
'Tak seharusnya kau mengalaminya'
......................
°°°
"Apa kau akan membenciku setelah mengetahui seperti apa masa laluku?" tanya Rachel yang sangat takut.
"Kau sudah aku anggap saudariku sendiri, bagaimanapun masa lalumu biar menjadi masa lalu Rachel" ucap Ellena yang faham dengan perasaan Rachel saat ini.
Terlihat Rachel yang menarik nafasnya dalam kemudian mengeluarkannya dengan kasar. Rasanya dirinya masih merasa hina karena sudah mau memberikan hal berharganya kepada pria yang baru saja dia kenal.
"Ell.., aku bukanlah wanita bersih. Kehidupanku sangatlah kelam" Rachel menjeda ucapannya sejenak mengambil nafas untuk mengisi tenggorokannya yang tiba-tiba mengering mengingat peristiwa kelam hari itu.
Ellena memegang bahu Rachel, menguatkan hatinya.
"Hari itu aku tak sengaja mendengar keributan dirumah sepulangku dari bekerja paruh waktu. Aku terlahir bukan dari keluarga berada Ell.. , Ayahku seorang pemabuk serta penjudi berat sedangkan Ibuku hanya seorang Ibu Rumah tangga biasa" Rachel tersenyum saat menceritakan Ibunya.
"Hari itu, Ayahku mencariku entah setan apa yang merasuk kedalam pikiran Ayahku beliau terang-terangan akan menjualku sebagai pelunas hutang-hutang judinya. Ibu yang tak setuju kemudian memintaku untuk pergi dari rumah tapi, belum sampai jauh aku sudah tertangkap anak buah Ayahku" Rachel tersenyum getir.
"Aku lalu dibawa oleh Ayah ke suatu tempat bertransaksi jual beli wanita. Kau tau Ellena bagaimana perasaanku saat itu,? " Rachel kemudian menunduk sambil menyeka air matanya.
"Aku dijual dengan seseorang dengan panggilan Madam. Aku berontak, berteriak serta menangis meminta pertolongan. Sampai seseorang menarikku untuk berdandan dan segera mengganti pakaian yang sangat minim, hampir semuanya tubuhku terlihat. Aku didorong di sebuah Kamar, kamar yang memang belum aku kenali. Tiba-tiba pintu kamar terbuka dan muncullah seorang pria tampan yang sedang mabuk. Dia dengan pergerakan cepatnya mendekatiku menarik tubuhku kedalam pelukannya bahkan dia dengan memaksa dan menyambar bibirku dengan brutal dia memaksaku untuk memenuhi hasratnya" Air mata Rachel tak bisa tertahan lagi. Ellena memeluknya dengan hati yang terasa pilu bagai tersayat oleh tajamnya parang.
"Setelah itu aku yang sudah tak berdaya hanya bisa menatap pria yang sudah merenggut sesuatu yang berharga di tubuhku. Makin lama aku menatapnya aku tak merasakan benci Ell, aku menyukainya. Apa mungkin ini yang dinamakan jatuh cinta pandangan pertama? Entahlah Ell.. Yang kurasa saat itu adalah aku tak mau berpisah darinya"
"Bagaimana bisa kau menyukainya Rachel? Apa dia sangat baik? Orang baik tak akan melakukan hal seperti itu..., " Tanya Ellena. Karena menurutnya Rachel sudah dibohongi oleh pria itu.
"Dia baik Ell.. , dia yang menolongku dari anak buah madam. Dia juga yang sudah meminjamkan apartemennya sementara untukku bersembunyi" Ucap Rachel melupakan tangisnya.
"Pria yang sangat aneh" Gumam Ellena.
"Kami juga terlibat sebuah kesepakatan untuk tidak membawa hubungan panas malam kami dengan perasaan cinta" Rachel terkekeh mengingat kesepakatan aneh yg dibuatnya.
"Padahal dari awal aku sudah mengingkarinya. Aku sangat mencintainya Ell.. ," Ucap Rachel.
"Kalau aku mengenalnya, aku akan segera menghajarnya" Umpat kesal Ellena.
"Kau mengenalnya Ell..," sahut Rachel menatap Ellena yang menoleh kearahnya.
"Aku mengenalnya?" tanya Ellena memastikan. Rachel mengangguk .
"Siapa dia Rachel? Bolehlah aku mengetahuinya?" Tanyanya lagi.
Rachel menetralkan perasaannya terlihat dari ekspresinya. Ellena lalu menggenggam tangan Rachel supaya Rachel tak ragu memberitahukan siapa pria itu.
"Dia Alex" Jawab Rachel Lirih.
"Ka Alex?" Ellena mendelik mengetahui sosok prianya adalah Alex.
"Kau tenanglah aku akan membuatnya mempertanggung jawabkan semuanya.
" Rupanya kau disini Rachel" Suara bariton yang mengejutkan Rachel dan Ellena di Taman.
Sebelumnya Ellena dan Rachel berhenti di Taman tengah kota dekat dengan markas pensiunan Cassanova. Ellena yang melihat Rachel sudah curiga, akhirnya dia berniat untuk bertanya kepadanya lebih dulu. Rachel pun setuju dengan ajakan Ellena. Mereka berdua akhirnya berbincang serius di Taman.
"Ayah..!" Teriak Rachel. Dia sangat terkejut Ayahnya bisa menemukannya bersama anak buahnya.
"Kau masih mengingat Ayahmu Rachel?" Tanya Hery nama Ayah Rachel.
"Kau anak yang pintar memiliki teman yang sangat cantik, sexy dan__" Hery mengerlingkan satu matanya dengan genit.
"Ellena aku akan menendang yang kanan dan kau segera berlarilah. Aku akan menyusulmu" Ucap Rachel, Ellena mengangguk menyetujui saran Rachel.
Dan benar saja di hitungan ketiga Rachel dan Ellena memulai aksinya. Rachel yang menendang anak buah Ayahnya.
"Ellena kita pergi.., " Teriak Rachel yang menyusul Ellena berlari.
"Breng*** kalian! Berani main-main dengan Hery.
Hery dan anak buahnya mengejar Ellena serta Rachel. Dia bersembunyi disemak-semak dekat Taman kota. Rachel dan Ellena membungkam mulut mereka masing-masing.
'Ka Lee, cepat tolong aku' batin Ellena ketakutan.
Tiba-tiba saja ponsel Ellena berdering, Rachel dan Ellena gugup karena lupa mematikan nada dering ponselnya. Ellena dengan segera menyentuh tombol hijau di layar ponselnya.
'Ka, tolong aku dan Rachel. Kita berada di Taman ko__' belum selesai Ellena berbicara ponsel Ellena di sahut oleh Hery dan dibanting hingga pecah.
Hery menyuruh anak buahnya untuk segera menangkap Ellena dan Rachel. Ellena sendiri sangat ketakutan pasalnya ini bukan pertama kalinya dirinya diculik.
" Ayah, jangan kau sakiti temanku. Kalau Ayah ingin menjual.., jual lah aku karena temanku orang baik Ayah" Rengek Rachel dihadapan Ayahnya.
"Aku akan menjual kalian berdua. Bawa mereka berdua kehadapan Madam" Perintah Hery dengan tawa gilanya.
°°°
Sementara di markas pensiunan Cassanova sedang kebingungan dengan apa yang terjadi dengan Ellena dan Rachel. Zaskia sendiri tak ikut serta karena dirinya harus mempersiapkan diri untuk job besok pagi di Negara Turki.
"Lex, kenapa Ellena lama sekali?" tanya Devan curiga.
"Seharusnya dia sudah tiba daritadi. Jarak antara Hotel kesini tak memakan waktu yang lama" sahut Devan.
Shandy dan Revan tiba bersamaan.
"Dimana si anak itu kenapa belum tiba?" tanya Shandy yang kemudian segera menekan tombol di ponselnya.
"Gimana Shand? apa Ellena tak mengangkat panggilanmu?" tanya Revan yang langsung dijawab dengan gelengan kepala Shandy.
"Kita tunggu dulu, barangkali dia sudah bersama Lee" ucap Alex menenangkan sahabat - sahabatnya.
Selang berapa menit Zacklee masuk ke markas, dia heran karena belum melihat sosok istrinya.
"Lee, akhirnya kau tiba juga" sambil menengok belakang Zacklee.
"Dimana Ellena Lee? tanya Shandy tak melihat adiknya bersama Zacklee.
"Seharusnya aku yang bertanya, dimana Istriku? karena dia tadi pulang lebih dulu dari kita" ucap Zacklee mulai khawatir.
Deg!
Shandy, Alex, Revan dan Devan saling bertukar pandangan. Sepertinya yang mereka saat ini adalah dugaan yang sama. Disaat mereka akan berargument Zacklee segera menghubungi ponsel Istrinya.
'Ka, tolong aku dan Rachel. Kita berada di Taman ko__'
......................
Selamat hari Jum'at berkah buat kita semua🤲
Jangan lupa bersedekah.....,
Sedekah Like, Vote dan Koment juga bisa gess 🥰