
Kau jangan ceroboh Ellen !
***
"Apa kau yakin ini pilihan terbaik?" Tanya Clara tak yakin dengan keputusan Ellena.
"Aku tak punya pilihan lain Clara.., nasib suami dan Kaka-kakaku ada di tanganku. Maaf Clara aku mau menemui Ibu Widya" Sambil berjangkit lalu menyahut tas dan kunci mobilnya.
"Ellen...Ellen...!" Panggil Clara mencegah Ellena tetapi Ellena keburu melajukan mobilnya.
"Kau jangan ceroboh Ellen !
"
"Aku tak bisa biarkan Ellena menemui Ibu Widya" Clara cepat-cepat menghubungi Shandy.
'Sayang, ini gawat. Ellena menemui Ibu Widya' Ucap Clara memberitahu Shandy. Kemudian Clara meremas ponselnya selesai menutup panggilan.
"Clara.., apa yang terjadi?" Tanya Dhea yang baru tiba melihat keadaan Restaurant yang sedikit berantakan.
"Dhea.., kita kejar Ellena sekarang! " Clara langsung menarik tangan Dhea.
**Sebelumnya,
Seseorang bertubuh besar memaksa para Pelayan Restaurant untuk keluar. Sekitar sepuluh orang yang menjadi anak buahnya masuk dan mengobrak-abrik didalamnya.
Clara berteriak ketakutan dengan tingkah para preman tersebut. Untung Ellena segera datang.
"Siapa kalian? Kenapa menghancurkan Restaurant ku" Teriak Ellena.
Seorang bertubuh besar itu tersenyum kecut melihat kedatangan Ellena tiba-tiba. Dia menatap Ellena dengan tajam dan mendekatinya.
"Kau yang bernama Nona Ellena? Jika kau datang memenuhi perintah Nyonya besar maka kami akan menghentikan kekacauan ini" Ucap seseorang bertubuh besar.
"Bilang pada Nyonyamu, aku segera datang. Cepat kau suruh anak buahmu menghentikan kekacauan ini.
"Kau sedang tidak bercanda kan Nona? Jika kau berani berbohong aku akan melakukan hal lebih dari ini" Ujarnya dengan tatapan yang mengerikan.
"Hissssttt.. Apa kau pikir aku akan membiarkan kalian merobohkan Restaurant ini?" Bantah Ellena.
"Jika itu yang Nona mau, aku tak keberatan melakukannya" Jawab seorang bertubuh besar sambil tertawa kemenangan.
"Suruh Nyonyamu menungguku. Kau bisa memegang janjiku" Ucap Ellena tegas.
Dan benar saja mereka percaya dengan ucapan Ellena lalu bergegas pergi.
Drrrttt.. Drttt..
Sebuah notif pesan masuk kedalam ponsel Ellena. Tanpa berpikir dia langsung saja membukanya.
'Itu baru permulaan. Aku bisa melakukan lebih dari itu jika kau tak datang ketempat yang sudah ku berikan padamu'.
"Kau benar-benar mengancamku Nyonya" Gerutu Ellena.
**
"Kenapa kau tak memberitahuku Clara?" Ucap Dhea kesal.
"Maaf Dhea, aku panik".
" Aku harus menghubungi Ka Revan, aku yakin Ka tampan sedang bersamanya" Sahut Dhea sambil meminggirkan mobilnya.
Dhea lalu mengambil ponselnya dan menghubungi suaminya. Buru-buru dia menceritakan semua yang terjadi di Restaurant dan mengenai Ellena yang sedang perjalanan menuju Rumah sakit kejiwaan Astra. Setelah itu Dhea menutup panggilannya.
"Aku sudah menghubungi Ka Revan, kau terus hubungi Ellena untuk menghentikan kecerobohannya" Perintah Dhea yang disetujui oleh Clara.
***
"Kau jangan salah paham, aku tak sengaja melihat Ellena yang mencari bantuan karena mengalami kebocoran pada mobilnya. Dia sudah menghubungimu dan kalian tapi semua ponsel tak ada yang aktif" Penjelasan Alex membuat Revan dan Dewa langsung mengecek ponselnya.
"Maafin aku Nona, ternyata kau menghubungiku juga" Dewa menepuk keningnya sendiri.
"Kau jadi terlihat bodoh jika seperti itu Dewa, " Ejek Revan.
"Bos, wajahmu dan wajahku sama-sama bodohnya. Apa kau tak menyadari?" Sindir Dewa yang melirik kearah ponsel Revan.
Alex tertawa melihat tingkah kedua pria di depannya yang selalu menyindir satu sama lain.
"Kita tak bisa menunggu lama untuk bergerak, " Ucap Alex yang menurutnya Ellena sudah memberitahu Zacklee.
"Maksudnya?" Tanya Zacklee yang memang belum mengetahuinya.
"Bukannya Ellena sudah membicarakan persoalan Tante Widya yang kemarin sore menemuinya, "
"Tante Widya" Ucap Zacklee dan Revan bersamaan.
Melihat ekspresi Zacklee, Alex yakin jika Ellena belum menceritakan semuanya.
"Tante Widya meminta Ellena__" Belum selesai berbicara, ponsel Zacklee berdering.
Zacklee mengangkat ponselnya, ekspresi wajahnya berubah selesai menerima kabar jika Restaurant milik keluarga Maheswari dihancurkan oleh seorang tak dikenal dari Shandy.
Tak selang berapa lama ponsel Revan gantian berdering.
'Kau segera kirim lokasi sekarang juga' ucap Revan lalu menutup ponselnya.
"Dewa, elu urus persoalan Restaurant" Titah Zacklee.
"Revan, kau tetap disini selesaikan permasalahan kantor".
"Permasalahan kantor biar Papa yang mengurusnya, kalian pergilah karena ini semua berawal dari persahabatan kalian maka segera selesaikan dengan kepala dingin. Dan kau Lee, Jangan biarkan istrimu mengalami kesulitan dalam pilihannya" Sahut Albert yang sudah mendengar semuanya.
Zacklee segera bergegas keluar meninggalkan ruangan, Revan, Alex dan Dewa ikut mengekorinya. Saat Alex ikut berbalik melangkahkan kakinya, Albert memanggilnya.
"Lex, Om percaya denganmu" Sambil menepuk bahu Alex.
Alex lalu berbalik melangkahkan kakinya mengekori Revan dan Dewa. Karena Zacklee sudah memasuki mobilnya lebih dulu.
Mereka semua menuju lokasi yang dikirim oleh Dhea dan Clara.
Sekitar 40 menit mereka semua sampai di depan gerbang Rumah Sakit Jiwa Astra. Clara dan Dhea yang terlebih dulu sampai menunggu cemas kedatangan para mantan Cassanova terkecuali Devan yang masih sibuk menerobos data lawannya.
Shandy tiba dan segera memarkirkan mobilnya. Lalu menghampiri istrinya Clara.
"Kau tak apa Clara?" Tanya Shandy cemas langsung memeluk tubuh istrinya.
"Aku tak apa sayang. Aku hanya syok saja melihat para preman itu memporak-porandakan Restaurant" Ujar Clara yang masih teringat bentakan para preman di Restaurant tadi.
"Aku akan membalas mereka. Kau tenanglah" Shandy menenangkan istrinya.
"Dimana Ellena?" Tanya Shandy.
"Kita telat Ka, Ellena sudah didalam sedang disana banyak sekali penjaga. Jadi kita tak bisa masuk" Keluh Dhea
"Dasar Bre***** ! Sudah ga waraspun masih bikin masalah" Umpat kesal Shandy.
"Ellena dimana Shand.. " Tanya Zacklee yang baru tiba bersama Revan dan Alex.
"Kita terlambat, Ellena sudah didalam" Jawab Shandy sedih.
Zacklee melangkahkan kakinya memasuki Rumah Sakit tersebut, tak perduli para anak buah Widya akan mengusirnya atau memukulinya sekalipun. Karena yang ada dipikirannya saat ini adalah Ellena seorang. Dia tak mau peristiwa 7 tahun lalu terjadi. Cukup untuknya waktu itu hidup jauh dari Ellena dan kali ini dirinya tak akan membiarkan siapapun memisahkannya lagi.
Shandy, Alex dan Revan mengikuti langkah Zacklee. Benar saja, saat Zacklee baru masuk para anak buah Widya sudah menghadangnya. Dan terjadilah perkelahian diantaranya.
Sementara didalam sebuah ruangan yang sudah di desain khusus layaknya kamar pribadi terdapat seorang pria memakai seragam pasien sedang melukis. Lukisan itu sangat tidak asing karena dominan dengan wajah cantik Ellena. Disampingnya terdapat seorang wanita berusia 50 tahun tetapi masih cantik diusianya.
Ellena melangkahkan kakinya dengan pelan, agar kedua Ibu dan Anak tidak terganggu.
"Aku datang Nyonya" Ucap Ellena.
Pasien itu segera melepaskan kuasnya dan menjatuhkannya ke lantai. Dia berbalik memastikan jika suara yang dinantikan selama bertahun-tahun memanglah benar.
Dan benar, mata mereka saling bertemu.
'Ellena apa ini benar kau'.
...****************...
Yuh jangan lupa tinggalkan jejaknya gesss 🙏