
🦋🦋
Yang terbaik bukan dia yang datang dengan kelebihannya, melainkan dia yang tidak pergi dengan segala kekurangan tetapi tetap belajar dan berusaha.Cinta itu seperti angin. Kamu tidak bisa menyentuhnya, tetapi hanya bisa merasakan keberadaannya dalam hatimu.
" Kaka tampan koq ". Sahut Ellena dengan senyum manisnya kemudian meninggalkan Revan dan Alex.
" Tuhan siksaan apalagi ini? Percayalah Lex, jika dia memang cinta sejati elu, mau semenyakitkan apapun, mau seberapa sulit liku yang harus dilalui, dia tetap akan bersama elu kelak, suatu saat nanti ". Batin Alex berperang melawan rasa yang sulit dia takhlukkan.
" Lex.. ". Revan yang penasaran dengan keadaan Alex.
" Loe ga lagi kesambet? ".
" Menyebalkan! ". Sahut Alex yang masih merasa bermonolog dengan dirinya sendiri.
" Ni orang otaknya bener - bener gesrek. Gue dikatain menyebalkan, ada juga elu yang nyebelin ".
Alex yang mulai tersadar dengan ucapan Revan mengejar Revan yang meninggalkan dirinya.
" Revan... Huh jadi salah paham ".
" Revan... ".
Clara mempelai wanita yang ditunggu - tunggu akhirnya keluar dari tempat persembunyiannya. Clara begitu anggun dengan balutan gaun pengantin berwarna Putih . Detik - detik status dirinya menjadi Nyonya Shandy akan bergelar sebentar lagi.
Ellena dan Dhea yang mendampingi Clara ikut merasakan kebahagiaan. Tiga sahabat yang selalu setia dalam keadaan suka maupun duka.
" Gue nervous ". Ucap Clara lirih.
" Apakah setelah ini aku Akan memanggilmu Kaka ipar? sepertinya aku tak Akan sanggup ". Bisik Ellena didekat Clara.
" Ka Shandy tampan sekali Clara, mata elu ga Akan sanggup menatapnya hari ini. Persiapkan jantung elu biar ga copot ". Sahut Dhea dengan berbisik pula. Kemudian mereka terkekeh kecil.
Shandy yang merasakan nervous sedari tadi mengusap wajahnya yang berkeringat. Riska dan Malik yang melihat putranya tertawa kecil.
" Dia sepertimu saat duduk dikursi itu ". Ucap Rias mengingatkan Malik saat di meja akad nikah.
" Hei kau masih mengingatnya. Aku tak senervous Shandy. Bahkan aku lebih gagah dari putraku ". Protes Malik sambil membanggakan dirinya kemudian mendapatkan cubitan dari Riska.
" Mama Papa so sweet ". Ucap Renata yang tak sengaja memperhatikan Rias dan Malik bercanda didepannya.
" Sayang, bisa ga gantian gendong Chloe? ".
Renata menoleh kearah Marcel yang menggendong Chloe dan terkejut dengan bibir Chloe yang penuh dengan Susu.
" Sayang apa yang kau lakukan dengan anak kita? kenapa dia belepotan seperti ini? ". Renata mengambil alih Chloe dari gendongan Marcel kemudian mengusap bibirnya dengan tissue. Sedang si Kecil yang montok itu hanya tersenyum dan terkadang tertawa kecil menggoda Mamanya.
" Sayang.. kau menggemaskan seperti Papamu ". Renata selalu luluh tiap Chloe tertawa padanya.
" Aku bahagia memiliki kalian berdua ". Ucap Marcel sambil memeluk Renata dan Chloe.
Waktu yang dinanti akhirnya tiba. Shandy dan Clara sudah berada di meja tempat saksi mereka bersatu menjadi keluarga.
Marcel dan Malik menjadi saksi pernikahan mereka.
" Saya nikahkan engkau Shandy Malik Maheswari bin Malik Maheswari dengan puteri saya Clara Ryumi Suganda dengan mas kawin seperangkat alat sholat beserta perhiasan emas 100 gram bertahtakan berlian 9 karat dibayar tunai." Ucap Pak Aryo Suganda Papa Clara.
" Saya terima nikahnya Clara Ryumi Suganda dengan mas kawin seperangkat alat Sholat beserta perhiasan 100 gram bertahtakan berlian 9 karat dibayar tunai." Jawab Shandy tanpa hambatan.
" Sah ". Sahut Alex dengan kencang.
" Semangat banget sih loe ". Ucap Revan dan Devan bersamaan.
" Untuk kebahagiaan sahabat kita Semangat dong ". Ucap Alex bangga.
Revan dan Devan hanya menggeleng - geleng dengan sikap Alex yang konyol.
Kemudian Shandy menyematkan cincin pernikahan ke jari lentik Clara. Begitupun dengan Clara dia bergantian menyematkan cincin ke jari Shandy. Clara kemudian mencium tangan Shandy. Shandy mencium kening Clara mesra. Dan mereka mengabadikan moment ini dengan berfoto.
" Selamat Nak ". Ucap Malik yang langsung memeluk puteranya. Disusul dengan Riska yang masih bercucuran air mata haru bahagia.
" Terimakasih Mam Pa ". Ucap Shandy yang ikut terharu.
" Jaga istrimu Nak sampai maut memisahkan ". Pesan dari Riska.
Mereka berpelukan, kemudian Riska mencium Kening Clara yang sekarang sah menjadi menantunya.
" Selamat Shand, suami baru ". Renata yang mendorong pundak Shandy.
" Terimakasih Kaka ipar ".
" Selamat adikku. Sepertinya Aku harus memberikan ticket honeymoon ke Paris ".
" Kau wajib memberiku Ka, jika tidak Aku Akan malas bekerja ".
Marcel dan semuanya tertawa bahagia.
" Kau tak mau memeluk Kaka tampanmu ini? " . Ucap Shandy yang melihat Ellena terdiam.
" Kau jahat Ka merebut sahabatku ".
Shandy langsung menarik Ellena ke dalam pelukannya. Ellena terharu dan dia menangis di pelukan Shandy. Marcel tersenyum dan ikut memeluk kedua adiknya.
Trias dan Albert ikut mengucapkan selamat kepada Shandy dan Clara.
" Selamat tampan ". Ucap Trias dan Albert dengan senyum khasnya.
" Tante ingin juga melihat Lee segera menikah dengan Ellena ".
" Tante tenang saja sebentar lagi mereka bakalan nyusulin Shandy dan kita akan berlomba memberikan cucu yang lucu ". Ucapan Shandy mendapat cubitan dari Clara, dia merasa Malu sehingga membuat wajahnya memerah.
" Hahaha.. ini bukan kompetisi cucu tercepat Shand ". Sanggah Albert dengan tertawa.
" Setidaknya Tante Triasku tersayang bisa tersenyum dengan ucapanku om ". Shandy memeluk Trias .
Shandy mengerti yang dirasakan Trias. Dia sangat menginginkan Zacklee terlepas dari Tasya. Shandy tak sengaja mendengar percakapan Trias waktu itu saat dirinya mengantarkan pesanan Mamanya kerumah Trias. Shandy terkejut ketika Trias menangisi Zacklee yang masih berhubungan dengan Tasya. Shandy pun tau sebenarnya seperti apa dan bagaimana Tasya itu. Dia ingin sekali membicarakan hal ini kepada Zacklee, tapi keadaan yang belum memungkinkan saat itu.
Bagi Shandy dan Marcel sosok Trias sudah seperti Mama kandungnya sendiri. Jadi wajar jika Shandy dan Marcel juga menyayangi Trias dan Albert.
" Tante, Dimana Lee? dia sudah berjanji hadir di hari bahagiaku ".
Ellena yang tadinya sedang bercanda dengan Clara terdiam mendengar pertanyaan Shandy, dia mengingat sosok Zacklee yang sudah beberapa hari ini tak memberi kabar dengannya. Hatinya kembali sakit merasa digantung dengan Cinta Zacklee.
Trias kaget pasalnya dia belum memikirkan alasan tentang tidak hadirnya Zacklee.
" Dia__". Trias bingung harus beralasan apa.
" Dia sedang di Negara S mengurus cabang perusahaan disana. Maaf ya Shand jika Lee tidak bisa hadir ". Sahut Albert.
" Segitu penting kah pekerjaan elu Lee? oke, Kali ini gue maafin elu Lee ". Ucap Shandy terkekeh.
Trias lega karena alasan Albert diterima oleh Shandy. Tapi tidak dengan Ellena, dia kemudian berpamitan ke Toilet dengan wajah sedikit sedih kepada Clara dan Dhea .
Alex, Devan, Revan dan Dhea yang memperhatikan Ellena ikut merasakan apa yang dirasakan Ellena saat ini.
" Selamat Bosku, Jangan lupa kilas cerita belah durennya ..Semoga cepet dapet momongan kesebelasan dunia ". Ucap Alex bahagia mengalihkan perhatian sahabatnya dari Ellena.
" Terimakasih Lex, elu emang asisten gue yang paling gesrek sedunia . Semoga elu cepet laku ga karatan ". Ejek Shandy.
" Kampret loe Shand. Kalo bukan atasan gue uda gue buang ke luar angkasa ". Gerutu Alex.
Devan dan Revan tertawa mendengar perdebatan lucu Bos dan asistennya.
" Selamat Shand ". Gantian Devan yang mengucapkan Selamat.
" Buat loe juga tuh jangan kelamaan menyendiri nanti dikira nungguin si Kunti ". Shandy tertawa mengejek Devan .
" Bener elu Lex, ni orang kita lempar aja ke luar angkasa biar dicaplok ama alien alay ". Dengus kesal Devan.
" Selamat Bro.. akhirnya ketemu jodohnya juga ". Revan ikut mengucapkan selamat kepada Shandy.
" Terimakasih Rev, kalo bukan berkat elu dan bini elu gue ga mungkin sampai disini ". Shandy tersenyum.
" Rev, gimana kondisi Tasya? ".
" Elu tau mengenai Tasya ". Revan terkejut Shandy mengetahui persoalan Tasya.
Shandy mengangguk. Sedang Alex dan Devan ikut mendengarkan persoalan Zacklee dan Tasya dari Revan.
" Perkara yang rumit ". Ucap Devan.
" Tapi ga seharusnya Zacklee bersikap seperti ini. Ini bahkan tak adil untuk Ellena ". Sahut Alex dengan serius.
" Kita rahasiakan ini dari Ellena ". Ucap Shandy yang disetujui oleh Revan dan Devan.
" Shandy istirahat dulu tiga jam lagi kita persiapan untuk resepsi ". Riska yang datang menghampiri Shandy tiba - tiba.
Mereka berempat terkejut dengan kedatangan Riska.
" Iya mam ". Jawab Shandy sambil memberi kode kepada sahabatnya untuk tidak melanjutkan obrolannya.
" Kalian juga istirahat buat persiapan perform nanti ". Riska yang Akan berlalu berhenti lalu menengok kebelakang.
" Apa kalian tau dimana Ellena? ".
" Tenang aja Mam, Alex Akan mencarinya. Iya kan Lex ".
" I_iya Tante.. Aku Akan mencarinya ". Ucap Alex .
" Terimakasih Lex, Tante khawatir dari semalam dia tak begitu Semangat ". Ucap Riska khawatir.
" Mungkin kelelahan Mam. Yok Mam Aku uda ga sabar ketemu istriku ". Shandy mengalihkan perhatian Riska.
Hufffttt...
" Lega rasanya Tante Riska tak mendengar percakapan kita ". Ucap Devan.
" Gue cari Ellena dulu ". Alex berlalu pergi mencari Ellena.
" Jangan bilang kalo dia suka sama Ellena ". Ucap Revan yang sebenarnya ingin menanyakan persoalan ini dengan Alex.
Devan menggaruk kepalanya yang tak gatal,
" Alex memang suka kepada Ellena ".
" APA!! ".
❤❤❤
Making deg - deg an aja nih...
other nulisnya sambil gemeteran takut - takut Alex ketahuan menyukai Ellena.
LIKE, VOTE, COMMENT dulu yuh🤩