
🍃🍃
Dengan amat sangat terpaksa Dimas mengikuti perintah Zacklee dan Alex yang membuatnya pusing. Seperti sekarang ini, Zacklee yang meminta dirinya untuk berada di Rumahnya sampai Ellena sembuh.
" Ccckkk, pria ini memang benar-benar gila. Dia pikir gue kagak kangen istri apa ". Gerutu Dimas. Dimas dengan terpaksa menghubungi istrinya memberitahunya jika malam ini tak bisa pulang karena harus menjaga pasiennya kembali dan tentu saja Istri Dimas marah dan mengancamnya tidak akan menyuruh Dimas untuk berpuasa selama seminggu.
Alex tertawa terbahak-bahak mendengar kesengsaraan sahabatnya. Dimas yang mendengar tawa Alex mengumpat kesal kepadanya. Akibat kecemburuan yang mengakibatkan perang Dunia ke 3 Dimas menjadi korban mereka.
Saat mereka tiba, untung saja Felix dan Fiona sudah tertidur. Ellena sendiri meminta Zacklee untuk mengizinkannya tidur bersama Felix dan Fiona tetapi Zacklee tak menyetujuinya.
" Sayang.., tolong jangan marah seperti ini ". Ucap Zacklee yang masih merayu sang istri.
" Aku hanya ingin melihat kedua anakku dan kau tak mengizinkannya ". Sahut Ellena yang masih dalam mode marah.
" Bukannya seperti itu sayang.. Bukankah dokter Dimas memintamu untuk kembali rehat "
" Apa salahnya kalo aku hanya sekedar melihatnya ".
Zacklee tersenyum melihat Ellena kembali seperti dulu. Bahkan bawelnya kali ini semakin menggemaskan, membuatnya tak ingin menyia-nyiakan kesempatan Zacklee dengan cepat menyambar bibir Istrinya yang sedang berceramah ria.
" KAU.. ! ". Ellena memekik karena Zacklee mengecup bibirnya bersamaan Alex dan Dimas yang memasuki kamarnya.
Alex lagi-lagi merasakan sakit hatinya memergoki Zacklee mencium mesra Ellena. Ingin sekali saat ini Alex menculik Ellena sejauh mungkin.
Ellena mendorong tubuh Zacklee saat dirinya menyadari ada Alex dan Dimas yang masuk kedalam kamarnya.
Zacklee menoleh kebelakang dan tersenyum sinis kearah Alex. Entah apa yang dilakukan keduanya saat ini persaingan mereka masih berjalan.
'Baguslah, kau melihatnya. Setidaknya elu sadar kalo Ellena milik gue'. Batin Zacklee menyeringai melihat Alex terbakar api cemburu.
" Maaf Tuan, sepertinya saya mengganggu ". Dimas sendiri mengumpat kesal saat memergoki Zacklee bermesraan dengan Ellena.
'Sial! Kenapa gue harus lihat adegan ini disaat gue kangen-kangenya ama istri'.
" Tak apa Dok, aku memang sengaja mengumbar kemesraan ". Jawab Zacklee dengan sengaja dan langsung mendapatkan capitan di perutnya.
" Auw.. Kau menyakitiku sayang ". Ucap Zacklee dengan lirih tapi masih terdengar oleh Dimas dan Alex.
" Kau yang apa-apaan tak melihat tempat dan waktu ". Mata Ellena melotot tajam, wajahnya yang memerah menahan malu gara-gara perbuatan Zacklee.
" Sepertinya selesai kau sembuh aku harus menghukummu sayang ".
Ellena tak menanggapi ucapan Zacklee, dia tersenyum kearah Dokter Dimas yang tertawa nyesek melihat keromantisan dua manusia yang sengaja membuatnya iri.
Alex keluar tanpa mengatakan apapun. Saat dirinya akan memenangkan diri terdengar suara tangisan dari Fiona. Trias yang menjaganya sedang menenangkan tangisan Fiona.
" Cucu Grandma kenapa? Apa yang terjadi peri kecil? ". Tanya Trias kepada Fiona yang tiba-tiba menangis sesenggukan dalam tidurnya.
" Papa mana Grandma.. Fiona mau Papa ". Rengek Fiona.
Trias lalu memeluk Fiona dan dia terkejut karena Fiona mengalami demam lagi. Bahkan demamnya ini lebih tinggi dari yang kemarin.
" FIONA! ". Teriak Trias yang menyadari jika Fiona mengalami demam lagi.
Alex buru-buru masuk kedalam dan menanyakan ada apa kepada Trias.
" Tante.., apa yang terjadi? ". Tanya Alex ikut panik.
" Fiona Lex.., Fio mengalami demam lagi ". Trias masih dengan memeluk peri kecilnya. Alex pun dengan segera memastikan demam Fiona.
" Sayang, apa yang kau rasakan? ". Kali ini Alex mengambil alih pelukan Fiona dari Trias.
" Papa Alex.., Papa kepala Fio pusing ". Keluh Fiona kepalanya bersandar di lengan Alex.
" MOMMY...! ". Ganti teriakan Felix memanggil Ellena.
Kali ini Albert yang masuk kedalam kamar cucunya dan segera memeluk Felix.
" Felix bangun nak, ini GrandFa ". Albert sedikit mengguncang tubuh Felix agar terbangun dari mimpi buruknya. Tetapi yang menjadi masalah bukan itu Albert terkejut karena Felix mengalami demam tinggi lagi seperti Fiona.
" Bagaimana ini Pa.., cucu kita kenapa demam bersamaan ". Trias panik melihat kedua cucunya demam bersamaan.
Dimas, Zacklee juga Ellena masuk ke kamar Felix dan Fiona.
" Ellena, harusnya kau istirahat saja. Biar Mama dan Papa yang mengurus si Kembar ". Trias yang terkejut melihat Ellena sudah berjalan dan tak ada lilitan infus di tangannya.
" Sayangnya Mommy ". Ellena segera menghampiri kedua anaknya diatas ranjang.
" MOMMY...! ". Teriak keduanya bersamaan. Mereka melepaskan pelukan masing-masing dan berhambur kearah Ellena.
Felix yang dekat sekali dengan Ellena berhambur lebih dulu memeluk Mommy kesayangannya dengan erat. Sedang Fiona berada di pelukan sebelah kiri Ellena.
Tiga hari tiga malam mereka terpisah tetapi rasanya seperti bertahun-tahun lamanya tak berjumpa. Kasih seorang Ibu sepanjang galah memang benar adanya. Terbukti, meski Ellena sedang merasa sakit pasca operasi semua itu tak terasa sama sekali saat mendengar buah hati yang sedang sakit. Rasa sakit yang berada di perutnya beralih kepada hatinya karena tak bisa merawat mereka yang lebih membutuhkannya.
" Mommy jangan tinggalin Felix sama Fiona.. Kami sudah pernah terpisah dari Papa lama dan kami tak mau itu terulang dari Mommy ". Ucap Felix sesenggukan.
" Mommy ga akan pernah ninggalin kalian sayang, Mommy janji ". Ellena masih dengan memeluk kedua anaknya.
Zacklee terdiam, ada rasa haru dan sesal dalam hatinya. Haru karena Ellena telah berhasil mendidik mereka menjadi anak-anak terbaik. Sesal karena kecerobohannya ternyata menjadikan trauma anak kembarnya.
Zacklee mendekati mereka dan langsung memeluk mereka bertiga.
" Kalian melupakan Papa ". Ucapnya dengan tertawa kecil.
" Papa..., kami sayang Papa ". Balas Felix dan Fiona bersamaan.
Trias dan Albert ikut terharu. Sedang Alex tersenyum, dia ikut bahagia melihat anak-anak yang dia asuh dari masih dalam kandungan sampai sekarang bahagia karena memiliki keluarga yang utuh.
" Arghh.. ". Pekik Ellena menahan sakit di perutnya.
" Sayang.., ".
" Mommy ".
" Ellena ".
Zacklee melihat ada darah di baju Ellena. Dimas dan suster yang menjaga segera memeriksa luka Ellena.
Felix dan Fiona berada di gendongan Albert dan Alex.
" Nona.., sebaiknya anda mengikuti saranku. Jangan terlalu banyak gerak dan perbanyak istirahat ". Pinta Dimas setelah selesai mengobati luka Ellena yang mungkin tadi sedikit tertekan karena memangku Felix.
Zacklee menggenggam jemari Ellena. Air matanya luluh karena tak tega melihat wanita tercintanya kesakitan.
" Sayang, sekali ini saja ngikutin perintahku. Aku tak mau kau merasakan sakit ". Suara Zacklee terbata-bata menahan isak tangisnya.
Ellena tersenyum dan mengangguk.
Sungguh indah pemandangan suami istri kali ini bagai malam sedang bekerjasama dengan bulan untuk menyinari syahdunya malam. Cinta Zacklee kepada Ellena tak akan pernah bisa dipisahkan.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Jangan lupa tinggalkan jejaknya ya ka🙏