What I Think

What I Think
Sunny



Happy Reading....


......................


"Lee, akhirnya kau tiba juga" sambil menengok belakang Zacklee.


"Dimana Ellena Lee? tanya Shandy tak melihat adiknya bersama Zacklee.


"Seharusnya aku yang bertanya, dimana Istriku? karena dia tadi pulang lebih dulu dari kita" ucap Zacklee mulai khawatir.


Deg!


Shandy, Alex, Revan dan Devan saling bertukar pandangan. Sepertinya yang mereka saat ini adalah dugaan yang sama. Disaat mereka akan berargument Zacklee segera menghubungi ponsel Istrinya.


'Ka, tolong aku dan Rachel. Kita berada di Taman ko__'


Zacklee hampir menjatuhkan ponselnya mendengar teriakan istrinya, matanya mulai memerah rahang kokohnya mengeras. Zacklee berlari keluar menuju mobilnya dikejar oleh ke empat sahabatnya.


"Dev, lacak keberadaan Ellena" pinta Shandy.


Devan langsung mengambil laptopnya yang selalu dia bawa kemanapun. Devan dengan jari - jari lincahnya dengan sekejap mampu menemukan keberadaan ponsel Ellena.


"Taman Kota" Teriak Devan.


"Sial! Kenapa saat aku melewatinya tak melihatnya sama sekali" pekik Zacklee sambil memukul setir mobilnya.


Di mobil yang di tumpangi Alex dan Revan juga sama. Alex mengumpat kesal karena lagi - lagi Ellena menjadi korban penculikan.


Setelah sampai Taman Kota semuanya bergegas mencari keberadaan Ellena dan Rachel. Tapi sayang Ellena maupun Rachel tak ditemukan, Zacklee hanya menemukan ponsel Ellena yang terjatuh di semak tempat dia bersembunyi dengan Rachel.


'Sayang, kau dimana? Bagaimana kondisimu' batin Zacklee meremas ponsel istrinya.


Zacklee kemudian menghubungi Dewa untuk mencari keberadaan Ellena.


...'Bos, sepertinya kau sangat khawatir. Apa ada masalah?' tanya Dewa dalam telfon. ...


'Kau segera cari orang yang berani bermain-main denganku dan pastikan dia hancur' ucap Zacklee menakutkan.


...'Segera laksanakan bos. Nona akan segera aku temukan' ...


Kemudian mereka mengakhiri obrolannya.


"Kalau Ellena bersama Rachel, terus dimana Rachel? Apa ini ada hubungannya dengan Rachel juga" terka Revan.


Drrrrttt... Drttt...


...'Bos, anak buahku sudah mendapatkan infonya. Nona dan teman wanitanya dibawa oleh Hery pria dewasa pemabuk dan penjudi'...


'Hery? Siapa sebenarnya dia? Apa hubungannya dengan istriku?'


...'Aku akan mencari infonya lagi bos'...


Dengan cepat Zacklee mendapatkan informasi tentang penculikan Istrinya dan Rachel.


"Hery... , " Alex nampak berpikir rasanya tak asing nama itu di telinganya. Alex mencoba mengingatnya lebih keras lagi dan.. ,


"Aku tau dimana mereka" ucap Alex segera bergegas memasuki mobilnya. Zacklee dan yang lain saat ini berada satu mobil dengan Alex.


"Siapa Hery itu Lex? Apa kau mengenalnya?" tanya Zacklee yang daritadi ingin menanyakannya.


"Dia Ayah Rachel dan aku yakin saat ini dia akan menjual Ellena dan Rachel di bawa ke club biasanya" terka Alex.


°°°


PLAK!


"Apa kau cari mati, hah!" ucap wanita yang dipanggil Madam oleh Hery dan yang lainnya.


"Maksud Madam apa? cari mati? Aku tak mengerti sama sekali" ucap Hery yang memang tak mengerti apa - apa.


"Wanita yang kau bawa itu adalah Ellena Mahendra, istri dari Zacklee Mahendra pengusaha terkaya dan ternama di Kota ini" ucap Madam yang sedikit pusing dengan kelakuan Hery.


"Aku tak mau berurusan dengannya" imbuhnya sambil mengibaskan salah satu tangannya.


Seketika wajah Hery berubah menjadi takut, dan dengan cepat pula wajahnya menjadi bahagia.


"Madam, apa ini hal yang sangat bagus?" ucap Hery dengan segala pemikirannya.


"Kita bisa meminta uang tebusan yang sangat banyak kepada pria itu" ide gila yang keluar dari otak Hery.


"Terserah kau saja Hery, jangan libatkan aku jika kau terkena masalah dengan keluarga Mahendra" ucap Madam sambil berlalu.


Sementara di sebuah kamar Ellena dan Rachel sedang memikirkan cara untuk bisa keluar dari tempat Jahanam ini.


"Ellena, maafkan aku yang sudah melibatkanmu sejauh ini" ucap Rachel menyesal.


"Kita hadapi bersama Rachel" ucap Ellena meraih dan menggenggam tangan Rachel.


"Kau yang bernama Rachel ikutlah denganku. Karena sudah ada pria yang membayarmu empat kali lipat" ucap seorang pria bertubuh besar.


"Mau kau bawa temanku" cegah Ellena.


"Tenang saja, dia akan kembali dengan baik Nona Mahendra" ucap pria bertubuh besar membuat Ellena tercengang karena pria tersebut mengenal keluarga suaminya.


Rachel kemudian menuruti perintah pria tersebut, demi Ellena dia rela melakukan apa saja asal Ellena tak terlibat sama sekali dengan persoalan masa kelamnya.


"Rachel.., " panggil Ellena melihat Rachel mengikuti pria tersebut.


Ellena menghempaskan nafasnya pelan. Saat ini dia bingung harus berbuat apa, ponselnya terjatuh saat dirinya menghubungi suaminya.


Ceklek.


Seorang anak kecil seusia Felix dan Fiona, bermata kecokelatan, berambut gelombang tiba-tiba masuk kedalam kamar Ellena.


"Maaf Aunty, aku hanya mencari mainanku disini" ucap gadis cilik berwajah cantik itu.


"Siapa namamu cantik?" tanya Ellena yang tertarik dengan gadis cilik tersebut.


"Madam memanggilku Sunny" ucap gadis cilik yang baru saja memberitahu Ellena namanya.


"Sunny. Waow nama yang cantik sekali secantik wajahmu" tanpa Ellena sadari dia memeluk dan mencium pipi gembulnya.


"Aunty juga sangat cantik. Bolehkah Sunny bersama Aunty disini sebentar?" tanya bocah kecil tersebut.


"Aku sangat senang jika kau temani Sunny" ucap Ellena bahagia.


"Kenapa kau berada di tempat ini cantik?" tanya Ellena.


"Kata Madam orang tuaku membuangku dari kecil. Mereka sangat jahat Aunty" ucap bocah cantik didepannya.


'Kenapa dia bisa berpikiran seperti itu? Apa yang sebenarnya terjadi' batin Ellena mendengar Sunny bercerita seperti itu.


"Sudahlah cantik kita lupakan" ucap Ellena sambil menangkup pipi gembul Sunny.


"Gelang Aunty cantik sekali.., " ucap Sunny yang suka dengan gelang Ellena pemberian dari Alex.


"Kau suka?" tanya Ellena.


"Sangat suka Aunty" ucap bocah cilik yang masih memainkan gelang Ellena.


"Kalau kau suka, kau boleh memilikinya" sambil melepas gelang tersebut.


"Gelang ini sangat ajaib.., " ucap Ellena yang langsung membuat Sunny menjadi penasaran.


"Ajaib?" ucap Sunny mengulangi ucapan Ellena.


"Iya, ajaib cantik.. Karena jika kau menggosoknya dengan pelan dan kau katakan keinginanmu semuanya akan terwujud" ucap Ellena menceritakan dengan semangat.


Sunny kemudian mengikuti langkah yang Ellena berikan. Tangan mungilnya mulai menggosok perlahan liontin gelang berbentuk lampu Aladin.


"Aku hanya ingin bertemu Mama Papaku bisakah kau mengabulkannya" ucap Sunny.


Ellena tersenyum mendengar keinginan tulus dari gadis cantik ini.


'Kenapa orangtuamu membiarkan kau hidup dilingkungan seperti ini' batin Ellena, tangannya sambil mengelus ujung rambut Sunny.


°°°


"Kau segera masuklah, pria itu sudah menunggumu didalam. Jangan membuatnya marah" ucap pria bertubuh besar.


'Maafkan aku Lex karena sudah mengingkari perjanjian kita untuk tidak kembali ke lembah ini' batin Rachel menyesal.


Rachel memasuki kamar yang sudah di booking oleh seorang pria tak dikenalnya. Terlihat pria itu sedang menatap keluar jendela.


"Tuan aku sudah siap" ucap Rachel akan melepaskan pakaiannya.


"Kau serius akan melakukannya denganku" suara pria yang sangat familar di telinga Rachel.


Rachel dengan segera menarik pakaiannya kembali.


"Devan!!!"


......................


Terimakasih para pembaca setia Author🙏


Semoga Rezeki para pembaca dimudahkan serta dilancarkan oleh Allah🤲🤲


Jangan lupa tinggalkan jejaknya ya ka..


LIKE, VOTE, COMMENT plus Mawar merah tercintanya 🌹