
Happy Reading...
Apa kabar semuanya... 🖐
Masih stay di Karya othor kan.., maafkan othor yang baru nongol.. beberapa hari ini lagi dikasih nikmat Tuhan untuk bertapa,
Tetapi tenang saja mulai hari ini othor uda siap buat lanjutin acara empat bulanan keluarga Mahendra😁
Jangan lupa vote, like, komentnya ya... ❤
......................
Kediaman Ellena sudah dipenuhi oleh sanak saudara dari keluarga besarnya beserta Keluarga besar Zacklee.
Ellena yang tak pernah lepas dari ngidamnya yang aneh-aneh sedang Zacklee yang masih sering mendapatkan syndrome simpatik karena terkadang masih sering mual jika mencium bau-bau wangi yang tak sesuai dengan indera penciumannya. Seperti saat ini, Zacklee merasa mencium aroma kopi. Aroma yang sangat tak disukai oleh indera penciumannya.
"Hoek.. hoek..," suara mual Zacklee membuatnya pagi ini sedikit sengsara dan merasakan lemas.
"Sayang, apa kita harus mengundur acara empat bulanan anak kita?" saran Ellena yang tak tega melihat sang suami merasakan mual.
"Tidak sayang, acara hari ini harus tetap berlanjut apapun keadaanku. Aku hanya tak mau ada bau aroma Kopi di Rumah ini" keluh Zacklee.
"Tapi aku suka aroma itu sayang..," sahut Ellena.
"Sayang terserah kau saja, aku sudah__ hoek... hoek... "
Trias sebenarnya tak tega melihat putranya yang harus mengalami mual muntah seperti ini. Tapi mau gimana lagi, Trias tak bisa berbuat apa-apa, dia hanya bisa melihat sang putra menanggungnya sendiri.
"Pa, Mama khawatir dengan kondisi Lee" keluh Trias.
"Kau tak perlu mengkhawatirkannya, setelah acara empat bulanan ini biasanya gejala-gejala mual akan hilang" ucap Albert menenangkan Trias.
"Duh kakang ganteng naha jadi kieu? (aduh si abang ganteng kenapa bisa seperti ini) tanya Mama Sera calon Mama mertua Zaskia yang ikut hadir dalam acara empat bulanan Ellena.
"Mual muntah Tante. Tau kenapa bisa gitu... aku yang hamil kenapa dia yang mual muntah" jawab si Ibu Negara tanpa berdosa.
"Biasa, ngan kerok ku koin jeung minyak angin, bakal cageur" (itu biasa tinggal dikerokin aja pake koin sama minyak angin pasti sembuh) ucap Mama Sera menyuruh Zaskia untuk mengambilkan sebuah koin serta Minyak angin.
"Eit... eit... Tante mau ngapain?" teriak Zacklee saat merasa Mamanya Devan membuka T-shirt yang di pakainya.
"Ngerokin kamu atuh" (kalo dalam bahasa Sunda).
"Enggak... enggak... apaan itu kerok-kerok, di kira sisik Ikan apa kulit gue. Devan, bawa emak elu keluar dari Kamar gue" teriak Zacklee menolak tawaran baik Mama Sera.
Ellena yang mendengar sang suami tak sopan lalu memelototinya dengan tajam.
"Sayang..," rengek Zacklee.
"Tante, buruan suami aku di kerokin...," teriak Ellena.
Benar saja, Tante Sera langsung melakukan aksinya untuk mengerok punggung sang suami yang putih mulus. Zacklee terus saja menggenggam jemari Ellena saat merasakan kulit punggungnya seperti di sayat oleh sebuah koin. Wajahnya yang putih sekarang berubah menjadi semu kemerah-merahan akibat menahan sakit.
"Uda selesai, cuma bentar doang masak sakit. Kalah sama si anak Sipit, paling suka tuh dia kalo di kerokin" ucap Tante Sera sambil membersihkan kedua Tangannya.
"Anak Sipit? siapa memangnya Tante?" tanya Ibu hamil yang penasaran.
"Noh, si ujang anak Sipit" sambil menunjuk kearah Devan.
"Mam, aku bukan anak Sipit. Papa berasal dari Chinese, jadi aku berasal dari anak Chinese. Cukup ngatain aku anak Sipit" protes Devan.
"Sipit aja belagunya setengah mati, sama kayak Bapaknya belagunya setengah mati" sahut Mama Sera.
Begitulah hubungan antara Ibu dan Anak yang tak pernah akur dan berbeda pendapat. Meski begitu, Devan sangat menyayangi Mamanya.
Melihat Zacklee mulai enakan berkat pengerokan Tante Sera, Zacklee bisa menyambut para tamu yang hadir di acara empat bulanan sang Istri. Meski para tamu harus di semprot dengan parfum aroma pinus, suasana acara empat bulanan uda berasa diadakan di hutan.
"Aku kok malah ngerasa acaranya diadakan di tengah hutan yak" celetuk Devan.
"Kalo anak Zack lahir pantesnya di kasih nama Tarzan" sahut Revan.
"Tarzan ga lucu, lucunya Mr/Mrs jungle" sahut Alex ganti.
Seperti biasanya tak ada habis-habisnya mereka kalo sudah bertemu membuat semua orang yang melihatnya akan menggeleng-gelengkan Kepalanya. Sampai Da'i kondang yang Devan undang untuk mengisi acara ikut beristighfar melihat tingkah mereka.
"Zack, elu ngerasa ga acara ini udah mirip di tengah hutan" celetuk Shandy yang ikut merasakan aroma pinus di setiap ruangan.
"Lebih baik seperti ini, daripada aromanya ga jelas sebelumnya" sahut Zacklee.
"Papa...," panggil Felix dan Fiona yang ikut bergabung di team pria.
"Kenapa kalian disini?" tanya Zacklee berbisik.
"Mommy yang nyuruh dekat-dekat Papa, biar kata Mommy Papa ga lirik-lirik Ibu-Ibu" sahut Fiona dengan polosnya.
Busyet dah, Ellena mana sempat gue nglirik Ibu-Ibu kompleks...
Zacklee melirik kearah sang istri yang berada di ujung dirinya dengan mode siap siaga 1.
Acara empat bulanan ini terhitung sangat meriah, Devan yang sebagai Kepala pelaksana karena Zacklee sedang dalam kondisi tak baik-baik saja. Devan juga mengundang para pejabat Negara untuk hadir di acara empat bulanan Istrinya sehingga para Wartawan ikut meramaikan acara tersebut.
Acara pertama adalah pembukaan yang dibuka oleh perwakilan Keluarga yaitu Zacklee sendiri. Meski sedikit diganggu oleh si Kembar Zacklee pada akhirnya berhasil membuka acara yang sebentar lagi akan dilanjutkan dengan pengajian serta ceramah dari Da'i - Da'i kondang.
Ellena yang berpakaian serba putih bersanding di sebelah sang suami yang berpakaian senada juga beserta Keluarga besar serta kedua putra putri kembarnya dengan khidmat mendengarkan pujian-pujian dari orang-orang yang bertugas di bagian pengajian. Bahkan sesekali Ellena maupun Zacklee sesekali menyeka air Matanya sambil tangannya mengelus perut Ellena yang mulai menggembung.
Felix, Fiona, Chloe dan Safira mereka juga ikut menyimak para Kakak-Kakak yang mendo'akan adiknya yang masih berada di dalam perut Ellena.
"Ayang Kia, besok kalo Ayang Kia hamil acara empat bulanannya Aa buat lebih meriah dari ini" celetuk Devan.
"Hissst, apaan sih Dev. Berisik tau" seloroh Zaskia sambil menyikut pinggang Devan.
"Ayang Kia..., Aa uda ga sabar pingin cepet - cepet halalin Ayang Kia" bisik Devan di Telinga Zaskia.
"Mama, Ka Devan tuh daritadi ganggu melulu" akhirnya jurus pamungkas lapor emak Kia gunain supaya Devan tak menggodanya lagi.
"Apa? mau segera di kawinin juga" sahut Trias dan Sera bersamaan dengan dua bahasa yang berbeda.
Sontak, hal itu membuat Zaskia semakin merengek. Berbeda dengan Devan, dia sangat bahagia karena kedua Mamanya akan segera melaksanakan pernikahannya dengan Ayang Kia.
Bersambung....
......................