What I Think

What I Think
Thank you for forgiving me Felix



Happy Reading...


☘☘


"Felix kau tak apa nak?" tanya Ellena tiba di mansionnya.


Dimas ternyata menyuruh Zaskia untuk tetap di Rumah karena dia yang akan datang memeriksa kondisi Felix. Zaskia sendiri sangat panik saat Leha memberitahunya jika Felix mengalami demam. Selesai memeriksa Felix, Dimas segera pamit karena ada panggilan darurat dari Rumah Sakit.


"Mommy..," panggil Felix yang sedikit mendingan.


"Kenapa kau tak mendengarkan ucapan Mommy sayang, kau keras kepala seperti Papamu" ucap Ellena kesal dan ucapannya membuat Zaskia tertawa terbahak-bahak mengejek Zacklee.


Zacklee hanya bisa pasrah dengan ucapan istrinya. Sambil menggendong si cantik Fiona, Zacklee memperhatikan Ellena yang telaten merawat Felix. Mulai dari menyuapi lalu memberinya obat. Felix sendiri terlihat sangat nyaman dengan sentuhan Ellena.


"Sayang, biar aku gantikan. Kau istirahatlah.., " perintah sang suami.


"Bukannya kau harus berangkat kerja Ka?" tanya Ellena.


"Hari ini aku ingin merawat jagoanku" ucapnya sambil menarik selimut ketubuh Felix. Kali ini Fiona sudah bersiap untuk berangkat ke Sekolah tanpa Felix.


"Kau terlalu banyak izin Ka, jangan terlalu banyak izin jika tak mendesak. Perusahaan membutuhkanmu, jadilah pemimpin terbaik".


Zacklee sangat bersyukur memiliki istri seperti Ellena, selain berwajah cantik dia juga sangat pengertian serta sayang terhadap keluarga.


"Kalo begitu aku akan bersiap sayang, aku janji hanya setengah hari. Yang setengahnya biar Revan yang mengerjakan" lalu mencium punggung tangan Ellena setelahnya.


"Kau curang Ka.., " protes Ellena tapi tak di gubris Zacklee yang pergi bersiap begitu saja.


" Mommy, Fiona berangkat sekolah dulu ya" pamit Fiona kepada Ellena yang masih berada di samping Felix.


"Jadilah anak yang cantik dan pintar agar bisa membanggakan Mommy dan Papa" jawab Ellena, tak lupa dia selalu berpesan kepada putra putrinya.


"Tenang saja Mommy, suatu hari Fiona pasti bisa menjadi populer seperti Mommy" ucapnya jemawa.


"Hahaha..., kau menggemaskan Fiona.. Aunty boleh cium pipi kamu ya" sahut Zaskia yang sangat gemas dengan tingkah keponakannya.


Kemudian Fiona merangkul Zaskia memberi peluang Zaskia untuk mencium pipi gembul nya.


"Kau sudah siap cantiknya Papa.., " Zacklee yang juga sudah bersiap untuk bekerja.


"Let's Go Papa..," teriak si cantik Fiona.


Kemudian Zacklee mencium kening istrinya dan menyambar bibirnya dengan cepat.


"Kau_" Ellena membulatkan matanya atas kelakuan Zacklee. Zaskia berpura-pura tak melihatnya setelah selesai dia senyum-senyum sendiri.


Sejujurnya Zaskia sangat iri melihat keromantisan Kakaknya. Dia berkeinginan jika hubungannya dengan Devan serius, dia akan belajar banyak dari Kakak iparnya.


"Aku berangkat sayang, jaga dirimu dan anak-anak kita" Zacklee berlanjut mencium perut Ellena lalu beralih ke kening Felix yang tertidur.


"Kalian berdua sangat menggemaskan Kakakku" ucap Zaskia yang tak tahan melihat keromantisan Zacklee dan Ellena.


"Segera menikah dengan Devan, kau segera bisa mempraktekkannya" sahut Zacklee sambil terkekeh berhasil membuat wajah Zaskia memerah.


Selang berapa detik Zacklee dan Fiona sudah meninggalkan mansionnya.


**


"Revan, elu bisa jelaskan kenapa Zacklee membatalkan kontrak kerja sepihak?" tanya Devan yang pusing. Sedang Alex terdiam dia sudah menduga jika Zacklee akan melakukannya.


"Elu kan tau sendiri kesalahan Reyna kemarin" sahut Revan mengingatkan Devan tentang perbuatan Reyna malam itu.


"Aarrgghh.., " Devan mengusap wajahnya kasar.


"Dimana Zack sekarang? gue harus bicara dengannya" tanya Devan.


"Dia ga berangkat hari ini, Felix mengalami demam tinggi"


"Felix..," bukan Devan yang menyahut tetapi Alex yang terkejut. Walau bagaimanapun Felix dan Fiona sudah Alex anggap sebagai anaknya sendiri. Dari mulai di dalam kandungan Alex yang selalu menjaganya. Tak ayal jika Alex sangat khawatir mendengar Felix demam.


Alex segera beranjak dari duduknya dan segera melangkahkan Kakinya.


"Elu mau kemana Lex?" tanya Devan dan Revan bersamaan.


"Ketempat Felix, aku harus memastikan jika dia hanya demam biasa" ucap Alex lalu meninggalkan kedua sahabatnya.


"Gue lupa jika dia juga Papanya.., " ucap Devan terkekeh.


"Dev, elu ngerasa ga sih kalo Alex belum bisa melupakan Ellena?" tanyanya.


"Entahlah Rev.., lagian Alex masih harus bertanggung jawab atas Sunny"


"Sunny? anak kecil yang bersama Ellena dan Rachel?"


"Iya, Sunny anak kandung Alex"


"Seriusan Lu Dev!!"


"Duarius malah" sahut Devan sambil menyesap kopinya.


"Bagaimana dengan Rachel? apa Alex akan menikahinya?"


Devan mengendikkan bahunya.


"Entahlah..., "


**


Sementara di Mansion Zacklee, Alex tiba dengan wajah khawatir.


" Felix.., apa yang terjadi dengan Felix?" ucap Alex yang baru tiba dengan perasaan yang khawatir.


"Ka Alex, tau darimana?" tanya Ellena terkejut dengan kedatangan Alex.


"Ellena, maaf aku datang tanpa menghubungimu dulu. Revan memberitahuku jika Felix demam, jadi aku khawatir ingin melihatnya" ucap Alex menjelaskan.


Ellena mengangguk, wajah imutnya lagi-lagi membuat Alex condong kembali. Dengan segera Alex membuyarkan perhatiannya dan menghampiri Felix.


Alex menempelkan tangannya ke dahi Felix lalu mengkompresnya dengan kompresan yang sudah tersedia di atas nakas samping ranjang. Ellena sengaja membiarkan Alex merawat Felix, dia mengerti kekhawatiran Alex terhadap kedua anaknya.


"Om Alex.., " ucap Felix yang terbangun karena sentuhan Alex yang mengkompresnya.


"Felix mau minum?" tanya Alex.


"Kenapa Om ada disini?" tanya Felix.


'Felix apa kau sungguh-sungguh memanggilku dengan sebutan Om, bukan Papa' batin Alex kecewa.


"Om khawatir dengan keadaanmu" jawab Alex.


"Tak perlu Om, Felix baik-baik saja" tolak Felix yang masih menyimpan sakit hati sikap Alex waktu itu.


"Aku mau sama Mommy.., Mommy.. Mommy.., " teriak Felix memanggil Ellena.


Ellena menyeka air matanya dibalik pintu, sebenarnya dia sangat sedih karena Felix sekarang membenci Alex. Zaskia yang memperhatikan itu ikut sedih.


"Mommy.., aku mau sama Mommy.., " rengek Felix.


Ellena masih menahan langkahnya untuk masuk. Dia ingin sekali melihat Alex bisa merayu anak-anaknya kembali seperti saat mereka masih bersamanya. Meski Ellena tahu itu sangat sulit bagi Felix, tetapi dia juga tak ingin jika Alex hilang dari hati anak-anaknya.


"Felix masih belum memaafkan Om Alex?" tanya Alex.


Felix terdiam, sebenarnya dalam hatinya dia juga tak bisa membenci Alex. Dari sosok Alex, Felix bisa mengenal arti kasih sayang seorang Ayah.


"Kalo Felix belum bisa memaafkan Om tak apa, Om ga akan memaksa Felix. Om tau, Felix pasti sangat kecewa dengan Om.. tapi percayalah bagaimanapun Felix membenci Om, Om tetap sayang kepada Felix seumur hidup Om, meski Felix dan Fiona bukan darah daging Om Alex" ucap Alex pelan tetapi langsung menusuk ke hati Felix. Terbukti Felix menangis dalam diam. dengan kepala menunduk dan hati yang berkecamuk ingin sekali Felix memeluk pria dihadapannya.


Alex memutuskan untuk meninggalkan Felix, hatinya sudah tenang melihat wajah Felix. Saat dirinya beranjak dari tempat duduknya Alex menghentikan langkahnya mendengar ucapan Felix,


"I'm sorry Papa, I love you"


Alex berbalik langsung memeluk tubuh kecil Felix dengan deraian air mata,


"thank you for forgiving me Felix"


......................


Terimakasih para pembaca setia Author🙏


Semoga Rezeki para pembaca dimudahkan serta dilancarkan oleh Allah🤲🤲


Jangan lupa tinggalkan jejaknya ya ka..


LIKE, VOTE, COMMENT plus Mawar merah tercintanya 🌹