What I Think

What I Think
Sahabat Sunny



Happy Reading....


Malam itu Kiara akhirnya keluar untuk mencari apa yang seharusnya dia cari. Tak perduli bagaimana caranya, Kiara harus mendapatkan obat Ayahnya kembali. Angin malam yang tak begitu baik karena tergulung mendung tak mengubah niatan Kiara untuk terus mencari cara supaya mendapatkan kembali obat untuk Ayahnya.


Rintik gerimis hujan perlahan mulai menitikkan airnya ke kepala Kiara, bersamaan dengan itu air mata Kiara lolos begitu saja. Hampir satu jam dia berjalan menyusuri kota mencari bantuan agar ada orang yang mau membantunya memberinya pekerjaan. Entah sudah yang keberapa kali Kiara menawarkan diri masuk ke sebuah kedai di pinggiran jalan untuk sekedar mencuci piring. Sayang nasibnya tak begitu beruntung, semua kedai yang dia masuki tidak satupun menerimanya.


"Ayah... maafkan Kiara...," ucap Kiara dengan terisak.


Kiara Anasty Devandra putra dari Subarjo Devandra dan Sita Anggun Safitri. Saat Kiara berusia 15 tahun, Ayahnya Subarjo terjebak cinta yang salah dengan sahabat istrinya sendiri bernama Susi yang saat ini menjadi istrinya. Hubungan Barjo dan Sita akhirnya retak karena Susi mengaku jika sedang hamil anak Barjo padahal kenyataannya tidak. Sita yang merasa sakit hati kemudian bunuh diri disaat Barjo maupun Kiara tak berada di rumah. Setelah kematian Sita, Susi memaksa Barjo untuk segera menikahinya, padahal kematian Sita belum genap tujuh hari.


Karena Susi berupaya mengancam Barjo, pada akhirnya pernikahan itu dilaksanakan setelah tiga hari kematian Sita. Disitulah awal kesengsaraan Kiara. Dimana Kiara tak pernah mendapatkan keadilan dari Susi sang Ibu tiri. Semua fasilitas yang diberikan Barjo kepada Kiara dirampas paksa oleh Susi. Barjo sendiri tak mampu mengendalikan kebiadaban Susi, karena Susi jauh lebih pintar darinya. Sehingga baru diketahui jika selama ini Susi sengaja menukar obat liver Barjo dengan obat-obatan tak semestinya dan pada akhirnya puncaknya Barjo mengalami koma, setelah sadar dia sudah tak bisa apa-apa, hanya Kiara yang sangat perduli padanya.


"Pa... stop!" teriak Sunny.


"Sunny, kenapa kita harus berhenti di tengah jalan?" tanya Anna.


"Ma.., sepertinya Sunny melihat teman Sunny. Pa.. bisakah Papa untuk minggir sebentar?" pinta Sunny.


"Sayang, itu tak mungkin temanmu. Hujannya sangat deras nanti kau kehujanan" ucap Alex.


Sunny beserta keluarganya yang baru pulang dari kediaman Devan tak sengaja melihat Kiara sedang berdiri kehujanan dipinggir taman kota.


"Pa..., itu teman Sunny.. please.. kali ini saja," rengek Sunny agar Alex mengizinkannya menemui temannya.


Anna yang memangku baby Alina meraih jemari Alex,


"Kau hati-hati, diluar hujannya sangat deras..,"


"Thank you Pa.. I love you so much," ucap Sunny bahagia karena pada akhirnya Alex mengizinkannya.


Alex lalu menepikan mobilnya didekat Kiara berdiri kehujanan, sedang Sunny segera keluar dengan membawa payung untuk menahannya agar tak terkena air hujan.


"Kiara...," panggil Sunny.


Kiara yang sempat melamun meratapi nasib Ayahnya menoleh kearah sumber suara yang memanggilnya.


"Sunny, apa benar kau Sunny?" tanya Kiara memastikan.


Sunny menganggukkan kepalanya bahagia karena Kiara masih mengingatnya.


"Tidak usah repot-repot Sunny, aku harus segera pergi" tolak Kiara halus namun Sunny mencegahnya.


"Kiara..," Sunny menarik lengan tangan Kiara sebelum dia pergi.


"Apa yang sebenarnya terjadi? ceritalah padaku Kiara seperti dulu aku bercerita denganmu" pinta Sunny melihat Kiara sedang menyembunyikan sesuatu.


"Aku tak apa-apa Sunny, aku harus pergi sekarang juga lain kali kita bertemu disini Sunny," saat Kiara akan pergi tiba-tiba tubuhnya lemas dan Kiara jatuh tak sadarkan diri.


"Kiara...!" teriak Sunny.


Alex dan Anna yang memperhatikan dari dalam mobil kemudian panik, Alex langsung saja berlari menghampiri Sunny dan temannya.


"Sunny apa yang terjadi nak?" tanya Alex.


"Pa... tolong teman Sunny,"


Alex kemudian membopong tubuh Kiara masuk ke dalam mobilnya. Di dalam mobilnya, Sunny menatap iba kepada temannya. Kiara yang dulu dia kenal tak seperti saat ini, wajahnya yang sedikit lusuh serta tubuhnya yang sedikit kurus menandakan jika kehidupan Kiara tak bahagia.


"Sunny, coba kau kasih minyak angin ini kepada temanmu" Anna menyodorkan mintak angin untuk dibalurkan ke tangan Kiara yang sangat dingin.


"Pa, kita bawa Kiara ke Rumah Sakit ya" pinta Sunny.


"Namanya Kiara? apa dia Kiara_"


"Iya Pa.. ini Kiara sahabat Sunny waktu di kota A dulu saat Sunny tak memiliki teman hanya dia yang mau berada disisi Sunny sebelum akhirnya kita berpisah,"


Mendengar jika itu Kiara yang selalu diceritakan Sunny semasa kecilnya, Alex merasakan iba juga. Dia dan Anna memutuskan untuk membawa Kiara ke Rumah Sakit.


Sesampainya di Rumah sakit, Kiara langsung ditangani oleh Dokter Dimas. Dokter Dimas mengatakan jika Kiara mengalami demam serta dehidrasi jadi untuk sementara waktu Kiara harus dirawat di Rumah sakit tersebut.


"A_ku dimana?" tanya Kiara setelah sadar.


"Kiara.. kau sedang berada di Rumah sakit,"


WHAT Rumah sakit??


Bagaimana kelanjutannya, jangan lupa vote, like, commentnya👍😘