
🍃🍃
Dhea membelalakkan matanya saat melihat Zacklee bersama Felix dan Fiona berfoto.
" Astaga.. Apa yang kulihat saat ini.. Apakah ini mimpi? ". Gumam Dhea berkali - Kali.
" Felix dan Fiona bersama Papa kandungnya ".
" Mama , ayo! ". Panggil Nick dan Nathan bersamaan.
" Iya - iya sayang ". Dhea sedikit ragu melanjutkan langkahnya.
" Mama kenapa jadi siput gini ". Ledek Nathan yang melihat Mamanya pelan - pelan berjalan.
Dhea memang sengaja berjalan pelan supaya Felix dan Fiona tak melihatnya.
" Kalian bisa diam ga si ". Dhea menjadi salah tingkah kala Zacklee menyadari keberadaannya.
" Dhea ". Sapa Zacklee.
" I_iya ". Dhea menjawab dengan gugup.
" Kau sedang Sakit? Biar aku hubungi Revan untuk menjemputmu ". Tawar Zacklee yang melihat wajah pucat Dhea.
" Ti_tidak perlu repot - repot Ka, aku baik - baik saja ". Dhea yang terpaksa membalikkan badan berhadapan dengan Zacklee. Dhea merasa lega karena Si kembar Felix dan Fiona sudah tak terlihat disamping Zacklee.
" Mama, Nick dan Nathan masuk dulu ".
" Om.. Nick dan Nathan masuk dulu ya ". Pamit si kembar pada Zacklee.
" Belajar yang rajin supaya bisa sukses seperti Papamu ". Pesan Zacklee sambil mengelus kepala Nick dan Nathan.
" Dhea.. Aku duluan ". Pamit Zacklee .
" Haah... Lega Ka Lee sudah pergi ". Ucap Dhea.
Sebelum Zacklee memasuki mobilnya dia terus saja teringat ucapan wanita yang meminta foto dirinya dan si Kembar.
" Aih.. Kenapa Aku harus memikirkan ucapan orang tadi. Fokus Zacklee ". Zacklee mengingatkan dirinya sendiri kemudian membetulkan kacamata hitamnya lalu memasuki mobilnya.
Dari jauh seorang pria yang diam - diam membuntuti Zacklee dan Ellena tersenyum licik dari dalam mobil.
" Kau sudah menghancurkan putriku, sekarang lihatlah pembalasanku kepada anak kembarmu Lee ". Ucap seorang pria didalam mobil.
***
Tok.. Tok.. Tok..
" Masuk ". Marcel tersadar dari lamunannya.
" Bos, Hari ini Rachel memulai kerjasama dengan Alex. Apa kau akan ikut? ". Tanya Veer.
" Alex? ". Ucap Marcel lirih.
" Aku akan ikut ". Marcel dengan cepat beranjak dari tempat duduknya.
" Tumben si Bos semangat.. Biasanya di belakang layar ". Veer terkeukeuh dengan sikap Marcel.
Sesampainya di Cafe, Marcel diam - diam mencuri penghilatan mencari Ellena. Marcel sengaja meminta ijin ke toilet.
" Dimana toiletnya? ". Teriak Marcel kepada salah seorang pelayan yang melintas.
" Disebelah Sana Tuan ". Pelayan itu menunjuk arah toilet.
" Terimakasih ".
" Veer Aku ke toilet dulu ".
" Siap bos ". Jawab Veer yang masih sibuk dengan Rachel.
" Ellena kau dimana, Kaka disini sayang ". Batin Marcel matanya masih mencari - cari soal Ellena. Tak disangka ucapannya langsung di dengar oleh sang pencipta Ellena melewatinya menuju ke dapur.
Marcel mengikutinya memastikan jika itu benar - benar Ellena.
" Luna yang disebelah Sana sudah siap ". Tegur Ellena dengan lembut.
" Sudah Nona ". Jawab Luna salah satu pelayan di Cafenya.
" Dafa, yang disini juga sudah siap kan? ". Ellena beralih menyapa Dafa.
" Sudah Nona ". Dafa pun mengangguk.
" Terimakasih untuk kerja keras Kalian. Kalian bisa mempersiapkan makan siang untuk para tamu klien kita ".
" Ellena ". Marcel yang sudah tak bisa menahan rindunya selama ini memanggilnya terlebih dulu.
Ellena terdiam, dia sangat familiar dengan si empu pemilik suara. Ellena membalikkan badannya pelan, memastikan kecurigaannya. Perlahan Ellena memperjelas penglihatannya dan benar.. Ellena terdiam mematung melihat Marcel Kaka tercintanya yang sekarang berada dihadapannya.
" Ka_kaaa.. ". Ucapnya lirih bersamaan dengan lelehan air mata.
Marcel berhambur memeluk adiknya. Mereka menangis saling melepas rindu.
" Kenapa kau pergi Ell ". Tanya Marcel masih dengan suara seraknya.
" Maafkan aku Ka ". Ellena juga menjawab dengan suara seraknya.
" Apa yang sebenarnya terjadi? Kenapa kau pergi selama ini? ". Marcel mengulang pertanyaannya.
" Maaf Ka.. Ellen hanya mengikuti kata hati ".
" Pulanglah Ell.. Kita semua merindukanmu ". Marcel selalu mengerti apa yang dipikirkan Ellena jadi dia tidak melanjutkan pertanyaannya.
" Ka.. Maaf aku belum bisa ". Jawab Ellena sambil berbalik.
" Kau masih istri sah Zacklee.. Apa pantas kau hidup bersama Alex ".
Deg!
Ucapan Marcel yang membuat pikiran Ellena tersadar sekejap. Ingatan pernikahan bersama Zacklee berhambur semua dari memorynya.
" Kaka tentu tahu mengapa aku seperti sekarang ini. Jangan salahkan Ka Alex, karena semua yang terjadi atas kehendakku ". Ellena masih membalikkan badan membelakangi Marcel.
" Terserah kau Ell.. Kaka hanya minta kembalilah ke Rumah. Mama Papa sangat merindukanmu ". Marcel teringat saat terakhir kali bertemu Mama Papanya yang begitu bahagia akan berkunjung ke Negara L untuk memberi surprise Ellena sebelum berangkat ke Negara K.
" Mama Papa.. Maafin Ellena ". Ellena memegang dadanya menahan sesak yang menyelimuti hatinya. Dia tahu jika Marcel berusaha menyampaikan pesan terakhir kedua orangtuanya sebelum meninggal dunia.
" Mommy ". Teriak si Kembar yang pulang sekolah tanpa Alex.
Jelas Marcel juga terkejut dengan ini. Mendengar dua anak Kembar yang memanggil adiknya dengan panggilan Mommy.
" Sayang kenapa kalian tak menunggu Mommy". Kemudian Ellena menengok kearah orang yang pulang bersama mereka, matanya mencari - cari seseorang yang mengantar kedua anak nya pulang. Ellena berjongkok bersejajar dengan anak kembarnya.
" Mommy menangis ". Fiona tak menjawab pertanyaannya malah Fiona memperhatikan bekas air mata Ellena yang belum kering, lanjut tatapan matanya mengarah kepada Marcel yang berada dibelakang Ellena.
" Apa Paman ini yang menyakiti Mommy ".
Ucapan Fiona dengan Marah.
" Kenapa Paman sakiti Mommy aku ". Fiona menarik ujung jaz Marcel.
Marcel dengan mata yang berkaca - kaca ingin memeluk keponakannya. Marcel berjongkok memandangi wajah Fiona dari dekat mendengarkan ocehan kemarahan anak kecil dihadapannya.
Felix yang terus memperhatikannya teringat salah satu wajah di foto Mommy nya yang sekarang dia simpan.
" Paman ini, kenapa mirip sekali dengan yang di Foto Mommy ". Batin Felix yang masih menerka - nerka.
" Tak mungkin, Paman ini memang yang berada di Foto itu ". Gumam Felix setelah dia benar - benar mengingatnya.
" Fio.. ". Panggil Felix sambil menarik tangan Fiona.
" Kaka ganggu aja sih, bukannya bantuin ". Kesal Fiona yang tak terima Felix mengganggunya.
" Fio_ ". Ucapan Felix yang kemudian terpotong panggilan Marcel.
" Kalian keponakan Paman kemarilah nak ". Marcel yang sangat yakin jika kedua anak kembar didepannya adalah keponakannya mencoba untuk memanggilnya untuk memeluk mereka.
Felix dan Fiona terdiam, mereka saling beradu pandang tentang siapa Marcel sebenarnya. Ellena yang melihatnya kembali mengeluarkan air mata harunya. Rasa bahagia tak bisa lagi dia ungkapkan. Mungkin takdir sudah saatnya mempertemukan mereka semua.
Felix dan Fiona beralih menatap Ellena meminta pendapat. Ellenapun mengangguk agar Felix dan Fiona memeluk kembali Paman Mereka.
" Paman ini siapa Mommy? ". Fiona yang tak sabar dengan penasarannya akhirnya mempertanyakan siapa Marcel.
Begitupun dengan Felix dia juga sedang menunggu jawaban Mommy nya.
" Paman ini Kaka Mommy, tidak lain tidak bukan dia ini Paman kalian ". Ellena menjelaskannya dengan hati - hati.
" Sudah kuduga ". Batin Felix setelah mendengar jawaban Ellena.
" Paman, maafkan sikap adikku yang sudah memarahi Paman. Adikku dan aku sangat menyayangi Mommy. Jadi siapa saja yang membuat Mommy menangis harus berhadapan dengan kita, termasuk Papa ". Ucap Felix seolah dirinya menjadi dewasa dan itu membuat Marcel semakin gemas lalu menggendongnya.
" Paman, aku sudah besar jangan gendong aku nanti kalau teman - temanku Melihatnya mereka akan menertawaiku habis - habisan ". Protest Felix seperti biasa, dia memang tidak suka jika Ada yang mengatakannya anak - anak. Padahal aslinya juga masih anak - anak.
" Kau sangat menggemaskan mirip Papamu ". Marcel mencubit gemas pipi Felix.
" Ka Marcel ". Alex yang baru datang tak menyangka jika Marcel terjun langsung mengerjakan kontrak kerjasamanya.
" PAPA ". Si kembar Felix Fiona beralih kepada Alex yang baru tiba. Felixpun turun dari gendongan Marcel. Bagaimana dengan ekspresi Marcel? Tentu dia sangat terkejut sekali mendengar panggilan si Kembar kepada Alex. Marcel menoleh kearah Ellena yang menunduk.
" Ellena sepertinya kau harus menjelaskannya semua ". Batin Marcel yang masih menatap Ellena.
" Kenapa kalian tak mengabariku kalau pulang duluan? ". Tanya Alex kepada Felix dan Fiona.
" Maaf Pa.. Tadi Fiona dan Ka Felix diantar pulang saja Om tampan, dia baik sekali Pa.. Uda membantu Fiona mengikat tali sepatuku saat Fiona akan terjatuh ". Fiona menceritakannya dengan bahagia.
" Om tampan juga tadi bawain Fiona dan Ka Felix mainan. Tapi, ka Felix menolaknya ". Fiona menatap tajam kearah Kakanya yang merasa tak bersalah.
** Sebelumnya
Betapa terpukulnya Zacklee saat mendengar Ellena ternyata selama ini bersama Alex ditambah lagi Zacklee yang sudah mendapatkan informasi tentang kebenaran jika Alex memiliki Anak kembar dengan sengaja Zacklee mengawasinya diam - diam bersama Dewa.
Zacklee ingin tau seperti apa anak kembar Alex yang kebetulan satu sekolah dengan Chloe , Safira, Nick dan Nathan.
Zacklee mencengkeram ponselnya dengan kuat saat melihat Alex memeluk dan mencium anak kembar yang beberapa hari ini mengganggu pikiran Zacklee.
" Breng*** kau Alex! Kau benar - benar merebutnya dariku ".
Dewa yang berada disamping Zacklee pun ketakutan dengan Sisi lain bosnya saat kecewa dan Marah. Sebenarnya Dewa merasa Ada yang ganjal saat melihat foto Felix dan Fiona pertama kali, menurutnya wajah mereka lebih mirip bosnya ketimbang sahabat bosnya. Tapi Dewa takut untuk membicarakannya.
" Dewa kau tahu apa yang harus kau lakukan ". Ucap Zacklee dingin menakutkan.
" Hancurkan anak itu ". Lanjutnya masih dengan mata yang berapi - api.
Dewa mengangguk menerima perintah Zacklee dengan patuh meski hatinya tidak begitu yakin.
Setelah mengamati Alex yang sudah pergi, Zacklee turun dari mobilnya dan memanggil Felix dan Fiona yang akan memasuki sekolah.
" Felix Fiona ". Panggil Zacklee sambil membawa tentengan ditangan kanan kirinya. Ternyata Zacklee sudah mempersiapkan rencananya semua.
" Om tampan ". Terulas senyum bahagia dari bibir Fiona.
" Ellena ". Gumam Zacklee yang teringat Ellena saat Fiona tersenyum.
Fiona kemudian menghampiri Zacklee.
" Om tampan, dimana Fira? ". Fiona yang mencari Safira yang sering diantar Zacklee.
" Om, sengaja kesini mau kasih ini buat Fiona dan Felix ". Zacklee sambil menyodorkan tentengannya kepada Fiona.
Tangan Fiona yang akan mengambilnya ditarik Felix dengan cepat dan itu membuat Fiona mengerucutkan bibirnya.
" Mainan kita sudah banyak karena Papa selalu membelikan kita ". Sahut Felix dengan ketus.
Zacklee tersenyum sinis mendengar Felix membanggakan Alex.
" Kau sama menyebalkannya dengan Papa breng***mu ". Bat in Zacklee geram dental tingkah Felix.
" Ayo Fio.. ". Ajak Felix berjalan lebih dulu, sedang Fiona sebelum dia pergi membisikkan sesuatu di Telinga Zacklee,
" Om tampan, sorry ".
Zacklee tersenyum mendengar ucapan manja Fiona dia teringat kembali ketika Ellena menggodanya.
Fiona segera mengikuti Felix yang terlebih dulu berjalan sambil melambaikan tangan sambil sembunyi - sembunyi.
Sepulang sekolah Zacklee sengaja menjemput Felix dan Fiona. Meskipun Felix menolak, tetapi si cantik Fiona mampu membuat Felix menurutinya. Fiona, entah mengapa dirinya merasa nyaman berada didekat Zacklee. Entah karena simpati atau ikatan batin diantara mereka. Fiona bisa langsung akrab dengan Zacklee berbeda dengan Felix, dia masih berpikir tentang foto Zacklee yang memeluk Mommynya.
" Sebenarnya siapa Om ini mengapa dia memeluk Mommy ". Gumam Felix Salam hatinya tetapi matanya memperhatikan Zacklee yang sedang bercanda dengan Fiona.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Hai... hai... hai...
Apa kabarnya para Reader tercinta💗
Maaf baru bisa UP..
Othor baru mempersiapkan peperangan yang menguras jiwa dan raga, maafin othor kalau UPnya limite - limite 🙏😭
Othor janji selesai perang bakal UP double🥰
Yang terpanting Like, Vote, Comment nya UP terus ya 😘