
Happy Reading...
......................
"Sunny__" panggil Ellena lirih karena Hery menarik paksa tangan gadis kecil itu.
"Aunty.., Aunty.., " teriak gadis kecil itu sambil menangis.
Ellena segera beranjak dari duduknya dan mengejar Sunny.
"Sunny.., " teriak Ellena tetap mengejar gadis kecil itu meski para anak buah Hery menahannya.
"Tolong lepaskan anak itu Tuan, aku akan memberikan apapun yang Tuan minta" pinta Ellena bersimpuh di Kaki Hery.
"Nona ternyata kau tahu apa yang aku pikirkan. Aku akan melepaskan Sunny jika kau memberiku 100 Triliun" ucap Hery dengan senyum smirknya.
"Kau tak waras Tuan! 100 Triliun apa Tuan pikir itu uang yang sedikit" protes Ellena.
"Baiklah jika kau tak mau Nona. Lagian untuk apa Nona capek - capek mau membawa gadis kecil pembawa sial itu!" terdengar ujaran kebencian yang terucap dari Hery.
"Bukan urusanmu. Aku hanya mau Sunny kau serahkan padaku" ucap Ellena.
"Penuhi dulu permintaanku, aku akan penuhi permintaanku" ucap Hery tersenyum licik.
"Oke, aku akan menebusnya. Berikan ponselmu aku akan menghubungi suamiku saat ini juga" ucap Ellena.
Hery sedikit berpikir, lalu meminjamkan ponselnya ke Ellena.
Ellena mengambil ponsel Hery dengan tetap waspada. Wajah Sunny yang menangis membuat Ellena mantap menerima permintaan Hery yang tak waras. Ellena mengedipkan matanya kearah Sunny agar bocah itu tenang. Setelah mendapatkan ponsel Hery, Ellena segera mengetik nomor ponsel Zacklee kemudian menekannya.
'Sayang.. , angkat panggilanku' batin Ellena karena Zacklee tak menjawabnya.
"Maaf Tuan, suamiku tak menjawabnya" ucap Ellena kecewa karena Zacklee tak menjawabnya.
"Cepat bawa Sunny pergi!" teriak Hery memerintahkan anak buahnya.
"Aunty... ,"
"Sunny..., "
Teriak mereka bersamaan.
BUGHK!
"Ellena.., " panggil Rachel yang datang bersama Devan yang sudah menumbangkan anak buah Hery. Sayang jumlah mereka terlalu banyak. Sehingga membuat Devan sedikit kewalahan.
"Rachel, cepat kau segera bawa Ellena pergi' dari sini" teriak Devan.
Rachel segera menarik Ellena yang menggendong Sunny. Tapi sayang anak buah Hery sudah menghadang mereka.
"Aunty.., " ucap Sunny lirih.
"Kau tenanglah sayang, Aunty pasti menolongmu. Pegangan yang kuat" pesan Ellena kepada Sunny yang berada di gendongan Ellena.
"Ell, kita harus gimana?" tanya Rachel.
"Mau pergi kemana kalian, cepat ambil bocah itu" perintah anak buah Hery.
"Aunty..., " teriak Sunny saat anak buah Hery menariknya dari gendongan Ellena.
"Dasar pria breng***, gila, tak tahu malu!" umpat kesal Rachel sambil memukul anak buah Ayahnya yang akan merebut Sunny dari gendongan Ellena.
"Kalian tak bisa membawa Sunny" Ellena sambil menendang anak buah Hery hingga terjatuh.
"Kekuatanmu lumayan juga Ell" puji Rachel tak menyangka Ellena bisa menjatuhkan lawan.
Kemudian mereka segera berlari.
"KEJAR MEREKA!" teriak anak buah Hery.
"Ellena, kita harus gimana" ucap Rachel melihat sisi kanan kiri depan dan belakang mereka sudah banyak anak buah Hery.
"Kau tenang Chel.., kita pasti bisa" dengan nafas yang masih terengah-engah Rachel dan Ellena mencoba tenang di tengah-tengah anak buah Hery.
Salah satu anak buah Hery langsung merebut Sunny dari gendongan Ellena.
"Aunty..., " teriak Sunny, suara tangisnya entah mengapa membuat Rachel tiba-tiba merasakan sesuatu.
"Kembalikan Sunny!" Ellena memukul-mukul anak buah Hery.
Rachel sendiri tiba-tiba merasa pusing melihat adegan Sunny berteriak memanggil-manggil mereka. Rachel pernah merasakan kejadian ini tapi kapan dirinya tak ingat. Tubuh Rachel tiba-tiba terhuyung, otot Kaki-kakinya terasa lemas. Rachel mengingatnya.. Dia teringat saat Hery membawa pergi anak yang baru saja di lahirkannya. Kenangan masa lalu itu terlihat sangat jelas. Rachel terjatuh tak sadarkan diri.
"Rachel...," teriak Ellena yang melihat Rachel terjatuh.
"Kau benar-benar pembawa Sial! Aku sudah tak bisa mentolerir ini" ucap Hery dengan sadis sambil mengeluarkan belati dari balik jaketnya.
"Aunty...," teriak Sunny yang akan ditusuk belati oleh anak buah Hery.
Ellena mengejar Sunny, ingin menolongnya terlebih dulu. Tapi....,
JLEP,
Belati itu sudah menancap di Dada si gadis cilik bernama Sunny. Gadis cilik itu seketika melemas, dia tersenyum kearah Ellena yang menghampirinya.
"SUNNY.....!!" teriak Ellena meraih tubuh Sunny yang akan terjatuh.
"Bos gawat, kita semua sudah dikepung" salah satu anak buah Hery membawa kabar buruk.
"SIALAN!! Kau bunuh saja wanita ini sekalian" perintah Hery kemudian dia kabur lewat pintu rahasia.
DORR!
"Sayang, kau tak apa-apa?" tanya Zacklee yang baru berhasil menemukan Ellena dan Rachel.
"Ka Lee, kau cepat bawa anak ini. Selamatkan nyawanya" Zacklee sangat terkejut melihat gadis kecil bersimbah darah dipelukan Ellena.
Zacklee tak berpikir panjang dia segera membopong Sunny ke Rumah sakit terdekat. Bersama Ellena yang terus menangisi keadaan Sunny.
Alex sendiri segera membopong Rachel yang pingsan, dia juga ikut mengekori mobil Zacklee menuju Rumah sakit terdekat.
"Dev, bagaimana ceritanya" tanya Alex dalam mobil.
"Gue kurang tau Lex, hampir gila gue menghadapi orang gila macam Ayah Rachel itu" keluh Devan.
"Lalu, siapa anak kecil yang bersama Ellena?" tanya Alex.
"Gue ga tahu Lex, dia sangat cantik dan anehnya wajahnya mirip elu" ucap Devan dengan pendapatnya.
"Gue? Ngaco lu!" sahut Alex tak terima.
Mereka berlima sudah sampai di Rumah Sakit terdekat. Sedang Revan, Shandy dan Dewa mengurus sisanya. Sesampainya di Rumah sakit Sunny segera mendapat pertolongan.
"Nona.., Nona sampai sini saja biar kita yang menangani pasien" ucap Suster yang membawa Sunny kedalam Ruang ICU.
"Sayang.., tenangkan hatimu. Anak itu pasti baik-baik saja" ucap Zacklee menenangkan Ellena dalam pelukannya.
Begitupun dengan Sunny, Rachel juga segera mendapatkan pertolongan.
"Dokter, bagaimana keadaannya?" tanya Alex khawatir.
"Nona Rachel hanya pingsan dan sedikit kelelahan Tuan. Saya akan memberikan obat serta vitamin agar Nona Rachel segera sehat kembali" ucap Dokter bernama Celia.
"Terimakasih Dokter.. , " ucap Alex dan Devan.
"Sama-sama Tuan" jawab Dokter Celia.
Saat Dokter Celia keluar, Rachel mulai sadar.
"Rachel kau sudah sadar" tanya Alex dan Devan.
"Devan, dimana Sunny?" tanya Rachel balik.
"Sunny? Siapa Sunny?" tanya Devan bingung.
"Sunny Devan... Sunny anak kecil itu" ucap Rachel sedikit meninggikan suaranya.
"Nama anak itu Sunny? Nama yang cantik sesuai dengan anaknya" jawab Devan mengingat senyum manis Sunny.
"Dimana dia Devan?" tanya Rachel lagi karena Devan belum menjawabnya.
"Apa dia anak kecil yang berada di ruang ICU bersama Ellena dan Zacklee?" sahut Alex.
"Ruang ICU??" ucap Rachel dengan lirih, hatinya sudah tak karuan yang ada sekarang adalah ketakutan dan penyesalan. Air mata Rachel menetes begitu saja membuat Alex dan Devan bingung.
"Aku harus ketempat dia" ucap Rachel yang mencabut infus di pergelangan tangannya kemudian menuruni bed nya.
"Rachel kau masih lemas, " hadang Alex tapi Rachel tak memperdulikannya. Rachel tetap berjalan dimana Ruang ICU berada. Alex dan Devan mengikuti Rachel, dia sekarang dibikin bingung oleh tingkah Rachel.
Rachel menemukan Ellena yang menangis dipelukan Zacklee. Pas saat Dokter keluar dari ruang ICU.
"Dokter, bagaimana keadaan Sunny?" tanya Ellena khawatir.
"Nona, anak itu mengeluarkan banyak darah kami membutuhkan donor darah AB+. Apa keluarganya ada disini?" tanya Dokter Anton.
Ellena tertunduk, menangis sesenggukan karena dirinya ataupun Zacklee tak ada yang memiliki darah AB+.
Rachel yang mendengarnya pun terjatuh,
"Rachel.., " teriak Alex membuat Ellena dan Zacklee menoleh bersama.
Ellena melihat Rachel yang sudah sadarkan diri dan merasa prihatin melihat dirinya terjatuh.
"Rachel.., " panggil Ellena menghampiri Rachel.
"Ell.., tolong Sunny.. Tolong Sunny" ucap Rachel terlihat dari sorot matanya terdapat sesuatu yang disembunyikan.
"Aku dan Ka Lee akan berusaha mencari donor untuk Sunny" ucap Ellena menenangkan.
"Lex, bukannya darah elu juga AB+" sahut Zacklee.
"Iya Lex, darah elu kan AB+" sahut Devan membenarkan.
"Kalian apaan, gue ga kenal sama tuh anak" sahut Alex dengan cueknya.
Rachel memejamkan matanya menahan amarah, tangannya sudah mengepal. Rachel yang sudah tak tahan beranjak dari duduknya dari lantai dan,
PLAK!!
......................
Terimakasih para pembaca setia Author🙏
Semoga Rezeki para pembaca dimudahkan serta dilancarkan oleh Allah🤲🤲
Jangan lupa tinggalkan jejaknya ya ka..
LIKE, VOTE, COMMENT plus Mawar merah tercintanya 🌹