
Happy Reading lagi yuk ah...
......................
"Dev, sekali lagi elu bahas Reyna gue ga segan-segan bikin usaha elu bangkrut" ancam Zacklee kesal, pasalnya dia takut jika Ellena mendengar soal nama Reyna bisa tak mendapat jatah malam dari istrinya yang semakin memadat seluruh tubuhnya terutama dibagian-bagian favoritnya.
Mendengar Zacklee mengancamnya, Devan langsung beringsut. Untungnya selesai Devan membahas soal Reyna, Ellena memanggil manja suaminya.
"Kaka..," panggil Ellena dengan melingkarkan tangannya di lengan suaminya.
"Iya sayang.., mau enak-enak lagi?" tanya Zacklee tidak pada tempatnya.
"Ih.. apaan sih Ka, malu tau didengerin si omblo" sahut Ellena melirik kearah Devan.
"Ga apa-apa sayang, ga usah malu yang ga punya malu tuh" sambil menunjuk kearah Devan dengan dagunya.
"Bukan ga punya malu Ka, tetapi uda expayed ga laku-laku" sahut Ellena terkekeh menyindir Devan.
"Kenapa nasibku gini amat yak, pagi tadi live adegan enak-enak sekarang live adegan setengah enak" umpat kesal Devan.
Ellena yang mendengarnya menoleh kearah Devan.
"Ka.., " Ellena gantian memanggil Devan.
"Perasaan gue kagak enak nih"
"Iya Ell...,"
"Mau ga jadi adik Ipar aku" ucap Ellena yang langsung membuat Devan seketika merubah gurat wajahnya.
"Mau banget Ell..., " sahut Devan dengan semangat.
"Tapi ada syaratnya," lah makin ga enak hati gue.
"Apa Ell? demi jadi adik Ipar elu gue rela ngelakuin apa aja" sahut Devan.
Ellena dan Zacklee tersenyum,
"Cariin minuman yang ada 7 warnanya sekaligus, yang rasanya sedikit asem tapi pedes terus ada toping candynya yang berbentuk love ujungnya ada batu Zamrudnya asli dari negaranya" titah sang Nyonya.
Tuh kan perasaan gue bener,
Zacklee tertawa terbahak-bahak mendengar ngidam Sultan dari istrinya. Dan konyolnya lagi si Nyonya hanya menginginkan Devan yang mencarinya.
Beralih dari ngidam Sultan Ellena, disatu ruang bagian persiapan Alex dan Rachel yang sedang mempersiapkan semuanya tak sengaja bertabrakan karena terlalu fokus tanpa melihat kanan kiri Alex dan Rachel bertabrakan.
Rachel sedikit terhuyung tapi dengan cepat Alex menangkap tubuh Rachel. Seperdetik mata mereka bertemu lalu Rachel segera memposisikan dirinya seperti semula.
"Ma_maaf" ucap Rachel kemudian membalikkan badan.
"Rachel..," panggil Alex.
Rachel yang gugup hanya menghentikan langkahnya tanpa membalikkan badannya.
"Nanti malam aku ingin mengajakmu dan Sunny makan malam di luar, apa kau ada waktu?" tanya Alex.
Rachel menarik kedua ujung bibirnya, terluas senyum yang tak pernah dia pikir jika Alex mengajaknya untuk sekedar makan malam bersama.
"Aku akan mengajak Sunny" ucap Rachel kemudian melangkahkan Kakinya meninggalkan Alex dan bergabung dengan Dhea dan Zaskia.
Melihat tingkah Rachel, Alex terkekeh.
"Dia masih sama seperti dulu" ucap Alex terkekeh.
"Sial! apes banget gue hari ini" keluh Devan memasuki ruang Alex dan Shandy.
"Elu napa Dev?" tanya Alex.
"Gue dikerjain Ibu Negara" sahutnya.
"Ibu Negara? Negara mana maksud elu?" sahut Shandy yang baru masuk.
"Ibu Negara Kesatuan dengan keterserahannya" sahutnya masih dengan mode kesal.
"Elu ngomong kepanjangan Dev" sahut Alex.
"Emang dia suka yang panjang saking panjangnya tuh Ibu Negara ampe bikin puyeng" sahutnya lagi makin kesel.
"Coba elu jelasin deh Dev, kayaknya kalimat elu makin kagak bisa di eja di pikiran gue" ucap Alex.
"Gue disuruh Cari minuman yang ada 7 warnanya sekaligus, yang rasanya sedikit asem tapi pedes terus ada toping candynya yang berbentuk love ujungnya ada batu Zamrudnya asli dari negaranya sama Ibu Negara Kesatuan keterserahannya" keluh Devan.
Dan lagi-lagi Devan bukan mendapatkan solusi tetapi malah mendapatkan dua sahabatnya Menertawakannya.
"Kampret elu semua dah..!" umpat Devan.
**
10 hari berlalu kerja team mereka semakin memperlihatkan hasilnya. Meski perjalanan yang dilalui sangat bergelombang mereka semua mampu melewatinya. Seperti Devan yang selalu mendapat tugas tambahan dari sang Ibu Negara untuk mencarikan ngidamnya agar terpenuhi. Untungnya saat itu Devan memiliki teman yang bekerja di tempat penbangan batu termahal didunia itu, dengan merogoh kocek yang sangat fantastis pula tentunya dengan uang dari orang yang berkontribusi penuh di bagian per-ngidaman si Ibu Negara. Kalo uang Devan sendiri mah ogah dia, katanya rugi...,
Ellena hari ini sangat bekerja keras, ide-ide dia dibantu oleh sang suami serta Alex memang harus di acungi jempol. Tetapi hebatnya dirinya tak tinggal diam, Ellena juga ikut terjun ke semua bidang untuk persiapan Event akhir tahun yang akan diselenggarakan empat hari kedepan.
Aldo yang masih berniat mendekati Ellena selalu digagalkan oleh ke lima orang yang senantiasa menjaganya. Bahkan Revan yang baru selesai dari tugasnya ikut membantu sang Istri.
Seperti hari ini, Aldo yang melihat Ellena yang tiba-tiba terlihat pucat. Tangannya meremas sofa di depannya dengan sangat kuat. Aldo berpikir jika sedang terjadi sesuatu pada dirinya juga kandungannya.
Aldo segera menghampiri Ellena,
"Nona, apa anda tak apa-apa?" tanya Aldo.
Melihat Ellena tak menjawab pertanyaannya, terbesit ide jika Aldo akan menjadi pahlawannya.
Aldo ingin menyentuh tangan Ellena tapi sayang Ellena sudah menyentuh kulit tangan Aldo dan mencakarnya.
"Aaaaaaa" teriak Aldo saat merasakan kuku-kuku Ellena menancap di kulitnya.
Teriakan Aldo sampai mengalihkan orang-orang yang sedang sibuk mempersiapkan pagelaran Event akhir tahun empat hari kedepan.
Zacklee yang melihat Ellena bersama Aldo terlihat sangat emosi.
"Elu ngapain deketin bini gue!" teriak Zacklee.
Bukannya menjawab, Aldo malah menambah volume teriakannya. Menyadari ada sesuatu yang salah Zacklee memperhatikan tangan Aldo yang sedikit berdarah akibat cakaran sang istri. Kemudian Zacklee menoleh kearah sang istri yang terlihat sangat kesakitan.
"Sayang, ada apa denganmu?" tanya Zacklee menyadari Ellena sedang tak baik-baik saja.
"Ka, perutku tiba-tiba sakit" keluh Ellena tangan satunya memegangi perutnya.
Bukannya memperhatikan perut istrinya, Zacklee terkejut dengan darah yang berada di Kaki istrinya.
"Sayang, kita ke Rumah sakit sekarang" ucap Zacklee panik langsung membopong istrinya.
Alex yang kebetulan berada di dekat mereka ikut merasakan panik, dia dengan cepat berlari mengikuti Zacklee.
"Zack, gue ambil Mobil elu tunggu di depan" sahut Alex lalu berlari dengan cepat.
"Cepat Lex" teriak Zacklee sangat khawatir.
"Sayang, masih sakit?" tanya Zacklee melihat sang istri menahan rasa sakit.
"Bertahanlah sayang"
Alex segera memberhentikan Mobilnya dan membantu Zacklee dan Ellena masuk kedalam. Dengan cepat Alex mengendari Mobilnya diatas rata-rata. Alex teringat saat itu Ellena juga pernah mengalami hal seperti ini, untungnya Alex dengan cepat segera membawa Ellena ke Rumah sakit agar cepat teratasi.
Sepuluh menit akhirnya Alex, Zacklee dan Ellena sampai ke Rumah sakit dengan cepat Zacklee berlari masih membopong istrinya.
"Dimas, Dimas.. Dimas.. " teriak Zacklee dan Dimas pun segera keluar.
Dimas yang melihat Ellena di bopong Zacklee segera menyuruhnya untuk ke ruang gawat Darurat.
"Dim, selamatkan istri dan anak gue" pinta Zacklee terlihat jelas dia sangat ketakutan.
"Tenang saja Tuan, berdo'a yang terbaik untuk Nyonya Lee"
"Dim, gue percaya elu" ucap Alex.
Dimas segera masuk keruangan disusul Dokter obygn bernama Zahra.
Hampir tiga puluh menit Zacklee dan Alex menunggu hasil dokter.
"Suami pasien Nyonya Ellena" panggil suster.
Zacklee dan Alex maju bersamaan. Menyadari jika dirinya bukan suami Ellena, Alex mundur perlahan. Kali ini dia menyadari suasananya sudah berbeda, berbeda dari tujuh tahun yang lalu. Bayangan-bayangan dirinya mendampingi Ellena hamil terlintas semuanya. Sepertinya Alex merindukan masa-masa itu. Sayang semuanya sudah berubah.
'Aku yakin kau dan calon bayimu kuat Ell' ucap Alex lirih.
Bersambung.....