
🍃🍃
Alex kembali pada malam hari ke Rumah Sakit menjenguk Ellena. Sebelumnya Alex meminta bantuan Dimas untuk memberikan pelayanan khusus kepada Ellena disaat dirinya mengurus pemakaman Mamanya.
Alex mengetuk pintu ruang rawat Ellena. Kedatangan Alex disambut dengan air mata Ellena. Dirinya sudah mengetahui tentang kematian Nova.
Alex mendekati dua bayi yang berada di box samping tempat tidur Ellena. Dua malaikat yang sangat lucu menentramkan hati buat yang melihatnya. Alex meneteskan air Matanya, tangannya membelai lembut kedua bayi tersebut. Pikiran Alex semakin penuh dengan kehadiran kedua bayi kembar Ellena. Alex tak bisa memisahkan bayi ini dengan Ayah kandungnya. Benar kata Mamanya, Alex harus segera mengembalikan Ellena.
Alex sudah tidak bisa lagi mempertahankan egonya meski sebenarnya dia tahu jika Ellena tak bisa menghilangkan rasa cinta terhadap suaminya.
Ellena memegang bahu Alex, dia merasa kalau hari ini adalah hari terberatnya kehilangan seseorang yang paling berharga dalam hidupnya.
" Akan Ada yang pergi dan datang.. Begitulah kehidupan ". Ucap Ellena parau. Dirinya pun merasa kehilangan sosok Nova yang sudah dianggapnya sebagai Mamanya sendiri.
Alex semakin tak bisa menahan tangisnya, Alex langsung mendekap Ellena menangis dalam pelukan Ellena. Pelukan yang menurutnya ternyaman.
****
" Kami tidak bisa memastikan kapan Tuan Zacklee siuman, seharusnya dengan melewati masa kritisnya Tuan Zacklee sudah bisa normal ". Ucap Dokter Aditya menjelaskan.
" Pa.. ". Trias yang sedih melihat kondisi puteranya yang mengalami koma.
" Lakukan yang terbaik untuk anak saya Dok ". Albert yang sudah pasrah dengan keadaan Zacklee.
Shandy menatap jendela melihat Sahabatnya yang dibencinya akibat hilangnya Ellena. Shandy sendiri sebenarnya tak yakin dengan perasaan bencinya tetapi Zacklee membuktikan semuanya jika hilangnya Ellena akibat fitnah Tasya.
" Kau harus bertahan Lee.. Ellena menunggumu ". Gumamnya dengan lirih.
Drrrttt... Drrrttt..
" Aku akan kesana sekarang ". Revan yang baru saja menerima telfon dari Dewa.
Dhea menatap suaminya yang habis menerima telfon dengan penjelasan. Revan lalu mengusap lembut ujung rambutnya dan tersenyum. Revan kemudian mendekati Marcel dan Shandy yang kebetulan sedang berjejer lalu membisikinya sesuatu.
Ketiga pria itu kemudian berpamitan untuk melanjutkan misi terakhirnya yaitu menghancurkan Tasya.
Dewa berhasil menangkap Tasya dan membawanya ke sebuah tempat tersembunyi.
" Kau ". Mata Shandy sudah seperti singa yang akan membunuh mangsanya.
" Hai Shand.. Apa kabar? ". Wanita bernama Tasya yang tak berdosa sama sekali.
PLAK!
Sebuah tamparan meluncur ke pipi Tasya.
" BRENG*** ! " .Sentak Tasya yang pipinya terasa panas.
" Itu ganjaran bagi orang yang sudah merusak Rumah tangga adikku ".
" Hahaha.. . ". Tasya menertawakan Shandy.
" Asal kau tahu adikmu sudah berani memperlakukanku didepan umum Dan kau tau rasanya ". Pelototan mata Tasya memperlihatkan kemarahannya.
" Rasanya memalukan!! Lagian Adikmu yang terlalu murahan merebut seseorang yang paling berharga dalam hidupku. Tapi__ tunggu aku sudah melihat ujung kematiannya, jadi kita sama - sama impas. Ha.. . Ha.. . Haa!! ". Suara tawa Tasya menyindir Shandy dan lainnya.
Shandy sudah bersiap melayangkan tinju ke wajah Tasya yang menghina adiknya. Marcel dengan cepat menarik tangan Shandy.
" Shand.. Untuk apa kau mengotori tanganmu untuk wanita gila ini ". Sahut Marcel.
" Kau bawa saja dia ketempat pelac*** seumur hidupnya ".
Kata - kata Marcel kali ini membuat Tasya bergidik ngeri dan berteriak sekeras mungkin.
Revan memberi kode Dewa dengan Matanya menyetujui pendapat Marcel.
Tasya mulai berontak dia berteriak menolak ucapan Marcel.
" Dasar BAJI****!! ". Maki Tasya kepada semuanya.
Kemudian Dewa mengirim Tasya ketujuan yang diperintahkan Revan.
****
" Siapa nama dari si Kembar Ell? ". Tanya Alex yang sudah mulai tenang.
" Felix Januar Mahendra dan Fiona Aghista Mahendra ". Jawab Ellena tersenyum sambil mengelus pipi kedua bayi mungilnya.
" Kau memberi nama akhir Zacklee kepada mereka ". Batin Alex sedikit Sakit ternyata Ellena masih mengharap Zacklee.
" Nama yang Indah ". Sahutnya kemudian Alex focus kepada kedua anak Kembar didepannya.
Felix dan Fiona memiliki wajah yang hampir mirip dengan Zacklee hanya mata teduh mereka menuruni Ellena.
" Om, berjanji akan berjanji membawa kalian bertemu Papa kalian ". Gumam Alex dalam hati.
" Ell.. ". Panggil Alex.
" Apa kau tak ingin memberi kabar Zacklee kelahiran si Kembar? ". Lanjutnya bertanya dengan hati - hati.
Ellena menghirup nafasnya dalam - dalam kemudian membuangnya teratur. Pertanyaan Alex membuatnya terasa tercekat dihatinya.
" Entah lah.. Sepertinya akan menyakitkan jika si Kembar mengetahui Papanya bersama wanita lain ". Ellena masih berpikir jika Zacklee kembali bersama Tasya.
" Apa kau yakin Zacklee bersama Tasya? ". Alex membuat Ellena berpikir kembali.
" Entah lah Lex.. Yang Aku inginkan sekarang memberitahu Mama Papa kelahiran si Kembar, Aku yakin mereka pasti bahagia ".
Jleb!
Alex merasa bersalah karena telah merahasiakan kematian kedua orangtua Ellena.
" Ell sebenarnya__". Belum selesai Alex bicara terdengar suara Felix menangis.
" Sayangnya Mommy haus ya ". Ellena langsung menggendong buah hatinya. Tak lama Fiona pun ikut menangis. Alex yang ragu mengangkat Fiona dan menggendongnya. Fiona yang tadi menangis seketika terdiam di gendongan Alex.
" Dia terdiam tanpa susu, kau luar biasa Tuan rusuh ". Puji Ellena yang bahagia melihat Alex berhasil menaklukkan puteri kecilnya.
Entah mengapa hati Alex sangat tenang saat ini. Dia terus menatap Ellena yang memangku Felix bayi dan berbicara ala bayi. Alex bergantian menatap Fiona yang berada di gendongannya yang sedang tertidur.
" Andai mereka darah dagingku sempurnalah hidupku ". Batin Alex yang melupakan janjinya sejenak.
****
Sehari selang kelahiran Felix dan Fiona. Di Negara I Clara merasakan perutnya kencang,
Renata berlari menghampiri Clara yang tadinya sedang membantunya di dapur.
" Clara ". Teriak Renata yang melihat air ketuban Clara yang sudah keluar.
Marcel yang menemani Chloe bermain serta Shandy yang sedang bersiap bekerja meninggalkan kegiatannya setelah mendengar teriakan Clara dan Renata.
" Sayang Kau tak apa? ". Shandy yang begitu panik melihat istrinya kesakitan. Tangan Clara mencengkeram Shandy dengan kuatnya menahan rasa Sakit di perutnya.
" Istrimu akan melahirkan segera bawa ke Rumah Sakit ". Ujar Renata yang mengerti keadaan Clara.
Shandy segera membawa istrinya ke dalam mobil ditemani Marcel dan Renata. Sedang Chloe dititipkan kepada Baby sisternya kembali.
Sesampainya di Rumah Sakit Shandy begitu panik karena Clara harus melahirkan secara Caesar sebab air ketuban bayinya sudah berkurang banyak.
Shandy diminta Dokter Marissa untuk menemani Clara operasi didalam. Dengan cepat Shandy menuruti. Dokter Marissa berhasil mengeluarkan baby girl Shandy dengan selamat. Suara tangisan bayi memenuhi ruangan kala itu. Bersamaan dengan itu suara tangis pemilik bayipun ikut mengisi ruangan itu pula. Tangis kebahagiaan Shandy dan Clara.
Shandy segera memberitahu Revan kelahiran puterinya. Revan yang ikut bahagia ikut bergegas menuju Rumah Sakit bersama Dhea Dan si Kembar Nick dan Nathan.
" Selamat sahabatku ". Peluk Dhea yang tiba di Rumah Sakit bersamaan Clara yang sudah dipindahkan keruang rawat.
" Selamat kawan ". Revan pun melakukan hal sama seperti istrinya memeluk Shandy yang sekarang berstatus baru menjadi Pahmud ( Papah Muda).
Renata yang masih betah memangku keponakannya tersenyum melihat kerukunan persahabatan mereka.
" Rev, bagaimana kondisi Zacklee? ". Marcel bertanya.
" Masih seperti kemarin Ka ". Jawabnya dengan nada sedih.
Ceklek.
Devan yang datang tanpa mengetuk pintu membuat ruangan menjadi tegang. Bantal sofa melayang tepat di wajahnya.
" Kampret lu Dev, masuk tanpa ketok pintu ". Umpat kesal pria yang sah menyandang predikat Pahmud.
" He.. He.. Gue terbawa bahagia akhirnya sang Cassanova berubah jabatan ". Celetuk Devan yang masih cengar cengir.
" Tinggal gue sama Alex nih yang masih berstatus Cassanova sejati ". Imbuhnya dengan terkeukeuh.
" O.. Iya gimana kabar Kaka rusuhnya Ellena? ". Sahut Dhea yang menanyakan kabar tentang Alex.
" Mungkin masih berkelana bersama wanita - wanita sexy idolanya ". Devan tertawa membayangkan sikap Alex.
" Bukannya dia sudah insaf semenjak Ellena mengingatkannya. Andai Ellena disini __ Aku merindukan sahabatku ".Ucap Dhea dengan nada sedih.
" Seandainya Ellena disini pasti suasanya lebih ramai ". Clara yang ikut menyahut.
Oee'.. Oee'..
Tangis bayi mungilnya Shandy mengalihkan semuanya.
Renata mengembalikan bayi mungil itu kepangkuan Ibu nya.
" Para lelaki, pengusiran sejenak ". Renata mengusir para lelaki untuk keluar karena si Ibu akan mengASIhi puterinya.
Keempat pria itu keluar dengan senyuman.
" Kau sudah menemukan informasi tentang Ellena? ". Marcel bertanya kepada Revan.
" Belum Ka.. Sampai saat ini anak buah Zacklee juga belum menemukannya ". Jawab Revan.
" Shand.. Menurut elu Ellena dimana ya? ". Devan yang ikut berpikir sambil menggaruk kepalanya yang tak gatal.
" Entah lah Dev.. Aku merindukannya sama seperti Lee ".
Didalam Kamar Clara, tiga Mahmud sedang bercanda dengan bayi mungil yang beberapa jam lalu menghirup udara dunia. Wajah bayi yang mirip sekali dengan Shandy itu mencuri hati Tante - tantenya.
" O' ya Clara.. Kau belum memberitahu nama bayimu ". Renata yang sedari tadi disana baru mempertanyakannya.
" Safira Ayunda Maheswari ". Shandy yang baru masuk menjawab pertanyaan Kaka Iparnya.
" Safira ". Clara tersenyum membelai pipi puterinya.
" Kau suka kan sayang dengan namanya? ". Tanya Shandy kepada Clara.
" Nama yang cantik, Aku suka sayang ". Jawab Clara yang langsung mendapat kecupan dari suaminya di ujung kepalanya.
****
Keesokan hari di Negara K, Ellena sudah diperbolehkan untuk pulang bersama kedua anak kembarnya.
Alex yang begitu siaga membantu Ellena dengan sigap.
" Ka.. Bukannya ini bukan arah ke Rumah? ". Tanya Ellena yang sadar jika arah mobil Alex tak langsung menuju Rumahnya.
" Aku mau mengajak si Kembar ke studio foto sebelum pulang ". Alex tersenyum mengucapkan rencananya.
" Aku hanya ingin mengabadiian moment kelahiran mereka dengan spesial agar mereka terkenang dengan wajah mereka yang lucu ketika bayi ". Imbuhnya dengan tersenyum.
" Kau tak keberatan kan Ell? ". Alex menoleh kekursi penumpang.
Ellena tersenyum, dia terharu karena Alex sangat peduli dengan kedua anak kembarnya.
Si Kembar mulai action setelah para pekerja studio mendandani mereka dengan gemasnya.
" Putra putri anda sangat tampan dan cantik Tuan ". Ucap pemilik studio langganan Alex bersama Mamanya dulu.
Alex tersenyum kemudian melirik kearah Ellena yang terpaku.
" Kami tak mendengar berita pernikahan anda, tapi suatu kehormatan bagi kami Anda mempercayakan studio foto kami untuk mengabadikan putra putri anda ". Lanjutnya lagi.
Alex lagi - lagi hanya menanggapi dengan senyum karena dia tak tahu harus menjawab apa.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Emmesh banget ama baby F 😍
Lanjut terosss ya Ka...
sebelumnya ritual dulu..
LIKE, VOTE, COMMENT jangan lupa😉