What I Think

What I Think
Ternyata kalian menyukai Istriku?



🍃🍃


Seorang wanita yang tengah menunggu seseorang yang beberapa menit lalu mengirimnya sebuah pesan dengan wajah bahagia. 15 menit, 30 menit, 45 menit dan sekarang hampir 1 jam seseorang yang ditunggu tidak kunjung datang.


Wanita itu adalah Rachel. Rachel meremas gelas didepannya. Menata hatinya yang sedang Kecewa.


" Hah Fiuuuhhh ". Rachel membuang nafasnya dengan kasar.


" What I Think? Alex tak pernah menyukaimu". Rachel bermonolog pada dirinya sendiri.


" Untuk apa aku masih mengharapkannya ". Rachel tersenyum getir saat Mengucapkannya.


Rachel yang malam itu menunggu Alex, memutuskan pulang karena Cafe segera tutup. Dengan langkah Kecewa Rachel menatap langit yang sedang mendung.


" Terimakasih sudah pernah mengenalmu Lex ".


** Keesokan pagi


" Sayang, kau pulanglah. Semalaman kau tak tidur, istirahatlah ". Trias dan Albert datang dengan membawa pakaian ganti untuk Zacklee.


Ellena sudah dipindahkan ke ruang perawatan. Zacklee dari semalaman menjaganya tanpa mau meninggalkannya sedetikpun.


" Tidak Mam.. Lee tak mau Ellena sadar mencari Lee tak disampingnya ".


" Kalau begitu sekarang makanlah, dari kemarin kau belum kemasukan apa - apa ". Trias membuka bekal yang sengaja dibawanya.


" Aku belum lapar Mam ". Tolak Zacklee masih menggenggam tangan wanita nya yang berlilit selang infus.


" Lee.. kau harus sehat agar bisa menjaga Istri dan anak kembarmu ". Albert ikut mencoba merayu.


" Om benar.. bagaimana bisa kau menjaga mereka jika kau sakit? ". Sahut Alex yang dari semalam juga ikut menjaga Ellena.


" Kalian sarapanlah bersama, biar Mama yang menjaga Ellena ".


Zacklee beranjak dari tempat duduknya, dia membenarkan ucapan Mama, Papa dan Alex.


Zacklee duduk berhadapan dengan Alex yang lebih dulu menuang nasi dan lauk dipiringnya. Alex yang tak sengaja melihat Zacklee diam saja kemudian mengambilkan porsi sarapan yang sama kemudian memberikannya ke Zacklee.


" Buruan makan, Ellena tak suka sama orang yang makannya lelet ". Celetuk Alex yang sengaja agar Zacklee segera memakannya.


Zacklee mengikuti perintah Alex segera menyuap nasi kemulutnya.


" Dia wanita yang kuat, elu tenang aja ".


" Sudah berapa banyak yang kau ketahui tentangnya? "


" Semenjak elu meninggalkannya, gue USA banyak mengetahui tentangnya. Bahkan rasa cintanya ke elu ". Alex menunduk mengatur rasa sakit hatinya saat mengucapkan rasa cinta Ellena kepada Zacklee.


" Apa itu yang membuat elu mencintainya? "


Alex menaikkan satu ujung bibirnya, menghentikan makannya.


" Dia wanita yang berbeda dari wanita lain. Elu pasti tau bagaimana dan seperti apa Ellena ". Alex melirik Zacklee dengan tersenyum .


" Kau benar Istriku wanita luar biasa ". Zacklee sengaja mengucap Istri didepan Alex.


" Apa kau juga tau jika sahabat kita Ryan dan Revan pernah mencintainya? "


Zacklee terkejut pasalnya dia baru mengetahui soal ini.


" Ryan dan Revan? "


" Ya.. mereka pernah mencintai Ellena. Tapi sayang kita semua kalah dan elu lah pemenangnya ". Alex terkekeh.


" Lebih baik seperti Devan, menyukai dalam hati ". Gerutu Alex tetapi terdengar jelas dia Telinga Zacklee.


" Jadi kalian semua menyukai Istriku? ". Zacklee benar - benar terkejut dengan yang sudah di ucapkan Alex.


" Sekarang kau sudah tau, se luar biasa apa Ellena. Untuk itu jaga dia, jangan ulangi peristiwa Tujuh Tahun yang lalu ". Alex menyendoki makanannya lagi dan menyuapinya ke dalam mulutnya.


" Ka Lee ". Suara Ellena lirih membuat Trias dan Albert lebih mendekat ke ranjangnya memastikan jika itu benar - benar suara Ellena.


" Sayang, kau sudah sadar? ". Trias menyapanya saat mata Ellena mulai sedikit terbuka.


" Ellen.. ". Panggil Albert .


Zacklee dan Alex segera mengakhiri sarapannya saat mendengar Albert memanggil nama Ellena.


Zacklee langsung mendekap tangan Istri nya yang masih mengerjap - ngerjapkan matanya.


" Sayang, kau mendengarku? ".


" Ka Lee.. "


" Iya aku disini sayang "


" Ka Lee, kau tak apa - apa? "


" Aku tak apa - apa ". Zacklee tak bisa menahan rasa haru bahagianya saat Ellena membuka matanya.


Zacklee langsung memeluk Istrinya, menangis dibahunya.


" Hei.. kau menangis? ". Ellena sedikit mengejek Zacklee.


" Tidak_ Aku tidak menangis.. Aku hanya bahagia kau sudah sadar ".


" Aaargh ". Pekiknya menahan sakit diperutnya yang baru selesai menjalani operasi.


Ellena teringat sesuatu saat memegangi perutnya. Ketakutan terjadi sesuatu pada perutnya memenuhi pikirannya. Akhirnya dia memberanikan diri untuk bertanya,


" A_nakku_ ". Ucapnya pelan yang langsung dimengerti semuanya.


Zacklee kembali memeluk Ellena,


" Kenapa kau merahasiakan ini sayang ". Zacklee berusaha kuat menanyakan persoalan kehamilan kedua Ellena.


Ellena sesenggukan tangis yang dipendam keluar begitu saja.


" A_ku hanya ingin memberimu surprise ". Ucapnya terbata - bata.


Zacklee memeluknya dengan erat. Rasa kehilangan terjadi lagi dalam hidupnya. Dan lagi - lagi karenanya. Andai saja dia tak menuruti Istrinya untuk berangkat bekerja semua ini tidak akan terjadi.


" Ma_maafkan Aku Ka Lee ". Suara Ellena terdengar parau.


Zacklee memejamkan matanya sekejap mengatur perasaannya, kemudian mengendurkan pelukannya lalu menangkup wajah yang masih sedikit pucat namun masih terlihat cantik natural Istrinya.


" Kau tak perlu meminta maaf, karena nyawamu jauh lebih berharga dari apapun. Ingat kita masih mempunyai Felix dan Fiona. Kita akan menjaganya bersama sampai kita menua bersama ".


Ucapan Zacklee membuat hati Ellena terharu.


Sesungguhnya pria bukanlah yang menginginkan sejuta wanita mengelilinginya, namun pria sejati lebih menginginkan satu wanita yang ia dapatkan dengan sejuta langkah perjuangan. Mungkin seperti itu lah gambaran perasaan Ellena kepada Zacklee.


Ceklek!


" Selamat pagi menjelang siang Nyonya Lee ". Sapa Dokter Dimas yang akan memeriksa kondisi Ellena.


" Ka Dimas? "


" Kalian saling mengenal sayang? ". Tanya Zacklee yang baru tahu jika Ellena mengenal Dokter Dimas.


" Dia Dokter yang membantuku saat Aku hamil Felix dan Fiona ". Dengan segera Ellena menjelaskan takut jika Zacklee salah paham.


" Dokter Dimas yang mengawasi perkembangan anak kembarku? ". Zacklee memastikan kebenarannya.


Dokter Dimas tersenyum sengit, dirinya juga tak menyangka akan bertemu dengan saingan Alex. Dan sialnya dia sekarang bekerja ditempat keluarga saingan Alex.


" Iya sayang ". Ellena meraih tangan suaminya yang berada disampingnya.


" Terimakasih Dokter sudah mengawasi perkembangan anak kembarku Felix dan Fiona.. Aku akan menyuruh Papa ku untuk memberikan hadiah untukmu ". Zacklee menoleh kearah Papanya yang terkejut dengan ucapan putranya.


" Iya kan Pa.. Berkat Dokter Dimas cucu - cucu Papa tumbuh sehat dan cerdas ". Kali ini Zacklee meminta persetujuan Papanya.


" Dasar anak ini suka seenaknya, masa' Aku yang harus memberinya hadiah ". Gumam Albert dalam hati.


" Iya Lee.. pasti Papa akan memberi hadiah untuk Dokter Dimas ". Albert yang terpaksa dan kalah dari putranya mengiyakan saja.


" Tak perlu repot - repot Tuan Lee dan Tuan Albert.. Saya melakukannya dengan tulus ". Tolak halus Dokter Dimas yang memang kala itu menolong Ellena karena kasihan kepada Sahabatnya Alex.


" Kalian melupakanku ". Sindir Alex yang langsung mendapat tatapan pertanyaan dari semuanya.


" Aku yang sudah menjaganya dari dalam kandungan sampai membesarkannya tidak kalian tawari hadiah, sedang Dimas malah kalian tawari hadiah cuma - cuma ".


Kali ini tatapan Ellena tajam kearah Alex.


" Elu lupa Ell.. repotnya gue berbulan - bulan harus cariin perfume yang sama seperti perfume milik Zacklee ". Seloroh Alex mengingatkan masa ngidam Ellena yang menurutnya aneh.


Ellena yang selama hamil tidak bisa kalau tidak mencium bau perfume milik Zacklee. Sedang Alex sendiripun tak tau pasti bau perfume yang dipakai Zacklee seperti apa. Karena Zacklee selalu berganti - ganti perfume.


Wajah Ellena memerah dia menarik selimutnya sampai menutup sebagian wajahnya.


Zacklee, Dimas, Trias dan Albert tertawa mendengar ngidam aneh Ellena selama hamil Felix dan Fiona.


" Pantas saja sifat Felix lebih mirip sama kamu Lee ". Trias menepuk bahu putranya sambil terkekeh.


" Dia juga pernah minta di ambilkan baju yang dipake Zacklee. Dengan terpaksa gue harus nipu elu bro waktu di Kantor elu sama Revan. Gue sengaja numpahin kemeja elu biar elu ngelepas tuh baju ". Lanjut Alex bercerita.


" Lah berarti kerjaan elu dong waktu gue kagak nemuin baju gue setelah tau di Kantor gue ga ada baju. Dan terpaksa gue harus pinjam baju OB Kantor ".


" Kampret lu Lex! ". Zacklee melempar bantal sofa kearah Alex yang berlindung di belakang Albert.


Mereka semua tertawa melihat tingkah Zacklee dan Alex yang mulai mencair. Ellena yang tadi menutup sebagian wajahnya tertawa melihat tingkah dua pria yang pernah bersamaan di dalam hatinya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Othor jadi bingung napa si Zacklee dan Alex baekan gini yak harusnya mereka rebutan gue lagi 😔 eh keliru Ellena maksudnya


( Othor PDnya Sundul langit)


Othor geblek! Damai itu Indah Thor ( Alex nimpuk si Othor)


Tau tuh si Othor😕 mending pikirin nasib Alex tuh Thor


Lah koq gue????


STOP!!! elu gue Lanjott ke babak selanjutnya😜


Jangan lupa Kopi anget sama mawarnya ya gesss😘