
☘☘
Happy Reading....
"Brian kau tak apa?" tanya Revan yang melihat luka tembak di punggung dan bahu Brian.
"Ellena, Ellena..." ucap Brian kemudian Brian tak sadarkan diri.
Alex, Dewa dan Zacklee mengejar Paolo yang membawa Ellena masuk ke dalam hutan.
Ellena terus menahan sakit di Perutnya, mungkin akibat kelelahan sehingga membuat dirinya merasakan kesakitan di Perutnya.
"Kau cari kesana, aku kearah sana dan kau kesini" bisik Zacklee membagi tugas.
Alex dan Dewa mengangguk. Zacklee yang berjalan secara perlahan tak sengaja menemukan bekas darah di sebuah ranting. Zacklee menyentuhnya,
'Ini darah baru kemungkinan mereka lewat sini' gumam Zacklee. Dia lalu melanjutkan perjalanannya baru beberapa meter saja langkahnya terhenti saat mendengar suara seorang wanita kesakitan.
"Aw..," pekik Ellena.
Paolo hanya meliriknya sekilas, dia memaksa Ellena untuk terus berjalan.
"Apa kau tak mempunyai hati nurani? aku sangat kesakitan" keluh Ellena.
"Dalam duniaku tak mengenal hati nurani" jawab Paolo dingin.
"Pantas saja hidupmu suram" sahut Ellena sewot.
"Kalo kau masih terus berbicara aku tak segan-segan membunuhmu" ucap Paolo mengancam.
"Ckk, kau masih bisa mengancam disaat nyawamu sendiri sedang terancam. Kau tahu suamiku akan segera menangkapmu" ucap Ellena sengaja agar Paolo tak melanjutkan perjalanannya dan Zacklee segera menemukannya.
"Hahaha..., persetan dengan suamimu. Dia tak akan bisa menangkapku. Lagian aku sudah mengatakan padanya jika kau sekarang milikku" sembari membelai pipi mulus Ellena.
'Aku akan menghajarmu Paolo karena sudah menyentuh istriku' gerutu Zacklee melihat Paolo menyentuh Pipi Ellena
"Kau sudah kurang ajar Paolo!" teriak Ellena marah dengan sikap Paolo yang membelai pipinya.
"Aku hanya menyentuh yang menjadi milikku, kau mengatakan kurang ajar bagaimana kalo aku__" Paolo mendekati wajah Ellena dan akan menciumnya. Ellena dengan segala kekuatan yang tersisa mendorong tubuh kekar Paolo dan berteriak meminta tolong.
"Paolo, apa yang kau lakukan! Tolong.... Tolong... Tol___"
BUGHK!
Tubuh Paolo terhempas akibat Zacklee memukulnya.
"Ka Lee..., hiks... hiks..." Zacklee langsung membawa Ellena kedalam peluknya.
"Sayang tenanglah aku sudah disini. Kau aman sekarang" ucap Zacklee sambil mengecup ujung Kepala Ellena.
Paolo bangun sembari menyeka darah yang keluar dari hidung dan ujung bibirnya.
"Kau masih berani berhadapan denganku Zacklee!" ucap Paolo dengan senyum smirknya.
"Kau benar-benar penjahat tak waras Paolo, kau juga tega terhadap wanita yang sedang hamil. Apa kau tak memikirkan bagaimana Ibumu dulu mengandungmu" sahut Zacklee.
"Untuk apa kau bawa-bawa soal Ibuku. Urusanmu hanyalah denganku bukan membahas tentang Ibuku" ucapnya geram.
"Pantas saja Ibumu tak pernah mencarimu, ternyata kau sangat keras Kepala" sahut Zacklee.
Sontak saja Paolo langsung menyerang Zacklee. Zacklee berhasil membuat Paolo tersulut emosi, dengan begitu dia bisa mengalahkan gerak Paolo.
Paolo terus saja menghujam pukulan ke arah Zacklee, untungnya Zacklee bisa menghindarinya. Zacklee fokus untuk menjatuhkan Paolo dengan menendang mata kakinya.
BRAK!
Paolo berhasil jatuh dengan posisi Zacklee berada diatasnya. Paolo yang banyak akal segera meraih tanah dan melemparnya ke wajah Zacklee. Otomatis penglihatan Zacklee sedikit kabur karena butiran tanah yang masuk kedalam Matanya.
Paolo berhasil lepas dari cengkeraman Zacklee, dan segera mengeluarkan senjata api dibalik jaketnya. Paolo mengarahkan senjata apinya kearah Zacklee. Ellena yang melihatnya berteriak memanggil nama Zacklee agar Zacklee menghindar.
"Ka Lee... awas" teriak Ellena.
DOR...
Berkat kecekatan Zacklee, dia bisa menghindari timah panas itu. Sedang Ellena terduduk lemas melihat kejadian di depan matanya. Kakinya yang sedikit gemetar, serta wajah yang pucat Ellena berusaha mengatur perasaannya.
Zacklee segera melempar ranting kearah Tangan Paolo dan senjata itu berhasil lepas dari Tangannya. Zacklee kemudian menghajar Paolo kembali sehingga dia tak bisa lagi berkutik. Seluruh wajah Paolo bersimbah darah akibat pukulan Zacklee. Begitupun dengan Zacklee dia juga banyak mengeluarkan darah akibat balasan serangan Paolo.
Dewa dan Alex yang mendengar suara senjata api segera berlari kearah sumber suara.
"Dewa, kau mendengarnya juga?" tanya Alex bertemu Dewa di tempat semula.
"Bos..., bos dalam bahaya" ucap Dewa kemudian mereka berdua berlari kearah sumber suara.
"Sayang, kau pucat sekali" ucap Zacklee khawatir.
"Ka.., perutku sakit" pekik Ellena.
"Kau bertahanlah sebentar aku akan segera membawamu keluar dari sini" belum selesai Zacklee menenangkan Ellena,
DOR...
DOR...
DOR...
Paolo dengan sisa tenaganya mengarahkan senjata apinya kearah Zacklee yang sibuk menenangkan Ellena tanpa menyadari lawan akhirnya timah panas itu mengenai punggungnya.
"Ka Lee...," teriak Ellena, menangisi Zacklee yang masih berusaha kuat menahan tembakan di punggungnya.
"Bos..,"
"Zacklee..,"
Teriak Dewa dan Alex bersamaan. Kemudian Dewa mengejar Paolo yang berusaha kabur. Sedangkan Alex mendekati Ellena dan Zacklee.
"Zacklee, bertahanlah" ucap Alex khawatir.
"Lex, kau bawalah istriku dia sedang kesakitan. Aku akan mengejar Paolo dan membunuhnya dengan Tanganku sendiri" ucap Zacklee berusaha kuat menahan luka timah panas yang bersarang di punggungnya.
"Tapi Zack_"
"Cepat, bawalah Ellena! selamatkan dia dan bayiku" bentak Zacklee memotong ucapan Alex.
"Aaargh...," pekik Ellena yang merasakan sakit di perutnya. Darah segar keluar dari jalan lahirnya yang terlihat mengalir di Kaki jenjang Ellena membuat Alex semakin panik dan pada akhirnya dia menuruti perintah Zacklee.
"Zacklee, kau bertahanlah. Revan, Shandy dan Devan akan segera menyusul" ucap Alex yang masih mengkhawatirkan kondisi Zacklee.
"Kau tenanglah, aku masih kuat ini hanya gigitan anjing kecil" sahut Zacklee masih menahan rasa sakitnya.
Alex segera membopong Ellena, membawanya segera ke Rumah sakit terdekat. Sedangkan Zacklee ikut mengejar Paolo bersama Dewa..
Shandy melihat Alex membopong Ellena sedang diserang anak buah Paolo segera menolongnya.
"Lex, kau pergi ke Mobil itu. Biar aku yang mengatasi mereka" ucap Shandy.
"Terimakasih Shand," sahut Alex kemudian menuju Mobil yang di tunjukkan oleh Shandy. Alex dengan cepat menaruh Ellena di kursi samping kemudi dan melajukannya.
"Aaargh... sakit Ka.. perutku sakit!" teriak Ellena.
"Ellena, kau bertahanlah. Kakak akan segera membawamu" sahut Alex panik.
Alex terus saja melirik kearah Ellena yang kesakitan. Tanpa sengaja dia menggenggam jemari Ellena.
'Ell, bertahanlah... aku yakin kau kuat' batin Alex.
DOR...
DOR...
DOR...
"Sial! ternyata mereka mengikutiku" umpat Alex yang melihat jika Mobilnya diikuti oleh anak buah Paolo.
Siiiiiittttt... Brak!
Mobil Alex sedikit oleng dan menabrak pembatas jalan akibat anak buah Paolo memepetnya.
DOR...
DOR...
BOM...
"Aku tepat waktu kan Lex" ucap Devan yang ternyata mengebom Mobil anak buah Paolo.
"Kau terbaik Dev," ucap Alex kemudian melajukan Mobilnya kembali. Saat ini gantian Devan dan anak buah Zacklee yang menghadang para anak buah Paolo yang mengejar Alex.
Devan mengeluarkan senjatanya kembali mengarahkan ke Mobil yang berisi anak buah Paolo kemudian BOM, Devan melepaskan bidikannya dengan tepat.
Devan hebat juga ternyata....
Bersambung....
Lanjut lagi yok....