What I Think

What I Think
Konflik hati



Happy Reading....


...----------------...


"Kau sedang mengusirnya Kia?"


"Sepertinya iya Ka.., ada yang mau aku beritahukan ke Kakak. Ka Clara mengirimku ini," sambil memberitahu pesan di ponselnya. Gambar bucket bunga juliet rose yang sama dengan yang sebelumnya.


"Juliet rose?"


"Iya Ka.., apa Kakak tak merasa aneh? bungan yang sama, pesan yang sama dalam satu hari tiga kali pengiriman juliet rose"


Ellena tampak berpikir, sebelumnya dia juga merasa aneh ada orang yang dengan entengnya mengirimnya bunga yang sangat mahal pertangkainya sedang orang itu mengirimnya tidak hanya satu tangkai tetapi berupa bucket.


Ellena memperhatikan selembar note itu, ada sebuah inisial di pojokan note tersebut. Ellena memperbesar layar ponsel Kia,


"GD?" ucap Ellena.


"GD? apa itu GD ka?" tanya Zaskia.


"Kau lihat ini Kia, disini ada sebuah inisial GD, berarti???"


Ellena maupun Zaskia saling melemparkan pandangan. Kini dia menemukan petunjuk baru.


"Apa kau memikirkan hal yang sama?"


"Sepertinya iya Ka...,"


"Sepertinya aku tahu siapa GD..,"


Ellena segera mengambil ponselnya menghubungi Alex.


**


"Kita akan bahas ini setelah sampai dirumah" ucap Alex kemudian menutup panggilannya.


Alex kembali masuk keruangan, ternyata pengacara Albert memberi jaminan kepada Zacklee. Karena dalam tuduhan tersebut menyatakan jika Zacklee menabrak hingga menghilangkan nyawa. Padahal yang Zacklee tau Pak Harso tak langsung meninggal dunia, Zacklee sempat membawa Pak Harso ke Rumah sakit dan membiayai semua pengobatannya. Pak Harso meninggal selang satu hari peristiwa tabrakan itu. Pak Harso juga memiliki riwayat penyakit darah tinggi yang menyebabkan terganggunya salah satu saraf anggota tubuhnya. Zacklee mempunyai semua bukti itu tetapi anehnya pihak Rumah sakit tak memberikan penjelasan yang benar. Sungguh aneh, seperti ada orang yang sengaja menjatuhkan reputasinya sebagai seorang pengusaha sukses.


"Terimakasih Tuan Abi," ucap Albert kepada pengacara keluarganya.


"Sama-sama Tuan, saya hanya menjalankan tugas sebagaimana mestinya. Untuk Tuan Lee, kita harus segera menemukan bukti untuk diserahkan kepada kepolisian. Apa Anda mencurigai seseorang?" tanya Pengacara Abigail.


"Sebaiknya kita tak membahasnya disini," jawab Zacklee berbisik. Karena dia melihat ada mobil yang pernah mengikutinya bersama Ellena.


Zacklee meminta Albert dan Tuan Abi bertemu dikediamannya. Sedang dirinya dan Alex akan melakukan sesuatu. Mereka semua kemudian melajukan kendaraannya masing-masing.


"Sebelas jam berasa setahun, aku tak akan memafkan orang yang membuatku seperti ini," ucap Zacklee.


"Apa kau mencurigai seseorang Zack?" tanya Alex.


"Aku belum yakin, Dewa dan Revan belum menghubungiku," ucap Zacklee.


"Ellena menghubungiku, dia bilang Felix dan Fiona menanyakan kau terus menerus. Tapi sebelumnya Ellena memintaku untuk mengambilkan bucket bunga yang berada di restoran"


"Bucket bunga?" ucap Zacklee terkejut.


Alex dan Zacklee tiba di restoran, mereka segera menemui Clara dan Dhea.


"Ka tampan dan Ka rusuh kalian..," ucap Dhea sangat terkejut melihat dua pria tampan yang sebelumnya berseteru menjadi sangat akur.


"Setelah ini aku akan mendapatkan traktiran dari kalian," imbuhnya.


"Clara dimana bucket bunga itu?" tanya Zacklee.


"Aku menyimpannya di ruang atas Ka..,"


Zacklee dan Alex segera melangkah naik ke atas sedang Clara dan Dhea mengekornya. Zacklee segera mengecek note yang berada di dalam bucket tersebut. Begitupun dengan Alex, mereka menyatukan note tersebut, semuanya sama dengan kata-kata yang sama juga.


"Ini semuanya sama Zack...," ucap Alex memperhatikan tulisan note tersebut.


"Apa kau tak menemukan sesuatu?" tanya Zacklee.


Alex sedikit berpikir dia kemudian tertuju dengan inisial GD yang berada di pojokan tulisan.


"GD" ucapnya.


"Kita sudah menemukannya,"


Alex mengangguk sepaham dengan Zacklee.


"Clara, dimana ruang cctv?" tanya Alex.


"Di dalam sana Ka..," Clara menunjukkan ruang cctv tersebut.


Alex segera menekan tombol-tombol diatas keyboard. Disana dia melihat seseorang turun dari mobil membawa bucket bunga juliet rose. Dia lalu memberikannya kepada salah satu pegawai yang bekerja di restorannya. Pria itu juga terlihat sedang memberikan sebuah amplop kepada pegawainya. Rekaman kedua memperlihatkan pria yang sama dengan aktivitas yang sama seperti sebelumnya.


"Lex, stop sini" tunjuk Zacklee.


Alex kemudian memperbesar gambar pria tersebut. Alex dan Zacklee sama-sama terbelalak saat menyadari wajah seorang pria yang mereka kenal.


"DION!"


Pekik Zacklee dan Alex bersamaan membuat Dhea dan Clara terkejut.


Drrrttt... drrrttt...


Ponsel Dhea bergertar,


"Jika kau masih ingin suamimu selamat, maka segera bawa Ellena ke alamat yang aku kirim" seseorang menghubungi Dhea menggunakan ponsel Revan.


"Siapa kau? dimana suamiku?" teriak Dhea sembari menangis histeris.


Zacklee segera menyambar ponsel Dhea, Clara kemudian menenangkan Dhea yang menangis histeris.


"Urusanmu denganku, lepaskan Revan"


"Bawa Ellena ketempat yang aku kirim maka sahabatmu akan aku lepaskan," orang itu menutup panggilannya.


"Sial! dia sudah menyekap Revan rupanya".


Drrrttt... drrrttt...


"Dewa, kau dimana?" tanya Zacklee.


"Bos lebih baik kita bertemu di kediaman Tuan Albert" pinta Dewa kemudian menutup panggilannya.


"Lex kita segera pergi dari sini. Dhea, Clara kau ikut denganku. Aku akan menyuruh anak buahku untuk menjemput Nick dan Nathan,"


"Ka.., suamiku... hiks.. hiks..,"


"Kau tenanglah Dhea, aku dan yang lain akan membuat Dion tak bisa melupakan hari ini" ucap Zacklee mengepalkan tangannya.


**


Semuanya sudah berkumpul di kediaman Albert. Para anak-anak ditempatkan di ruang anak-anak bersama dengan para pembantunya kecuali baby Kai, dia sedang berada dipangkuan Papanya. Baby Kai terus tertawa sepertinya dia sangat bahagia bersama Zacklee.



"Kenapa dia sangat menggemaskan Ka, aku jadi pingin...," ucap Zaskia.


Orang-orang yang mendengar menoleh kearahnya dengan pertanyaan dipikirannya. Sedang Devan dia tersenyum sangat bahagia saat Zaskia mengucapkan kalimat itu.


"Buruan di gas lah...," ucap Alex.


"Pumpung ada camer sama Kakak ipar noh," sahut Shandy.


"Kalian bisa fokus ke rencana kita ga?" ucap Zacklee dengan serius lagi.


Alex maupun Shandy langsung melipat bibirnya.


"Dewa katakan apa yang kau ketahui,"


"Aku sudah mengawasi dan mencari informasi mengenai Guiren Dion, dia ternyata pemilik perusahaan GS 'Guiren Schwab'. Dia sudah banyak memenangkan festival event fashionnya di negara-negara berkembang, tetapi sayang dia kalah saat acara event Louis di negara penghasil ginseng. Semenjak dia kalah dalam event terbesar itu, perusahaan GS mengalami kerugian yang sangat fantantis karena semua agensi beralih ke MF. Dan Orang yang sudah mengalahkannya bukan lain adalah istri dan sahabat anda sendiri bos," Dewa tersenyum mengatakan kalimat terakhirnya.


Albert, Trias, Zacklee serta yang lain menoleh kearah Ellena dan Alex. Mereka tak menyangka jika kedua orang didepannya mampu mengalahkan perusahaan GS yang sudah sangat terkenal didunia fashion.


"Aku sangat bangga padamu Kakak ipar dan Tuan galak" puji Zaskia.


"Tetapi kenapa dia hanya menginginkan istriku saja?"


"Biasa bos kalo itu konflik hati" sahut Dewa.


"Guiren Dion sudah menyukai Nona bos saat awal bertemu, sayang cintanya tak terbalas karena Nona sudah memilikimu bos," kali ini Dewa merubah mode ngobrolnya menjadi bercanda.


"Dasar kau Dewa! mau di pecat sekarang juga?"


"Ampun bos" sambil memegang kedua telinganya seperti anak-anak yang sedang meminta ampun.


Albert merangkul Dewa dengan tertawa. Dia tak menyangka jika Dewa bisa bercanda juga.


"Kau membuat istriku tertawa Dewa..," ucap Albert.


"Bos besar aku ini seorang pahlawan bukan seorang komedi" sahutnya sambil terkekeh.


"Lalu gimana dengan Ka Revan?" tanya Ellena masih memeluk Dhea yang bersedih.


"Tuan Revan terjebak saat mengikutinya, tanpa Tuan Revan ketahui ternyata anak buah Guiren Dion mengikutinya"


"Ini salahku, aku yang memintanya mengikutinya" ucap Ellena menundukkan wajahnya.


Dhea melepaskan pelukan Ellena menoleh kearah Ellena.


"Ell...," ucap Dhea lirih lalu berganti memeluknya.


"Dhea, maafkan aku seharusnya aku tak meminta Ka Revan untuk mengikutinya. Aku sangat menyesal... hiks.. hiks.. aku akan menebus kesalahanku, aku siap untuk datang malam ini" ucap Ellena.


"Sayang aku tak setuju," menyerahkan baby Kai kepada Zaskia beralih menghampiri istrinya.


"Ini sangat berbahaya, ini tak seperti yang kau pikir. Mereka pasti sudah membuat jebakan untuk kita semua. Biar aku dan yang lain yang kesana, kau tetaplah disini bersama anak-anak," Zacklee menolak keputusan Ellena untuk ikut dengannya.


"Ka.., dia menginginkan aku untuk berada disana. Mereka tak akan mau mengembalikan Ka Revan kepada kita jika tak ada aku," ucapan Ellena benar mereka memang menginginkan Ellena.


"Tapi aku tetap tak setuju. Aku tak mau kau terjadi apa-apa, kau tahu sakit rasanya hatiku jika sesuatu terjadi padamu. Aku tak mau itu terjadi" dengan menangkupkan wajah Ellena dengan kedua tangannya.


"Ka.. we face this together. together that power will be created like the strength of your friendship" ucap Ellena meyakinkan.


(Ka..kita hadapi ini dengan bersama. Dengan bersama kekuatan itu akan tercipta seperti kekuatan persahabatan kalian)


"I am very proud to have a wife like you dear. stay by my side no matter what happens i love you so much" sahut Zacklee.


(Aku sangat bangga memiliki istri sepertimu sayang. Tetaplah disampingku apapun yang terjadi. Aku sangat mencintaimu)


Bersambung.....