
Cinta merupakan sekelumit rasa yang Tuhan ciptakan untuk saling mengasihi serta menyayangi. Tak bisa ditolak tetapi mampu diterima. Perjalanan menuju titik puncak bahagia atau sebaliknya tergantung bagaimana mereka merajutnya. Karena bagaimanapun cinta terdiagnosa untuk bersama dalam keutuhan yang luar biasa.
"Sayang.., " Zacklee menyentuh halus pipi istrinya yang tertidur pulas akibat penyatuan mereka semalam. Dipandangnya wajah cantik itu dengan seksama. Cantik, lembut, tenang serta menyejukkan jiwa.
Ellena yang merasa ada sentuhan bergerak halus, tetapi dengan cepat Zacklee membuatnya tertidur lagi dengan nyaman. Dengan tubuh yang masih polos hanya tertutup selimut Zacklee mendekap istrinya kembali.
'Thank you for being in my life'
Kemudian Zacklee mengecup kening Ellena. Dan mereka kembali menjemput mimpi masing-masing.
** Pagi hari
Sebuah pesan masuk kedalam gawai Alex.
'Jangan lupa untuk datang hari ini'. Pesan dari Reyna adik sepupu Alex.
'Siap bawel'. Jawab Alex singkat.
Wanita yang bersama Alex apa itu dia? Iya, itu memang dia. Reyna Widya Anggara, putra Tuan Anggara pemilik Hotel ternama di kota tersebut. Tuan Anggara adalah adik kandung dari Nova, Mama Alex.
Reyna sendiri bekerjasama dengan Alex dan Devan untuk mengembangkan Cafe mereka di lingkungan Hotel milik Anggara.
Saat ini Alex sudah rapi dengan jaz hitamnya. Dia segera menyahut kunci mobilnya dan menuju ke Hotel secepatnya. Tak lupa dia juga menghubungi Devan untuk ikut serta dalam pertemuan ini.
Saat dirinya sampai di Hotel pertemuan dirinya dengan Devan dan Reyna, Alex tak sengaja melihat Zacklee dan Ellena yang keluar dari sebuah resorts di hotel tersebut. Alex mencoba meminggirkan mobilnya untuk menemui Ellena yang sudah kecewa dengannya. Teringat jelas wajah Ellena yang penuh air mata saat itu.
"Ellena.., " Panggil Alex yang melihat Ellena dan Zacklee segera masuk kedalam mobilnya.
Ellena terdiam dan menoleh pelan, dia sangat mengenal suara bariton pria yang memanggilnya. Zacklee yang menyadari jika itu Alex dengan segera menghampiri istrinya dan menggenggam jemarinya.
Alex yang melihat itu, hatinya terasa sakit. Namun dia tepis, karena teringat tujuannya.
"Boleh kita bicara berdua" Pinta Alex.
Zacklee menoleh kearah Ellena yang terdiam.
"Bicaralah disini, biar suamiku juga mendengarnya" Ucapnya masih dengan tatapan kebencian.
'Suami.., kau harus sadar Lex.. Ellena istri sahabat elu sendiri' Batin Alex yang menolak ucapan Ellena.
Zacklee hanya terdiam, mendengarkan setiap yang diucapkan istrinya.
"Aku mau minta maaf soal Felix dan Fiona" Ucap Alex sambil melihat pandangan Ellena yang mengarah ke lain. Terlihat dia menahan air mata di matanya.
"Aku sengaja menjauhi mereka karena Aku mau melupakanmu. Aku salah karena sudah mencintai istri sahabatku sendiri. Sebenarnya aku sudah berulang kali mencoba melupakanmu, tapi hasilnya nihil. Dan sekarang aku benar-benar berniat mengubur perasaan cintaku padamu" Kali ini bukannya menjawab, Ellena menangis menyesal sudah membuat dua pria didekatnya saat ini mungkin membencinya.
Zacklee yang menyadari istrinya sedang menyesal, membiarkannya untuk menyelesaikan hubungannya dengan Alex.
"Terimakasih sudah hadir di hatiku Ell.. Aku harap hubungan kita masih terjalin dengan baik" Alex kemudian berbalik meninggalkan Ellena yang masih menangis. Alex menoleh sekali lagi sebelum memasuki Hotel.
'Maaf sudah membuatmu berada diposisi yang salah. Sekarang, kembalilah kepada Zacklee'
Ucapnya dalam hati. Alex pun melangkahkan kakinya menjauh dari Ellena dan Zacklee.
Sementara ditempat Ellena, dia masih merasakan penyesalan karena sudah membuat Alex mencintainya. Tak seharusnya itu terjadi, tapi apalah daya Ellena harus menerima semua jalannya.
Zacklee menarik tubuh Istrinya kedalam pelukannya. Dia bisa mengerti bagaimana perasaan istrinya saat ini. Karena bagaimanapun awalnya dia lah yang bersalah. Kurangnya komunikasi pada saat itu membuat Ellena membagi hatinya dengan Alex.
"Sayang.., sudahlah.. Tak usah kau sesali karena semua telah terjadi. Antara aku, kau dan Alex biarlah hanya menjadi cerita. Cerita yang memang harus berakhir sebagaimana mestinya" Zacklee memberi pengertian kepada istrinya yang masih sesenggukan di dadanya.
"Maafkan aku Ka Lee" Ucap Ellena terdengar benar-benar menyesal.
Zacklee tersenyum dan kemudian mengecup keningnya lembut.
"Sudah selesai meweknya? Kalau belum aku akan mencari tukang balon untukmu" Ledek Zacklee yang tak mau istrinya berlama-lama menangis.
"Kau.., " Ellena sambil memukul dada bidang suaminya.
"Aku bukan seperti Fiona yang suka sekali dengan balon" Ucapnya sambil terkekeh.
"Kau sangat cantik kalo tertawa begini sayang.. Boleh dong aku meminta jatahku kembali" Ucap Zacklee menggoda.
"Apaan sih.., " Wajah Ellena sudah seperti kepiting rebus. Dan itu membuat Zacklee semakin ingin sekali memakannya.
Zacklee yang usil langsung menggendong istrinya masuk kedalam mobil. Suasana romantis tercipta lagi diantara keduanya.
**
'Ell, semoga kau bahagia' Alex yang teringat wajah Ellena.
"Gimana Lex, kau setuju dengan ini?" Tanya Reyna yang sudah membacakan rencananya.
Alex terdiam, karena memang daritadi dia tak konsentrasi. Wajah Ellena semakin sulit dilupakan.
Devan seakan mengerti diamnya Alex, tak sengaja saat dirinya tiba disini, dia melihat Ellena dan Zacklee.
"Aku tak apa, lanjutkan saja.. Aku setuju dengan ide kalian" Sahut Alex yang masih enggan memikirkan kerjasamanya.
"Oke, itu pilihanmu. Aku dan Devan akan setuju dengan konsep ini. Cafe outdoor yang langsung berhadapan dengan deburan ombak, dengan gaya romantis serta terdapat sebuah band musical di ujungnya akan membuat para pengunjung semakin suka" Ucap Reyna membayangkan konsepnya.
"Gimana kalau disebelah sini kita buat arena bermain untuk anak-anak. Jadi bagi Mama muda yang memiliki anak kecil bisa sekalian membawanya kesini. Jadi mereka tak perlu khawatir dengan anak-anak mereka karena kita sudah menyediakan tempat khusus untuk mereka" Sahut Alex yang tiba-tiba teringat Felix dan Fiona.
Devan dan Reyna melongo mendengar pendapat Alex.
"Lex, bukannya konsep Cafe ini romantis bukan tempat asuh anak" Protes Devan yang tak setuju pendapat Alex.
"Dev, elu kan kagak tahu gimana rasanya jadi orang tua muda yang masih ingin merasakan keromantisan. Apalagi mereka untuk para Mama muda, bagaimana mereka lelahnya mulai dari mengandung, melahirkan, begadang tiap malam mereka jenuh Dev. Mungkin dengan bikin konsep terbaru ini kita bisa memerdekakan para Mama muda tanpa meninggalkan anak-anak mereka" Pendapat Alex.
Reyna manggut-manggut, dia setuju dengan ide Alex.
"Lu bener Lex, temen gue yang hamil terus melahirkan juga jenuh kehidupannya" Sambil menjentikkan jarinya.
"Reyna elu tuh ga tau aja, dia bisa menjelaskan panjang kali lebar kali ciliwung berdasarkan pengalaman" Ucap Devan.
"Pengalaman? Maksudnya?" Reyna meminta penjelasan.
"Kagak usah didengerin mulutnya si Devan banyak pestisidanya" Sahut Alex sambil menginjak Kaki Devan dengan kakinya.
"Aku tau, apa karena Ellena?" Alex dan Devan terkejut, berpikir darimana Reyna tau soal Ellena.
"Ga usah pada melotot gitu kali, aku jadi serem" Reyna sambil bergidik ngeri.
"Tante Nova pernah cerita sebelum meninggal, kalau cewek yang elu suka sedang bersamanya. Sayangnya dia datang bukan sebagai istri mu Lex, melainkan kau mencurinya" Reyna tertawa dengan ucapannya.
"Sial, kau mengatakan aku mencurinya" Gerutu Alex.
" Kalau bukan menculik apa? Ellena saat itu berstatus istri dari Zacklee Mahendra sedang posisi dia sedang mengandung anak mereka" Ucap Reyna tenang, karena memang dia sudah mengetahui semuanya saat Aunty Nova tak sengaja kambuh sakitnya. Untung saat itu Reyna segera membawanya ke dokter tapi Aunty Nova tak mau dirawat dia khawatir dengan kondisi Ellena yang sedang hamil tua.
"Apa kau mengetahuinya dari Mama?" Tanya Alex yang langsung mendapatkan anggukan dari Reyna.
"Apa bocah kecil kemarin yang memanggilmu Papa adalah anaknya?" Reyna begitu penasaran.
"Ya, mereka anak-anak Ellena" Jawab Alex.
"Tepat dugaanku" Reyna tertawa girang karena tebakannya benar.
"Bawa aku menemui mereka, karena aku sudah ga kuat ingin mencium pipi-pipinya" Ternyata angan-angan Reyna ingin sekali mencium pipi gembul Felix dan Fiona.
Alex dan Devan mereka tak menyangka jika wanita ahli waris pemilik Hotel ternama di Kotanya juga mengidolakan Felix dan Fiona.
"Seperti sulit Reyna.., " Alex yang tak mungkin membawa Felix dan Fiona kembali.
"Aku tau, tak masalah. Mereka berdua pasti perlu waktu untuk memaafkanmu" Sahut Reyna yang seakan mengerti.
"Kau pintar Reyna tidak seperti Alex yang sangat bodoh" Ejek Devan dengan tawa khasnya.
Alex yang biasanya dikatakan bodoh langsung akan membalasnya, tidak dengan ini. Dia memang sadar jika ini murni kesalahannya.
"Maaf Om.., bola Juna dibawah meja Om" Seorang anak laki-laki meminta izin kepada Alex untuk mengambil bola mainannya dibawah meja Alex.
"Kau, kenapa main bola disini?" Tanya Alex.
"Aku ga sengaja Om, tadi Papa membelikanku Bola. Saat aku membukanya bola itu jatuh sampai ke Meja Om" Tukas Juna.
Devan kemudian mengambilkan bola si anak kecil tersebut. Dia merasa tak asing saat memperhatikan wajah Juna.
"Terimakasih Om" Ucapnya dengan tersenyum.
"Kau manis sekali, dimana Mamamu?" Gantian Reyna yang bertanya.
"Juna.., " Panggil seorang wanita yang tak asing ditelinga Devan dan Alex.
" Anya " Ucap Devan setelah melihat wanita itu.
"Dev_Devan..," Kemudian dia melihat seorang pria didepan Devan.
"A_lex" Ucapnya lirih.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Mohon tinggalkan jejaknya ya Ka🙏
Like, Vote, Coment plus Mawar merah meronanya🌹