What I Think

What I Think
Kelahiran Prematur



☘☘


Happy Reading...


Lanjut lagi yak...


......................


"Begini Tuan, Nyonya Ellena mungkin sedang mengalami stres berat yang disebabkan oleh pengalaman traumatis. Hal ini dapat menyebabkan pelepasan hormon yang memicu kelahiran sehingga bayi harus dilahirkan secara prematur. Kami tidak bisa menunggu lagi Tua, Nyonya Ellena harus segera mendapatkan keputusan karena kalo tidak Ibu dan bayi tak akan terselamatkan melihat kondisi Nyonya seperti ini" Dokter Nana menjelaskan.


Alex menatap kearah jendela, dilihatnya Ellena yang sedang kesakitan. Dia tak mungkin menunggu Zacklee, Alex harus segera memutuskan.


"Dokter, lakukan yang terbaik. Selamatkan keduanya" ucap Alex.


Dokter kemudian mempersiapkan peralatan untuk Ellena melahirkan.


"Alex..," panggil Revan.


"Revan, bagaimana kondisi semuanya?" tanya Alex.


"Dewa dan Brian baru saja mendapatkan perawatan, Zacklee sedang di ruang ICU tak sadarkan diri. Dia terkena banyak timah panas, Paolo dan Ethan membuatnya seperti ini" ucap Revan sedih. Begitupun dengan Alex, dia sangat ikut sedih mendengar kabar tentang Zacklee yang tak sadarkan diri.


"Bagaimana dengan Ellena Lex?" tanya Revan lagi.


"Ellena akan segera melahirkan, maaf aku sudah memutuskan semuanya. Dokter bilang kondisi Ellena melemah dia harus segera melahirkan bayinya di usia 30 minggu" jawab Alex sedih.


"Kau memutuskan yang terbaik, boleh aku bertemu Ellena?" pinta Revan.


Alex kemudian mengajak Revan menemui Ellena.


"Aarrrgghhh... sakit Dokter...," teriak Ellena.


"Ell.., ini gue..." sapa Revan yang tak tega melihat kondisi Ellena.


"Ka Revan, dimana Ka Lee? dia sudah berjanji akan mendampingiku melahirkan. Aku akan segera melahirkan Ka..," ucap Ellena terbata-bata menahan rasa sakit di Perutnya.


Sambil memegang erat pergelangan Revan, Ellena meminta Revan untuk menjawab pertanyaannya.


"Ell, kau tenang. Kau fokus kepada bayimu dulu..," ucap Revan menenangkan.


"Ka, apa yang terjadi dengan suamiku.. kalian sedang membohongiku. Tolong Ka.., aku hanya mau melahirkan disamping suamiku" pinta Ellena dengan tangisnya.


"Nyonya, akan saya pindah ke ruang bersalin" ucap Dokter Nana.


"Dokter..., aaarrgh..." Ellena sedikit memekik kesakitan.


"Dokter, aku hanya mau melahirkan disamping suamiku. Dia sudah berjanji akan mendampingiku melahirkan. Tolong aku Dok..," pinta Ellena dengan suara sedikit tersengal.


Dokter Nana bertukar pandangan dengan Alex dan Revan. Kemudian mereka bertiga berdiskusi, disaat mereka berdiskusi Albert, Shandy dan Devan tiba. Mereka menceritakan keinginan Ellena.


Dokter Nana dan Dokter Robert menolak ide Alex.


"Dokter, aku akan membayar dua kali lipat biaya Rumah sakit ini asal kedua anakku bisa diselamatkan. Mereka berdua sama pentingnya dengan nyawaku. Aku mohon Dokter...," ucap Albert menangkupkan kedua Tangannya di depan Dadanya.


Melihat Albert memohon Dokter Nana dan Dokter Robert menuruti permintaan Albert untuk mendampingkan kelahiran putra Ellena dengan operasi pengambilan timah panas di tubuh Zacklee.


Dokter kemudian memerintahkan para petugas untuk menyiapkan semuanya. Ellena maupun Zacklee yang berada diatas brankar didorong oleh petugas berdampingan.


"Ka Lee..," teriak Ellena melihat sang suami tak sadarkan diri dengan oksigen yang menutupi hidung dan mulutnya. Tubuhnya yang penuh darah bisa dimengerti Ellena jika sang suami sedang terkena tembakan di tubuhnya.


Ellena meraih tangan Zacklee, air matanya terus mengalir melihat wajah Zacklee yang memejamkan Matanya.


"Ka.. bangun, kau sudah berjanji akan mendampingiku melahirkan. Sekarang aku mau melahirkan Ka..," ucap Ellena parau.


Albert dan yang lain melihatnya merasa tak tega.


Tap... tap.. tap..


Albert sengaja mengabari Marcel. Marcel yang mendengar kabar ini dia langsung pergi menggunakan jet pribadinya.


"Ka Marcel..," panggil Shandy memeluk Kakaknya.


"Bagaimana kondisi Lee dan Ellena?" tanya Marcel panik.


"Mereka baru saja masuk di ruang operasi" jawab Revan.


"Marcel..," panggil Albert kemudian berhambur ke pelukan Marcel.


"Om, mereka akan baik-baik saja. Kita berdo'a yang terbaik" Marcel menenangkan Albert.


Didalam ruangan operasi, Dokter Nana dan Dokter Robert bekerjasama untuk melakukan tugas masing-masing. Ellena dan Zacklee berdampingan hanya tirai yang menyekat mereka. Wajah Zacklee dan Ellena sengaja terlihat atas permintaan Ellena.


"Nyonya, ini sudah saatnya anda mengejan" Dokter Nana kemudian memberi aba-aba dimana Ellena harus mengejan.


"Aaaarrrgghhh..." teriak Ellena mengejan.


"Huh.. huh.. huh" kemudian mengatur nafasnya kembali.


'Ka Lee, kau cepatlah bangun aku dan anakmu sedang berjuang. Bangunlah Ka..,' batin Ellena menatap wajah sang suami dengan lelehan air mata.


"Terus Nyonya..., kepalanya sudah mulai terlihat" ucap Dokter Nana.


Ellena mulai mengejan lagi dan mengatur nafasnya kembali.


"Nyonya.. Nyonya.. Nyonya...," panggil Dokter Nana melihat Ellena mulai kehabisan tenaga.


"Suster segera pasang oksigen" perintah Dokter Nana.


'Ka Lee.., bangun Ka.. lihatlah anakmu yang akan lahir ini. Dia sangat membutuhkan dukunganmu. Bangun Ka...,' batin Ellena.


Ellena menoleh kearah Zacklee, dia melihat Zacklee sedang mengeluarkan air matanya. Ellena bisa tahu jika Zacklee mendengar isi hatinya.


"Ka Lee..," ucap Ellena lirih. Kemudian dia mendorong tekanan perutnya lagi hingga kuat.


"Nyonya sedikit lagi," teriak Dokter Nana yang ikut panik tetapi tetap semangat.


Akhirnya dengan usaha Ellena, bayi berbobot 1.9 kg lahir dengan suara tangis yang melengking.


"Nyonya, selamat bayi anda laki-laki sangat tampan" ucap Dokter Nana.


'Terimakasih Ka, kau sudah menepati janjimu untuk mendampingiku melahirkan' batin Ellena dengan lega.


"Oe'... oe'.. oe'..," suara tangis sang jagoan baru di keluarga Mahendra.


Dokter Nana kemudian segera melanjutkan tugasnya. Baby yang baru lahir segera dibersihkan dan selanjutnya harus masuk kedalam Inkubator karena berat badannya yang belum normal dari bayi pada umumnya. Ellena pada akhirnya melahirkan secara prematur dengan selamat.


Dokter Robert dan para petugas lain ikut berbahagia dengan kelahiran anggota baru keluarga Mahendra. Selang beberapa menit Dokter Robert juga berhasil mengeluarkan lima timah panas yang bersarang di tubuh Zacklee.


Singkat cerita, kini Ellena maupun Zacklee sudah berada di ruang perawatan. Ellena sengaja meminta untuk satu kamar dengan suaminya agar dia bisa bersemangat menjalani hidupnya. Dokter Robert mengatakan jika Zacklee mengalami koma, maka dari itu Ellena meminta Dokter mengizinkannya untuk satu kamar dengan suaminya. Ellena berkeyakinan jika dia dan Bayinya bisa menjadi pendukung kesadaran Zacklee.


Albert dan yang lain sedang mengunjungi anggota baru di ruangan khusus. Albert sangat bahagia dengan kelahiran cucu ketiganya yang berjenis kelamin laki-laki. Albert juga sudah memberitahu Zaskia tentang kelahiran Baby Ellena. Tetapi Zaskia belum berani memberitahu soal itu kepada Mamanya serta si Kembar.


"Dia sangat tampan," ucap Albert.


"Dia sangat mirip dengan Lee, lihatlah Om hidungnya lebih mendominasi hidung Lee" ucap Marcel.


"Trias dan si kembar pasti sangat bahagia melihatnya" ucap Albert.


"Kita harus bersabar untuk memberitahu kepada mereka, karena Lee masih dalam keadaan koma" saran Marcel.


Albert mengangguk, menyetujui saran Marcel.


Bersambung....