What I Think

What I Think
Kegilaan 1



"Om sipit.., " Panggil Zaskia dengan mengendarai Mobilnya melihat Devan berlari dari markas pensiunan Cassanova.


"Kampret nih bocah! Setampan ini dipanggil Om" Gerutu Devan kesal dengan panggilan dari Zaskia.


"Buruan Om.., masih mau berapa lama lagi berdiri disitu? Sampai Kaka Ipar hilang lagi" Cibir Zaskia.


Devan yang masih ngedumel akhirnya memasuki mobil Zaskia.


"Om.., pegangan yang kencang kalau perlu tutup matanya" Ucap Zaskia dengan bangganya.


"Hissst... Apaan sih suruh pegangan tutup mata. Kagak jelas Kiki" Balas Devan.


"Faster baby!" Zaskia melajukan mobilnya dengan brutal. Devan dan Rachel yang berada didalam benar-benar dibuatnya serangan jantung mendadak.


'Sial! Cewek ini benar-benar gila' Batin Devan sambil memegangi dadanya. Kadang sesekali dia mengikuti saran Kia menutup matanya.


"Om sipit, masih kuat kan jantungnya?" Ledek Zaskia.


"Gue belum kawin, Hati-hati bawa mobilnya Kampret!" Sahut Devan kali ini dia tambah mengencangkan pegangannya.


"Juan Manuel sudah dipastikan akan kalah kalau bertarung denganku" Ucapnya Jumawa merasa bangga.


"Kia.., polisi mengejar kita" Sahut Rachel yang melihat tiga mobil polisi mengejar mobil yang ditumpanginya karena Zaskia sudah lima kali menerobos lampu lalu lintas.


"Kau tenang saja Rachel, berpegangan lebih kuat. Mereka tak akan mengejar kita" Sahut si Kia.


**Sebelumnya


"Kok Papa yang ada disini? Ka Lee mana Pa?" Tanya Zaskia yang memang sengaja mencari Zacklee untuk menanyakan ada apa dengan restaurant Ellena.


"Kau kesini kalau untuk meminta pendapat Papa, maaf Papa lagi sibuk" Albert sambil mengangkat kedua tangannya.


"Kia tau kali kalau Papa lagi sibuk. Kia kesini cari Ka Lee mau menanyakan tentang Restaurant Kaka Ipar yang berantakan" Zaskia menjelaskan maksud kedatangannya.


"Kau pergilah ke Rumah Sakit kejiwaan Astra, Ellena dijebak keluarga Widya untuk meninggalkan Kakakmu" Ucap Albert.


'Widya.., ' Batin Zaskia.


"Ini tak mungkin dia" Ucap Zaskia bermonolog pada dirinya sendiri.


Saat Zaskia melajukan Mobilnya, dia melihat Rachel yang sedang menunggu Taxi.


"Rachel.., " Panggil Zaskia kepada Rachel.


"Kau masuklah.., ikut aku sekarang" Teriak Zaskia dari dalam Mobilnya.


Rachel pun mengikuti ajakan Zaskia


masuk kedalam Mobilnya.


"Ki.., kita mau kemana? Apa ini ada hubungannya dengan Restaurant Nona Ellena?" Tanya Rachel sesuai dugaannya.


"Aku harus membantu Ka Lee dan Ka Ellena. Karena yang menjebaknya sangat berbahaya" Ucap Zaskia yang tak dimengerti oleh Rachel.


Saat dirinya melintasi Markas pensiunan Cassanova, Zaskia melihat Devan sedang terburu-buru sambil membawa laptopnya. Zaskia sudah bisa memastikan jika Devan juga ikut cemas.


"Om sipit.. , " Teriak Zaskia.


***


Devan masih mengatur degup jantungnya, bukan dia takut terhadap para Polisi yang mengejar Mobilnya, tetapi sisi asli Zaskia yang tak seanggun wajahnya.


"Nih.., Om sipit pasti takut" Sambil menyodorkan sebotol air minum kepada Devan.


"Dasar cewek gila! Kalau tadi kita mati dijalan gimana?" Sentak Devan yang tak diperdulikan Kia.


Rachel juga manggut-manggut membenarkan ucapan Devan.


"Sudah dibilang juga Juan Manuel Fangi lewat" Sambil mengibaskan satu tangannya.


"Aku pastikan hari ini habis kau setelah Zacklee mengetahuinya" Ancam Devan yang masih mengatur ritme jantungnya yang hampir copot.


"Kasih tau aja, orang yang ngajarin Kia tuh dia" Ucap Zaskia tanpa bersalah dan berdosa.


Devan membulatkan matanya tak menyangka jika Zacklee sudah menurunkan ilmu angin lesusnya kepada wanita yang tidak lain adik sepupunya sendiri.


"Itu Nona Dhea dan Clara" Tunjuk Rachel melihat Dhea dan Clara berada di depan gerbang Rumah sakit kejiwaan menunggu para pensiunan Cassanova tiba membawa Ellena.


"Nona Dhea dan Clara" Panggil Rachel.


"Rachel.., " Clara memeluk Rachel sambil menangis.


"Nona, yakinlah mereka semua pasti berhasil membawa Nona Ellena" Rachel menenangkan Clara.


Zaskia langsung memasuki Rumah sakit dengan berlari.


"Kiki.., lari elu kenceng juga rupanya" Ucap Devan.


"Om.., namaku Zaskia bukan Kiki" Protes Zaskia.


"Udahlah sama aja kali.., mau Azas atau Kiki yang penting itu elu" Devan yang sengaja menggoda Zaskia yang masih tegang otaknya masih memikirkan Nama Widya.


"Ki.. Kiki.. Elu napa malah bengong" Ucap Devan.


"Om sipit.., kita harus segera menyelamatkan Kaka Ipar". Tukas Zaskia serius.


" Ya elah.., emang kita lagi ngapain disini? Pesta Helloween " Sindir Devan sambil menunjuk para mayat yang masih tergeletak disetiap lantai.


"Bukan itu maksudnyKa, tapi Ka___" Bantah Zaskia.


"Kita masih mau debat disini sampe kapan Zaskia sukar" Ledek Devan yang memotong ucapan Kia.


Jelas sontak saja Zaskia mengerucutkan mulutnya karena lagi-lagi Devan memanggilnya dengan ejaan yang salah.


Saat mereka berdua melangkahkan Kaki, tiba-tiba terdengar suara teriakan yang mereka kenal.


"Aaaaaaa..! Lepaskan aku" Ellena mencoba berontak tapi Ryan memeganginya dengan kuat.


Ryan berhasil mengejar Ellena yang berusaha kabur dari pernikahan gila untuk Ryan.


"Aku akan melepaskanmu jika kau menikah denganku" Jawab Ryan bahagia.


"Sampai kapanpun aku tak pernah mau untuk menikah denganmu Ka" Sahut Ellena menahan amarah kepada Ryan.


"Aku semakin tertarik padamu Ellena" Ryan mendekatkan wajahnya ke wajah Ellena. Bahkan hembusan nafasnya menyapu wajah cantik Ellena.


Ellena memejamkan matanya,


'Ka Lee.. , tolong aku' batin Ellena ketakutan.


BUGHK!


Ryan langsung tersungkur di lantai dengan ujung bibir yang sedikit berdarah.


Ryan tertawa sambil menyeka darah yang keluar dari ujung bibirnya kemudian tertawa setelah melihat Devan yang memukulnya.


"Devan, beraninya kau memukulku" Ucap Ryan dengan tatapan tajamnya.


"Elu udah inget gue Ryan?" Sindir Devan.


"Sial! Kau menyindirku" Ryan yang terpancing dengan ucapan Devan sejenak melupakan Ellena.


Devan memberi kode Ellena untuk menghindar dengan pelan agar Ryan tak menyadarinya.


Ryan memukul wajah Devan yang tak fokus. mereka beradu saling memukul satu sama lain, sehingga membuat Devan tersungkur karena Ryan menendangnya dengan sangat kuat.


"Ka Devan.., " Teriak Ellena melihat Ryan memukuli Devan.


Ryan kemudian berjangkit dari posisinya yang berada di atas Devan memukulnya dengan kekuatannya. Lalu Ryan melangkah mendekati Ellena.


Ellena berjalan mundur, menghindari Ryan yang mendekatinya.


"Ka.., jangan mendekat" Titah Ellena kepada Ryan yang terlihat brutal.


"Kau tak bisa kemana-mana, karena jika kau tak bisa ku miliki berarti tak ada satu orangpun yang memilikimu juga termasuk Zacklee dan Alex " Ucapnya dengan tatapan membunuhnya.


Ellena terus melangkah mundur, ketakutan?melihat Ryan sangat gila.


"Ryan.., " Teriak Zaskia memanggil Ryan.


Langkah Ryan terhenti saat mendengar suara yang dikenalnya dan dia berbalik.


"Zaski,, " ucapnya lirih terkejut melihat Zaskia.


Devan dan Ellena terdiam melihat ekspresi dihadapannya. Pertanyaan-pertanyaan langsung terbesit untuk menanyakan persoalan tentang ini.


"Ckkk, Kau masih tak berubah masih sama seperti dulu" Zaskia berdecak menyindir Ryan.


"Kau bilang kalau kau sangat menghargai wanita tapi apa ini kenyataannya?" Cibir Zaskia.


"Urusan kita sudah selesai, kau tak perlu ikut campur" bentak Ryan.


"Aku tak bisa untuk tak ikut campur, karena wanita yang kau suka adalah Kaka Iparku" Zaskia menjelaskan dengan bangga.


Jeng... jeng... jeng...


...----------------...


Dukung terus Karya aku ya Ka🙏