
🍃🍃
Dewa tak sengaja mendengar para pengunjung cafe yang keluar membicarakan sebuah keributan yang terjadi didalam. Dewa teringat dengan Nona mudanya, Dewa memasuki Cafe dan terkejut dengan keributan disana.
Dewa tak menyangka jika Nona muda yang dikenalnya dengan anggun ternyata bisa lebih seram dari bossnya.
" Kau wanita ular Tasya! ". Sentak Ellena yang sudah tak bisa menahan emosinya.
PLAKK!
Tasya berdiri dengan sempurna dan menampar pipi Ellena.
" Kau ". Ellena terkejut dengan Tasya yang ternyata sudah sembuh. Ellena melemparkan tatapan tajam kearah Tasya sambil memegangi pipinya.
Dewa yang bingung akhirnya menghubungi bossnya. Dewa mengirim pesan dan foto Ellena yang sedang bertengkar dengan Tasya.
Disaat yang pas selesai rapat Zacklee menerima pesan dari Dewa.
" Zack, ada apa? ". Tanya Revan yang khawatir.
" Ellena bertengkar dengan Tasya di Cafe D ". Zacklee memberitahu Revan alasannya.
Zacklee dan Revan langsung menuju Cafe D.
" Asal kau tau, perusahaan Lee sedang diujung tanduk. Dengan Kau merelakan Lee untukku aku jamin perusahaan itu akan baik - baik saja ". Bisik Tasya dengan senyum jahatnya.
Ellena tak sadarkan diri tangannya refleks mendorong Tasya sehingga membuat Tasya pingsan dan dahinya berdarah akibat benturan.
" Nona ". Teriak Dewa menarik Ellena.
Sedang para pengunjung berteriak histeris melihat kondisi Tasya. Bersamaan dengan itu Zacklee dan Revan tiba, dia terkejut dengan ulah Istrinya.
Zacklee meminta Revan mengambil Tasya untuk segera di bawa ke Rumah Sakit sedang Zacklee mendekati Ellena dan menariknya keluar memasuki mobil.
Ellena yang terkejut dengan kedatangan Zacklee terdiam memandang marah kearah suaminya.
Dewa mengikuti Revan mengantar Tasya ke Rumah Sakit.
Didalam mobil Ellena menangis dalam diam, dia mengingat foto yang diperlihatkan Tasya barusan. Ellena terus saja menunduk menahan rasa sakit hatinya. Tak terasa perjalan mereka pulang telah sampai.
Zacklee memberhentikan mobilnya didepan gerbang. Ellena sedikit kebingungan karena Zacklee menurunkannya hanya sampai didepan gerbang.
" Sebaiknya kau istirahat ". Ucap Zacklee dingin.
" Kau akan menemuinya? ". Sahut Ellena ketus.
" Aku sudah mengingatkan dirimu untuk tidak keluar Rumah kecuali bersamaku ".
" Hah.. ". Ellena membuang nafasnya kasar, kali ini dia benar - benar tak mengerti jalan pikiran suaminya.
" Kau berjanji tidak akan menemuinya lagi ". Ucap Ellena mengulangi keresahan hatinya.
" Sebaiknya kau masuk ". Suara Zacklee sedikit berteriak dan itu sontak membuat Ellena terkejut. Ellena menahan air mata yang sudah penuh diujung matanya. Dirinya turun dengan langkah yang berat. Zacklee tak sedikitpun melirik kearahnya dan itu membuat Ellena semakin terluka.
Zacklee meninggalkan Ellena didepan gerbang dan segera melajukan mobilnya dengan kencang. Ellena yang menyadari berteriak sambil berlari mengejar mobil Zacklee.
" KAU SUDAH BERJANJI TAK AKAN MENEMUINYA ... HIKS.. HIKS ". Ellena menangis karena Zacklee sudah melupakan janjinya. Langit gelap awan hitam tak lagi bisa menahan isinya. Air hujan yang sudah tak bisa terbendung mengguyur tubuh Ellena melengkapi kesedihannya. Ellena terduduk lemas dipinggir jalan meratapi nasib masa depan Rumah tangganya.
Lama Ellena terduduk lemas dipinggir jalan dengan guyuran hujan dan langit malam yang gelap. Ellena mengingat semua perkataan Tasya tentang Zacklee.
" Kau mengulanginya lagi ". Gumam Ellena mengulang ucapannya dengan penyesalan.
Dewa yang melintas melihat Nona mudanya sedang dibawah derasnya guyuran hujan memberhentikan mobilnya. Dewa segera mengambil payung dan mendekati Nona mudanya.
Ellena yang merasa ada seseorang yang memayunginya mendongak keatas melihat siapa yang memayunginya.
" Untuk apa Kau memayungiku? ". Ucap Ellena ketus.
" Nona, anda bisa Sakit jika terus disini. Mari kita masuk ". Ajak Dewa.
" Apa Tuanmu yang menyuruhmu untuk memayungiku? Jika iya maka pergilah sampaikan padanya Aku tak membutuhkannya ". Tolak Ellena dengan kukuh.
Dewa tak lagi bisa membujuk Nonanya, lalu Dewa mencuri foto Nona mudanya untuk dikirim ke Zacklee agar Tuannya segera datang, sayang pesan itu tertunda. Dewa meninggalkan payungnya dan meninggalkan Nona mudanya karena Ellena terus mengancamnya.
****
Alex mengambil cuti dadakan sebab mendapat kabar jika Mamanya sedang Sakit. Marcel dan Shandy yang tak tega akhirnya memberikan Alex cuti satu minggu.
" Elu harus segera pulang.. ". Pesan Shandy agak berat.
" Oke boss ". Jawab Alex dengan senyum konyol nya.
Alex langsung memesan ticket pesawat sore hari arah tujuan Negara L. Alex mendarat di bandara L tepat pukul 23.00 waktu Negara L.
Saat Alex berjalan keluar matanya tak sengaja memperhatikan wanita cantik yang sedikit kucel sedang menangis. Awalnya Alex cuek dengan wanita tersebut. Tapi saat wanita itu memegang gelang yang dipakainya dan menggosoknya Alex teringat sosok Ellena. Alex berbalik arah karena sesuatu hal.. Dan benar saja dugaan Alex jika wanita itu adalah Ellena.
" Ellena ". Alex memastikan jika itu benar Ellena.
Ellena menoleh kearah sumber suara Dan langsung memeluk Alex dengan tangis sekencang - kencangnya.
" Akhirnya kau datang Ka.. Hiks.. Hiks.. ".
Alex dengan ragu ingin membalas pelukan Ellena tapi akhirnya dia memeluknya.
" Apa yang terjadi denganmu Ell ". Gumam Alex dalam hatinya.
Tiba - tiba Ellena pingsan untung Alex masih memeluknya. Jadi Ellena tidak terjatuh. Alex yang panik menepuk - nepuk pipinya berharap Ellena sadar tetapi tak ada reaksi. Alex terpaksa membopong Ellena memasuki mobil jemputannya. Alex terus menggosok - gosok tangan Ellena yang terasa dingin. Wajahnya mulai pucat dan itu membuat Alex makin panik.
" Ell.. Bertahanlah ".
Alex membawa Ellena ke Rumah Mamanya. Karena dia bingung harus membawa Ellena kemana.
" Siapa itu Nak? ". Tanya Mamanya Alex yang terkejut ketika membukakan pintu untuk Alex.
" Nanti Alex jelasin Mam, Mama tolong bisa gantiin pakaiannya? Pakaiannya basah Mam.. Ga mungkin Alex menggantinya ". Nova tersenyum dengan ucapan puteranya.
Sembari menunggu Mamanya mengganti pakaian Ellena, Alex menghubungi Dimas dokter pribadinya yang kebetulan juga berada di Negara L. Dimas sendiri ternyata tinggal yang tak jauh dari lokasi tempat tinggal Mamanya. Jadi tidak ada 30 menit Dimas sampai ke lokasi.
" Dimas, segera periksa dia.. ". Alex yang terlihat panik.
Dimas lalu masuk ke dalam kamar Alex Dan memeriksa Ellena. Dimas tersenyum untuk kedua kali dia memeriksa wanita yang sama. Senyuman Dimas terhenti saat menyadari pemeriksaannya ada sesuatu yang aneh. Dimas mengulangi pemeriksaannya sekali lagi untuk memastikannya.
Selesai memeriksa Ellena Dimas menarik tangan Alex. Sedang Nova mendekati Ellena yang masih belum sadarkan diri.
" Tokcer ya loe Lex ". Bisik Dimas di Telinga Alex.
Alex mengernyitkan dahinya tak mengerti yang diomongkan Dimas.
" Sejak kapan elu ga pake pengaman? ". Pertanyaan Dimas kali ini membuat Alex menatapnya tajam.
" Ha.. Ha.. Tenang bro.. Selamat cewek elu hamil ". Ucap Dimas yang akhirnya memberitahu hasilnya.
Alex membelalakkan matanya terkejut dengan ucapan Dimas.
" Maksud elu? ".
" Iya, cewek elu hamil ". Dimas menegaskannya sekali lagi.
" Elu salah Dim, dia bukan cewek gue tapi istri sahabat gue ". Alex menjelaskan yang sebenarnya.
Dimas menatap Alex dengan tatapan yang membutuhkan sebuah penjelasan. Alex yang mengerti akhirnya menjelaskan semuanya tentang Ellena kepada Dimas.
" Elu bisa kena masalah besar Lex! ".
" Gue ga peduli Dim.. Tadinya gue mau melupakannya tapi setelah Hari ini gue ga bisa lihat dia seperti ini ". Alex yang tak tega melihat kondisi Ellena saat ini.
Dimas menepuk bahu Alex, dia mengerti apa yang dirasakan sahabatnya kali ini. Sulit untuk melupakan orang yang kita cintai.
*** Keesokan pagi
Trias dan Albert sudah berada di Apartment mewah Zacklee. Mereka mendengar kabar persoalan menantunya yang bertengkar dengan Tasya di Cafe D.
" Bi Tari, Ellena dimana? ". Tanya Trias lembut.
" Nona masih didalam kamarnya Nyonya ". Jawab Kepala Pelayan.
" Pa.. Kenapa jam segini menantu kita masih belum turun? Apa Lee tak mengijinkannya bertemu kita ".
" Anu_ Nyonya.. Anu_". Bi Tari sengaja menyahut Nyonya besarnya.
" Anu gimana maksudnya Bi? ". Trias dan Albert yang merasa aneh dengan Bi Tari.
" Tuan muda daritadi malam ga pulang, kemungkinan Nona di kamar sendirian ". Ucap Bi Tari gugup.
Trias langsung mempercepat langkahnya menaiki tangga disusul oleh Albert. Revan yang kebetulan baru datang akan mengambil berkas diruang kerja Zacklee merasa heran dengan tingkah kedua orang tua Zacklee. Revan lalu menuju ruang kerja Zacklee.
Tok.. Tok.. Tok..
" Sayang, Kau masih didalam? ". Trias mengetok pintu kamar puteranya tetapi tak ada tanggapan sama sekali.
Ketokan ke 3 Trias ulang pun tidak ada ada tanggapan sama sekali. Albert yang sudah tidak bisa bersabar membuka pintunya. Mereka berdua terkejut tak menemukan sosok Ellena, Kamar tidur yang masih rapi membuatnya semakin curiga.
Trias mencari Ellena kedalam Kamar Mandi tetapi juga tak menemukan sosok Ellena.
" Pa.. Kemana mereka? ". Tanya Trias yang mulai khawatir.
Albert mengambil ponselnya menghubungi Zacklee tetapi tertolak. Albert mengulanginya sampai berkali +
- kali tetap saja tidak tersambung.
Trias pun sama dia mencoba menghubungi ponsel Ellena tetapi tak terhubung. Panggilannya selalu berakhir tak tersambung.
Albert dan Trias turun dalam keadaan panik lalu mereka mengumpulkan semua Pelayannya.
" Bi Tari, apa kau tak tahu jika Nona muda tak ada di kamarnya! ". Alberta mengeraskan rahangnya membuat para pelayan bergidik ngeri.
" Ma_maaf Tuan besar atas kecerobohan saya tidak mengecek Nona muda ". Ucap Bi Tari ketakutan.
" Pokoknya aku tidak mau tahu cepat cari Nona muda jika tidak maka kalian semua akan aku pecat ". Suara Albert menggelegar diruangan saat itu bagaimana singa yang kelaparan. Albert malakukannya karena melihat Trias yang sudah menangis mencari keberadaan menantu kesayangannya.
Revan yang akan lewat terkejut mendengar jika Ellena tak ada di Rumah.
" Dia tak mungkin mengikuti Zacklee, semalam Zacklee hanya datang seorang diri ". Revan mengingat kejadian Zacklee yang datang seorang diri dengan wajah kucelnya.
Semalam selepas Zacklee menurunkan Ellena, Zacklee memutuskan untuk menemui Tasya di Rumah Sakit. Sepanjang perjalanan Zacklee mengingat wajah kekecewaan Ellena padanya.
" Maafkan aku sayang, aku harus menemuinya agar kau tak menemui masalah besar dari Attar ".
Zacklee melakukan itu semua demi melindungi Ellena. Dia seakan tau apa yang setelah terjadi akan berdampak buruk bagi Ellena. Untuk itu dia berusaha baik kepada Tasya.
" REVAN ". Teriak Albert yang melihat Revan berdiri mematung.
" Iya Om.. ".
" Kau pasti tau dimana Anak keras Kepala itu ". Tanya Albert yang mempertanyakan keberadaan Zacklee.
" Aku bingung harus menjawab apa om_ ".
" Cepat katakan dimana anak nakal itu Rev ". Kali ini gantian Trias yang bertanya.
" Semalam dia di Rumah Sakit, tapi sumpah om.. Tante.. Revan tak tahu jika Zacklee tak pulang sampai sekarang ". Raut wajah Revan mengatakan yang sebenarnya.
" Dasar anak keras Kepala!! ". Umpat kesal Albert.
Baru saja Albert mengumpat kesal puteranya. Zacklee datang dengan keadaan kucel dan lusuh akibat begadang semalaman karena Tasya tak mengijinkannya pergi sedikitpun.
" Rupanya kau memiliki nyawa double puteraku! ". Albert yang melihat kedatangan Zacklee.
" Nak, apa yang terjadi dengan dirimu? Kenapa kau terlihat kusut ". Trias yang tak tega melihat puteranya.
" Mama.. Papa sedang apa kalian disini? ". Tanya Zacklee heran lalu menatap kearah Revan meminta penjelasan tetapi Revan hanya menaik turunkan bahunya.
" Seharusnya Papa yang bertanya kemana saja kau hingga baru pulang jam segini ". Albert malah membalikkan pertanyaan puteranya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Maafin othor yang baru nongol 😭
karena sedikit kesalahan kemarin jadi para Readers menunggu agak lama🙏
Tapi tenang aja bonus UPnya double double pokoknya💗🤩
LIKE, VOTE, COMMENT selalu yaaaa 😘🥰