What I Think

What I Think
Takdir terbaik



Happy Reading...


\=\=@@


Sambil membuka kacamatanya,


'Akhirnya aku bisa menemuinya Nona Ellena' batin Dion.


"Ellena, baby Kai tampan sekali sumpah dia sangat mirip Ka tampan" ucap Dhea terkagum dengan baby Kai.


"Lah emang Ka Lee bapaknya pastinya mirip Dhea," sahut Clara.


Ellena tersenyum melihat tingkah keduanya.


"Permisi..," seorang pria membuyarkan obrolan ketiganya.


"Iya Tuan, ada yang bisa saya bantu?" sahut Clara.


Dion melirik kearah Ellena yang sedang sibuk mengambil alih anaknya. Lalu menoleh kearah Clara.


"Saya mau pesan minuman," ucapnya.


"Iya Tuan silahkan duduk"


Dion sengaja duduk di dekat tempat duduk Ellena agar bisa terus menatapnya dari dekat. Clara menyodorkan daftar menu Restaurantnya, Dion segera memilih Sir John A. Cocktail minuman yang sangat populer dan di Restaurant milik keluarga Maheswari.



Minuman yang berbahan dasar Collingwood whisky dan Persik Ontario ini dicampur dengan free brothers, sirup maple Kanada, dan teh earl grey. Minuman ini cocok diminum saat bersantai dan berkumpul dengan teman-teman.


Kemudian Dion memilih menu makanan khas di Restaurant yang menyajikan makanan - makanan Kanada bernama Poutine. Poutine sendiri merupakan sajian kentang goreng yang diberi lumeran keju diatasnya lalu diberi topping daging dan saus pedas. 



Clara kemudian memanggil salah satu pegawainya dan segera memberikan pesanan Dion.


Clara kembali menghampiri baby Kai, sedari tadi mereka berdua saling berebut baby Kai sama seperti yang dilakukan Zacklee dan Zaskia jika sedang berebut baby Kai. Melihat itu Ellena menjadi pusing.


"Kalian bisa tidak memperebutkan anakku? kepalaku jadi sangat pusing" keluh Ellena.


"Ga bisa" jawab keduanya lalu beralih ke baby Kai kembali.


Ellena memijit dahinya bingung dengan sikap kedua sahabatnya.


"Bukankah aku kesini untuk mencari hiburan kenapa harus merasa pusing lagi gara-gara mereka" gerutu Ellena.


Ellena kemudian berbalik ingin ke toilet, belum sampai ke toilet dia mendengar para pegawainya sedang mempeributkan sesuatu. Ellena membelokkan langkahnya untuk menghampiri mereka.


"Ada masalah apa?" tanya Ellena.


"Nona..., begini Tuan meja nomor tujuh memesan poutine tanpa keju tetapi kami lupa. Kami memberinya keju kedalam pesanannya, Tuan tersebut komplain ke Lina sampai Lina ketakutan"


"Kalian tenanglah, biar aku yang berbicara dengannya" sahut Ellena melangkahkan kakinya menghampiri meja nomor tujuh.


Tap.. tap.. tap.. suara langkah hentakan sepatu Ellena.


"Mohon maaf Tuan, karena ini kesalahan dari pihak kami, kami akan mengganti rugi pesanan Tuan tanpa membayarnya" ucap Ellena.


'Akhirnya kau terpancing Ellena,' batin Dion.


"Tak usah Nona, terimakasih atas tawarannya. Saya akan memakannya. Saya hanya mengingatkan saja tidak ada maksud lain" ucap Dion.


"Terimakasih Tuan, kami akan memberikan free untuk anda jika kembali lagi kesini" ucap Ellena.


"Maaf, sepertinya kita pernah bertemu Nona" sahut Dion sebelum Ellena berbalik.


"Sepertinya anda salah orang Tuan," ucap Ellena kemudian berbalik.


Dion tersenyum bahagia, meski hanya seperti ini dia bisa merasa lega sudah bisa melihat wajah dan senyum Ellena.


Ellena kemudian menghampiri Kaisar yang menangis. Dhea dan Clara sampai bingung mendiamkan baby Kaisar.


"Sayangnya Mommy haus ya..," sembari mengambil baby Kai dari gendongan Dhea.


Ellena kemudian mengajak baby Kai masuk ke ruang pribadi, disana dia segera memberi ASI kepada baby Kai sambil mengelus ujung kepalanya Ellena memperhatikan wajah tampan Kaisar. Ellena sangat bersyukur karena Kaisar bisa tumbuh menjadi bayi normal lainnya.


Klek,


"Ell, ada yang kirimin ini buat kamu" ucap Dhea sambil menyodorkan bucket bunga juliet rose.


"Dari siapa Dhea?"


"Ga tau, di titipkan sama anak-anak tadi. Setelah ditanya rupanya yang ngasih uda keluar"


Ellena kemudian meletakkan baby Kai yang sudah terlelap diatas ranjang. Ellena meraih bucket bunga termahal. Diambilnya kertas yang terselip didalamnya,


'Untuk orang tercantik, Ellena Malik Maheswari' bunyi tulisan tersebut.


Ellena mengedikkan kedua bahunya sembari membolak-balikan kertas ucapan tersebut barangkali ada tulisan lainnya.


"Ell, kau tahu Rachel akan menikah" sahut Dhea yang tiba-tiba ikut bergabung.


"Ssssstttt...," bunyi kode diam dari Ellena dan Dhea serempak.


"Sorry," ucap Dhea menyadari baby Kai sudah terlelap.


"Rachel menikah dengan siapa?" tanya Ellena.


"Ini undangan pernikahan mereka" sambil menyodorkan undangan pernikahan Rachel.


Ellena kemudian meraihnya dan segera membuka isi undangan tersebut.


"Rachel dan Bastian," ucap Ellena.


"Bastian Rahardian pemilik perusahaan eksport import kerajinan ukir" sahut Dhea.


Ellena kemudian teringat Alex,


'Maafkan aku Rachel,' batin Ellena.


"Ell.." Dhea membuyarkan lamunan Ellena sbil melambaikan tangannya ke wajah Ellena.


"What do you think?" imbuhnya penasaran melihat Ellena melamun.


"Aku hanya merasa bersalah, aku yang sedikit memaksanya menunggu Ka Alex saat itu" ucap Ellena sedih.


"Kau tak perlu bersedih Ell, jodoh maut rezeki semuanya sudah kehendak takdir. Mungkin ini takdir terbaik untuk keduanya" sahut Clara menenangkan Ellena.


"Clara benar Ell, kau tak perlu bersedih apa yang dikatakan Clara memanglah benar semuanya sudah kehendak takdir kau tak perlu menyesalinya" sahut Dhea.


"Apa Rachel mau menemuiku setelah ini?" tanya Ellena.


"Maaf Nona, ada yang mencari anda" ucap salah satu pegawainya.


"Siapa?" tanya Dhea.


Pucuk dicinta ulampun tiba, Rachel orang yang menjadi perbincangan tiba-tiba hadir. Sepertinya dia memiliki telepati kepada Ellena.


"Rachel...," panggil Dhea dan Clara.


"Maaf, aku mengganggu waktu kalian sebentar. Aku kesini hanya ingin memberikan ini" sambil menyodorkan undangan pernikahan.


Dhea dan Clara menerimanya masing-masing.


"Ellena..," panggil Rachel lirih lalu menghampiri Ellena yang terdiam seperti patung.


"Ellena..," panggil Rachel sekali lagi.


Ellena sangat merasa bersalah sampai tak terasa air matanya mengalir begitu saja.


"Ellena..., " kali ini Rachel memanggilnya sambil memeluk Ellena. Mereka berdua menangis dengan perasaan masing-masing.


"Apa kau membenciku Rachel?" tanya Ellena dengan suara parau.


"Beri aku alasan untuk membencimu Ellena.., disini aku yang salah terlalu berharap cinta Alex sedangkan aku tau jika dia tak pernah sedikitpun mencintaiku. Apa aku harus membencimu dengan kesalanku?" ucap Rachel.


"Rachel... hiks.. hiks.. hiks..,"


"Jangan pernah berpikir jika aku membencimu, karena aku akan merasa bersalah seumur hidupku" ucap Rachel.


"Ellena aku memintamu untuk menjaga Sunny. Aku percayakan dia padamu karena setelah menikah aku akan meninggalkan negara ini. Berjanjilah padaku kalo kau akan menjaga Sunny" pinta Rachel.


"Ra_chel..,"


Mereka berdua saling menangis, sampai Dhea dan Clara yang melihatnya juga ikutan menangis.


"Oe'... oe'.. oe'... " suara tangis baby Kaisar membuyarkan kesedihan mereka semua.


"Dia..?"


"Dia baby Kaisar" sahut Clara.


"Aku belum pernah bertemu dengannya semenjak saat itu. Dia sudah terlihat gembul dan sangat tampan. Boleh aku menggendongnya Ell?" pinta Rachel.


Ellena kemudian memberikan Kaisar ke gendongan Rachel. Rachel sangat senang melihat baby Kaisar.


"Dia sangat tampan seperti Felix" ucap Rachel yang ikut gemas seperti Dhea dan Clara.


"Sebentar lagi kau juga akan mendapatkan yang seperti baby Kai" celetuk Dhea.


Mereka berempat kemudian tertawa serempak.