What I Think

What I Think
Jangan mengusik singa yang tertidur



Happy Reading...


...----------------...


"Dasar wanita ja*ang!" umpat Brian setelah mendengar cerita Felix dan Ellena.


"Aku tak akan membiarkan ini terjadi, kalian pindahlah dari sini, tempat ini tak layak untuk kalian terutama kau Ell.. aku akan menyuruh penjaga kost untuk membantu membawa barang-barang kalian"


"Ka.. Kakak tak perlu repot-repot. Tempat ini sudah lebih dari cukup. Aku dan Felix tak akan lama, selesai suamiku menyelesaikan semua permasalahan ini dia akan segera menjemputku" tolak Ellena dengan halus.


"Zacklee sangat beruntung memilikimu Ell..," sahut Brian.


"Kau belajarlah menjadi pria yang kuat dan tegas seperti Papamu, namun berhati lembut seperti Mommymu," pesan Brian kepada Felix.


Brian kemudian berpamitan kembali ke apartemennya. Dia juga mengatakan akan kembali lagi untuk menjenguk mereka, tetapi ditolak Ellena. Menurut Ellena tak baik jika Brian selalu mengunjunginya disaat Zacklee tak disampingnya. Keinginan Ellena ini sangat dimengerti oleh Brian.


"Mom.., Felix keluar dulu ada yang ingin Felix beli diluar sana" pamit Felix, Ellena mengangguk memberinya izin.


Felix keluar menggunakan motor sport nya dengan celana hitam dan t-shirt casual Felix terlihat sangat tampan.


Felix melajukan kendaraannya menyusuri padatnya jalanan kota. Felix lupa jika dirinya sedang kehabisan sabun mandi, jadi terpaksa Felix harus pergi untuk membelinya. Namun di pertengahan jalan motor Felix tak sengaja menyenggol seseorang.


"Aduh..." suara seorang wanita terjatuh akibat tak kesengajaan Felix.


"WOY BERHENTI ELU...!" teriak para orang-orang sekitar jalanan yang melihat kejadian perkara.


Felix yang belum menyadari tetap melenggang mengendarai motor sportnya. Untung saja dari arah berlawanan juga seseorang sedang menghadang Felix.


"Emangnya ada apa ya?" gumam Felix belum mengerti.


Felix kemudian berhenti dan turun dari motor sportnya setelah menyadari jika sekumpulan orang itu sedang menghadangnya.



"Ada apa nih ramai-ramai begini?" tanya Felix belum menyadari kesalahannya.


"Eh songong banget sih lu! elu tau kesalahan elu tuh apa?" sahut seorang pria sedikit sewot.


"Elu kok ngomongnya nyolot! ngajak ribut nih orang!" ucap Felix.


"Elu tuh yang nyolot! udah salah nyolot!" sahut pria itu.


"Nantangin bener nih orang. Emangnya gue takut apa!" Felix akan melayangkan tinju ke arah pria tersebut.


"Eh.. udah.. udah.. apa kalian ga lihat adeknya kesakitan gitu," lerai seorang wanita agar Felix dan pria yang nyolot ga jadi berkelahi.


Felix menoleh ke seorang gadis yang sedang memegangi tangannya yang terluka.


"Cih, tanggung jawab tuh, gara-gara elu dia sampai kayak gitu!" ucap pria yang nyolot tadi.


Felix terdiam dan mendekati gadis tersebut.


"Kalian bubar aja, gue ga akan lari" ucap Felix mengusir para kerumunan.


Setelah para warga membubarkan diri, Felix dengan tampang dinginnya mengulurkan tangannya meraih tangan gadis itu.


"Kau..., jangan macam-macam!" ucap gadis itu.


Felix tetap diam dan mengguyur luka gadis itu dengan air botol minumannya. Lalu Felix memberikan sapu tangan ke luka gadis itu untuk mengeringkannya.


"Aku akan pergi, terimakasih atas pertolongannya" ucap gadis itu dengan gugup.


"Aku akan membawamu ke klinik,"


"Tak perlu. Lukaku tak begitu parah tiga hari kedepan dia akan kering" ucap gadis itu berlalu meninggalkan Felix.


Felix melongo baru kali ini ada seorang gadis yang tak mau dekat dengannya, padahal teman-teman satu sekolahnya pada berebut hanya untuk dekat dengannya.


Saat Felix akan melenggang juga dia tak sengaja menemukan sebuah resep beserta obat yang terjatuh ditempat gadis itu duduk.


"Ini kan..?" gumam Felix menyadari jika itu milik gadis tersebut, saat ini Felix langsung berlari mengejar gadis itu.


"Sial! kenapa cepat sekali sih perginya," umpat Felix tak menemukan gadis itu.


Felix akhirnya memutuskan untuk kembali pulang membawa resep dan obat milik gadis itu.


** Dikantor Zacklee.


Nisa salah satu pegawai Zacklee sedang beribut menghadang Reyna yang memaksa masuk untuk bertemu dengan bosnya.


"Nyonya, anda tak bisa seenaknya masuk keruangan Tuan Lee seperti ini" ucap Nisa.


"Kau tahu siapa aku? aku pemilik hotel Grand sun florist, hotel yang sangat terkenal di kota ini," ucap Reyna jemawa membanggakan kedudukannya.


"Tapi Nyonya mohon maaf jika saya lancang, attitude Nyonya tak mencerminkan sebagai seorang pengusaha sama sekali" sahut Nisa yang berani.


"Lancang sekali kau mengatakanku seperti itu! apa ini yang diajarkan oleh bosmu selama ini!" bentak Reyna.


"Tuan Lee selalu mengajarkan saya untuk bersikap tegas kepada orang-orang yang tak memiliki attitude seperti anda" bantah Nisa.


"Beraninya kau___" Reyna mengangkat tangannya ingin menampar Nisa tetapi di tahan oleh Revan yang tak sengaja melihat keributan di kantor Zacklee.


"Sebaiknya kau keluar dari sini sebelum satpam mengusirmu secara tidak hormat Reyna," ucap Revan penuh penekanan.


Reyna mengibaskan tangan Revan, menajamkan matanya serta mengeratkan seluruh giginya kearah Revan.


"Kau sama menyebalkannya seperti bosmu" gerutu Reyna.


"Sepertinya ada yang mencariku," ucap Zacklee.


"Tuan Lee, maafkan saya. Saya tak bermaksud membuat kegaduhan ini," ucap Nisa meminta maaf.


"Terimakasih Nisa, kau kembalilah bekerja" perintah Zacklee.


"Revan, persilahkan tamu kita untuk masuk keruangan"


"Zacklee apa yang baru saja kau ucapkan?"


"Revan disini akulah bosnya,"


"Terserah elu...," Revan dengan pasrah mengikuti perintah Zacklee.


Mereka bertiga kemudian memasuki ruangan khusus para tamu. Wajah Reyna sangat bahagia karena menurutnya Zacklee mulai perhatian dengannya.


"Nyonya Reyna silahkan apa yang ingin anda bicarakan?" tanya Zacklee selesai mempersilahkan duduk.


Reyna melirik kearah Revan yang masih setia berada disamping Zacklee. Seolah mengerti Zacklee memberi kode kepada Revan untuk keluar.


Senyum Reyna semakin berkembang saat Revan akhirnya keluar dari ruangan. Saat-saat yang Reyna inginkan selama ini berdua bersama dengan Zacklee dalam satu ruangan akhirnya terwujud.


"Bisa kita mulai Nyonya? apa tujuan anda datang kemari?" tanya Zacklee.


"Ehm," Reyna sedikit berdehem menetralkan kegugupannya.


"Tuan Zacklee kedatangan saya kemari hanya ingin menanyakan kenapa kerjasama perusahaan kita kau tolak secara sepihak?" tanya Reyna yang sebenarnya dalam hatinya tak ingin membahas persoalan ini. Karena menurutnya selepas kejadian beberapa menit yang lalu Reyna merasa Zacklee sudah memberikannya sebuah harapan.


"Jawabannya singkat saja karena perusahaan hotel anda tak layak untuk bekerjasama dengan perusahaan Mahendra Corp,"


Reyna yang tadi merasa berada di awang-awang karena perhatian Zacklee berubah serasa dijatuhkan dengan sangat kencang oleh Zacklee pula.


"Apa maksudmu Tuan Zack mengatakan jika perusahaanku tak layak! Semua orang tahu jika perusahaan grand florist sangatlah terkenal anda tak perlu meragukannya"


"Maaf Nyonya saya justru sebaliknya sangat meragukannya. Meragukan kelicikan pemilik grand florist dengan memprovokasi putra pemilik Mahendra Corp," ucap Zacklee penuh penekanan.


"Mak_maksud anda apa? aku tak mengerti" ucap Reyna pura-pura.


"Saya peringatkan Nyonya jangan mengusik singa yang tertidur, karena jika dia bangun dia tak akan pernah melepaskan mangsanya"


Wow... wow.. wow.... keren lu Zacklee👍


Gue suka gaya elu...