What I Think

What I Think
Jeder



Bagaimana aku tidak menaruh harap


yang lebih terhadapmu,


sementara hampir di setiap chat saja


Kamu mengirimkan harapan-harapan


yang tak bisa dipertanggungjawabkan


tentang semuanya.


Jadi, siapa yang salah?


Happy Reading...


......................


Semua orang terkejut melihat Zacklee yang datang bersama Ellena yang berada di Kursi roda beserta kedua anaknya yang berada di Kanan Kirinya. Kehadiran keluarga Zacklee menjadi sorotan utama bagi para wartawan.


Pasalnya baru pertama mereka melihat keluarga Mahendra bersama setelah sekian lama.


Felix dan Fiona kali ini memakai kemeja serta dress senada dengan Papa dan Mommynya membuat mereka terlihat elegant, tetapi bukan itu yang menjadi pusat perhatian para orang-orang tetapi keramahan mereka berdua yang menjadi pusat perhatian para wartawan.


"Tuan dan Nona kecil anda sangat luar biasa saat ini" puji salah seorang wartawan.


"Paman bisa saja, kita biasa paman. Mommy selalu mengajarkan kita untuk bersikap ramah kepada siapa saja" ucap Fiona.


"Iya paman, betul kata adikku yang seharusnya Paman wartawan puji adalah Mommy dan Papa kami. Berkat mereka kami bukan apa-apa" Felix yang tak biasa berbicara banyak kali ini dengan ramahnya menjawab pertanyaan para wartawan. Hal itu membuat para wartawan semakin kagum dengan keluarga Mahendra.


"Anda luar biasa Tuan, berhasil mendidik buta putri anda seperti ini. Kami sangat kagum dengan Tuan, selain anda pengusaha sukses anda masih biasa memprioritaskan keluarga" puji salah seorang wartawan.


"Kita bisa meraih sebuah jabatan, kita bisa meraih pekerjaan ataupun sejenisnya tetapi belum tentu kita bisa meraih keluarga yang bahagia. Mereka bertiga sekarang adalah prioritasku bahkan saat ini Tuhan mempercayakanku seorang lagi" sambil mengelus perut sang istri.


"Terimakasih Tuan sudah mengajak kami untuk ikut berbahagia dengan berita kehamilan Nyonya Mahendra" ucap salah satu wartawan.


Zacklee dan Ellena tersenyum kemudian berpamitan meninggalkan para Wartawan dengan ramah.


"Nona, kau sudah baikan?" sapa Aldo dengan bahagia bertemu kembali dengan Ellena.


"Dia sangat baik sebelum bertemu denganmu" sahut Zacklee yang enggan mempertemukan Ellena dengan Aldo.


Aldo terkekeh mendengar Zacklee yang menjawab pertanyaan untuk Ellena.


"Nona, suamimu sangat cemburuan" sindir Aldo.


"Sayang, come on..." ucap Ellena agar Zacklee tak memulai aneh-aneh.


"Sayang, sepertinya Ka Marcel menunggumu. Kita temui Ka Marcel saja tak baik disini auranya mengerikan" sindir Zacklee sambil mendorong kursi roda istrinya.


Ellena hanya bisa pasrah dengan sikap Zacklee yang tiba-tiba protective terhadapnya.


"Sial! awas kau Zack, gue bakal rebut perhatian Ellena darimu" gumam Aldo. Kemudian dia melihat kedua anak Zacklee dan Ellena. Terlintas ide untuk mendekati mereka.


"Hai tampan, Hai cantik" sapa Aldo dengan ramah.


"Paman siapa? apa kita pernah bertemu?" tanya Fiona sambil makan dessert di tangannya. Sedang Felix seperti biasa dia akan bersikap acuh terhadap orang yang baru dikenalinya.


Alex yang tak sengaja melihat Aldo sedang mendekati si Kembar, dengan cepat menghampirinya.


"Sayang..," panggil Alex.


"Papa...," teriak keduanya sambil berhambur kepelukan Alex.


"Papa?" ucap Aldo lirih. Pasalnya Aldo juga heran dengan panggilan si kembar kepada Alex.


"Kalian sudah makan? mau cokelat ga?" tanya Alex.


"Mau banget Pa...," sahut Fiona.


"Felix, Papa punya komputer model terbaru apa kau mau mencobanya?" rayu Alex.


"Papa kan ga pernah bohong sama kalian, yuk ikut Papa" ajak Alex.


"Tuan Aldo saya mau mengajak anak-anak saya bermain dulu" ucap Alex kepada Aldo kemudian meninggalkan Aldo yang berdiri mematung.


"Sial! selalu ada saja yang menggangguku. Ga dapat Mamanya ini juga gagal ga dapat perhatian anaknya" gerutu Aldo.


Sementara di tempat penyelenggaraan Event semua orang sudah menikmati para model berlenggak-lenggok diatas stage dengan beberapa model dress ciptaan Ellena dan team.


Ryuka model papan atas yang sedang hamil ikut mempamerkan karya-karya bikinan designer Ellena beserta sang suami. Dia berjalan sangat anggun diatas stage menutup rangkaian acara pagelaran Event akhir tahun. Dibelakangnya Aldo, Zacklee beserta Ellena mengikuti langkah Ryuka.


"Terimakasih atas partisipasi semua team yang sudah bekerja keras dengan keberhasilan acara pagelaran akhir tahun ini, Semoga di awal tahun kedepan semua orang bisa lebih melihat karya dari Marcel Fashion dan Karya ini bisa di minati oleh seluruh dunia" ucap Ellena.


"Saya selaku perwakilan dari Marcel Fashion mengucapkan terimakasih sebanyak-banyaknya buat kalian yang sudah memberi support kepada Karya kami" imbuhnya lagi.


Semua orang bertepuk tangan dengan pidato singkat Ellena.


"Terimakasih Nona Ellena yang sudah membantu terlaksananya acara Event akhir tahun ini. Saya tak menyangka jika acara ini akan berjalan dengan sukses, semua itu tidak lain tidak bukan atas kerja keras anda dan team" ucap Aldo.


Zacklee harus menahan rasa cemburunya diatas stage, agar orang-orang tak memandangnya dirinya cemburu. Aldo sepertinya sengaja memuji Ellena didepannya.


"Sama-sama Tuan. Saya berterima kasih juga kepada Anda karena sudah mempercayakan acara ini kepada saya dan suami saya tercinta" ucap Ellena sambil mencium tangan sang suami. Dan lagi-lagi membuat Aldo kalah set.


"Sial! Ellena kau sengaja mempermainkanku diatas sini" umpat kesal Aldo melihat kemesraan Ellena dan Zacklee.


Selesai acara tersebut, mereka semua ingin sekali merayakannya di restauran Alex dan Devan.


"Tidak, aku tak mau ikut" teriak si Ibu Negara.


"Sayang, kalo kau sampai ikut malam nanti kau tidurlah diluar" imbuhnya mengancam sang suami.


Mendengar sang Ibu Negara sedang marah, Orang-orang hanya bisa memutarkan bola matanya.


"si Singa mulai marah" celetuk Devan.


"Emang siapa yang singa?" bentak Ellena mendengar ucapan Devan.


"Ga kok Ell, ini singa yang lain. Singa yang lagi di mabuk asmara. Iya kan ki?" ucap Devan mengalihkan, dia tak mau jika Ellena akan benar-benar berubah menjadi singa beneran.


"Pokoknya aku ga setuju kalo di restauran itu" teriak Ellena.


"Aku setuju Ell" teriak Dhea.


"Kenapa dia ikut-ikutan" ucap Devan lirih.


"Sayang, aku juga tak akan mau ikut dengan mereka. Mending kita enak-enakan dirumah" ucap Zacklee yang langsung mendapatkan lemparan kulit kacang kearahnya.


"Kenapa kau tak berani Tuan Zack? apa ada sesuatu di restauran itu?" sindir Aldo yang mendapat kelemahan Zacklee.


"Kau tak perlu ikut campur" sahut Zacklee.


"Apa soal wanitaku masuk ke kamarmu juga aku tak boleh ikut campur?"


Jeder..


Hampir dua jam Zacklee harus menenangkan hati Ellena akibat ucapan Aldo.


"Sayang, percayalah aku sangat sangat sangat mencintaimu. Tolong jangan percaya ucapan Aldo" teriak Zacklee dibalik pintu kamar yang tertutup.


"Ka Devan sepertinya ini akan sangat sulit, Kaka Ipar sangat marah" keluh Zaskia.


"Zacklee sih aneh-aneh, cewek orang nyasar malah dikekepin" seloroh Devan.


"Kekep... kekep! Kaka gue kagak gitu oon!" dan perdebatan berganti pada hubungan Zaskia dan Devan.


Bersambung....


......................