
🍃🍃
" Papa.. ! ". Teriak dua bocah kembar yang mendapati Zacklee menjemputnya.
" Apa Papa terlambat menjemput kalian? ". Tanyanya sambil memeluk kedua anak kembarnya.
" Mommy mana Pa? ". Si tampan Felix mencari keberadaan Ellena.
" Mommy didepan sedang bersama Paman Shandy ".
" Om Lee.. ! ". Panggil Chloe dan Safira yang baru keluar.
" Kaka Chloe dan Ka Fira ". Sapa Fiona dengan senyuman manisnya.
" Hai Fio.. ". Sapa Chloe dan Fira bersamaan.
" Sayang - sayangnya Mommy ". Ellena dan Shandy yang menemui anak - anaknya.
" Onty cantik Chloe boleh peluk ga? "
" Safira juga mau peluk Onty cantik ".
" Keponakan Onty yang menggemaskan ". Ellena mengulurkan tangannya memeluk kedua keponakannya.
" Kutut, mainlah kerumah biar Felix dan Fiona mengenal saudaranya ".
" Ide bagus.. Sayang hari ini kita main ketempat Ka Chloe dan Ka Safira ". Ajak Zacklee yang langsung dijawab sorak gembira dari anak - anak didepannya.
" Nick, Nathan.. Jangan lari - lari nanti jatuh ". Teriak suara tak asing bagi Ellena, Zacklee dan Shandy.
" Dhea ".
" Ellen, kau menjemput si Kembar? Ku kira tadi Ka Alex.. Soalnya tadi aku sempat lihat dia ".
" Ka Alex? ". Ellena menoleh kebelakang memastikan penasarannya. Begitupun dengan Zacklee dia memperhatikan istrinya yang mencari keberadaan Alex.
" Papa.. Ayo ". Panggil Felix dan Fiona yang sudah lebih dulu mengikuti Shandy, tak ketinggalan si Kembar Nick dan Nathan ikut masuk ke mobil Shandy pula. Mau ga Mau Dhea harus mengikuti mereka.
Dari Sisi lain, Alex yang sengaja bersembunyi di dalam mobilnya memperhatikan wanita yang sudah melekat di Hatinya. Tangannya menyentuh dada bidangnya saat melihat Ellena serta si Kembar. Rasa penyesalan mulai menghampirinya, andai dia mengikuti pesan Mamanya mungkin saat ini Ellena serta si Kembar masih bersamanya.
Bayangan wajah Ellena lagi - lagi membuatnya tak fokus mengemudi dan benar saja...
CIIITTTT...
Suara mobil Alex hampir menabrak seorang wanita pejalan kaki, untungnya Alex dengan segera menginjak rem mobilnya.
Alex terkejut saat melihat wanita yang hampir ditabraknya.
" Rachel ". Gumamnya setelah melihat siapa yang di tabraknya.
Rachel memegang kakinya yang terluka akibat menghindari mobil Alex yang melaju dengan kecepatan tinggi.
" Rachel kau tak apa? ". Tanyanya dengan perasaan khawatir saat melihat kaki Rachel yang terluka.
" A_lex ". Ucapnya lirih setelah melihat siapa yang menabraknya.
" Aku tak apa ". Rachel berusaha menahan sakitnya dan berdiri untuk menghindari Alex. Rachel tidak mau terlalu berharap lebih kepada Alex. Sepertinya sudah cukup dirinya bersabar.
" Chel.. Biar Aku antar ke Rumah Sakit ". Tawar Alex saat melihat Rachel berusaha berjalan menahan sakitnya.
" Tak perlu, Aku terlalu kuat untuk Sakit kecil seperti ini ". Bibirnya menyunggingkan rasa kecewa. Rachel berlalu setelah mendapatkan Taxi yang melintas di depannya.
Alex berdiri mematung melihat Rachel yang menolak tawarannya. Ucapan Rachel kembali menjadi kacau perasaan Alex. Alex berbalik memasuki mobilnya setelah Taxi yang ditumpangi Rachel tak terlihat.
Alex berhenti di depan Cafenya, turun dengan langkah yang berat. Jika biasanya Felix dan Fiona akan berteriak dengan kedatangannya juga Ellena yang akan menyambutnya dengan senyum manisnya, tidak untuk sekarang. Alex hanya akan mengenangnya saja.
" Selamat siang Tuan ". Sapa seorang Kepala pelayan Cafe dengan menunduk.
" Menu terbaru apa yang Nona buat hari ini? ". Sepertinya Alex lupa jika Ellena sudah tak berada di Cafenya.
" Tu_tuan.. No_na.. ". Ucap Kepala Pelayan dengan terbata - bata.
" Issshhh.. ". Alex menyadari saat Kepala Pelayan ingin menyampaikan jika Nona muda tidak lagi berada di Cafe miliknya.
Ellena sebelumnya mampir untuk sekedar berpamitan kepada semua karyawan - karyawannya. Meski bagaimanapun tanpa mereka Cafe tak akan bisa sampai sesukses ini. Tentu saja para karyawan rasa sahabat itu sangat sedih dengan keputusan berhentinya Ellena.
Ellena yang cantik, pintar dan baik hati sudah menjadi Idola di hati para karyawannya. Wanita yang tak pernah marah itu mungkin sudah terpahat cantik di hati para karyawannya.
Alex melewati Kepala Pelayan yang merasa tak enak hati karena menurutnya sudah menyinggung perasaan bosnya.
Alex membuka private roomnya dan duduk bersandar di sofa depan meja kerjanya. Sambil memijit - mijit keningnya yang pusing akibat terlalu berat memikirkan persoalannya dengan Ellena ditambah dengan persoalan Rachel.
**
" Let's Party ". Teriak Ellena setelah melihat Marcel dan Renata menyiapkan barbeque.
Sedang komunitas anak - anak kecil melihat aneh kearah Ellena yang sikapnya melebihi mereka.
" Mommy kayak anak kecil ". Protes si tampan Felix.
" Iya nih Ka.. Mommy lebih terlihat seperti anak TK ". Cibir si Cantik Fiona.
" Tapi Mommy kamu masih pantas seperti anak kecil, Aku sangat mengidolakannya ". Puji Chloe yang memang dari dulu mengidolakan Ellena.
" Mommy kamu , onty Dhea sama Mamy Aku itu dulunya the geng's power puff girls ". Sahut Safira yang langsung mendapat tatapan pertanyaan dari bocil - bocil yang lagi masa main game nata balok.
Sedang yang sedang menjadi the geng's power puff girls sedang tersenyum nails mendengar sebutan baru mereka.
" Fira sayang.. Yuh bantu Mami ngupasin jagung.. ". Ajak Clara dengan senyum terpaksa.
" Iiiihh... Mamy.. Fira kan Mau main sama si tampan Nick dan Nathan.. Bisa ga ditunda kupas - kupasnya ". Protes Safira yang langsung disambut gelak tawa semuanya.
" Ellen sepertinya kita harus kasih reward buat Safira karena sudah menemukan nama yang pas buat geng's kita ". Sahut Dhea terkekeh.
" Papa ". Panggil Chloe kepada Marcel.
" Iya sayang, kau Mau membantu Papa membuat saos? ". Tanyanya sambil merangkul putrinya.
" Onty Ellena cantik ya mirip Nenek Riska ". Entah mengapa ucapan Chloe membuat sedih yang mendengarnya terutama Ellena.
Marcel melirik adiknya yang mematung, dirinya seakan mengerti apa yang dirasakannya.
" Kalau Om Shandy kenapa tak mirip Papa ya? Kan Om Shandy adiknya Papa. Papa lebih mirip Onty ". Protesnya lagi yang langsung membuat Marcel dan yang lain tertawa.
Tidak dengan Shandy yang baru saja bergabung bersama Zacklee setelah membicarakan hal penting diruang kerjanya.
" Trus' Om mirip siapa kalau ga mirip Papamu dan Onty Ellena? ". Shandy beralih memangku Chloe.
" Siapa ya Om? ". Chloe mengetuk - ngetuk dahinya seolah sedang berfikir.
" Nanti Aku pikirin lagi deh ". Tanpa merasa bersalah Chloe turun dari pangkuan Shandy dan malah ikut gabung team bocilnya.
" Sayang kau kenapa? ". Zacklee menyapa istrinya yang diam mematung.
Marcel dan Renata seolah mengerti yang terjadi.
" Kita ke makam Mama Papa yuk Cel ". Ucap Renata yang langsung di mengerti Zacklee dan Shandy.
" Ka.. ". Panggil Ellena lirih sambil menunduk.
" Maafin Aku ". Ucapnya menahan penyesalannya.
Marcel menghampirinya, mengelus lembut ujung kepalanya.
" Kau tak perlu meminta maaf semuanya sudah terjadi mungkin ini yang terbaik untuk Mama dan Papa ".
Air matanya lolos begitu saja saat Marcel menenangkannya.
Shandy ikut menghampiri adiknya.
" Let's Party, Forget Everything baby ".
" Kenapa acaranya jadi termehek - mehek gini ". Clara yang datang bersama Dhea selesai dari dapur mengambil bahan - bahan yang akan dijadikan barbeque malam ini.
" Dia kan ratunya termehek - mehek sedunia ". Sahut Dhea dengan terkekeh.
Acara barbeque keluarga sedang Di mulai, Revan dan Devan datang selesai dari kantor masing - masing sedang Alex yang sengaja diundang Shandy secara pribadi sengaja tidak datang. Entah mengapa Alex menolak permintaannya, dan mulai mengerti saat membahasnya dengan Zacklee dan Ellena tanpa respon. Jadi bisa dikatakan jika diantara mereka sedang tidak baik - baik saja.
Zacklee menyuapi Ellena dengan romantis membuat jomblo seperti Devan tercabik - cabik perasaannya.
" Makanya, kawin sonoh ". Ledek Revan yang memperhatikan Devan sedang belingsatan karena jiwa jomblonya sedang meronta - ronta.
" Kawin uda Rev.. Nikahnya yang belom ". Protes Devan yang tak rela.
" Hahaha.. ". Tawa Revan seketika pecah saat melihat protes Devan.
" Makanya.. Serius tuh sama satu wanita.. Nah elu tiap nempel diseriusin semua kan bingung mereka ".
" Lah.. Napa elu malah belain mereka, kan yang ujung - ujungnya jomblo gue ".
Shandy datang sambil mendorong Kepala Devan.
" Jomblo teros bilangnya.. Terus tu si Angel Mau dikemanain "
" Angel.. Shand.. Angel ". Devan menggunakan sotry telling mengucapkan nama Angel yang benar dengan kesal. Karena Shandy lebih suka menggunakan bahasa jawa Angel yang artinya sulit.
" Sama aja Dev.. Yang penting tulisannya sama ". Shandy yang sengaja membuat Devan semakin kesal dan akhirnya pasta menerima kekalahan debatnya.
" Mommy... ". Panggil si Cantik Fiona dengan saus barbeque yang belepotan di bibirnya.
Ellena yang terpanggil menoleh kearah putrinya.
" Mommy katanya sedang membuatkan Aku dan Ka Felix seorang adik, tapi katanya juga ga boleh ada mengganggu.. Kenapa Mom? ". Ternyata Fiona masih mengingat perbincangannya dengan Albert pagi tadi.
'Uhuk_uhuk_uhuk'
Zacklee yang sedang minum jus tersedak dengan pertanyaan putri kecilnya yang entah darimana idea pertanyaan itu.
Sedang yang mendapat pertanyaan mengeratkan bibirnya bingung harus menjawab apa.
" Siapa yang memberitahu Fio?". Tanya Zacklee penasaran.
" GrandFa.. GrandFa yang mengatakannya tadi pagi kalau Papa dan Mommy sedang membuatkan adik buat Fiona dan Ka Felix ". Masih dengan mulut yang penuh dengan daging bakar yang baru saja disajikan.
" OMG PAPA!! ". Gerutu Zacklee yang tak menyangka jika Albert akan beralasan seperti itu.
" Emang Papa Mommy kemana Fiona? ". Devan sengaja mengorek bocah cantik yang belepotan saus barbeque.
" Semalam Aku dan Kaka di tinggal sendirian bersama Grandma dan GrandFa di ho_ho_hotel katanya ". Mulut bocah polos itu membuka rahasia perusahan pribadi Zacklee.
Devan melirik Zacklee dengan lirikan mata yang akan menjadi senjata perejekannya nanti.
" Betul itu Fiona cantik.. Bikin Adiknya harus sembunyi dulu kalau ga sembunyi takut adiknya lesu ". Devan malah menjelaskan dengan ambigu membuat Zacklee ingin sekali mentloyor otak gesreknya.
Bagaimana dengan Ellena? Dia sudah tidak bisa lagi berkata - kata, karena kali ini semua mata sedang menghakimi dirinya untuk menjelaskan maksud cerita si Kecil Fiona.
Sedang Zacklee terus mengumpat kesal Papanya yang membahas cerita absurd untuk anaknya.
Marcel dan yang lain gimana? Gimana lagi coba, tawa mereka pecah bersama melihat sikap Zacklee dan Ellena yang seperti maling tertangkap basah.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Jejaknya jangan lupa gaessss... 🙏