What I Think

What I Think
Cokelat selai Nanas



Happy Reading...


Lanjut lagi, semangatin othor lagi dengan like, comment kalian para Readers tercinta❤


......................


'Melihatmu hamil bukan berarti aku tak bisa mendekatimu Ellena'


Bukan Aldo tak mau mundur, tetapi dirinya malah merasa tertantang untuk lebih mendekati Ellena.


Contohnya saat ini, selesai si Nyonya menyebutkan satu persatu tugas team yang tentu saja membuat jengah semuanya.


"Shand, boleh ga gue timpuk adek elu?" keluh Devan.


"Kalo gue malah pingin ngobras mulut dia Dev, " sahut Shandy yang sama kesalnya.


"Gue ga sanggup kalo harus cari model hamil Shand, " sambil mengusap wajahnya dengan kasar.


"Apalagi gue, gue yang seharusnya menjadi pemimpin disini malah dijadiin tukang jaga perjahitan.. pamor gue turun Dev,"


"Lex, elu koq tenang-tenang aja sih.." Devan mengingatkan Alex yang terlihat lebih tenang.


"Gue uda biasa ngadepin orang hamil, " celetuknya.


"Emang dulu adek gue juga parah kayak gini ya?" tanya Shandy penasaran di kehamilan Ellena yang pertama.


Alex menganggukan Kepalanya,


"Dia pernah nyuruh gue cium emak-emak di pasar" ucapnya yang langsung membuat kedua sahabatnya tertawa terbahak-bahak.


"Bagaimana bisa elu disuruh nyium emak-emak Lex?" tanya Devan masih dengan sisa tawanya. Dia tak tahu jika setelah ini akan terjadi tawa yang lebih menggelegar dari sebelumnya.


"Dia lagi kangen emak elu, pingin ketemu ama emak-emak. Sampai disana malah pingin cium, tapi yang disuruh cium ternyata gue, apa kagak kampret lagi tuh adek elu" dan benar saja tawa keduanya semakin menggelegar di ruangan itu.


"Kalian kenapa masih disini aja, ayo-ayo kerja!" perintah Zaskia yang memang sengaja mencari Devan.


"Ayo kawin aja dong Ki.., " seloroh Devan yang langsung membuat para pasukan bantal mendarat sempurna di wajahnya.


"Dasar mesum!" ejek Zaskia.


"Mesum ama calon istri mah sah-sah aja Ki..,"


"Emang yang bolehin Kaka sama aku siapa? orang Ka Lee aja belum kasih lampu hijau" ejek Zaskia mengingatkan.


Devan kembali menekuk wajahnya, benar kata Kia.. Zacklee belum melanjutkan pembicaraan tentang restunya.


Zaskia melengos sambil berlalu begitu saja, dia segera menggandeng Rachel untuk ikut melaksanakan tugas.


"Sabar Dev, badai akan berlalu" ledek Shandy terkekeh.


"Noh.. lihat Alex, masih bertahan dengan prinsipnya" imbuh Shandy.


"Emang apa prinsip dia?" tanya Devan curiga.


Begitupun dengan Alex yang tak merasa memiliki prinsip apa-apa.


"Sakit hati dan sakit gigi itu sama-sama berawal dari yang manis" sindir Shandy dengan terbahak-bahak lagi diikuti gelak tawa Devan.


"Kampret elu Shand!" teriak Alex melempar semua benda disampingnya.


Tepat ketika mereka sedang tertawa sumber percakapan mereka lewat dengan semangkuk kolak di Tangannya.


"Kalian kenapa masih pada disini?" tanya Ellena yang datang mengejutkan mereka.


Mata tajam serta mulut yang siap menerjang ketakutan pria dihadapannya sebentar lagi akan segera diluncurkan. Mungkin beserta semangkuk kolak di Tangannya.


"Dek, bentar doang napa? Kakak lagi diskusi nih..," ucap Shandy beralasan.


"Diskusi tentang apa? semua konsep sudah kita rundingkan sekarang kita tinggal kerja, kerja dan kerja" ucap Ellena yang belum merasa jika dirinya bekerja.


"Nah, elu ngapain dek? bukannya elu daritadi ga kerja?" sindir Shandy.


"Siapa bilang aku ga kerja, justru disini aku yang bekerja sangat keras" sahutnya.


"Meski aku cuma Nyuruh-nyuruh doang sih, tetapi apa kalian tak tahu gara-gara event ini aku hampir tak tidur malam" keluhnya lagi.


'Ga tidur? orang sampai sini pasti kerjaannya molor'


"Emang sampai segitunya ya Ell elu mikirin event ini" tanya Alex penasaran.


"Sangat segitunya Ka," jawab Ellena serius.


"Aku curiga setelah ini..," gerutu Devan lirih.


"Bahkan aku sangat lelah setelahnya" lanjut Ellena serius.


Apa dia bilang? lelah?


"Bekerja keras - tak tidur malam - lelah?" Devan mengeja satu persatu kata yang diucapkan Ellena. Tersadar itu sebuah kode, Devan benar-benar mengumpat kesal sambil mengeratkan gigi-giginya dengan kepalan dua tangan yang ingin meremas sesuatu.


Si Readers ikut tau ga maksudnya Ellena? hehehe,


Meninggalkan kesablengan Ellena dan yang lain, Zacklee terus saja beradu pandang dengan Aldo sedang Marcel berasa menjadi wasit di tengahnya.


"Ehm" Marcel sengaja berdehem mencairkan suasana.


"Tuan Aldo untuk promosi ini, kami akan menggunakan artis populer di kalangan para Mommy muda yang sedang hamil. Mungkin dari Tuan ada masukan?" tanya Marcel setelah dirasa suasana sedikit mencair.


"Untuk apa anda mencari artis? kenapa kita tidak mempopulerkan yang sudah ada?" ucap Aldo.


"Maksud elu apa?" sahut Zacklee yang mengerti tujuan Aldo.


"Elu yang apaan.., ngapain nyahut-nyahut ini bukan urusan elu" sahut Aldo sewot.


"Jelas urusan gue, elu yang bawa-bawa istri gue dan gue tahu tujuan elu" cibir Zacklee dengan ketus.


"Gue kasihan banget sama istri elu punya suami kayak elu, apa perlu aku ceritakan semuanya ke istri elu" ancam Aldo.


Zacklee terdiam, kali ini dia kalah telak.


"Napa elu? takut?" ejek Aldo.


'Sial! dia mengancamku' batin Zacklee.


"Gue ga takut, karena yang elu lihat bukan yang sebenarnya. Dan jangan bawa-bawa istri gue" ancam Zacklee balik.


"Oke jika itu yang elu mau, gue akan ceritakan semuanya ke istri elu" sahut Aldo dengan entengnya.


'Kenapa mereka membicarakan diri mereka sendiri? lah gue dianggap apa? tembok,'


"Maaf sebelumnya, saya tak tahu dengan persoalan kalian berdua. Ini kantor saya, jadi saya harap anda berdua bisa supportive disini" ucap Marcel menengahi.


Aldo dan Zacklee kembali tenang, mereka melanjutkan perbincangan mereka dari awal, meski ada gesrekan ketidak kompakan mereka untungnya Marcel mampu menengahinya.


Zacklee memutuskan untuk bergabung ke acara Event yang akan diselenggarakan perusahaan MF. Atas dorongan rasa cemburu, dengan sukarela Zacklee yang masih belum Fit kondisinya memutuskan untuk membiayai 45% dari acara tersebut. Angka presentasi yang sangat fantastis bagi perusahaan MF, sehingga membuat Aldo tak kalah dari Zacklee, dia juga memberikan modal untuk acara tersebut sebesar 40%. Meski angka mereka hanya terpaut 5% tetapi Marcel tentu menginginkan mereka untuk bekerjasama dengan supportive.


Selesai perbincangan serius mereka bertiga, Aldo yang sudah tak sabar ingin menagih Ellena, segera mengajaknya untuk makan siang bersama.


Bagaimana dengan Zacklee? tentu, dia selalu berada di samping Nyonya kemanapun dan dimanapun berada.


"Kaka yakin mau makan ini?" bisik Ellena lirih.


"Yakin sayang, emang kenapa?" tanya Zacklee.


"Ga apa-apa..," jawab Ellena sambil tersenyum aneh.


Aldo sendiri merasa aneh dengan perilaku Zacklee, apalagi hari ini dia harus memesan makanan Ayam goreng toping cokelat dan selai nanas. Membuat dirinya dan Ellena menggelengkan Kepala mereka.


Zacklee memasukkan Ayam goreng yang sudah di cocol toping cokelat dan selai nanas lalu di masukkan ke dalam mulut dengan nikmatnya. Zacklee benar-benar sudah melupakan ketiga orang berada di hadapannya sedang memperhatikan dirinya.


"Sayang, ini makanan ternikmat yang pernah aku coba" ucapnya dengan bahagia.


*Rasanya gimana ya Zack? othor jadi ngilu-ngilu gimana,


......................