellena membuat Zacklee beranjak dari pangkuan Ellena dan mencubit gemas kedua pipinya.
"Apa kau ingin mengenalnya?" tanya Zacklee dengan nada sewot.
Mengerti jika sang suami sedang marah, Ellena tersenyum dan mengecup pipi sang suami.
"Cup! aku hanya bercanda sayang.., " sambil memamerkan rentetan giginya yang putih, Ellena menggoda suaminya.
"Aku sebenarnya sangat tak setuju, aku mengkhawatirkanmu dan anak kita" Zacklee mensejajarkan wajahnya di perut Ellena.
"Sayangnya Papa, apa kau juga berpendapat sama dengan Papa tak menyetujui perintah Paman-pamanmu yang tak berperasaan itu" ucap Zacklee seolah sedang berdiskusi dengan calon bayinya.
Ellena terkekeh tak henti-henti melihat tingkah konyol suaminya.
"Kau menggemaskan sayang..., aku padamu" teriak Ellena di dekat Telinga Zacklee.
"Sayang, bisa tidak kau tak menertawaiku? aku sedang marah dan kau malah tertawa.
" Hahaha..., sayang kau tahu marahmu seperti anak-anak kau terlihat imut" ucap Ellena.
"Kali ini aku akan merubah suaramu menjadi ******* sayang" gerutu Zacklee kemudian mengangkat Ellena berpindah ke ranjang mereka.
Zacklee terus menyumpal bibir sang istri dengan bibirnya. ********** dalam tak memberikan Ellena untuk mengatur nafasnya. Selesai Zacklee bermain di bibir istrinya, ciumannya menjalar ke leher sang istri tak lupa dia meninggalkan tanda kepemilikan disana sehingga Ellena sudah seperti macan tutul. Puas diarea situ, ciumannya beralih ke dua benda kenyal favorit para bayi. Ellena yang terus mendesah membuat Zacklee ingin melakukan lebih. Zacklee membuang helai pakaian sang istri dan pakaiannya. Tanpa menunggu lama Zacklee sudah siap menghujam area sensitif sang istri dengan pelan tentunya. Pelan namun pasti mereka berdua akhirnya melepaskan kenikmatan masing-masing.
"Mmuach..! terimakasih sayang," ucap Zacklee melihat sang istri yang lemas.
"I love you Ka Lee," ucap Ellena
"I love you to" jawab Zacklee memeluk Ellena dengan satu tangan bertumpu untuk mengganjal kepala istrinya.
**
"Haruskah gue bantu elu Shand?" tanya Alex yang bingung.
"Hanya elu dan adik gue yang bisa menyelesaikan permasalahan ini, gue benar-benar minta tolong Lex" ucap Shandy sambil menelangkupkan kedua tangannya ke dadanya. Baru kali ini Shandy meminta bantuannya dengan sungguh-sungguh.
"Gue tau ini berat buat elu, tapi gue ga ada pilihan lain.. Perusahaan jadi taruhannya"
"Apa Zacklee mengetahui ini?" tanya Alex.
"Aku sudah membicarakan sebelumnya dengannya" ucap Shandy.
Alex terdiam, kini dia mengerti arti tatapan mata Zacklee tadi.
......................
Terimakasih para pembaca setia Author🙏
Semoga Rezeki para pembaca dimudahkan serta dilancarkan oleh Allah🤲🤲
Jangan lupa tinggalkan jejaknya ya ka..
LIKE, VOTE, COMMENT plus Mawar merah tercintanya 🌹