What I Think

What I Think
Chef Abal-abal



Othor lanjutin lagi ya...


Kali ini kisah Zaskia dan si bengek Devan...


Goyang jempolnya lagi yuh...


Happy Reading...


......................


Malam ini tentu saja Devan beralasan dengan dalih tugas yang harus segera dilaksanakan. Alih-alih jadwal pertemuan dengan artisnya sebelum jam 6 pagi, Devan dengan sengaja menginap di Mansion Zacklee karena Zaskia juga ikut tinggal disana.


"Itu Kamar tamu, elu bisa istirahat disana" tunjuk Zaskia memutar bola matanya jengah. Sebenarnya dia sangat kesal dengan tingkah Devan. Menurutnya Devan tak perlu harus menginap di Rumah Kakaknya.


"Idih sewot amat Ki..," sahut Devan.


"Ya habisnya elu aneh, masa' nginap di tempat Kakak aku" protes Zaskia.


"Bukan gitu Ki, gue ga mau kalo besok kita telat ketemu Ryuka. Bisa bingung kalo ga ketemu, bisa dibayangin kan wajah si Ibu hamil besok" ucap Devan bergidik ngeri.


"Betul juga, ya sudah cepat istirahat" sahut Zaskia. Saat Zaskia membalikkan badannya Devan segera meraih pergelangan tangannya sehingga membuat Zaskia menghentikan langkahnya.


"Ki..," panggil Devan.


Deg. Jantung Zaskia berdebar-debar nada suara panggilan Devan membuatnya merasakan sesuatu yang tidak seperti biasanya. Zaskia memberanikan diri menatap mata yang sudah daritadi memandangnya. Dengan jantung yang masih memompa aliran darah di sekujur tubuhnya Zaskia merasa gugup kala Devan lebih dalam menatapnya.


"Ki.., " panggilan itu semakin dekat dan sangat intim, membuat orang-orang yang mendengarnya merasakan sesuatu yang dingin berubah menjadi panas. Dengan segenap jiwa raga sentausa, Zaskia merasakan jantungnya memompa lebih cepat dari biasanya. Tubuh Zia mulai sedikit bergetar kalah Devan mendekatkan wajahnya. Zaskia merasakan Hembusan nafas Devan menyapu seluruh wajahnya.


"Gue laper Ki..,"


Apa dia bilang, Laper? ya amplop...,


Zaskia secepatnya mendorong tubuh Devan.


"Noh Dapur, cari makan aja sendiri" seloroh Zaskia melepaskan Tangannya dari Tangan Devan yang masih betah memeganginya.


Bagaimana ekspresi keduanya? jangan ditanya, jika Devan mampu tertawa puas karena sudah mengerjai Zaskia. Zaskia justru mengumpat kesal, bahkan sumpah serapah untuk Devan meluncur sempurna.


"Hahaha, sebentar lagi kau pasti bucin padaku Ki..," teriak Devan melihat Zaskia menutup pintu Kamarnya.


Devan yang dilanda rasa lapar melangkahkan kaki menuju dapur. Sebenarnya Devan sendiri sudah hafal dengan letak-letak Mansion Zacklee karena seringnya dia berkunjung kesana.


Devan membuka lemari pendingin berpintu dua dengan lebar kurang lebih empat kali lipat lebar tubuhnya. Hawa dingin mulai terasa saat Devan membuka lemari tersebut, matanya terfokus pada sebotol minuman berwarna seperti wine, dengan cepat Devan segera membukanya dan menyiramkannya ke Tenggorokan yang mulai mengering.


"Hoek..," Bukan suara pelepas dahaga yang keluar dari mulut Devan melainkan dia merasa kutukan Zacklee mual beralih kepada dirinya.


"Hahahaha...," suara tawa terdengar diujung dapur, seolah menertawainya Devan menolehkan wajahnya ke arah sumber suara.


"Om sipit minum minuman Mommy aku ya" ucap Fiona yang tertawa melihat Devan memuntahkan minumannya.


Sambil mengusap lidahnya, Devan memiting wanita yang tertawa lebih heboh berada di belakang Fiona. Zaskia menertawakan Devan sampai perutnya tak kuat.


"Dasar elu ya Ki, suka banget ngerjain calon lakinya" ucap Devan kesal masih memiting leher Zaskia.


"Maaf.. maaf Ka... lepasin sakit leher aku" pinta Zaskia tetap masih menahan tawanya.


"Om sipit gimana rasanya? enak ga minuman Mommy?" tanya Fiona.


Devan kemudian melepaskan tangannya dari leher Zaskia, Devan beralih mengangkat tubuh kecil Fiona.


"Kau belum tidur cantik?" tanya Devan mencium gemas pipi gembul Fiona.


"Om sipit.. geli" geliat si kecil Fiona.


"Sakit Ki...," keluh Devan.


Dev, gue kok mikirnya kemana-mana yak?


"Salah sendiri ngeracun keponakan aku" protes Zaskia.


"Kagak ngeracun Ki.., dasar elunya aja yang pikirannya ngeres, yang bawah itu noh... alas Kaki gue, tadi ga sengaja nemu di Ruang tamu" cibir Devan beralasan.


"Itu kan alas Kaki Mommy, Om" Fiona memberitahu.


"Mommy kamu lucu ya, alas Kaki beginian di pake ga takut bersin-bersin, " gelak keduanya terdengar bersamaan diiringi cibiran untuk si alas Kaki bertekstur bulu halus dengan mahkota bunga mawar di tengahnya.


Sedang Zaskia, seperti biasa dia sudah bersiap berganti ingin menjitak Kepala Devan, tetapi sayang rencananya gagal karena Devan selalu mendapat pembelaan dari si kecil Fiona.


"Pertanyaan Om belum dijawab, kenapa belum tidur?" tanya Devan mengulangi pertanyaannya kembali.


"Perut Fiona bunyi mulu Om, sepertinya perutnya minta makan" ucapnya malu-malu.


"Oke, sekarang Fiona duduk disini" sambil meletakkan tubuh Fiona di Kursi dekat dapur.


"Om, akan masakin kamu menu spesial" ucapnya lagi.


"Emang spesial apa sih masakan elu" cibir Zaskia.


"Elu ikut duduk aja, kagak usah bersuara bikin gue pingin," sahut Devan dengan ucapan sedikit ambigu.


"Pingin?" sambil mengernyitkan dahinya berpikir.


"Pingin segera ngawinin elu" sahutnya yang langsung membuat kedua bola mata Zaskia membulat sempurna.


Begitulah mereka jika bertemu tak pernah ada kata romantis layaknya para ABG yang sedang jatuh cinta.


Eh romantis? mereka kan belum jadian thor..


Devan dengan tangkasnya meracik bumbu, lalu menggerakkan alat masak dengan lihai. Terlihat jika dirinya sudah terbiasa bekerja di Dapur. Zaskia sendiri sampai tak berkedip melihat Devan. Sudah tampan, tajir, bos executive yang merangkap jadi Karyawan Kaka Iparnya dan sekarang dia juga hebat sekali di bidang perdapuran.


Tak menunggu lama, makan malam atau tepatnya makan tengah malam karena jam sudah menunjukkan pukul satu dini hari ketiga manusia sedang di rundung kelaparan. Fiona sendiri tak sengaja karena selesai dari Kamar mandi tak sengaja mendengar suara Om Favoritnya sedang berbincang dengan Aunty Kia. Dan akhirnya Fiona memutuskan untuk menghampiri Devan.


"Taraaaa.... Fried rice topped with fried eggs delisioso mantapo" ucap Devan dengan gaya seperti chef-Chef terkenal.


"Ckk, belibet ngomongnya bilang aja Nasi goreng telor ceplok ga usah kebarat-baratan kagak ada yang percaya tuh muka ga ada barat-baratnya. Chef abal-abal " cibir Zaskia menutupi kekagumannya kepada Devan yang sebenarnya.


"Kok gitu sih Ki.., gue uda susah payah bikin tuh masakan karena gue sudah menyelipkan sebuah bumbu rahasia yang bikin elu ketagihan" ujar seorang pria yang belum mendapatkan gelar Chef.


"Emang apa bumbu rahasianya?" tanya Kia yang sebenarnya penasaran dengan cita rasanya.


"Di makan dulu, nanti gue kasih tau" sahut Devan dengan kerlingan nakalnya.


"Om sipit, Fiona udah laper banget" keluh Fiona yang sudah tak sabar dengan masakan Devan.


"Kalian curang tak membangunkanku" keluh Felix yang baru bangun dari tidurnya akibat kebelet buang air kecil.


Devan tersenyum dan segera menghampiri calon keponakan satunya lalu menggendongnya dan mendudukkannya di samping Fiona. Selesai menuang hasil masakan Devan ke piring masing-masing, mereka bertiga memasukkan suapan pertama kedalam mulutnya. Bagai mengikuti kontes memasak, Devan memperhatikan kunyahan mereka bertiga dengan jantung yang berdebar. Sejenak kemudian mereka bertiga menelan kunyahannya dan menatap kearah Devan.


"Delisioso mantapo" ucap mereka bertiga sambil mengangkat kedua jempolnya kearah Devan.


......................


Lanjot lagi ga nih part. Devan dan Zaskia?


Kalo lanjot ritualnya jangan lupa.. inga' inga' tuiiiiing😉