What I Think

What I Think
Kurang sajennya



Happy Reading....


Pergulatan panas Zacklee dan Ellena membuatnya bangun agak kesiangan. Ellena pagi ini sangat sibuk sekali dia harus segera membuatkan sarapan untuk si kembar. Belum lagi memandikan baby Kai. Melihat Ellena sibuk, Zacklee melepas kemejanya kembali dan segera menggantikan Ellena memandikan baby Kaisar yang sedang bersama Fiona.


Sedang Felix membantu Ellena di dapur membuatkan sarapan untuk semua.


"Felix bisa ambilkan Mommy garam?"


"Siap Mom...," Felix mengikuti perintah Ellena, dia segera mengambilkan garam.


"Terimakasih sayang," ucap Ellena menerima garam dari Felix kemudian menaburkannya keatas Nasi goreng yang masih proses dimasak.


"Felix kau bisa menata piring di meja?"


"Siap Mom..,"


Ellena tersenyum melihat Felix sangat antusias membantunya. Setelah selesai, Ellena segera menaruh Nasi goreng yang masih hangat kedalam wadah yang sudah disiapkan Felix.


"Fiona.., kau panggil Papa untuk segera sarapan. Biar Kaisar bersama Mommy"


"Mommy, dedek Kai sedang bersama Papa" ucap Fiona.


"Kenapa dia masih mengurus Kaisar" gerutu Ellena kemudian segera melepas celemeknya dan menghampiri Zacklee.


"Sa_yang..," panggil Ellena terhenti saat melihat Zacklee selesai memandikan baby Kaisar. Ellena yang tadinya ingin marah tak jadi dia urungkan.


"Sayangnya Papa kedinginan ya.."


"U.. u.. u.. " seolah mengerti ucapan Zacklee, baby Kaisar membentuk bibirnya seperti huruf U dan mengeluarkan suara huruf tersebut. Zacklee kemudian memberinya minyak telon di tubuh baby Kaisar lalu memberikannya bedak tabur.


"Sayangnya Papa sangat tampan" ucap Zacklee melihat Kaisar sudah rapi.


Ellena semakin sayang kepada Zacklee, dia melingkarkan tangannya ke perut sixpack suaminya dari belakang.


"Terimakasih sudah membantuku pagi ini Ka..," ucap Ellena.


"Aku melihatmu pagi ini sangat kerepotan, aku tak tega kalo harus berdiam diri" sembari menyerahkan baby Kaisar ke gendongan Ellena.


"Sarapan sudah siap, Felix dan Fiona sudah menunggu"


"Sayang, aku akan menyuruh Mama mencarikan asisten Rumah tangga. Mengenai Juleha dia bisa bekerja lagi meski ada asisten baru" ucap Zacklee sambil mengenakan kemeja dan jaznya.


"Ka.., aku tak mau mencari asisten lagi. Aku mau menikmati mengurus suami dan anak-anak dengan tanganku sendiri" pinta Ellena.


"Tapi aku tak mau kau kelelahan sayang"


"Aku tak merasa kelelahan, aku sangat menikmati peranku sebagai seorang Ibu. Aku tak mau mereka sepertiku dulu, tak pernah tau rasa kasih sayang seorang Ibu" sembari mengelus dan memberi ASI baby Kaisar.


"Terserah kau saja sayang, jika kau merasa kerepotan bilang saja" pesan Zacklee kemudian memengecup kening Ellena.


Zacklee dan Ellena segera turun, di ruang makan Felix dan Fiona sudah menunggu.


"Papa, Felix dan Fiona sudah menunggu daritadi kenapa baru turun sih..," protes Felix.


"Maaf Sayang.. Papa harus memandikan adik Kaisar dulu"


"Memangnya Papa bisa mandiin adik Kai?" tanya Fiona penasaran.


"Bisa dong sayang.. Kau meragukan Papa" jawab Zacklee.


"Kan biasanya Mommy yang mandiin adik Kaisar"


"Papa kan hebat bisa segala hal..," ucapnya jemawa.


"Kenapa kau melihat Papa seperti itu Felix?" tanya Zacklee menoleh kearah Felix yang meliriknya tajam.


"Kau mirip Mommy kalo lagi kurang sajennya" cibir Zacklee.



Mendengar dirinya sedang menjadi perbincangan, Ellena segera meletakkan baby Kaisar kedalam box baby. Karena baby Kaisar sudah kenyang ASI akhirnya dia terlelap.


"Siapa yang kurang sajennya?" sahut Ellena dengan lirikan yang sama dengan Felix.


"Kata Papa yang kurang sajennya Mom__" Zacklee segera membungkam mulut Fiona dengan telapak tangannya.


"Sayang tak usah didengarkan mereka, kau ikut sarapan pasti setelah menyu**i baby Kaisar kau merasa lapar.


Ellena tak melanjutkan pertanyaannya, dia setuju dengan ucapan Zacklee jika harus sarapan. Setiap selesai menyu**i Ellena pasti merasa lapar apalagi setelah pergulatannya semalam semakin membuatnya sangat lapar.


Ellena kemudian duduk berhadapan dengan Felix dan segera menuangkan Nasi goreng kedalam piring semuanya.


'Untung saja dia tak melanjutkan pertanyaannya bisa libur engga dapat jatah' batin Zacklee.


" Ka.., nanti aku mau ke Restauran sebentar dan membawa Kaisar" ijin Ellena.


"Aku akan mengantarmu Sayang dan menjemput kalian setelahnya" ucap Zacklee sambil menyuap Nasi goreng kedalam mulutnya.


"Apa denganmu juga Felix?"


"Enggak Pa.., Felix malas kalo harus ikut mainan masak-masakan. Mending Felix main ketempat Grandfa biar dibelikan buku baru buat koleksi buku terbaru Felix" ucap Felix.


"Gimana Pa? boleh ya...," rayu Fiona.


"Karena besok hari libur, kalian Papa ijinkan untuk menginap di tempat yang kalian inginkan"


"Hore....!" sorak Felix dan Fiona bersamaan.


Selesai sarapan mereka semua bersiap menuju sekolah. Ellena dan baby Kaisar juga sudah bersiap. Mereka semua masuk kedalam mobil dengan barang-barang bawaan mereka.


Zacklee mengantar Sekolah kedua anaknya, kebetulan dia juga bertemu Shandy sedang mengantar anaknya.


"Lee..," panggil Shandy.


"Shand, Fiona tadi meminta untuk menginap di tempatmu"


"Iya Lee, Fira juga tadi cerita kalau Fiona mau menginap di tempatku. Biar nanti pulang Sekolah aku yang menjemput mereka" sahut Shandy.


"Terimakasih Shand, maaf merepotkan"


"Apa yang direpotkan.., dia keponakanku. Fiona juga anakku" ucap Shandy.


"Kau mengetahui soal pernikahan Rachel?" tanya Shandy.


"Iya, aku sudah mendengarnya"


"Bagaimana tanggapan Alex? aku dengar kalian kemarin dari tempat Alex. Devan yang bercerita jika kau dan Ellena ketempat Alex"


"Aku belum tau Shand, soalnya kemarin aku kesana belum mendapatkan info soal pernikahan Rachel dengan Bastian Hanggoro"


"Kira-kira apa Alex menyesal?" tanya Shandy.


"Kau tenang saja dia sudah menemukan tambatan hatinya. Aku yakin sebentar lagi dia akan bucin" Zacklee terkekeh sendiri mengucapkan kata bucin.


"Apa kau yakin Lee?"


"Kau lihat saja Shand," jawab Zacklee.


"Ka...," panggil Ellena dari dalam mobil.


"Adikku ikut?" tanya Shandy melihat Ellena.


"Iya, aku mau mengantarnya ke Restauran"


"Dasar anak itu, selalu tanggung jawab dengan pekerjaannya" ucap Shandy terkekeh kemudian menghampiri Ellena.


"Ka Shandy...," sapa Ellena.


"Hai Kai... kau terlihat gemuk, paman semakin gemas denganmu" ucap Shandy sambil mentowel hidung mancung baby Kai.


"Ellena, Kakak mau menggendongnya sebentar" pinta Shandy.


Ellena kemudian menyerahkan baby Kai ke gendongan Shandy. Shandy mencium pipi yang sudah berubah menjadi gembul seperti bakpao.


"Selesai dari sini pembibitan lagi supaya dapat tambahan," sindir Zacklee.


"Emangnya lada pake pembibitan segala" sahut Shandy.


"Apa kau tahu bibitku sangat unggul, tak perlu diragukan lagi" ucapnya jemawa membanggakan bibitnya.


"Sial! kau membuat reputasiku turun" sahut Shandy.


"Iiihhh.. kalian ngomongin hal bukan pada tempatnya lagian kasihan anakku telinganya takut terkontaminasi dengan ucapan kalian" sembari menyahut kembali baby Kai dari gendongan Shandy.


"Ell.. Kaka belum puas gendong Kaisar" protes Shandy.


Tak menggubris protes Shandy, Ellena melenggang masuk kedalam mobil kembali. Zacklee menertawakan Shandy sambil menutup mulutnya.


"Ngapain ngetawain aku?"


"Tak hanya menaklukkan diriku ternyata Ellena juga dengan mudah menaklukkan Kakaknya," sambil melewati Shandy, Zacklee masih terus terkekeh.


Dari kejauhan Dion sedang memperhatikan Ellena. Semenjak mengetahui jika Felix dan Fiona anak mereka, Dion selalu menunggu kedatangan Ellena hanya untuk sekedar melihatnya. Kemudian Dion mengikuti mobil Zacklee diam-diam.


Zacklee menurunkan Ellena dan Kaisar ke Restaurantnya, mereka disambut Clara dan Dhea. Kemudian Zacklee melajukan kendaraannya.


Sambil membuka kacamatanya,


'Akhirnya aku bisa menemuinya Nona Ellena' batin Dion.


Bersambung....