What I Think

What I Think
Gula kapas



Happy Reading....


......................


"Sayang, sedari tadi kau bermain bersama anak-anak, istirahatlah Dokter Robert akan memarahiku jika tau kau tak beristirahat" omel Ellena dengan suara cerewetnya.


Zacklee sudah diperbolehkan pulang karena permintaannya pribadi. Zacklee sendiri sudah berjanji kepada Dokter Robert untuk selalu menjaga dirinya. Jika ada keluhan Dokter Robert berpesan agar Zacklee segera ke Rumah sakit. Dokter Robert sendiri sudah menghubungi Dokter Dimas untuk selalu memantau kondisi Zacklee.


Zacklee tak menanggapi teriakan istrinya, dia terus melanjutkan bercandanya dengan ketiga anaknya. Kaisar sendiri sekarang sangat aktif, gerakannya tak seperti usia bayi pada umumnya. Baby itu diberi nama Zacklee, Kaisar Rehor Mahendra yang berarti pemimpin yang selalu waspada, berjiwa pemimpin dan pantang menyerah.


Ting tong...


Saat Ellena akan menghampiri Zacklee terdengar suara bel kediamannya. Dilihatnya seseorang yang tiba di layar monitor sebelum Ellena membukanya, Ellena tersenyum setelah tahu siapa seseorang yang mengunjunginya. Ditekannya tombol pembuka pintu otomatisnya,


"Pagi Kaka Ipar...," siapa lagi kalo bukan Zaskia Odelia Mahendra yang tak pernah absen mengunjungi keponakan-keponakan lucunya. Tentunya disertai Devan yang selalu disampingnya.


"Masuklah dan bantu Kaka untuk menjauhkan Kakakmu dari anak-anaknya, karena Kakak sangat frustasi melihat Kakakmu belum beristirahat," sembari memijit dahinya.


"Wah..., kau sekarang galak Kakak Ipar..," ledek Zaskia setelah itu berlari takut terkena semprotan Ellena.


"Zaskia....," benar saja Ellena langsung meneriaki Zaskia yang berlari.


"Ell, sudah tau berita tentang Alex?" tanya Devan.


Ellena langsung menoleh kearah Devan meminta penjelasan.


"Alex membatalkan pernikahannya dengan Rachel dan membawa Sunny pergi" lanjut Devan.


"Kau pasti bercanda Ka.. ga mungkin Ka Alex berbuat seperti itu. Dia sudah berjanji akan menikahi Rachel" sahut Ellena tak percaya.


"Kau bisa menanyakannya pada Rachel, karena saat ini dia sedang frustasi mencari keberadaan Alex dan Sunny"


Ellena langsung terdiam, dia memutar pikirannya mengingat dimana Alex jika sedang bersedih.


"Kakak......," teriak Zaskia membuyarkan lamunan Ellena.


Ellena dan Devan lalu menghampiri Zaskia di Kamar. Dilihatnya Zacklee dan si kembar sedang mengusir Zaskia,


"Kakak jahara..., Kia kan cuma pingin cium gemas Baby Kai," ucap Zaskia dengan bibir manyun.


Si kembar tertawa cekikikan melihat ekspresi Aunty Kia yang seperti anak kecil.


"Sayang, apa yang terjadi?" tanya Ellena mencoba menengahi.


"Aunty sama Papa berantem rebutan dedek Kai Mom..," jawab Fiona masih dengan tawanya.


"Sayang, apa itu benar?" kali ini Ibu Negara beralih bertanya pada sumbernya.


"Aku hanya melarangnya menggendong Kaisar dan menyuruhnya untuk membuatnya sendiri setelah menikah" sahutnya tak mau di salahkan.


"Kau terbaik calon Kakak Ipar" puji Devan bahagia.


"Gue sudah sembuh Dev, kapan elu halalin adik gue?" sindir Zacklee.


Lah napa dia tanya? kan gara-gara dia juga pernikahan gue mundur... tepok jidat.


"Besok pagi gue siap Zack..," sahut Devan semangat.


"Hissst..." desis Zaskia.


"Udah.. udah, mau kapan aja yang penting segera halal. Felix, Fiona segera mandi karena sebentar lagi Paman Shandy akan menjemput kalian"


"Siap Mom...," jawab keduanya kompak.


"Juleha belum balik ya kak?" tanya Zaskia.


"Belum, dia izin merawat Ibunya di Kampung sedang sakit" jawab Ellena.


"Sayang, aku akan memandikan Kaisar kau segera istirahat. Ka Devan titip bayi besarku sebentar" sindir Ellena. Karena pada kenyataannya Ellena tidak hanya merawat ketiga anaknya melainkan merawat Suaminya juga, makanya Ellena menyebut Zacklee dengan Bayi besar.


Zacklee akhirnya keluar dari ruang Kamarnya menuju Taman belakang, disitu terdapat sebuah Gazebo serta kolam renang yang disampingnya terdapat sebuah Taman juga terdapat mini Zoo tempat terfavorit keluarganya. Ellena yang sudah mendesign tempat itu dengan idenya.


"Gimana keadaan elu Zack?" tanya Devan.


"Seperti yang kau lihat Devan. Berkat anak-anakku gue bisa sekuat ini" jawabnya dengan perasaan bahagia.


"Gue kira, gue tak akan bisa melihat Kaisar. Alex benar Ellena dan Kaisar sangat kuat seperti saat Ellena mempertahankan Felix dan Fiona" ucapnya lagi.


"Zack, elu tahu Alex membawa Sunny pergi dan membatalkan pernikahannya dengan Rachel"


Zacklee menoleh kearah Devan,


"Rachel sangat frustasi. Semenjak pulang dari Negara S, Alex diam-diam membawa Sunny pergi tanpa sepengetahuan Rachel"


'Elu rupanya belum bisa melupakan Ellena, begitu sulitkah kau melupakan istriku Lex..," batin Zacklee.


"Gue takut ini akan mempengaruhi kondisi Rachel," ucap Devan.


"Sepertinya gue tahu dimana dia..," ucap Zacklee.


**


"Papa, ini namanya apa?" tanya Sunny penasaran.



"Ini namanya gula kapas. Kau suka?" jawab Alex.


"Suka sekali Papa.., ini sangat lembut di makan"


"Kau tahu sayang, Aunty Ellena dulu paling suka dengan gula kapas. Aunty pernah ikut membantu penjual gula kapas di jalanan seperti tadi sampai gula kapan ya terjual habis" cerita Alex mengingat kebersamaannya dengan Ellena.


"Apa Mama juga ada waktu itu?" tanya Sunny.


Deg,


Alex merasa gugup karena Sunny menanyakan soal Rachel. Sebenarnya Alex tak memiliki kesan kebersamaannya dengan Rachel. Karena kebersamaannya dengan Rachel hanya diatas ranjang saja. Sejujurnya saat ini Alex belum memiliki rasa kepada Rachel, dia sengaja membawa Sunny pergi untuk memantapkan lagi hatinya kepada Rachel karena menurutnya cinta tak bisa di paksakan. Meski sudah terdapat Sunny, Alex merasa belum siap untuk semuanya. Kebersamaannya dengan Ellena satu bulan yang lalu membuat perasaannya goyah seketika. Alex merasa jika dirinya belum bisa menerima Rachel dalam hatinya. Meski sudah dia coba tetap saja perasaan cintanya tetap jatuh kepada Ellena seorang.


"Sunny kita pulang, Papa sudah mendaftarkan Home schooling untukmu"


"Pa..., kenapa kita tak pulang saja? Sunny jadi ga punya teman disini" keluh Sunny dengan sedih.


"Sayangnya Papa, kita belum bisa pulang masih banyak hal yang harus Papa selesaikan disini. Setelah urusan Papa selesai Papa janji kita akan segera pulang" rayu Alex yang pada akhirnya diterima Sunny.


"Oke Pa..," sahut bocah cantik menuruti ucapan Alex.


'Maafkan Papa Sunny, bukan Papa menjauhkanmu dari Rachel tetapi Papa hanya ingin memantapkan hati Papa untuk menerima Mamamu' batin Alex.


**


"Kenapa kau melakukan ini semua padaku Lex?" ucap Rachel lirih.


"Mulai sekarang aku akan menutup hatiku untukmu. Aku lelah berharap padamu Lex" Rachel bermonolog pada dirinya sendiri.


Tersirat luka dihatinya saat ini atas sikap tingkah laku Alex kepadanya.


Flashback_


Malam sebelum Alex membawa pergi Sunny,


"Rachel, bisa kita bicara?" tanya Alex dan Rachel mengikuti langkah Alex.


Sunny yang sudah tertidur membuat keduanya bebas berbincang.


"Maaf, aku tak bisa melanjutkan hubungan kita" ucapnya membuat hati Rachel bagai tersambar petir. Air matanya lolos begitu saja.


Bersambung....