What I Think

What I Think
Extra part.



Hai... Hai... yang kangen Felix dan Fiona juga baby Kai aku lanjot lagi yak..


Jangan lupa goyang jempulnya... Like, Vote bonus mawar merahnya 🥰


Thor.. kelamaan sih buruan udah rindu bang Alex nih...


Okeh... okeh... sabar dikit napa 🥱


Happy Reading....


Musim cinta sepertinya enggan untuk pergi. 10 tahun sudah berlalu kehidupan para geng Cassanova bersama keluarganya tak ada hari seperti biasanya mereka masih saja bertingkah layaknya abg padahal anak-anak mereka sudah memasuki sekolah menengah keatas. Baby Kai sekarang pun sudah tak menjadi baby, pria cilik berusia kurang lebih 10 tahun dengan rasa penasaran kepada satu hal itu masih sangat menggemaskan. Kolaborasi dari seorang Zacklee dan Ellena dari wajah Felix, Fiona serta Kaisar menjadi favorit lawan jenis yang menatapnya.


"Mom..," panggil Felix sembari membantu Mommynya setiap pagi.


"Kau duduklah Felix, semuanya sudah tersaji di meja. Mommy sebentar lagi selesai membuatkan sup untuk Kai," ucap Ellena.


"Mom.. bukan itu," sahut Felix.


Ellena menghentikan masaknya membersihkan tangannya menggunakan serbet di sampingnya.


"Apa yang kau fikirkan Felix?" tanya Ellena selesai membersihkan tangannya.


"Mom.., Felix boleh ikut pertukaran pelajar itu kan?" pinta Felix.


"Pertukaran pelajar? maksudnya?" tanya Ellena tak tahu soal itu.


"Iya Mom.., apa Mommy belum membaca surat dari guruku?"


Ellena kemudian teringat Felix memberikan surat undangan disaat dia sedang sibuk mempersiapkan barang-barang yang akan dibawa Zacklee selama satu minggu kedepan ke swiss untuk urusan bisnis.


"Maafkan Mommy sayang, Mommy belum sempat membacanya" ucap Ellena mengelus kepala Felix pelan.


"Setelah ini Mommy akan membacanya dan berunding dulu dengan Papamu" imbuhnya kali ini sembari melingkarkan tangan ke pinggang Felix menuntunnya menuju meja makan yang sudah terdapat Fiona dan Kai.


"Pagi Mommy..," sapa si cantik Fioma.


"Pagi juga sayang.., hei Kai kalo makan pelan-pelan nak"


"Iya Mom..," teriak si tampan Kaisar.


Ellena kemudian menuangkan nasi goreng kedalam piring Felix yang masih terlihat diam.


"Ayo Kaka Felix segera habiskan sarapanmu,"


"Mom, boleh ya.." rengek Felix.


"Habiskan sarapanmu terlebih dulu, Mommy akan berunding dengan Papa selesai ini," perintah Ellena. Dia tak melirik kearah putra tampannya yang sedang mengerucutkan bibirnya.


Pada akhirnya Felix lebih memilih menurut kemudian menghabiskan sarapannya.


Selesai sarapan, Felix Fiona dan Kaisar sudah bersiap untuk berangkat diantar oleh sopir. Kaisar sendiri sekarang sudah mulai memasuki Sekolah dasar. Bersama Juleha yang masih setia bekerja bersama Ellena, Ellena tak begitu kesulitan merawat mereka.


"Mom..., berangkat dulu" pamit Fiona.


"Iya sayang..., yang semangat anak-anakku... " teriak Ellena.Kai jangan lupa bekalnya dihabiskan. Awas jangan usil lagi," pesan Ellena karena baru masuk satu minggu ini Ellena sudah mendapat laporan jika Kaisar sering usil kepada temannya hingga menangis.


"Mommy.., Kai ga usil hanya saja gemas kepada mereka" ucap Kaisar.


"Selalu saja itu alasannya" gerutu Ellena.


"Pokoknya belajar yang rajin ya..," pesan Ellena lagi.


"Felix apa kau tak mau mencium Mommy seperti kedua adikmu?" sindir Ellena saat Felix hanya melewatinya.


Langkah Felix berbalik dengan wajah ditekuk tanpa mengurangi wajah tampannya Felix mencium pipi wanita yang masih terlihat awet muda.


"Terimakasih sayang.., Mommy akan segera berbicara dengan Papa" ucapnya.


Felix berputar balik menuju kuda besi yang sudah menunggunya. Selepas kepergian mereka Ellena segera merapikan dirinya menuju restoran. Ellena membuka kembali undangan panggilan pertukaran pelajar ke kota paman sam itu. Sebenarnya Ellena sangat berat jika sangat putra harus mengikutinya. Jauh dari mereka tak pernah terbayangkan dalam dirinya.


"Maafin Mommy Felix, Mommy tau ini salah satu cita-cita Felix. Tapi Mommy belum sanggup untuk melepas kalian," ucap Ellena.


Saat Ellena bersedih terdengar ponselnya berdering. Ellena kemudian mengambil ponselnya dan mengangkat panggilannya.


"Pagi Sayang..,"


"Pagi juga Ka..,"


"Apa yang sedang terjadi? sepertinya istriku tak bersemangat" ucap Zacklee.


"Felix Ka..,"


"Apa yang terjadi dengan Felix? apa dia membuat ulah?"


"Tidak Ka.., aku membuatnya sedih"


"Sedih kenapa sayang?"


"Sayang, ada masanya kita harus siap melepas mereka semua suatu hari. Anggap saja jika ini pembelajaran buat kita sebelum mereka benar-benar memilih jalan hidup mereka masing-masing. Kau jangan bersedih sayang masih ada aku yang akan menemani hari-harimu," goda Zacklee di akhir kalimatnya.


Ellena tersenyum mendengar ucapan suaminya.


"Ka.., kapan kau akan kembali?" tanya Ellena.


"Apa kau sudah merindukanku?" balik bertanya.


"Sepertinya tak perlu kau tanya soal itu Ka.., karena sudah pasti kau tau jawabannya," sahut Ellena.


"Kau tunggu saja kejutan dariku sayang.. mmuuuach.." kemudian menutup panggilannya.


**


"Ka Felix aku duluan masuk ya..," ucap Fiona.


Felix hanya menganggukkan kepalanya.


'Felix harap Mommy menyetujui permintaanku' batin Felix.


"Hai anak tampan..," panggil seseorang yang tak dikenal Felix.


Felix menoleh kearahnya dan hanya meliriknya sekilas tak perduli.


"Apa kau yang bernama Felix Mahendra?" tanyanya.


"Siapa kau?" pada akhirnya Felix terpancing dengan pertanyaan wanita itu.


"Kau sangat mirip dengan Alex kalo seperti ini," ucapnya.


"Kau mengenal Papa Alex?" tanya Felix.


"Siapa yang tak mengenal Alex, orang yang sangat berjasa dalam hidup Ellena saat Zacklee meninggalkannya dengan wanita lain," ucap wanita itu.


"Papa dengan wanita lain? maksudnya Papaku pernah menelantarkan Mommy?" memastikan ucapan wanita itu.


"Apa Ellena tak pernah menceritakannya? saat dia sedang hamil anak kembarnya, Zacklee Mahendra malah bersenang-senang dengan wanita selingkuhannya. Untungnya ada Alex kalo ga ada tau deh nasib kalian,"


"Kau mau membohongiku?" pekik Felix.


"Hei pria tampan coba kau fikir bagaimana bisa kau memanggil 2 pria dengan sebutan Papa," wanita itu kemudian tersenyum melihat ekspresi Felix.


Felix masih berdiri mematung mencerna ucapan wanita yang tak dikenalnya. Dia mengingat semuanya apa yang diucapkan wanita itu ada benarnya, bagaimana bisa dia memanggil 2 pria dengan sebutan yang sama 'Papa'.


Felix tak jadi memasuki kelas, dia berlari keluar gerbang dan segera memanggil taxi yang melintasi sekolahnya.


Masih berbalut dengan seragam sekolah, Felix menuju rumahnya. Sayangnya Ellena sudah tak berada di rumahnya dia sudah berangkat ke restoran milik keluarganya.


"Aku harus menemui Papa Alex," ucap Felix bermonolog pada dirinya sendiri.


Kemudian Felix melanjutkan langkahnya untuk menemui Alex. Kali ini Felix membawa motor sportnya hadiah ulang tahun sweet seventeennya. Tak membutuhkan waktu yang lama 20 menit perjalanan akhirnya Felix tiba di kediaman Alex.


Felix menekan tombol bel rumah Alex,


Klek,


"Felix..," ucap Anna melihat siapa yang datang.


"Tante Anna, apa Papa masih dirumah?" tanya Felix.


"Siapa yang datang sayang?" suara teriakan yang familiar ditelinga Felix.


"Felix..," panggil Alex menyadari yang tiba adalah Felix.


"Masuklah.., ada apa pagi-pagi sudah tiba sampai sini?" tanya Alex yang belum menyadari jika Felix sedang membolos.


Felix masuk mengikuti langkah Alex. Felix tersenyum saat melihat baby mungil cantik yang tersenyum kearahnya.


"Hai..," sapa Felix kepada baby cantik bernama Alina putri Alex dan Anna.


Baby itu terus tersenyum kearah Felix sepertinya dia sudah mengerti pria tampan di usianya yang hanya bisa mengucapkan kata 'mam.. mam.. mam'.


"Ada apa kau datang pagi-pagi Felix? kau tidak membolos sekolah bukan?"


"Pa, Felix mau menanyakan sesuatu,"


"Tanyakan saja apa yang ingin kau ketahui,"


"Apa benar saat Mommy hamil aku dan Fiona, Papa Zacklee meninggalkannya"


Deg!


...----------------...