What I Think

What I Think
Demam part. 1



🍃🍃


" Rachel ". Alex tak sengaja melihat Rachel di pantry Rumah sakit.


Alex kemudian teringat janji untuk menemuinya malam itu.


"Sial! Aku melupakannya". Umpat kesal Alex lalu mengejar Rachel.


Saat Alex akan memanggil Rachel, tak sengaja Alex melihat seorang pria tersenyum kepada Rachel lalu menggandeng tangannya memasuki ruangan pasien bernomor 219.


Alex mengurungkan niatnya, tiba-tiba hatinya terasa sedikit sakit saat melihat Rachel bersama pria lain tetapi dengan cepat dia tepis.


"What I think?". Gumam Alex membalikkan badan dengan sedikit ragu.


Meskipun dia menepis semua perasaannya nyatanya Alex tak bisa membohongi perasaannya. Berkali-kali dirinya menoleh kearah ruangan bernomor 219.


" Lex! ". Devan menepuk bahu Alex sehingga membuatnya terkejut.


" Bisa ga bikin gue jantungan! ". Alex menaikkan nada suaranya akibat Devan mengagetkannya.


" Biasa aja kali.. lagian elu daritadi gue panggil kagak noleh, emang lagi merhatiin siapa sih? ". Devan sedikit curiga dengan sikap Alex.


" Ga ada siapa-siapa. Lu nyari gue ngapain? ". Tanya Alex mengalihkan kecurigaan Devan.


" Felix demam ".


" Serius! ". Alex berlari lebih dulu meninggalkan Devan.


Alex sangat khawatir mendengar kabar Felix sakit.


" Kampret tuh orang, gue malah ditinggal. ALEX! ". Gerutu Devan dan langsung mengikuti Alex sambil berteriak memanggilnya.


**


Fiona kini tertidur dipangkuan Zacklee.


Zacklee menyibakkan rambut putrinya yang menutupi sebagian wajahnya kemudian mencium pipinya dengan lembut.


" Maafin Papa sayang ". Ucap Zacklee kemudian kembali mencium pipi gembul Fiona.


" Anakmu sangat menggemaskan Lee ". Tasya yang diam-diam memperhatikan Lee lewat kaca spion diatas dashboard.


" Bagaimana tidak menggemaskan mereka terproduksi dari bibit yang berkualitas ". Ucapnya jemawa membanggakan bibitnya.


" Isshhh.. Dasar! ". Decih Veer.


" Boleh dong bagi resepnya ke kita ". Sahut Tasya sambil menggoda Veer yang sedang mengemudi.


" Kalian berdua? ". Zacklee terkejut mendengar ungkapan 'kita' yang diucapkan Tasya.


" Ehm ". Veer berdehem mengusir kegugupannya. Tasya sudah membuka soal hubungan khusus dengannya kepada Zacklee dan itu membuat Veer sedikit gugup.


Tasya tertunduk menahan malu, pasalnya dia baru menyadari ucapannya yang membuka rahasianya sendiri tentang hubungannya dengan Veer.


" Baguslah kalau kalian sedang berpacaran ". Sahut Zacklee yang tak dapat jawaban dari dua manusia didepannya.


Veer dan Tasya saling melempar senyum mendengar sahutan Zacklee.


Setelah sampai di tempat Dokter langganan Marcel, Veer menyuruh Zacklee untuk segera masuk. Sedang Veer harus memarkirkan kendaraannya dulu.


Zacklee masuk masih dengan posisi menggendong Fiona. Dia melihat Marcel yang menggendong Felix bersama Renata disampingnya.


" Ka! ". Panggil Zacklee.


" Bagaimana kondisi anak laki-laki ku? ". Zacklee mengelus ujung kepala Felix.


" Dia tak apa-apa Lee, hanya demam biasa. Dokter bilang Felix alergi terhadap strawberry dan itu yang membuat Felix menjadi demam ". Renata menjelaskan seperti apa yang disampaikan Dokter.


" Bagaimana bisa dia Alergi Strawberry sepertimu Lee ". Sahut Marcel yang sedikit heran.


Renata mengambil alih Fiona dari gendongan Zacklee. Sedang Zacklee gantian mengambil alih Felix dari gendongan Marcel.


" Papa ". Felix yang terbangun melihat Zacklee.


" Papa, Felix kangen Mommy ".


" Kita ketemu Mommy ya, tapi sebelumnya Felix harus janji sama Papa untuk segera sembuh. Felix ga mau kan lihat Mommy bersedih melihat Felix dan Fiona sakit? ". Zacklee mencoba memberi pengertian kepada putranya.


Felix menggeleng, dia membenarkan ucapan Papanya.


" Felix mau sembuh dulu biar Mommy ga sedih lihat Felix sakit ". Ucapnya menuruti perintah Zacklee.


Felix kembali memeluk Zacklee, kepalanya bersandar di dada bidang Zacklee.


" Felix Fiona ". Alex datang bersama Devan.


" Papa Alex ". Sahut Felix.


" Sayang apa yang kau rasakan? Dimana letak yang sakit? ". Felix hanya melihat Alex sekejap kemudian menyandarkan kepalanya lagi di Dada bidang Zacklee dan memeluknya.


" Elu kalau nanya pelan-pelan napa Lex ". Protes Devan. Sedang Alex hanya melirik Devan.


" Kenapa kau tak pernah bercerita jika putraku memiliki alergi sama sepertiku ". Protes Zacklee kesal.


" Sorry Zack, gue pikir Ellena sudah menceritakannya ".


" Cih, kalian ". Zacklee sedikit kesal pasalnya dia tak pernah tau jika Felix memiliki alergi yang sama dengan dirinya.


" Sudahlah.. kita pulang, kasihan mereka butuh istirahat ". Sahut Marcel yang tak mau terjadi perdebatan antara dua pria yang sudah berdamai.


" Biar aku yang menggendong Fiona Ka ". Pinta Alex saat Renata akan menggendongnya.


" Kalian semobil saja sama kita, biar mobil kalian dibawa Veer dan Devan ". Saran Marcel.


Sekitar tiga puluh menit mereka sampai ke kediaman Zacklee.


Zacklee dan Alex menidurkan Felix dan Fiona di tempat tidurnya masing-masing. Kemudian mereka meninggalkan Felix dan Fiona bersama Leha pengasuh Felix dan Fiona.


" Lee, kami pamit pulang. Nanti malam kita akan kemari lagi ". Pamit Renata.


" Terimakasih Ka sudah menjaga anak kembarku ".


" Kita juga pamit pulang Lee ". Pamit Tasya yang diikuti Veer.


Zacklee berbalik ke kamar anak kembarnya.Menatapnya lebih lama. Rasa penyesalannya kembali mencuat. Zacklee menatap Felix dan Fiona bergantian. Seorang Zacklee yang dingin sekarang bisa mengeluarkan air mata memikirkan bagaimana dulu Ellena membesarkan kedua anak kembar mereka.


" Zack elu mau pesan apa? gue ama Devan mau pesan pizza ". Tawar Alex yang tak mendapatkan tanggapan dari Zacklee.


Alex merasa ada sesuatu yang dirasakan Zacklee terbukti setiap sapaan Alex tak pernah mendapatkan tanggapan dari Zacklee.


" Ceritakan padaku Lex apa yang terjadi dengan Ellena saat mengandung mereka ".Kata terakhir dari Zacklee seperti sebuah ancaman. Alex dengan terpaksa menceritakan semuanya.


" Apa pernah terjadi sesuatu saat Ellena mengandung mereka? ". Tanya Zacklee.


" Seperti yang kau lihat seperti sekarang ini.. Ellena pernah mengalami pendarahan saat usia kehamilannya menginjak 5 bulan. Ellena yang saat itu bingung tak tahu harus apa menghubungiku. Aku membawanya ke Rumah Sakit dan Dimas bilang jika bayi Ellena harus di gugurkan kala itu. Ellena menolak dengan lantang saran dari Dimas. Lu tau apa yang dia katakan saat itu? Ellena hanya ingin menjaga satu-satunya bukti perjalanan cinta kalian ". Alex tersenyum mengingat betapa keras kepalanya Ellena saat itu.


" Ternyata dia benar-benar membuktikan ucapannya, menjaga bukti cinta kalian sampai saat ini ". Alex kembali menatap Felix dan Fiona.


" Lex, sekali lagi gue terimakasih karena elu uda menjaga Istri dan anak gue. Meski gue tahu kau menyukai Ellena ". Zacklee berpikir betapa sulitnya kehidupan Ellena saat itu jika tak ada Alex disamping mereka.


Alex kembali tersenyum.


" Oh ya Lex.. Rachel tadi pagi mencarimu. Aku tak sengaja bertemu. Sepertinya dia mau menyampaikan sesuatu yang penting ". Zacklee teringat saat dirinya mendapat telfon dari salah satu koleganya dan tak sengaja bertemu Rachel.


Rachel sendiri sedikit terlihat aneh saat ingin meminta bantuan Zacklee. Mungkin ada rasa sungkan didalam hatinya menyuruh Zacklee untuk membantu persoalan pribadinya.


Zacklee menangkap raut sesuatu dari wajah Alex setelah mengucapkan nama Rachel kepadanya.


" Ada apa dengan dia, kenapa wajahnya berubah saat aku membahas tentang Rachel ". Gumam Zacklee.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Jangan lupa tinggalkan jejaknya my e-loveku❤