What I Think

What I Think
Keluarga baru Kiara



Happy Reading...


Seperti detik jam, ku selalu mengingatmu,


Rindu terus merayap,


Ku memintamu namun bibirku terkunci..


memohon kau jangan pergi.


Jika aku terbangun esok nanti


akankah kau tetap di sini.. Ayah...


Langkah Kiara terasa berat saat seluruh warga memenuhi halaman rumahnya, bendera kuning yang berkibar malam itu sudah cukup memastikan jika Ayahnya tak lagi berada disampingnya tidak untuk sedetik, sejam, sehari, seminggu atau sebulan melainkan selama-lamanya.


Dengan Sunny serta Alex, Anna dan Dimas bersamanya, ikut menguatkan Kiara. Ibu tiri Kiara sendiri sudah berkacak pinggang tak memperdulikan keadaan yang mengharukan.


"Untuk apa kau kembali, dasar anak durhaka!" maki Ibu tiri Kiara bernama Susi. Mulut pedas sepedas cabai setan sekilo.


"Sudah tau Ayahnya sedang berperang antara hidup dan mati kau malah enak-enakan diluar sana. Dan apa ini? kau datang bersama dua pelangganmu, cuih!"


'Busyet dah dia ngatain aku dan Alex pelanggan? maksudnya apa coba' batin Dimas tak terima.


"Ibu.. jangan berbicara yang bukan-bukan, mereka__"


"Halaaaah... masih mau ngeles.., dasar wanita ja*ang!" maki Ibu tiri Kiara kembali lebih pedas.


"Tante Cukup!" bentak Sunny tak tahan.


"Kiara sedang berduka cita kehilangan Ayahnya, dan anda sebagai Ibunya tega memakinya disaat yang tidak tepat" Sunny mencoba mengingatkan wanita itu.


"Siapa kau berani ikut campur!" balas bentak Ibu tiri Kiara.


"Oh.. aku tahu pasti kau juga sama ja*angnya seperti dia kan?"


"Nyonya cukup!" suara Alex membuat semuanya bergetar ketakutan.


"Sekali lagi kau menghina anakku aku pastikan saat ini juga kau akan mendekam di balik jeruji" ancam Alex langsung membuat Ibu tiri Kiara melipat mulutnya.


Sunny menarik lengan Kiara untuk masuk kedalam rumahnya sendiri sembari melirik tajam kearah Ibunya Kiara. Begitupun dengan Alex, Anna dan Dimas dia menatap sengit kearah wanita yang sudah memakinya.


"Ayaaaaah...," panggil Kiara memeluk jenazah Ayahnya yang sudah terbujur kaku.


"Maafkan Kiara Ayah.. maafkan Kiara... hiks.. hiks.. hiks...,"


Melihat Kiara menangis seperti itu membuat Sunny tak tega, dia mencoba menenangkan sahabatnya.


"Kiara.. yang kuat, Ayahmu sudah merasakan tak sakit lagi. Kau yang kuat Kiara...," Sunny berusaha untuk menenangkan serta menguatkan Kiara.


"Sunny.. Ayah meninggalkanku... hiks.. hiks.., " ucap Kiara merasa tak sanggup.


"Kiara dengarkan aku, kau ingin melihat Ayahmu tak merasakan sakit kan? sekarang kau lihat Ayahmu sudah tak merasakan penyakitnya lagi. Sekarang kau harus tenang.. Ayahmu sudah bahagia bersama Mamamu disana,"


"Sunny.... hiks... hiks... hiks...,"


Anna yang merasa iba ikut mendekati Kiara dan Sunny, dia menyerahkan baby Alina ke pangkuan Alex. Melihat Kiara, Anna berasa memiliki satu anak gadis lagi. Rasanya kehidupan Kiara sama persis dengan kehidupannya, ditinggalkan kedua orang tuanya dan dicampakkan Ibu tirinya yang sudah merebut semua harta benda Papanya.


"Kiara, kau tak sendiri nak.. masih ada Tante, Om juga Sunny. Kami semua akan selalu bersamamu, tante pernah merasakan apa yang kau alami saat ini. Percayalah semuanya akan baik-baik saja. Ikhlaskan semua yang sudah terjadi, karena setelah ini kau harus melanjutkan hidup seperti yang pernah Ayah dan Ibumu pesan sebelum kepergiannya," ucap Anna.


"Tante..., boleh Kiara peluk tante?" tanya Kiara.


"Peluklah sesukamu Kiara..,"


"Terimakasih tante.. terimakasih Sunny...," ucap Kiara.


Singkat cerita, keesokan pagi selesai pemakaman, Anna dan Sunny meminta Kiara untuk tinggal bersama mereka sementara waktu karena Ibu tiri Kiara sudah mengusirnya begitu saja. Meski saat itu Alex dan Dimas berusaha menolong Kiara tetapi sayangnya Ibu tiri Kiara memiliki bukti hak atas kepemilikan harta Ayahnya.


"Kiara, untuk sementara waktu kau tinggallah bersama Om dan tante," tawar Alex.


"Tapi Om...,"


"Kiara..., kami semua ikhlas. Aku janji setelah kau mendapatkan pekerjaan dan mampu untuk mengontrak aku tak akan menghalangimu lagi," ucap Sunny.


"Jujur, aku merasa tak enak hati sudah merepotkan kalian semua," ucap Kiara seperti biasanya dia tak suka menyusahkan orang lain karenanya.


"Jika kau merasa tak enak hati tante ada tawaran, tinggal ditempat tante untuk membantu mengasuh Alina apa kau setuju?" tawar Anna agar Kiara tak merasa sungkan.


"Anggap saja kau membayar sewa tempat tinggal dengan bekerja mengasuh Alina," ucap Anna dengan tersenyum.


Alex tersenyum mendengar ide tawaran istrinya, Anna memang wanita yang dasarnya cerdas untuk itu Alex bisa jatuh hati padanya dan bisa melupakan Ellena.


"Ba_baik tante.. Kiara setuju" Kiara menerima tawaran Anna. Kiara benar-benar bersyukur menganggap keluarga Sunny sebagai keluarga barunya.


Sunny sangat senang mendengar jawaban Kiara, dengan cepat Sunny langsung memeluknya dengan bahagia.


** Kediaman Zacklee.


"Fio...," panggil Felix setengah berteriak karena Fiona belum saja turun dari kamarnya.


"Pagi bos kecil..," sapa Dewa yang tumben pagi-pagi sudah tiba.


"Ngapain tuh pagi-pagi wajah sudah dilipat?" sindir Dewa.


"Uncle.., tolong antar Fiona.. aku buru-buru karena harus melaksanakan Ujian susulan" pinta Felix.


"Emangnya Tuan dan Nyonya bos kemana?"


"Mommy dan Papa kerumah Grandfa, katanya Grandfa sakit,"


"Kaisar?"


"Kai sudah berangkat pagi tadi. Aku titip Fio uncle...,"


Felix kemudian pergi begitu saja, sedang Dewa mengendikkan kedua bahunya.


Tap.. Tap.. Tap..


Suara hentakkan sepatu Fiona sedikit mengganggu telinga.


"Ka Felix tunggu Fiona...," teriak Fiona sedikit berlari menuruni tangga, namun sesuatu terjadi Fiona tak sengaja terpleset dan,


"Aaaaaaaaa....," teriak Fiona.


Dewa yang berada dibawah reflek menangkap tubuh Fiona,


BRUGH!


Fiona yang tak sengaja langsung memeluk tubuh Dewa, sedang Dewa melingkarkan salah satu tangannya di pinggang Fiona. Posisi yang sangat mendebarkan saat wajah mereka hanya berjarak satu inci dengan hidung yang hampir menempel. Kedua tatapan itu tak langsung dilepas. Fiona maupun Dewa merasakan detakan jantung yang tak biasa. Seolah Dewa Amor sedang memanahkan panah asmaranya kepada keduanya dari sinilah nantinya hubungan mereka akan menjadi suatu kisah. Kisah cinta seorang Dewa arogan dengan Fiona yang sangat manja.


"Ma_maaf,"


Bersambung....