
......................
"Kau bilang kalau kau sangat menghargai wanita tapi apa ini kenyataannya?" Cibir Zaskia.
"Urusan kita sudah selesai, kau tak perlu ikut campur" bentak Ryan.
"Aku tak bisa untuk tak ikut campur, karena wanita yang kau suka adalah Kaka Iparku" Zaskia menjelaskan dengan bangga.
Ryan terkejut mendengar kebenaran yang Kia sampaikan.
'Jika Zaski adik Ipar Ellena, berarti dia adik Zacklee' Batin Ryan.
** Flashback
"Siapa wanita yang menjadi cinta pertamamu?" Tanya seorang wanita cantik di samping Ryan.
Ryan menarik bahu wanita itu dan berbisik,
"Kaulah yang pertama".
"Aku tak percaya padamu. Segera temui Mama Papaku, baru aku akan mempercayaimu" Tukasnya sambil bercanda.
"Bagaimana aku menemui Mama Papamu, kita masih sekolah, aku sangat yakin mereka akan menolaknya" Ujar Ryan sambil menyandarkan kepala wanita itu di pundaknya.
"Kau lihatlah kesana" Sambil menunjuk kearah langit.
"Apa yang kau lihat?" Tanya Ryan.
"Hanya langit dan awan. Tak ada yang istimewa" Keluh wanita itu.
"Kau tak menemukan hal yang istimewa dari mereka?" Tanya Ryan tak mau rencananya sia-sia.
"Hanya sebuah langit dan awan, tak ada yang istimewa" Wanita itu mengulangi ucapannya.
"Perhatikan langit itu, terlihat begitu cocok dengan warnanya apalagi si awan yang mampu membuat kesempurnaan jika dipandang oleh mata" Ryan beralih posisi menghadap wanita itu dan menggenggam jemari lentiknya.
"Begitupun denganmu kau sama seperti awan itu membuat kesempurnaan cinta yang sudah lama kupendam. Zaski, maukah kau menerima cintaku?" Ucap Ryan kepada Zaski. Ya, wanita itu adalah Zaskia cinta pertama Ryan. Wanita yang sudah merubah dunia Ryan. Wanita yang sudah mengisi hari-hari Ryan dalam kekosongan.
Zaskia terdiam sejenak, dia begitu kagum dengan ungkapan rasa cinta Ryan. Zaskia mengangguk samar, hatinya bahagia karena Ryan akhirnya menyatakan cinta kepadanya. Karena sudah lama juga Zaskia memendam rasa kepada Ryan.
Namun, satu tahun perjalanan cinta mereka Zaskia harus memutuskan yang menjadi pilihan Albert dan juga Trias. Zaskia harus melanjutkan study ke Negara L demi cita-cita kedua orang tuanya yang sudah meninggal. Waktu yang sangat mendadak dan sempit itu membuat Zaskia tak berpamitan dengan Ryan. Hanya pesan singkat ponselnya yang Zaskia kirim kepada Ryan.
'Maafkan aku, hubungan kita cukup sampai disini. Aku tak bisa melanjutkannya lagi. Aku harus menggapai cita-citaku, usiaku masih terlalu dini untuk berlayar mengarungi cinta' isi pesan Zaskia.
Dan benar saja, Ryan yang menerima isi pesan Zaskia langsung saja merubah tingkah lakunya, emosinya semakin brutal.
Ryan yang malam itu dalam keadaan sakit hati tak sengaja melihat Mamanya menancap-nancapkan pisau ke tubuh Papa dan wanita selingkuhannya dengan rasa ketakutan. Dia ingin sekali berlari tetapi Mamanya menghentikan langkahnya.
Widya menarik tangan Ryan dan menaruh pisau ke telapak tangan Ryan. Dengan membisikkan kata yang membuat provokasi tentang pengkhianatan Papanya. Ryan yang masih dalam keadaan kacau dengan mudah menerima bisikkan Mamanya. Ryan melangkah maju dan ikut melakukan apa yang Widya lakukan sesaat tadi. Dengan brutal, Ryan menancap-nancapkan pisau ke dada Papanya berkali-kali. Darah segar pun memercik sampai ke wajah Ryan. Bukan merasa menyesal tetapi Ryan merasa puas, dia tertawa terbahak-bahak berkali-kali merasakan ada tempat yang menjadi pelampiasannya.
**Flash On
"Apa kau terkejut mendengar aku adalah adik Ipar Kakakku yang sangat cantik ini?" Zaskia merangkul bahu Ellena, menyuruhnya bergerak pelan mengikuti langkahnya.
Ellena dengan cepat mengerti dengan kode yang diberikan Zaskia. Ellena mengikuti langkah Zaskia dengan perlahan.
"Kau pembohong Zaski, Kau pembohong sama dengan Kakakmu!" Bentak Ryan dengan suara yang keras.
"Bagaimana kau bisa mengatakan aku pembohong, aku selalu menunggumu tiap detik tiap waktu aku selalu menunggu kabarmu, tapi apa? Apa pernah kau memikirkan perasaanku kala itu,Apa kau masih mengatakan aku pembohong?" Suara Zaskia tak kalah kerasnya.
Ryan terdiam kali ini dia bisa melihat manik mata Zaskia yang mulai penuh dengan air mata.
Hati Ryan merasa sedih melihat cinta masa kecilnya menangisinya. Ryan menjatuhkan badannya ke lantai dengan lemas. Kali ini dia yang malah merasa bersalah kepada Zaskia. Tak seharusnya dirinya berpikir jika Zaskia meninggalkannya saat itu.
Widya yang melihat Ryan mulai terkendali,
"Ryan tak boleh seperti ini,, aku harus melakukan sesuatu" Gumamnya sambil berpikir cara Ryan tak terpengaruh.
Langkah Widya semakin cepat dan cepat. Dengan cepat Zacklee yang saat itu melihatnya juga berlari menghampiri istrinya yang akan menjadi sasaran Nyonya Widya.
Srrrrrrtttt!
Zacklee mampu melindungi Ellena dengan tubuhnya. Zaskia yang melihat punggung Zacklee berdarah langsung menendang Widya sekeras-kerasnya.
"Ka Lee.., " Teriak Ellena dengan lelehan air matanya.
Sedang ditempat Trias, si Kembar Felix dan Fiona mereka yang tadinya sudah tertidur terbangun dengan teriakan yang sama.
"PAPA...! " Teriak Felix yang Fiona membuat Trias terbangun dari tidurnya.
"Kalian mengapa sayang?" Tanya Trias sambil memeluk kedua cucu kembarnya.
"Papa Grandma... Papa.. " Sahut Felix masih dengan tangis sesenggukan.
"Iya Grandma, Fiona melihat mimpi Fiona Papa terluka" Fiona menceritakan sambil menangis juga.
Trias merasa hatinya tak enak, entah Naluri seorang Ibu perasaan itu membuat Trias merasa khawatir.
"Grandma.., telfon Papa Grandma.. hiks.. hiks.. hiks" Suara tangis Fiona membuyarkan lamunan Trias.
"Sayang, kalian tidurlah kembali. Papamu pasti baik-baik saja" Ucap Trias menenangkan kedua cucunya, tetapi hatinya sendiri malah tak merasa tenang.
'Aku akan nenghubunginya setelah si Kembar tertidur' Batin Trias menenangkan dirinya sendiri.
Di tempat Ellena,
Dia terus saja menangis melihat sayatan di punggung suaminya. Zacklee sedikit menahan rasa sakitnya berpura-pura tersenyum agar istrinya tak sedih.
"Aku tak apa, ini hanya luka kecil" ucap Zacklee berbohong.
"Ka, apa yang kau bicarakan ini. Aku akan membawamu ke Rumah sakit" Sahut Zaskia dengan mata yang sudah sedikit bengkak akibat menangis.
Widya berhasil ditangkap Alex karena akan melakukan sesuatu kepada Ellena. Sedangkan Ryan dia menatap Zaski dengan rasa penyesalan. Dialah yang seharusnya disalahkan karena dulu dirinya menganggap Zaski meninggalkannya. Tak disangka ternyata Zaskia masih menunggunya, tapi sayangnya semua sudah terlambat. Rasa cinta Zaskia berubah menjadi benci kala melihat kegilaan Ryan dan Nyonya Widya.
Dewa beserta anak buahnya berhasil melumpuhkan sisa anak buah Widya yang sama gilanya dengan bos mereka. Dewa terkejut saat melihat Bosnya terluka, dengan cepat dia menghampiri Zacklee.
"Bos, kita harus ke Rumah sakit. Nona, aku akan membantu Bos untuk berdiri" sahut Dewa yang melihat Ellena akan ikut membantunya.
"Ell, biar aku yang membantu Dewa" Shandy yang ikut membantu
Widya dan Ryan dibawa oleh anak buah Dewa. Saat melewati Zaskia dan Ellena, Ryan menundukkan kepalanya, mungkin urat malunya baru bekerja karena kedatangan serta ucapan Zacklee. Diluar sana sudah banyak petugas kepolisian menunggu dua orang psikopat yang dibawa anak buah Dewa.
Ryan yang merasa tertekan dengan keadaan diluar tertunduk memikirkan garis nasibnya. Matanya melirik kearah alat disampingnya, Dengan cepat Ryan menyahut nya dan kemudian,
DORR!
Tubuh Ryan tergeletak, mata yang masih terbuka dan bibir yang mengulas senyum. Detak jantungnya berhenti berdetak seketika melihat Zaskia berlari menghampirinya.
Ryan melepaskan pelatuk di senjata api yang di sahutnya.
'Jika aku harus memilih apa yang aku minta dengan yang aku butuhkan, maka aku akan memilih yang kedua. Karena setiap yang aku butuhkan kau selalu ada bersamaku' Ucap Ryan sebelum detak jantung itu perlahan berhenti selama-lamanya.
"Hahaha... anakku akhirnya kau mati" Tawa Widya tak waras melihat Ryan sudah tak bernyawa diatas pangkuan Zaskia yang memeluknya.
...----------------...
Terimakasih semua yang sudah dukung karya aku, semoga kalian diberi kesehatan, keselamatan dan kelancaran Rezeki. Aamin 🙏
Like
vote
commentnya jangan lupa ya😘