What I Think

What I Think
Bawa aku menemuinya



☘☘


"Bawa aku menemui Reyna Dhea".


Ucapan Ellena kali ini benar-benar sebuah tantangan yang harus mereka hadapi. Bukan karena bagaimana tetapi mereka harus menjaga mood dari ibu hamil tersebut.


" Sayang, tolong dengarkan aku kali ini saja. Jangan temui dia, ingat kondismu sayang. Kau sedang mengandung anakku" bujuk Zacklee.


"Apa kau lebih memilih dia?" pertanyaan yang membuat jantung Zacklee hampir copot apalagi mata cantik istrinya sedang membulat sempurna membuat semua orang yang menatapnya bergidik ngeri.


"Hanya kamu yang ada di hatiku sayang.., kau tau aku hanya mencintaimu seorang tak ada yang lain" ucap Zacklee meyakinkan.


"Kalo begitu bawa aku menemui Reyna" keputusan Ellena yang tak bisa diganggu gugat.


"Reyna?" suara Rachel yang baru tiba bersama Alex dan Sunny.


"Aunty..., " panggil Sunny lalu memeluk Ellena.


"Cantik.., " Ellena memeluk Sunny kemudian mencium pipi gembulnya.


"Kau disini juga Revan?" tanya Alex.


"Dia numpang sarapan dirumah gue tadi pagi" sindir Zacklee.


"Ellena, kau tadi membicarakan Reyna. Apa Reyna yang dimaksud adalah sepupumu Lex?" tanya Rachel.


Ellena melirik kearah tiga pria didepannya dengan menyelidik.


"Aku bisa jelasin Ell.., " ucap Alex gugup.


"Sunny, ikut bersama Aunty" ajak Ellena arah matanya setengah melirik tajam ketiga pria didepannya kemudian meninggalkan mereka semua.


"Sebenarnya ada apa? kenapa Ellena ekspresinya seperti itu" tanya Rachel yang belum tau kalo dirinya malah menambah berat masalah ketiga pria dihadapannya.


"Rachel, kau menambah masalah baru" sahut Dhea sambil memijat keningnya.


"Emangnya ada apa ya?" tanya Rachel memang yang belum tahu permasalahan sebenarnya.


Dhea kemudian menceritakan semuanya permasalahan yang sedang terjadi. Rachel sangat terkejut mendengar perihal Reyna yang menyukai Zacklee.


"Apa! elu mempermainkan adik gue lagi Lee!" teriak Shandy yang baru tiba bersama Clara.


"Sejak kapan elu tiba disini?" tanya Revan.


"Jawab pertanyaan gue Lee, apa yang kau lakukan kepada Ellena!?" ucap Shandy yang mulai tak bisa menahan emosi.


Clara lalu mendekati Shandy, menenangkannya dan meluruskan kesalah pahaman yang terjadi.


"Shandy ini semua hanya salah paham, kau harus mendengarkan cerita yang sebenarnya" ucap Zacklee meyakinkan.


Kemudian Zacklee menceritakan kesalah pahaman yang terjadi antara dirinya dan Ellena dibantu oleh Alex, Revan dan Dhea.


Setelah mendengar cerita yang sebenarnya Shandy malah terlihat bingung.


"Kenapa elu laku terus sih" ucap Shandy mencibir Zacklee.


Bukannya heran Alex dan Revan tertawa terbahak-bahak membuat Dhea, Clara dan Rachel merasa aneh dengan pertanyaan Shandy.


"Terus kamu mau juga di sukai banyak wanita seperti Zacklee?" sahut sang Nyonya Shandy yang sudah siap menelan mentah-mentah suaminya.


"Nah lo.., Siap-siap tidur diluar lu Shand," bisik Revan.


"Cla_Clara tolong jangan salah paham, aku ga bermaksud seperti itu" kali ini permasalahan malah menular ke Shandy dan Clara.


"Kalian itu apa-apaan sih, kita lagi bahas persoalan Ellena yang ingin bertemu Reyna malah jadi bahas Ka tampan jadi idola para wanita" cibir Dhea membuat semuanya langsung terdiam. Karena si Nyonya yang satu ini selalu bisa membuat orang-orang tak bisa membantahnya.


Dan gantian kali ini Rachel yang terkekeh melihat ekspresi ke empat pria dihadapannya yang uda mirip onta.


"Kenapa elu ketawa Che?" tanya Alex.


"Kalian berempat lucu, tampan-tampan mirip onta setelah Ibu Ratu bersuara" ucap Rachel terkekeh geli.


Tanpa sengaja Alex yang berada disampingnya memiting leher Rachel dengan bercanda.


"Elu ngatain kita mirip onta.., awas lu ya" ucap Alex sambil menarik tubuh Rachel kemudian memiting lehernya pelan.


Rachel yang mendapatkan perlakuan dari Alex yang terkesan mesra malah membuat jantungnya berdebar tak seperti biasanya.


Rachel terus saja memperhatikan wajah Alex yang tertawa puas karena sudah menang melawan musuh jahilnya.


Rachel terlihat malu, lalu berpamitan mencari Sunny sambil membawakan makanan kesukaan Ellena.


"Aku cari Sunny dulu, " pamitnya kemudian meninggalkan semuanya yang masih asyik bercanda.


"Buruan di halalin tuh Lex" celetuk Shandy.


"Aku setuju" sahut Dhea dan Clara.


"Gue masih menunggu_" ucap Alex terpotong.


"Jangan bilang kalo masih menunggu istri gue" cibir Zacklee memotong ucapan Alex.


"Makanya buruan elu selesein masalah elu sama Reyna sebelum Ellena gue rebut kembali" ucap Alex bercanda yang padahal asli didalam hatinya.


"Sampe elu rebut istri gue, gue bakal bunuh elu Lex" sahut Zacklee.


"Mulai lagi deh.. " sindir Dhea.


"Kalo kalian pada rebutan gini, gue bakal bawa adik gue pergi tanpa kalian ketahui" sahut Shandy dengan pedenya.


Bantal sofa melayang ke wajah Shandy dengan sempurna. Begitulah suasana hari itu jika para pensiunan Cassanova berkumpul bersama. Itu minus Devan dan Zaskia ya, kalo mereka ikut kumpul suasana akan semakin rusuh.


Di taman belakang mansion terlihat Ellena dan Sunny sedang bermain ayunan.


"Aunty, sekarang aku sudah punya Mama dan Papa" ucap Sunny bahagia.


"Ah, iya? siapa mereka, apa Aunty mengenalnya?" tanya Ellena dan Sunny mengangguk sambil meminum susu kotak ditangannya.


"Mereka Mama Rachel dan Papa Alex" ucap Sunny bangga.


'Mereka memang kedua orang tuamu sayang' batin Ellena sambil membelai rambut bergelombang Sunny.


"Aunty, tadi Papa bilang akan mengenalkanku dengan Ka Felix dan Ka Fiona. Dimana mereka Aunty?" tanya Sunny.


'Ka Alex, ternyata kau masih selalu membanggakan Felix dan Fiona' gumam Ellena dalam hati.


"Sebentar lagi mereka pulang dari Sekolah kau akan mempunyai teman bermain sayang" ucap Ellena membuat Sunny senang.


"HOREEE!" sorak Sunny dengan bahagia.


"Sepertinya seru banget, Mama ga di ajak nih.., " ucap Rachel ikut bergabung dengan Ellena dan Sunny.


"Rachel, kemarilah" ajak Ellena menaiki ayunan bersama mereka.


"Aunty, Sunny boleh pinjam mainan yang itu ga?" tanya Sunny yang tertarik dengan permainan yang lain.


"Kau boleh bermain apa saja yang ada disini sayang" jawab Ellena.


Kemudian Sunny berlari menghampiri sebuah mainan masak-masakan milik Fiona.


"Kalian sudah membicarakan masa depan Sunny?" tanya Ellena kepada Rachel.


"Alex sudah mengakuinya aku sudah sangat bersyukur" jawab Rachel menatap Sunny.


"Tapi dia tak boleh seperti itu, Sunny membutuhkan kejelasan status yang sah"


"Kau benar Ell.., tapi aku tak tahu isi hatinya. Yang aku tau dia masih menyimpan rasa untukmu" ucap Rachel.


"Rachel, kau jangan berpikiran seperti itu antara aku dan Ka Al_"


"Aku tau perasaanmu Ell, kau sangat mencintai Tuan Zacklee. Tapi tidak dengan Alex, dia masih mencintaimu" ucap Rachel sambil menyodorkan sebuah paper bag.


Dibukanya paper bag tersebut, Ellena melihat sebuah kotak makanan favoritnya ketika dia hamil Felix dan Fiona. Sebuah manisan kedondong yang kedondong yang harus di potong lurus tak boleh bengkok sedikit pun. Permintaan yang sangat sulit Alex dapatkan saat di Negara L, tetapi demi Ellena apapun akan dia lakukan.


"Dia bahkan masih ingat makanan favoritmu saat hamil" ucap Rachel tersenyum.


"Rachel, aku akan membuat Ka Alex melupakan perasaannya denganku dan menggantikannya denganmu" ucap Ellena memeluk Rachel.


......................


Terimakasih para pembaca setia Author🙏


Semoga Rezeki para pembaca dimudahkan serta dilancarkan oleh Allah🤲🤲


Jangan lupa tinggalkan jejaknya ya ka..


LIKE, VOTE, COMMENT plus Mawar merah tercintanya 🌹