
Happy Reading...,
......................
'Harus seperti apa lagi agar kau bisa melupakanku'.
"Mommy...," panggil duo F bersamaan.
"Kalian sudah pulang sayangnya Papa" sambut Zacklee saat kedua anaknya pulang Sekolah. Mereka juga bersama duo N dan Safira yang ikut bersama duo N karena Zacklee berpesan kepada Leha untuk mengajak pulang bersama mereka.
"Hai Nick, kenapa cemberut?" tanya Shandy melihat Nick cemberut.
"Gantengnya Mama kenapa pulang-pulang cemberut gini. Apa yang terjadi di Sekolah?" tanya Dhea sangat Ibu menginterogasi.
Revan yang penasaran ikut mendekat juga.
"Fio Mam.., " ucap Nick sambil melirik Fiona kesal.
"Fio? Ada apa dengan Fiona?" tanya sang Papa Sultan kepada Nick.
"Fiona menghabiskan uang sakuku" ucap Nick kesal sambil mengerucutkan bibirnya.
Semua orang sekarang sedang menatap seorang gadis kecil yang maha benar dengan pendapatnya tanpa merasa bersalah maupun berdosa dia masih terlihat tenang, setenang Papanya jika berbuat salah.
"Aku tidak memintanya Pa..., aku hanya meminjamnya sebentar karena tadi Fio ketemu dengan seorang Ibu yang menggendong anaknya sambil mencari sampah" ucap Fiona dengan polosnya.
Semua orang bukannya marah mereka malah terkagum dengan sikap sosial Fiona diusianya yang masih kecil.
"Nick aja tuh yang pelit..!" sindir Fiona sambil menjulurkan lidahnya.
Revan beserta Dhea tersenyum malu atas perbuatan Nick. Nick memang berbeda dengan Nathan, Nathan lebih condong ke Dhea yang banyak temannya. Sedang Nick dia hanya kemana-mana dengan Felix. Orang-orang Sekolah menyebut mereka duo kulkas, sifat dingin yang diturunkan oleh Papa mereka kadang menjadi pembelajaran yang harus orang tua mereka benahi.
"Papa, minta uang dua ratus lima puluh ribu" pinta Fiona.
"Buat apa sayang?" tanya Zacklee sambil menggendong Fiona yang belum mengganti baju seragamnya.
"Buat Nick lah.., Fiona sudah janji bakal ganti uang dia 5 kali lipat" ucap Fiona yang membuat Zacklee dan yang lain geleng-geleng kepala.
Alex dan Shandy terkekeh dengan tingkah cerdas seorang Fiona.
"Fio, besok lagi kalo mau janjiin seseorang konfirmasi dulu sama Papa ya?" ucap Zacklee pelan agar Fiona tak tersinggung. Pasalnya baru beberapa hari Fiona juga menjanjikan sesuatu kepada para pembantunya, sehingga membuat Zacklee pusing tujuh keliling.
"Papa ga suka ya?" lirikan Fiona seolah mematikan semua orang yang melihatnya.
"Papa kan Sultan, jadi ga boleh pelit"
Glegekk!
'Sultan? Siapa yang ngajarin anak gue bilang begini?' batin Zacklee.
"Sayang, yang bilang Papa Sultan siapa?" tanya Zacklee pelan.
"Tuh.., Om sipit" seloroh Fiona sambil menunjuk Devan yang baru tiba bersama Zaskia.
'Devan, kali ini restu gue jadi taruhannya' batin Zacklee menatap Devan, Seolah mengerti Devan menggaruk kepalanya yang tak gatal.
Hayoh loh Dev, Sultan marah.., hihi..
**
"Kaka Ipar serius mau menemui Reyna?" tanya Zaskia terkejut karena baru mengetahui rencana Ellena.
'Kiamat...,' ucapnya lirih.
"Zaskia.., kau harus membantuku" pinta Ellena langsung membuat jantung Zaskia mau copot.
"Kaka ipar mending ga usah lah..., biar pria galak itu yang mengurus Reyna" bujuk Zaskia.
"Oke, kalo kalian tak mau membantuku bertemu Reyna. Aku bisa sendiri" Ellena berjangkit dari tempat duduknya dan meninggalkan semuanya membuat Dhea, Clara, Rachel serta Zaskia kebingungan.
"Ellena..," panggil Dhea mengejar Ellena yang sedang labil moodnya.
"Bagaimana ini Ka?" tanya Zaskia kepada Clara.
"Tak ada cara lain, kita turutin kemauan si Ibu hamil tetapi tetap dalam pengawasan" sahut Clara pasrah.
"Lex, apa Ellena dulu juga gitu waktu hamil?" tanya Devan disaat yang tidak tepat karena mengorek masa lalu yang masih menyimpan luka di hati Zacklee.
Alex sekilas melirik Zacklee yang sedikit kecewa.
"Begitulah Dev, orang hamil rata-rata sama. Elu bisa tanya Revan dan Shandy yang juga sudah menikmati pengalamannya" jawabnya tak mau ada yang tersinggung.
"Gue takut kalo Zaskia hamil kayak Ellena..,"
"Kenapa takut? adikku tak menyeramkan saat hamil. Iya kan Lee" sahut Shandy meminta pendapat Zacklee.
"Elu benar Shand, istriku sangat manis ketika hamil. Gue tak kesusahan dengan sikap dia seperti ini, justru ini sangat menyenangkan karena dia mau dengan ikhlas membawa beban yang gue titipkan" sahut Zacklee tersenyum.
"Sorry Zacklee, gue baru inget ini pengalaman pertama elu dampingi Ellena hamil setelah dia keguguran" ucap Devan yang baru menyadari.
"Kau tenanglah gue ga apa-apa, tanpa Alex disamping Ellena saat itu mungkin sampai sekarang aku tak akan pernah tau siapa Felix dan Fiona" ucap Zacklee menatap kedua anaknya yang sedang bermain.
"Gue akan menemui Reyna bersama Ellena. Lex, sampaikan ke Reyna jika gue dan Ellena akan menemuinya malam ini" ucap Zacklee sudah menjadi keputusannya.
**
"Kenalkan aku Sunny" ucap Sunny sambil mengulurkan tangannya.
"Aku Fiona, anak Papa yang paling cantik" ucap Fiona dengan pedenya.
"Kalo aku Safira"
"Aku Nathan"
Keempat anak kecil itu saling berkenalan, tak membutuhkan waktu yang lama mereka langsung terlihat akrab. Berbeda dengan Nick dan Felix mereka berdua lebih suka menyendiri ketimbang mainan seperti Anak-anak, padahal secara sadar ato tidak keduanya juga masih Anak-anak.
"Asyik sekali mainnya..., " Alex yang ikut bergabung.
"Papa..," Fiona memeluk Alex, tangannya bergelayut manja di leher Alex. Alex yang sudah sangat rindu menghujani ciuman di pipi Fiona.
Sunny yang melihat pemandangan itu terdiam, ada rasa gimana didalam hatinya. Saat Sunny akan berpindah bermain dengan Safira, Alex segera memanggilnya.
"Sunny.., mau kemana sayang?" tanya Alex.
Sunny hanya terdiam tak menjawab pertanyaan Alex.
Melihat perubahan Sunny, Alex menyuruh Fiona melepaskan pelukan Fiona dan menghampiri Sunny. Alex langsung menggendong tubuh kecil Sunny dan menghujaninya dengan ciuman, membuat Sunny merasakan geli.
"Papa, sakit.. kumis tipisnya sakit" ucap Sunny menolak Alex cium.
"Masih marah sama Papa?" tanya Alex kepada Sunny.
Sunny pun menggelengkan kepalanya.
"Sayang, Papa ini milik kita semua. Sebelum Papa bertemu denganmu Papa sudah lebih dulu bertemu dengan Fiona. Tetapi, Papa tetap Papa Sunny" ucap Alex menjelaskan dengan tenang dan beruntut.
"Papa Alex itu Papa kita Sunny, tapi Papa Zacklee Papa Fiona dan Ka Felix" ucap Fiona mengundang gelak tawa semuanya.
Kemudian Sunny dan Fiona bermain bersama yang lain.
"Lex, gimana hubunganmu dengan Rachel?" tanya Zacklee yang tak sengaja mendengarkan percakapan Alex dengan Fiona dan Sunny.
Alex hanya terdiam, dia lebih memilih memandangi langit di kursi taman mansion Zacklee ketimbang menjawab pertanyaannya.
"Apa kau belum bisa melupakan istriku?" tanyanya langsung membuat Alex tersenyum kecut.
"Kau tak usah khawatir Zack, aku tak akan ada niat untuk merebutnya darimu. Kebahagiaannya adalah prioritasku. Jangan sakiti dia Zack, karena aku percaya padamu" ucapnya serius.
"Reyna adalah seorang yang pantang menyerah. Kendalikan dirimu dan Ellena sebaik mungkin saat bertemu dengannya nanti malam" imbuhnya sebelum pergi.
......................
Terimakasih para pembaca setia Author🙏
Semoga Rezeki para pembaca dimudahkan serta dilancarkan oleh Allah🤲🤲
Jangan lupa tinggalkan jejaknya ya ka..
LIKE, VOTE, COMMENT plus Mawar merah tercintanya 🌹