What I Think

What I Think
Miniatur



\=\=@@\=\=


Satu bulan terlewat Negara I.


"Ka, lihatlah bayinya sangat tampan...," teriak Zaskia melihat kiriman Video dari Devan.


"Dia persis seperti Ka Lee..," sahut Dhea yang ikut melihat video kiriman dari Devan.


"Sayangnya dia terlahir prematur ya ka," nada bicara Zaskia berubah menjadi sedih.


"Prematur, siapa yang terlahir prematur?" Trias yang tak sengaja mendengar percakapan Zaskia.


Zaskia dan Dhea melipat bibirnya, tak ada suara seperti tadi.


"Dhea, kau pasti bisa menjelaskan" Trias sedikit keras.


"Em.. itu Tante.. em.." Dhea gugup tak tahu harus menjawab apa.


"Dhea, tak bisa kau berbicara tanpa berbelit-belit" bentak Trias tanpa sadar.


"Ma.., jangan bentak Ka Dhe" cegah Zaskia.


"Kia ga apa kok...," sahut Dhea serba salah.


"Kalo begitu kau yang jelaskan Kia, siapa yang terlahir prematur?" tanya Trias mengulanginya lagi.


"Ma.., maafin Kia.." ucap Zaskia ketakutan.


"Kia, kau tau kan Mama ga suka di bohongi. Kakakmu sudah hampir satu bulan tak pulang. Felix sedang sakit, sedang Fiona setiap hari menangis. Sebenarnya ada apa Ki?" tanya Trias kembali kali ini dengan isak tangis yang terdengar sangat pilu.


"Tante.., maafin Dhea juga" ucap Dhea menggenggam jemari Trias.


"Tante..," panggil Clara dan Rachel yang nari selesai mengurus Felix dan Fiona. Setelah kejadian itu Clara membawa Felix dan Fiona ke kediaman orang tuanya, tetapi melihat keadaan Felix, Clara maupun Zaskia memutuskan untuk membawa ke kediaman Albert dan Trias.


"Clara, sekarang kau jelaskan sebenarnya apa yang sedang terjadi selama aku sakit?" tanya Trias.


"Tante, sebelumnya kami minta maaf karena tak menceritakan kepada Tante yang telah terjadi. Bukan maksud kami menyembunyikan, tetapi kami lebih memikirkan kesehatan tante. Kami tak mau Tante jatuh sakit. Ellena dan Ka Lee pasti akan sedih jika mendengar kabar tante sakit" tukas Clara menjelaskan.


Trias terdiam, tangannya menyentuh dadanya yang sedikit sakit dan mulai mengaturnya pikirannya perlahan.


"Clara, coba kau jelaskan yang terjadi. Aku sudah siap mendengarnya" ucap Trias mempersiapkan hatinya perlahan.


Clara saling bertukar pandangan dengan Dhea dan Zaskia. Sebelumnya dia sudah berdiskusi dengan Shandy dan Ellena di telfon mengenai Trias. Shandy dan Ellena setuju jika Trias mengetahui kabar soal Zacklee dan Bayinya.


"Ellena sudah melahirkan satu bulan yang lalu Tante..," kabar bahagia yang tak disangka oleh Trias. Dia menarik kedua ujung bibirnya merasakan bahagia mendengar berita cucunya telah lahir


"Terus dimana dia? kenapa dia tak membawa pulang cucuku?" tanya Trias.


"Tante, bayinya belum boleh di bawa pulang karena masih berada di ruang perawatan karena terlahir secara prematur" Clara menjelaskan.


Trias menarik senyumnya dia teringat jika Ellena baru saja membahas soal tujuh bulanan yang sudah terlewat dengannya.


"Kenapa cucuku harus terlahir prematur? ternyata Trias menangisi cucunya.


" Tante, aku kurang tau penyebabnya" jawab Clara.


"Bagaimana dengan Lee? kenapa dia tak pernah memberiku kabar? apa dia terlalu sibuk dengan bayinya sehingga melupakan aku Mamanya" tanya Trias.


"Ma..," panggil Zaskia memeluk Trias.


"Kia, bilang kepada Kakakmu jangan lupakan Mamanya nanti bisa kualat" ucap Trias menahan rasa sesak di dadanya, sebenarnya dia sudah merasakan ada yang tak beres dari anaknya tetapi Trias memilih menunggu penjelasan dari mereka semua.


"Ma...," tangis Zaskia mendengar ucapan Trias.


"Ka Lee.. Ka Lee mengalami koma.. hiks.. hiks.. hiks..," akhirnya Zaskia memberitahu yang sebenarnya kepada Trias kondisi Zacklee.


"Ka Lee terkena luka tembak di tubuhnya demi menolong perusahaan dari para mafia" lanjut Zaskia menjelaskan.


Trias terdiam dalam tangisnya, rupanya mimpinya adalah tanda jika putranya dalam bahaya.


"Hubungi Papamu Ki..," pinta Trias.


"Ma..,"


Clara kemudian mengambil ponselnya dan menghubungi Om Albert. Tak menunggu lama Albert mengangkat panggilannya.


"Clara, apa yang sedang terjadi?" tanya Albert.


"Kenapa kau membohongiku" ucap Trias.


"Ma.., apa ini kau?"


"Kenapa kau membohongi keadaan putraku selama ini? Kenapa Pa?" tangis Trias pada akhirnya pecah.


"Ma.., bukan maksud Papa membohongi Mama__"


"Aku akan menyusul kalian" sahut Trias memotong ucapan Albert kemudian menutup panggilannya.


Trias meminta Zaskia, Dhea, Clara dan Rachel mengemasi barang-barangnya untuk berangkat ke Negara S dengan jet pribadi suaminya.


Tak lupa anak-anak mereka ikut serta dalam perjalanan tersebut. Felix yang masih terdiam karena traumatik sedang di pangku Zaskia. Sedangkan Fiona berada di pangkuan Trias.


"Aunty itu video siapa?" tanya Fiona melirik kearah Zaskia yang sedang menonton video baby adiknya.


"Ini adik Fiona__" Zaskia kelepasan memberitahu jika video itu adalah adiknya.


"Lihat-lihat Aunty....," teriak Fiona menyahut ponsel Zaskia.


"Kia..., kenapa kau kelepasan" bisik Dhea sedikit horor.


"Sorry," ucap Zaskia mengangkat dia jarinya berbentuk huruf V.


"Kia, ini cucu Mama?" tanya Trias yang ikut menonton video baby K.


"Iya Mam..., Ka Devan baru saja mengirimnya tadi siang" ucap Zaskia yang akhirnya tak bisa berbohong.


Trias menutup mulutnya, matanya mengeluarkan lelehan air mata haru melihat video cucunya.


"Horeee..., adik Fiona sudah lahir.. " sorak gembira dari Fiona.


Mendengar percakapan Fiona soal adik barunya, Felix yang hampir satu bulan terdiam tanpa suara merintih menangis.


"Felix, kau kenapa?" tanya Zaskia.


"Aunty...,"


Trias, Zaskia, Clara, Dhea, Rachel dan semuanya terkejut mendengar suara Felix.


"Felix...,"


"Aunty.., adik Felix sudah lahir?" pertanyaan pertama yang keluar dari Felix setelah satu bulan terdiam akibat traumanya.


Zaskia mengangguk, menahan rasa bahagia lalu memeluk Felix.


"Terimakasih Tuhan, kau kembalikan keponakaku yang dulu" ucap Syukur Zaskia tak henti-hentinya mencium dan memeluk Felix.


"Ka Felix..," panggil Fiona terharu juga bahkan si cantik ini sudah mengeluarkan air matanya entah sejak kapan.


"Fiona...," balas sapa Felix.


"Kakak...," teriak Fiona.


"Kakak jangan diam lagi ya, nanti Fiona bingung harus bercerita dengan siapa. Fiona takut Kak...," ucapnya lagi.


Kedua Kakak adik itu saling melepas rindu setelah satu bulan Felix tak pernah mengeluarkan suara akibat traumanya. Bahkan Trias sebagai Nenek juga ikut bahagia melihat dan mendengar Felix kembali seperti semula. Semua itu berkat anggota baru dari Keluarga Mahendra.


"Kau suatu keberuntungan bagi Keluarga Mahendra, bayi.." ucap Dhea terharu juga.


Perjalanan kurang lebih 1 jam 30 menit akhirnya mereka semua tiba di Bandara Changi Negara S. Devan dan Dewa yang sudah menunggu kedatangan semuanya tersenyum saat melihat Felix, Fiona, Nick, Nathan, Safira dan Sunny bergandengan Tangan.


Senyum Devan semakin mengembang saat dia melihat sosok wanita yang sangat dia rindu. Hampir kurang lebih satu bulan lamanya mereka tak bertemu dikarenakan mereka masih kompak menunggu Zacklee yang masih koma. Begitupun dengan Rachel dia harus rela mengundur hari pernikahannya dengan Alex demi solidaritas persahabatan suaminya.


"Om Sipit...," teriak Felix dan Fiona.


"Hai, apa kabar kalian? Felix, ini beneran kau?" tanya Devan yang terkejut dengan keadaan Felix.


"Iya Om sipit.., Felix datang untuk bertemu adik tampan Felix" ucap Felix bahagia.


"Mommy dan Papamu pasti bahagia melihatmu sudah kembali sehat" ucap Devan sambil menyugar rambut Felix.


"Tante..," sapa Devan kemudian mencium punggung telapak tangan Trias.


"Kau sehat Devan?" tanya Trias.


"Sehat tante. Tante apa kabar?" tanya Devan balik.


"Seperti yang kau lihat, aku sangat merindukan putra dan menantuku. Mereka pasti kesusahan tanpa bantuanku" ucap Trias menahan air mata yang akhirnya terjatuh.


Devan melirik kearah Zaskia yang ikut sedih.


"Kita langsung ketempat mereka, aku yakin Ellena pasti bahagia telah kedatangan kalian. Terutama kalian" sambil mentoel hidung mancung Felix dan Fiona.


"Let's Go Om sipit!" teriak anak-anak yang lucu secara bersamaan.


Dewa yang melihat tingkah mereka tertawa cekikikan.


"Apa yang kau tertawakan?" tanya Devan heran.


"Melihat mereka aku seperti melihat miniatur Geng kalian" jawab Devan sembari menyahut tubuh Felix ke gendongannya.


"Dasar Dewa!"


......................


Terimakasih para pembaca setia Author🙏


Semoga Rezeki para pembaca dimudahkan serta dilancarkan oleh Allah🤲🤲


Jangan lupa tinggalkan jejaknya ya ka..


LIKE, VOTE, COMMENT plus Mawar merah tercintanya 🌹