
Happy Reading...
Siang itu Ellena merasakan perutnya sedikit kram. Efek dia melupakan istirahat, Ellena tak memperdulikan apapun termasuk kandungannya.
Merasa perutnya kram, Ellena yang akan menemui Dhea menghentikan langkahnya. Tangannya mencengkram kuat sofa di dekatnya. Ellena mulai sedikit panik saat merasakan darah segar mengalir di Kakinya. Dia teringat saat kehamilan Felix dan Fiona. Ellena pernah merasakan kram saat hamil.
Sambil mengatur nafas serta memejamkan matanya Ellena mengatur rasa ketakutan pada dirinya sendiri.
"Nona, anda tidak apa-apa?" tanya Aldo yang memang kebetulan dirinya melihat Ellena sedang sendiri.
Berpikir masih ingin mendekati Ellena, Aldo segera menghampiri dan mendapatkan ide sebagai pahlawan. Sayangnya sesampainya di dekat Ellena, dia malah menjadi korban kesedihan Ellena. Yang niat ingin menyentuh tangan Ellena dirinya harus merasakan perihnya cakaran kukiu-kuku Ellena.
Bukannya senang ataupun bahagia, Aldo malah berteriak kesakitan, sehingga misinya mendekati wanita incarannya gagal total.
Mendengar teriakan Aldo semua orang yang sedang sibuk beralih menoleh kearah suara Aldo begitupun dengan Zacklee dan Alex yang kebetulan sedang berdiskusi.
Melihat sang Istri sedang memegang tangan Aldo, Zacklee langsung menyerahkan selembar kertasnya kepada karyawan di sebelahnya. Zacklee dan Alex segera menghampiri keduanya begitupun Shandy dan yang lain mereka ikut mendekat kearah Aldo dan Ellena.
Elu ngapain deketin bini gue!" teriak Zacklee.
Bukannya menjawab, Aldo malah menambah volume teriakannya. Menyadari ada sesuatu yang salah Zacklee memperhatikan tangan Aldo yang sedikit berdarah akibat cakaran sang istri. Kemudian Zacklee menoleh kearah sang istri yang terlihat sangat kesakitan.
"Sayang, ada apa denganmu?" tanya Zacklee menyadari Ellena sedang tak baik-baik saja.
"Ka, perutku tiba-tiba sakit" keluh Ellena tangan satunya memegangi perutnya.
Bukannya memperhatikan perut istrinya, Zacklee terkejut dengan darah yang berada di Kaki istrinya.
"Sayang, kita ke Rumah sakit sekarang" ucap Zacklee panik langsung membopong istrinya.
Alex yang kebetulan berada di dekat mereka ikut merasakan panik, dia dengan cepat berlari mengikuti Zacklee.
"Zack, gue ambil Mobil elu tunggu di depan" sahut Alex lalu berlari dengan cepat.
"Cepat Lex" teriak Zacklee sangat khawatir.
"Sayang, masih sakit?" tanya Zacklee panik tangan satunya mengelus perut Ellena. Alex sempat melirik dari kaca spionnya dan tersenyum.
'Elu benar-benar berubah Zack, sekarang gue yakin elu bisa ngejaga Ellena" batin Alex.
**
"Tuan, harus saya sampaikan kondisi kandungan Nyonya Lee saat ini sedang lemah. Untung saja segera teratasi jika tidak Nyonya Lee akan mengalami keguguran. Saat ini, saya memohon kepada Anda untuk tidak membiarkan Nyonya untuk bekerja dengan berat. Karena Nyonya Lee saat ini harus Bedrest kurang lebih satu minggu" ucap Dokter Zahra menyampaikan.
Zacklee merasa sangat bersalah karena sudah mengizinkan Ellena untuk bekerja demi perusahaan dan dirinya. Dia hanya bisa diam dan menurut perintah Dokter demi keselamatan Istri dan bayi didalam perut Ellena.
Zacklee sedikit berfikir, acara Event tahun baru akan dilaksanakan empat hari kedepan, itu tandanya Ellena tak bisa mengikuti acara tersebut. Padahal acara ini sudah direncanakan dengan susah payah oleh Ellena dan team.
"Dan satu lagi Tuan, " ucap Dokter Zacklee menyadarkan lamunan Zacklee.
"Iya Dok,"
"Sementara jangan melakukan hubungan suami istri dulu sampai kondisi Nyonya sembuh" imbuh Dokter Zahra. Dan Zacklee hanya bisa membuat nafasnya berat.
Dokter Zahra kemudian pamit undur diri, dia akan terus memantau kondisi Ellena.
"Saya pamit undur diri dulu Tuan" pamit Dokter Zahra.
Zacklee kemudian menatap Ellena yang sedang tertidur karena Dokter Zahra memberikan obat agar Ellena bisa beristirahat. Zacklee meraih tangan Ellena menggenggamnya kemudian mendaratkan ciuman di Keningnya.
Ceklek,
"Gimana keadaan Ellena, Zack?" tanya Alex.
"Lex kita tak bisa melibatkan Ellena ke acara Event akhir tahun besok. Dokter meminta Ellena untuk bedrest demi dia dan bayinya" ucap Zacklee memberitahu Alex.
"Elu tenanglah, Ellena dan bayinya pasti baik-baik saja. Sebelumnya dia juga pernah mengalami hal yang serupa. Gue yakin, Ellena bisa mengatasinya" sahut Alex.
"Apa dia pernah mengalami seperti ini saat mengandung Felix dan Fiona?" tanya Zacklee.
Alex mengangguk, "bahkan lebih berat dari yang ini".
Zacklee menepuk bahu Alex,
"Terimakasih Lex, sudah menjaga istri dan anak-anak gue".
Alex menarik kedua ujung bibirnya,
Marcel dan Shandy tiba bersama Dhea dan Revan. Melihat kondisi Ellena, mereka semua menjadi bingung karena acara akan segera diselenggarakan empat hari kedepan.
" Maaf sebelumnya Ka, aku tak bisa lagi mengizinkan Ellena untuk bergabung dalam acara besok. Keselamatan istri dan anakku jauh lebih penting" ucap Zacklee.
Marcel dan Shandy hanya bisa menyetujui permintaan Zacklee. Apa yang dia ucapkan memanglah benar kesehatan Ellena dan bayi dalam kandungannya jauh lebih penting.
"Bagaimana dengan Tuan Aldo? dia harus tahu soal ini. Kita tak bisa lagi membawa Ellena" ucap Shandy.
"Untuk urusan dia, biar gue yang hadapi Shand. Gue ama dia cukup mengenal satu sama lain" sahutnya.
"Mengenal darimana?" tanya Shandy.
"Dia musuhku di Event yang diselenggarakan di Negara L. Aku tau di playboy juga dari sana" Zacklee bercerita.
"Aldo orang yang tak pernah bisa hidup tanpa wanita dimalam-malamnya" imbuhnya.
"Jadi, maksud elu dia emang serius ngincer adik gue?" tanya Shandy mengerti.
Zacklee mengangguk,
"Untuk menghilangkan kebiasaan dia, Tuan Diego memberinya tugas ini kepadanya. Sialnya dia memilih bekerjasama dengan Ellena, karena dia tahu jika Ellena pernah menjadi model. Meski hanya menjadi model pengganti. Tak menutup kemungkinan gue sangat yakin tujuannya lain bukan karena Event ataupun apa melainkan karena Ellena"
Ternyata sebelumnya Zacklee meminta Revan untuk mencari informasi mengenai tentang rencana Aldo.
"Bukankah Ellena sudah bersuami dan sedang mengandung. Apa dia masih akan melanjutkan rencananya?" tanya Alex dan Marcel curiga.
"Dia memiliki masalah denganku karena wanitanya salah masuk ke kamarku" jawab Zacklee.
Sontak semua orang terkejut. Zacklee kemudian menceritakan semuanya kepada Marcel, Shandy dan Alex tentang kesalahan pahaman waktu itu.
"Jadi, pada intinya dia mengancam dirimu akan memberitahukan soal itu kepada Ellena?" Alex memastikan.
"Sepertinya gitu Lex, maka dari itu gue minta tolong kepada kalian semua. Bantu gue menjauhkan Ellena dari Aldo, apalagi dengan kondisinya yang seperti ini" Zacklee menatap istrinya, menggenggam jemarinua terlihat dari sorot mata yang mencemaskan kondisi Ellena.
"Lex, " panggil Zacklee.
"Gue tau elu belum bisa move on dari istri gue. Setidaknya aku berharap elu tetap bisa menjaga Ellena disaat dia tak disampingku"
Alex ternganga tak percaya jika Zacklee mengetahui isi hatinya yang belum mampu untuk melupakan Ellena sedikitpun. Meski ada Sunny dan Rachel bersamanya, Ellena sudah melekat di relung hatinya.
Bersambung...