What I Think

What I Think
Jelmaan bidadari



°°@@


Waktu sudah menunjukkan pukul tiga sore, Zacklee sudah bersiap menjemput sang istri. Pekerjaan yang sedikit padat mengharuskan dirinya seharian berada di ruang kerjanya bersama Revan yang membantunya.


"Revan, aku jemput istri dan anak dulu kau bisakan melanjutkan sisanya?" pinta Zacklee.


"Kau pergilah ada seseorang yang diam-diam memperhatikan istrimu dengan membawakan bucket bunga juliet rose" ujar Revan mendapatkan kabar dari Dhea.


Zacklee yang tadi sempat bersemangat lalu terdiam setelah mendapat kabar dari Revan.


"Kenapa Ellena tak memberitahuku?" gerutu Zacklee sedikit kesal.


"Mungkin Ellena terlalu sibuk mengurus baby Kai..," mencoba menenangkan sahabatnya.


Zacklee kemudian mengambil ponselnya menghubungi sang istri.


'Halo Ka.., apa kau tak jadi menjemputku dan Kai?' tanya Ellena didalam telfon.



'Sayang apa ada yang terjadi serius dengan kalian?' cecar Zacklee.


'Aku dan Kai baik-baik saja. Ada apa denganmu menanyakan itu?' balik tanya lagi.


'Aku akan segera menjemput kalian' ucapnya kemudian menutup panggilannya.


"Kau sedang cemburu Zack," cibir Revan mendengar pembicaraan Zacklee.


"Kau tahu sendiri, istriku itu jelmaan bidadari. Wajar kalo aku sangat khawatir!" seru Zacklee.


Revan terkekeh mendengar sahabatnya sedang dilanda cemburu akut. Tanpa berpamitan kedua kalinya Zacklee kemudian memutuskan untuk segera menjemput istri dan anaknya tercinta.


"Sialan kau Rev!" gerutu Zacklee sembari melangkahkan kakinya menuju parkiran.


Sepanjang jalan Zacklee mengingat masa-masa pertama kali bertemu dengan Ellena. Saat Zacklee bertabrakan di sebuah lorong pertama kali memang dia merasakan berdebar jantungnya setelah cintanya dengan Felicia terputus gara-gara pengkhianatannya.


Zacklee menarik kedua ujung bibirnya, dia tak menyangka kalo saat ini dirinya lah yang mendapatkan cintanya. Tiga anak buah dari pernikahannya sudah cukup membuktikan jika Ellena cinta sejatinya.


"Aku sangat merindukanmu sayang," ucap Zacklee.


Saat dia melajukan kendaraannya dengan kecepatan yang dia tambah, Zacklee tak menyadari jalanan didepannya karena Zacklee sedang melirik ke ponselnya untuk sekedar melihat foto istrinya.


Ciiiiiiitttt....., bruakk!


Mobil Zacklee tak sengaja menabrak seorang anak perempuan beserta Ayahnya yang sedang mengendarai sepeda motor.


Zacklee segera turun memeriksa kondisi orang yang dia tabrak. Sedang orang-orang dijalanan hampir saja menghakiminya.


"Tuan bisa mengendarai mobil tidak!" bentak salah seorang yang berada disana.


"Maaf Tuan, saya sedikit terburu-buru akan menjemput istri dan anak saya" jelas Zacklee.


"Sebaiknya mereka bawa ke mobil saya, saya akan mempertanggung jawabkan semua yang sudah terjadi"


Semua orang akhirnya setuju dengan ucapan Zacklee dan segera membawa wanita muda dan pria separuh baya masuk kedalam mobilnya.


Zacklee kemudian melajukan mobilnya, dia segera menghubungi Revan untuk membantunya ke Rumah sakit. Zacklee melirik kearah spionnya melihat dua orang di kursi penumpang sedang tak sadarkan diri.


Selang lima belas menit, Zacklee tiba ke Rumah sakit. Dia masih mengikuti dua pasien yang dia tabrak,


"Zacklee.. gimana ceritanya kau bisa menabrak mereka?" tanya Revan baru tiba.


"Entahlah.., aku tak melihat mereka menyeberang saat itu" jelas Zacklee mengingat jika dia memang tak melihat mereka.


"Apa kau sudah memberitahu Ellena?"


"Belum Rev, aku takut jika dia khawatir"


"Ka Lee...," teriak Zaskia tak sengaja melihat Zacklee sedang berada di Rumah sakit yang sama bersama Devan.


"Kalian ngapain disini? jangan bilang kalo lagi periksa kandungan" ledek Zacklee.


"Apaan sih Kakak, ga lucu tau gak!" bantah Zaskia.


"Aku kesini cuma ambil obatnya Mama".


"Nah elu ngapain disini Zack? apa Ellena sakit?" tanya Devan.


"Bukan" jawab Zacklee singkat.


"Kalo bukan Ellena terus siapa?" tanya Devan lagi.


"Zacklee baru saja menabrak seseorang yang sedang menyeberang" pertanyaan Devan yang akhirnya dijawab oleh Revan.


"What!!!" seru Zaskia dan Devan bersamaan.


"Kalian kompak banget sih, teriak aja pake barengan" sahut Revan.


"Ka Lee, ini ga bercanda kan?" tanya Zaskia menghampiri Zacklee yang sedang memijit pelipisnya. Bukan karena memikirkan orang yang dia tabrak, melainkan memikirkan Ellena dan baby Kaisar.


Zacklee hanya menatap Zaskia dengan tatapan biasanya tanpa ucapan. Zaskia yang sudah mengerti bisa membaca arti dari tatapan itu.


Zaskia ikut duduk disamping Zacklee dengan perasaan khawatir juga.


"Maaf penanggung jawab pasien," panggil Dokter yang mengatasi.


Zacklee dan Zaskia buru-buru berdiri dan menghampiri Dokter.


"Saya Dok,"


"Tuan, mohon maaf untuk bapak tersebut kami sudah berusaha tetapi Tuhan berkehendak lain" ucap Dokter yang bisa di mengerti Zacklee dan semuanya.


Dokter kemudian mempersilahkan Zacklee untuk masuk kedalam. Zacklee langsung di suguhkan dengan suara tangis wanita muda yang menangisi ayahnya.


"Papa... jangan tinggalkan Siska..," tangis wanita muda bernama Siska.


Zacklee merasa bersalah karena tak melihat keduanya saat sedang menyeberangi jalan.


"Nona.., maafkan saya yang tidak melihat anda dan Papa anda menyeberangi jalan,"


Siska menoleh kearah Zacklee dengan mata memerah akibat menangis.


"Apa anda bilang? maaf? Papaku sudah meninggal, aku sudah tak memiliki siapa-siapa dan anda hanya meminta maaf! " hardik Siska yang sedang emosi.


"Nona, kematian merupakan takdir. Takdir sendiri tak bisa kita tolak. Seharusnya anda juga tau soal itu" sahut Zacklee.


"Anda tak usah menceramahiku Tuan. Anda itu salah tetapi kenapa tak menyadari kesalahan anda. Lebih baik anda keluar dari sini" hardik wanita yang tengah kesal bercampur sedih.


"Kau apa tak bisa membicarakan ini dengan baik" sahut Zacklee kesal pula.


"Zack..., lebih baik kita keluar" ajak Revan berusaha melerai mereka.


Zacklee mengikuti ucapan Revan, mereka akhirnya menunggu diluar.


"Kau tahu Rev, dia wanita yang sangat sombong. Kau urus sisanya, aku harus segera menjemput istri dan anakku" ucap Zacklee sangat kesal.


"Zack... kau tak bisa seperti ini. Kau harus menyelesaikan semuanya" teriak Revan karena Zacklee sudah sangat kesal dengan wanita bernama Siska.


"Biar aku dan Zaskia yang mengejarnya Rev," tawar Devan dan Zaskia.


"Tuan.., bisa kita selesaikan administrasinya?" seorang perawat memanggil Revan yang akan mengejar Zacklee alhasil Revan harus mengikuti perawat tersebut tak jadi mengejar Zacklee.


**


Zacklee sudah berada didepan restauran tempat Ellena. Dia sedikit merapikan bajunya agar Ellena tak mencurigai yang terjadi. Di depan pintu seorang wanita yang sudah sangat dirindukannya tersenyum manis kearahnya. Zacklee segera menghampiri dan memeluknya.


"Kau terlihat sangat cantik, aku sangat merindukanmu" bisik Zacklee tak peduli jika para pengunjung melihatnya.


"Kenapa telat hingga tiga jam?" Ellena mendorong tubuh suaminya.


"Sayang... maaf, ada yang harus aku selesaikan" alasan Zacklee.


"Seharusnya kau mengabari jika akan menjemput telat. Kau tahu untung baby Kai tak rewel"


"Iya iya sayang aku minta maaf. Sebagai gantinya aku akan menuruti semua perintahmu"


"Apa bisa aku pegang ucapanmu? kau selalu menolak jika aku menyuruhmu beristirahat. Kau tahu entah mengapa tiba-tiba hatiku merasa ada sesuatu yang aneh, tetapi aku juga tak tahu apa itu" sepertinya Ellena memiliki telepati .


"Hanya perasaan, kau tak usah khawatir. Ayo kita pulang, aku tak sabar ingin segera mengeksekusimu pumpung si kembar menginap di rumah Shandy dan Papa" bisiknya lagi. Kali ini bukannya marah, wajah Ellena malah memerah menahan malu.


"Aku akan mengambil baby Kai dulu," ucap Ellena mengalihkan rasa malunya.


'Dia sangat menggemaskan aku semakin mencintainya'


...----------------...


Jangan lupa tinggalkan jejaknya ya geng's👍


Like, Vote, Comment plus bonus mawar merahnya 🌹