
šš
" Kenapa kau tak mengabari Mama? ".
" Maaf Mam, Lee terlalu rindu Ellena ". Jawab sang putra yang menggemaskan.
" Kau sudah melupakan Mama? Lihatlah Pa putramu telah melupakan orang yang sudah melahirkannya ".
" Mam ". Zacklee memeluk Mamanya dan mencium pipinya.
" Mana mungkin Lee melupakan Mama, bahkan Lee akan segera memberikan cucu untuk Mama ".
Trias yang berpura - pura merajuk tersenyum,
" Kau sudah siap Lee? ".
Zacklee mengangguk sambil mengeluarkan kotak kecil berisi Cincin.
" Malam ini didepan semua orang Lee akan melamarnya ".
Trias dan Albert bahagia akhirnya Zacklee segera mengabulkan keinginannya.
" Bagaimana dengan Tasya? ". Tanya Albert.
" Lee sudah menghubungi keluarganya. Meski Tasya tak menginginkannya ".
" Kau melakukan yang terbaik putraku ". Ucap Albert sambil menepuk bahu Zacklee.
" Berjanjilah kepada Mama, kau tak akan berurusan dengannya lagi ".
" Baik Mam ". Ucap Lee dengan patuh.
\=\=@@
" Ikuti kata hati ". Ellena berucap lirih sambil memejamkan matanya sejenak terlintas dua wajah yang sedang tersenyum Zacklee dan Alex.
Ellena dengan cepat membuka matanya dan memegang kepalanya yang tiba - tiba pusing mengingat ucapan Mamanya yang mengatakan soal Alex.
" Kenapa ada dua wajah diotakku. Sadar Ell... sadar... ". Ellena bermonolog dengan dirinya sendiri kemudian menenggelamkan wajahnya di lulutnya.
Klek!
" Kenapa belum bersiap Ell.. semua tamu sudah berdatangan ". Renata yang sengaja masuk kedalam kamar Ellena.
Ellena tak menanggapi dia masih menenggelamkan wajahnya. Renata yang heran mendekatinya duduk disebelah Ellena.
" Kau kenapa? kalau kurang enak badan Aku akan bilang ke semuanya ".
Renata beranjak dari tempat duduknya dan melangkah untuk keluar.
" Kaaa ". Panggil Ellena dan Renata menghentikan langkahnya.
" Ka bagaimana Kaka bisa mencintai Ka Marcel? ".
Renata merasa bingung dengan pertanyaan Ellena. Dia merasa jika adik iparnya sedang ada masalah.
" Hati ". Jawab Renata.
" Kamu tahu itu cinta ketika yangĀ kamu inginkan hanyalah orang itu bahagia, bahkan jikaĀ kamu bukan bagian dari kebahagiaanĀ mereka. Hal terbaik dan terindah di dunia ini tidak dapat dilihat atau didengar, tetapi harus dirasakan denganĀ hati. Karena Kita dibentuk dan terbentuk oleh apa yang disebut dengan cinta ".
" Aku mencintainya Ka, tapi hatiku mulai ragu dengan sikapnya ". Ucap Ellena dengan tatapan kosong.
" Ikuti kata hatimu Ell ". Ucap Renata kemudian berlalu menutup pintu kamar Ellena.
\=\=@@
Shandy dan Clara sudah bersiap mengapa tamu yang hadir. Senyum kebahagiaan mereka terpancar malam ini.
" Loe nepatin janji Lee ". Ucap Shandy .
" Solidaritas ". Jawab Zacklee kemudian dia bersiap diatas panggung menjemput Alex, Revan ,dan Devan sudah bersiap diatas panggung lebih dulu.
" Selamat malam para tamu undangan terhormat dan Selamat menempuh hidup baru untuk sahabat kami semoga pernikahan kalian abadi selamanya. Persembahan dari kami " Pemujamu ". Zacklee kemudian memetik gitar akustiknya disambung dengan piano, bass serta drums menghasilkan sebuah alunan lagu romantis.
š¼š¼
Kali ini 'ku telah jatuh ke dalam
Dosa begitu besar
Terlalu mencintai begitu dalam
Mata itu berhasil hipnotisku
Menjerat ***** jiwa
Mengurungku ke dalam keindahan
Rasanya ingin malam ini
Menciummu hingga lemas
Rasanya ingin malam ini
Memelukmu hingga terlelap
Kau bagaikan simbol semesta alam
Dan aku pemujamu
Setiap saat bersimpuh di hadapmu
Kau memegang semua kehidupanku
Keluar dari derita
Menuju kedamaian yang ilahi
Rasanya ingin malam ini
Menciummu hingga lemas
Rasanya ingin malam ini
Memelukmu hingga terlelap
Tuhan, tolong segera sadarkan
Aku dari semua
Pengaruh sihir cinta mati
Aku kepadanya
Rasanya ingin malam ini
Menciummu hingga lemas
Rasanya ingin malam ini
Memelukmu hingga terlelap
Kuingin ini bukan hanya sekedar mimpi belaka
Kuingin ini menjadi dosa terindah dalam hidupku.
Semua orang bertepuk tangan menikmati lagu yang dibawakan geng Cassanova.
" The best ". Ucap salah satu tamu undangan yang kagum dengan wajah tampan di atas panggung.
" Lee aku mencintaimu ". Teriak seorang wanita berkursi roda.
Ellena yang baru datang mencari kearah suara yang berteriak mengatakan cinta kepada kekasihnya. Membelah pandangannya dari para tamu yang hadir. Perlahan mendekat hatinya mulai bergejolak membatah pikirannya tentang sosok wanita berkursi roda.
Zacklee , Alex, Revan, Devan juga Shandy mengkhawatirkan sesuatu yang akan terjadi.
" Tasya ". Ucap Shandy pelan.
" Ku pikir dugaanku salah, kau mengajaknya Zack ". Ucap Revan kecewa dibelakang Zacklee.
Alex memperhatikan Ellena dari atas panggung, dia sangat khawatir dengan apa yang akan terjadi dengan Ellena.
Ellena terus saja memperjelas penglihatannya, langkahnya semakin dekat.
" Dia wanita yang dulu menjadi sahabat kecil Ka Lee, Dia wanita yang dulu pernah menyukai Ka Lee, Dia wanita yang masih terobsesi dengan Ka Lee, Dia wanita yang enggan jauh dari Ka Lee, dan sekarang Dia berteriak mencintai Ka Lee ". Ellena bergumam dalam hati meyakinkan jika wanita itu benarlah Tasya.
" Hai, kau pasti yang bernama Ellena. Kenalin gue Tasya ". Ucap wanita berkursi roda saat berbalik. Wajahnya sangat cantik, senyumnya sangat manis.
" I_ya ". Ellena mengangguk.
" Senang berkenalan denganmu. Ternyata Kau cantik sekali ". Tasya menyodorkan tangannya bersalaman dan Ellena menanggapinya.
" Maaf_ aku mau menemui Kakakku ". Ellena berbalik melangkah menghindari Tasya. Dadanya menahan sesak, tenggorokannya terasa tercekik menahan sakit.
Ellena berpura - pura mendekati Marcel dan Renata. Marcel meraih tangannya, sedang Renata merangkul bahunya. Mereka berdua seakan mengerti yang dirasakan adiknya saat ini.
" Tasya, terimakasih kau sudah hadir disini ". Shandy mengalihkan keadaan semua.
" Siapa yang akan menolak hadir di acara bahagia sahabatnya ". Jawab Tasya bahagia.
" Terimakasih Om dan Tante sudah hadir di acara kami ". Shandy gantian menyapa kedua orang tua Tasya.
" Istrimu cantik sekali Shand, kau pintar memilih ". Ledek Mamanya Tasya.
" Padahal dulu Om pingin sekali jodohin kamu dengan Tasya, tapi ternyata Tuhan berkata lain ". Sahut Papanya Tasya sambil terkekeh.
" Om bisa saja. Silahkan Om dinikmati pestanya ". Shandy mempersilahkan kedua orang tua Tasya.
" Sayang ". Panggil Clara.
" Kau pasti akan menanyakan siapa wanita itu? Dia Tasya ". Ucap Shandy berbisik.
" Hah! Ellena??? ". Shandy mengerti yang dikhawatirkan Clara.
" Aku juga memikirkan hal yang sama ".
\=\=@@
" Tasya, bukannya kamu masih di negara S ". Tanya Zacklee.
" Tadinya seperti itu, tapi aku memaksa Dokter Betrand untuk membebaskanku ". Ucapnya dengan senang karena bisa bertemu lagi dengan Zacklee.
-- Sebelumnya di Negara S
" Mam, tolong sekali ini perbolehkan aku mengunjungi pernikahan Shandy sahabatku ". Rayu Tasya agar Mamanya membantu dirinya tidak jauh dari Zacklee.
" Tasya, tolong nak lupakan Lee.. ". Mamanya Tasya kalo putrinya sedang beralasan.
" MAMA!! Kalo mama menyuruhku untuk melupakan Lee biarkan Tasya mati sekarang juga ". Tasya yang mulai dengan obsesinya dan sekarang sudah mengancam kedua orangtuanya dengan menaruh pisau buah kedekat pergelangan tangannya.
Orangtua Tasya menangis dengan sikap Tasya yang besar obsesinya. Akhirnya mereka kalah dan memenuhi permintaan putrinya. Setelah itu mereka merayu Dokter Betrand agar putrinya bisa pulang tetapi dengan catatan jadwal terapi yang sudah ditetapkan agar dilaksanakan.
Tasya begitu bahagia disepanjang perjalanan.
" Kemanapun kau pergi, aku akan selalu bersamamu Lee. Terimakasih Shandy atas undangannya ". Batin Tasya dengan bahagia.
\=\=@@
" Dokter Betrand tau kalo kita tak bisa dipisahkan ". Ucapnya lagi dengan terkekeh.
" Revan, Devan, Alex kalian makin tampan ga ada bedanya saat masih disekolah dulu ". Sapa Tasya .
" Kenapa kalian melihatku seperti ini? Jangan bilang kalo kalian mengasihiku, aku tak suka ". Lanjutnya saat ketiga cowok tampan memperhatikannya.
" Kau masih cantik Tasy ". Sahut Devan dengan tersenyum.
" Kalian masih mau kan berteman denganku meski kondisiku seperti ini ". Tasya merasakan sedih.
Alex berjongkok di depan Tasya,
" Nona jutek is perfect ".
Tasya mengangkat pandangannya, matanya berbinar karena Alex masih mengingat panggilan kesayangan Tasya saat mereka bersama di Sekolah.
" Terimakasih Tuan Ember kau masih mengingatnya ".
Alex terkekeh .
" Apa itu istri kamu Rev ". Tasya melihat Dhea yang sedang berjalan mendekatinya.
Revan mengangguk kemudian merangkul Dhea.
" Hai aku Tasya ". Tasya menyodorkan tangannya.
Dhea menerima tangan Tasya.
" Dhea. Senang berkenalan denganmu ". Ucapnya singkat.
" Kalian semua curang meninggalkanku sendiri. Terutama kau Lee, kau tau aku tak bisa jauh - jauh dari kamu ". Tasya berucap Manja.
Alex menoleh kearah Zacklee. Zacklee yang tak menanggapi hanya diam memikirkan Ellena.
\=\=@@
Ellena memutuskan untuk pulang lebih dulu. Marcel dan Renata mengantarnya sampai kedepan gedung. Marcel meminta Veer untuk mengantarkan Ellena pulang.
" Semoga dia baik - baik saja ". Ucap Marcel khawatir.
Renata menggenggam tangannya.
Veer memperhatikan Ellena dari kaca spion tengahnya.
" Ell, gimana kalo elu Kaka traktir ice cream ".
Ellena tak merespon sapaan Veer.
" Cinta itu bikin gila ya ternyata ". Ledek Veer dan tidak ditanggapi Ellena lagi.
" Tuhan makhluk apa yang engkau ciptakan ini ". Gerutu Veer dengan kesal.
" Aku mau pulang Ka ". Suara Ellena.
Sesampainya di Rumah,
" Elu yakin Ell ga kenapa - kenapa sendirian? Apa perlu Kaka temani sampai keluargamu pulang ". Tawar Veer.
" Aku baik - baik saja Ka. Lagian Aku terbiasa sendiri ".
Kemudian Veer menstarter mobilnya berlalu meninggalkan Ellena. Ellena melangkah masuk , dia menarik nafas dan membuangnya dengan kasar.
" Fiuhhh.. ".
" Ikuti kata hati Ell ". ucap Ellena semangat sebelum memasuki rumahnya.
" Ellena ".
Langkahnya terhenti saat seseorang memanggil namanya. Suara seraknya sangat familier ditelinga Ellena. Ellena menghentikan langkahnya.
ā¤ā¤ā¤
Terimakasih semua yang sudah dukung karya aku, semoga kalian diberi kesehatan, keselamatan dan kelancaran Rezeki. Aamin š
Like
vote
commentnya jangan lupa yaš
ADA BAND_ PEMUJAMUā¤