
......................
Buat apa menyerah jika masih punya kesempatan untuk menunggu?
Jika ternyata nanti tidak mendapat apa-apa
atau tidak menjadi siapa-siapa,
setidaknya aku tidak menyesal karena sudah berusaha.
Tidak sesuai harapan bukan berarti sia-sia.
Pasti ada hal baik datang setelahnya.
*****
"Kalau aku harus memilih diantaranya, aku akan memilihnya"
......................
Rachel tak tahu lagi harus berharap atau berhenti kepada Alex. Sepertinya sudah cukup perasaannya kepada Alex. Tetapi hatinya menolak untuk berhenti. Setiap senyum, perhatian yang Alex berikan selalu saja bisa membuatnya menjadi yang berarti.
"Hai, ngalamun aja daritadi" Ucap Zaskia menepuk bahu Rachel.
"Kita sudah selesai kan Ki? Kalau sudah aku mau pamit pulang" Ucap Rachel.
"Kamu kenapa Rachel?" Tanya Zaskia yang curiga.
"Tak ada masalah kok..," Sahut Rachel tersenyum manis mengalihkan kecurigaan Zaskia.
Sebelumnya°°
"Kapan Papa Alex menikah?" Tanya si cantik Fiona.
"Hei.., kenapa kau tiba-tiba menanyakan tentang pernikahan?" Alex sambil mencubit hidung mungil Fiona, gadis cantik bergaris keturunan bule itu mengibaskan tangan Alex dari hidungnya.
"Sakit Pa.., " Pekiknya.
"Maaf sayang, Papa sangat gemas denganmu" Kali ini gantian Alex mendaratkan ciuman di pipi gadis kecil berparas bule itu.
"Papa..., jawab dong.. Malah cium-cium terus, pertanyaan Fiona ga dijawab" Ucapnya sambil cemberut.
"Haruskah Papa menjawabnya?" Tanya Alex pura-pura serius.
"Iya lah.. , kan Fiona bisa ikut menilai dia pantas ga buat Papa" Sambil terkekeh si kecil Fiona terlihat makin cantik.
"Emm.., " Alex sedikit berpikir.
"Papa belum tau?" Jawabnya jengah.
"Kenapa Pa?"
"Karena Papa belum bisa menemukan wanita seperti Mommy" Ucapnya sambil menatap Ellena.
"Mommy punya Papaku Zacklee Pa.., Papa Alex cari yang lain saja. Aunty Rachel saja.., Fiona suka dengan Aunty" Pendapat Fiona dalam bagian rencananya.
Alex ikut mengarah ke Rachel yang sedang bersama Ellena dan Dhea.
"Kau anak kecil belum tau apa-apa" Sambil mencubit pipi gembulnya.
"Aunty Rachel cantik ya Pa?" Bukannya memperhatikan Rachel, Alex malah memperhatikan Ellena yang berada disamping Rachel.
"Kau mau menggoda Papa ya? Terlihat jelas kalau mereka jelek" Alex mencebik ucapan Fiona.
"Kok jelek Pa?" Tanya Fiona heran.
"Mereka semua jelek cantik kan putri Papa yang bernama Fiona., " Alex mempererat pelukannya dengan Fiona.
"Kata Mommy dan Papa Zacklee, Fiona sangat cantik" Ucapnya jemawa membanggakan dirinya.
"Ayolah Pa..., ayo... " Rengek Fiona.
"Fiona.., apa Alex menyakitimu?" Tanya Devan yang tak sengaja melewatinya.
"Iya Om sipit, Papa Alex tak mau bilang kalau Aunty Rachel itu cantik. Papa Alex malah bilangnya Mommy Fiona yang cantik" Ucap gadis cantik itu dengan polos.
"Hhee.., biar Om yang mengatasinya" Sahut Devan lalu Fiona ikut bergabung dengan Kaka kembarnya Felix.
"Lex, bilang aja napa.. Toh Rachel ga jelek-jelek amat" Sindir Devan.
"Jangan bilang elu lagi merhatiin si Ellena" Devan curiga karena sedari tadi Alex bukannya memperhatikan Rachel tetapi Ellena.
Memang sih malam ini Ellena terlihat sangat cantik. Meski dengan polesan tipis kalo dari oroknya uda cantik di apa-apain juga tetap cantik. Alex hanya menanggapi dengan senyum.
Ellena yang akan mengambil minuman tak sengaja mendengar dua pria sedang membicarakan Rachel.
..."Elu masih ingat ga model cantik bernama Rachel itu" Tanya pria berkacamata. ...
"Gue ingat banget, tuh wanita jal*** yang ada di club malam satu tahun yang lalu"
Jawab pria sebelahnya.
..."Sayang ya perusahaan besar seperti MF memperkerjakan dia, atau jangan-jangan pemilik MF ada main dengannya" Pria berkacamata berprasangka buruk. ...
"Tak mungkin pemilik MF ada main dengan wanita itu, seingatku dia seringnya sama Tuan Alex" Bisik pria sebelahnya sambil berbisik tetapi masih terdengar jelas oleh Ellena.
Ellena kemudian menaruh gelasnya kembali, dan segera menghampiri Alex meminta penjelasan soal ini.
Di satu sisi, Reyna yang tak sengaja menabrak Zacklee meminta maaf.
"Oups.., maaf Tuan aku ga seng_nga_ja" Ucap Reyna yang mengeja kalimat terakhirnya saat melihat wajah tampan Zacklee.
'Tampan sekali pria ini' batin Reyna.
"Tak apa Nona" Sambil mengusap jaznya yang terkena tumpahan air dari gelas Reyna.
"Sekali lagi saya minta maaf Tuan" Reyna membungkukkan sedikit tubuhnya.
"Aku tak apa Nona, hanya basah sedikit tak terlalu fatal" Ucapnya sambil tersenyum.
'Ya Tuhan, kenapa hatiku berdegup dengan kencang setelah melihat senyumnya' batin Reyna.
Kemudian Zacklee melewati Reyna yang masih mematung kagum dengan pesona Zacklee.
"Tuan.., perkenalkan namaku Reyna" Reyna yang tersadar cepat-cepat berbalik memperkenalkan dirinya.
"Iya Nona Reyna," Ucap Zacklee.
"Jangan panggil aku Nona, panggil saja aku Reyna"
Zacklee sedikit berpikir,
"Oke Reyna, perkenalkan aku Zacklee"
"Hai Zack, senang berkenalan denganmu" Reyna mengulurkan tangannya meminta jabatan tangan Zacklee. Tapi Zacklee tak menerima uluran tangannya karena dia melihat Ellena sedang menghampiri Alex dan Devan dengan wajah tidak baik-baik saja.
Bagaimana ekspresi Reyna? dia merasa kesal dengan sikap Zacklee. Selama ini tidak ada pria yang menolak kecantikannya. Tapi Zacklee membuat Reyna semakin penasaran dan ingin lebih dekat dengannya.
'Zack, kau harus ku miliki' ucapnya sambil menatap punggung Zacklee.
Shandy dan Revan yang melihatnya pun ikut menghampiri mereka.
"Ka, aku perlu bicara dengan kalian" Ucap Ellena yang sedikit kecewa.
"Ada apa Ell? Sepertinya ada yang sangat penting" Sahut Devan.
"Setelah acara selesai aku perlu bicara dengan kalian semua" Ucap Ellena menatap kelima pria dihadapannya. Zacklee, Revan dan Shandy yang baru bergabung saling melempar pandangan meminta penjelasan.
Ellena kemudian berbalik dan meminta Leha pengasuh si kembar untuk membawa pulang anak kembarnya terlebih dulu.
"Ell.., aku pamit dulu ya" Pamit Rachel yang sebenarnya sudah ingin pulang.
"Aku ikut pulang denganmu" Ucap Ellena membuat Rachel tiba-tiba bingung.
"Bukannya kau bersama Tuan Zacklee?" Tanya Rachel hati-hati karena Rachel merasa Ellena sedang terjadi sesuatu.
"Kalau begitu ikutlah denganku dulu sebelum kau pulang" Sahutnya yang berhasil membuat Rachel menurutinya.
Selesai acara Ellena meminta kelima pria menunggunya di markas biasanya. Ellena sengaja tidak ikut masuk ke dalam mobil suaminya. Dia lebih memilih menggunakan Taxi bersama Rachel.
"Sebenarnya kita mau kemana Ell?" tanya Rachel.
Ellena menatap Rachel ada rasa iba bercampur kecewa karena Rachel sudah menyembunyikan status sebelumnya. Meski itu masa lalunya Ellena hanya tak mau jika orang lain mengolok-oloknya. Air mata Ellena lolos begitu saja saat menatap Rachel, dia langsung memeluk Rachel. Rachel yang terkejut Ellena memeluknya terdiam mematung.
"Tak seharusnya kau mengalami ini semua Chel.., Kau wanita yang sangat baik" ucap Ellena.
Deg.
'Apa Ellena sudah mengetahui masa laluku' batin Rachel mulai curiga.
......................
Jangan lupa tinggalkan jejaknya ya ka🙏❤