What I Think

What I Think
Musim cinta telah tiba



Happy Reading...


...****************...


"Tuan..," panggil Anna.


Alex menarik jemari Anna kembali dan mengajaknya untuk segera masuk. Anna merasa bingung dan canggung dengan sikap Alex, detak jantungnya berirama lebih cepat dari biasanya. Jika diperbolehkan untuk pingsan, mungkin saat ini dirinya akan memilih pingsan daripada harus mengalami hal yang tidak pernah terjadi pada dirinya.


"Lex siapa dia?" tanya Devan dan Zaskia.


"Dia seperti seumuranku," bisik Zaskia.


"Zacklee mengatakan hal yang benar jika selera Alex berubah," bisik Devan gantian.


"Hai.. perkenalkan aku Zaskia," sambil mengulurkan tangannya.


Anna terlihat canggung dan gugup, perlahan dia juga mengulurkan tangannya.


"Anna," ucapnya masih malu-malu.


"Hai Anna, senang bisa berkenalan denganmu"


"Terimakasih..,"


"Dimana Zacklee? apa kalian tak berangkat bersamanya?" tanya Alex.


"Kau tahu kan semenjak asisten rumah tangganya pulang kampung, semua pekerjaan rumah mereka tandangi sendiri. Maklumlah jika mereka sedikit telat," jawab Devan.


"Hai Shand..," panggil Alex.


"Uuuhhh... ternyata gebetan baru," sambil melirik kearah Anna"


"Ga usah mulai deh Shand.., kenalin dia Anna" Alex memperkenalkan Anna kepada sahabatnya.


"Pangeran rusuh diam-diam sudah menemukan tambatan hatinya rupanya," sahut Revan yang baru tiba bersama Dhea.


"Terserah kalian, aku dan Anna hanya sebatas partner__"


"Partner ranjang," sahut Devan memotong ucapan Alex.


"Sialan!" umpat kesal Alex, untungnya Anna tak mendengarnya, dia sedang asyik berbincang dengan Dhea, Clara dan Zaskia.


"Lee kemana? tumben belum kelihatan" Shandy mencari Zacklee yang belum tiba.


"Dewa..," teriak Shandy melihat Dewa dengan seorang gadis.


"Eh bos..," ucap Dewa sedikit malu.


Keempat pria itu menatap Dewa dan gadis disampingnya dari ujung kepala ke ujung kaki.


"Musim cinta telah tiba," celetuk Revan.


"Kau membawa seorang gadis tanpa memperkenalkannya dengan kita," sindir Shandy.


"Bos, si bos salah paham nih... wanita ini tuh tadinya sengaja numpahin minuman ke tubuh aku, aku hanya minta pertanggung jawabannya saja" sarkas Dewa.


"Alasan nih..," cerocos Devan.


"Serah dah... serah...," sahut Dewa pasrah.


"Adiknya namanya siapa nih?" goda Devan.


Gadis itu hanya melirik sekilas.


"Revan, nih cewek sadis amat" bisik Devan.


"Lebih baik elu nengok kebelakang deh," saran Revan dituruti Devan. Sepasang bola mata sedang melotot kearahnya sambil berkacak pinggang, sepertinya setelah ini akan ada badai di musim cinta.


"Ki.. Kakak hanya bercanda," ucap Devan sambil memamerkan rentetan gigi peps*dentnya.


"Kakak jahat... Kia bilangin ke Ka Lee..," rengek Zaskia.


"Bisa gaswat kalo urusan sama Zacklee" gerutu Devan.


"Gawat Dev... Gawat...," ucap para sahabatnya serempak kemudian menertawakan Devan yang sedang mengejar Zaskia.


"Kalo uda ga ada urusan gue pergi," ucap gadis yang diketahui namanya. Melenggang begitu saja melewati para pria tampan di depannya. Untung Dewa segera menarik pergelangan tangannya.


"Eits.. mau kemana lu, urusan kita belum selesai. Elu kudu tanggung jawab, ini baju mahal" ucap Dewa.


"Kan elu yang nabrak gue, kenapa gue yang disalahin? lagian mata tu jangan ditaruh di dengkul, hisst.."


"Eh.. ngelunjak malahan,"


"STOP!" teriak Fiona yang entah kapan sudah berada ditengah Dewa dan gadis itu.


"Nona bos sejak kapan ada disini?" tanya Dewa heran.


"Om Dewa malu-maluin dilihat orang banyak tuh," sembari menunjuk dengan dagunya.


"Miss Lyra juga malu-maluin masa' berantem sama Om Dewa," cibir Fiona.


"Oh.. itu, Miss ga bermaksud berantem sama dia. Tetapi dianya yang bikin masalah duluan...," alasan Lyra agar tak disalahkan.


'O.. namanya Lyra?' batin Dewa.


"Nona bos yang dikatakan Miss Lyra tuh benar kita ga berantem kok, kita malah ingin berteman. Iya kan Miss Lyr__"


"Lyra" sahut gadis bernama Lyra yang pada akhirnya berteman dengan Dewa.


"Ellena.. kau terlihat__"


"Ga usah lama-lama lihatin istri orang" sahut Zacklee cemburu memotong ucapan Alex.


"Terimakasih Ka.. Anna juga terlihat sangat cantik" sahut Ellena.


"Anna..," panggil Ellena. Kini dia tengah bergabung bersama Anna dan yang lain.


"Apa kau sudah memikirkannya?" tanya Zacklee.


"Entahlah Zack.., kali ini aku tak bisa memutuskan sendiri karena ada Sunny yang akan ikut memberi keputusan. Kenyamanan Sunny adalah prioritasku," ucap Alex. Kali ini dirinya tak mau gegabah lagi. Siapa yang akan menjadi pendampingnya kelak, Sunny juga harus nyaman disampingnya.


"Tak usah terlalu lama berpikir, ingat kau sudah gagal tiga kali" sambil terkekeh.


"Aku bertemu Anya didepan sana ternyata dia saudara dari Bastian. Dunia begitu sempit sekali, Anya sudah bahagia dengan Vito, Rachel dengan Bastian dan Ellena.., kau tahu sendiri" menatap sang istri yang tersenyum padanya.



Zacklee memonyongkan bibirnya seakan sedang mengirim kiss jauh pada istrinya yang sangat terlihat sangat cantik.


"Dimana Kai?" tanya Alex.


"Lagi sama Mama dan Papa disana," menunjuk kearah Trias dan Albert serta Juleha yang sudah kembali dari kampung.


"Rupanya kalian disini," Revan yang sedari tadi mencari mereka berdua.


"Rachel meminta kita perform, Devan dan Shandy sudah berada disana. Kau tak keberatan kan Lex?" berpura-pura menanyakan perasaan Alex.


"Hubunganku dengan Rachel sudah selesai, kita sudah memutuskan dengan baik, tak perlu kau tanyakan perasaanku lagi" sahut Alex.


Mereka bertiga menyusul Devan dan Shandy keatas panggung.


Rachel dan Bastian tersenyum kearah mereka, terlihat aura bahagia keduanya. Sunny sendiri sudah bisa menerima Bastian dengan baik.


"Papa...," teriak Sunny.


Alex hanya melambaikan tangannya dan tersenyum kearah putri cantiknya. Kemudian melirik kearah Anna yang sedang menatapnya.


"Sebelumnya kami mengucapkan selamat berbahagia untuk Rachel dan Bastian, semoga pernikahan kalian langgeng hingga kakek nenek dan cepat dikaruniai momongan," ucap Shandy.


"Persembahan lagu untuk kalian yang sedang berbahagia you're still the one,"


**


When I first saw you, I saw love


And the first time you touched me, I felt love


And after all this time


You're still the one I love, mmm, yeah-yeah


Looks like we made it


Look how far we've come, my baby


We mighta took the long way


We knew we'd get there someday


They said, "I bet they'll never make it"


But just look at us holding on


We're still together, still going strong


You're still the one I run to


The one that I belong to


You're still the one I want for life


(You're still the one)


You're still the one that I love


The only one I dream of


You're still the one I kiss goodnight


Ain't nothin' better


We beat the odds together


I'm glad we didn't listen


Look at what we would be missin'


They said, "I bet they'll never make it"


But just look at us holding on


We're still together, still going strong


You're still the one I run to


The one that I belong to


You're still the one I want for life


(You're still the one)


You're still the one that I love


The only one I dream of


You're still the one I kiss goodnight


You're still the one


Yeah (you're still the one)


You're still the one I run to


The one that I belong to


You're still the one I want for life, oh yeah


(You're still the one)


You're still the one that I love


The only one I dream of


You're still the one I kiss goodnight


**


You're Still the one - Sania Twain.


...----------------...


Roman-romannya mau the end nih...


Sebelum The end tinggalkan jejak yuh ka... biar aku semangat bikin kelanjutannya 😁


Terimakasih yang sudah Dukung terus karya othor ya ka🙏 Semoga Rezeki kakak dimudahkan oleh-Nya🤲