
HAPPY READING....
......................
Takdir, apakah kau tak bisa berubah sedikitpun?
Devan beserta Alex dia sudah sangat sibuk hari ini, pembukaan resort terbaru milik Hotel Beach sore nanti akan segera dimulai. Reyna juga tak kalah sibuknya, dia dengan semangat membantu para pelayan hotel miliknya tanpa sungkan.
"Devan, apa kau sudah menghubungi bosnya Revan dan bos Shandy?" tanya Reyna memastikan.
"Urusan mereka ga perlu khawatir, ada pawangnya disini" celetuk Devan.
"Emang ada pawang bos-bos besar seperti mereka?" tanya Reyna yang belum tahu.
"Ada dong.., " sahutnya.
"Terserah deh, aku mau siap-siap" Reyna kemudian berpamitan dengan semuanya.
"Lex, elu uda hubungi si Rachel?" tanya Devan.
Alex menggelengkan kepalanya. Karena menurutnya memang belum membicarakannya pribadi dengan Rachel. Malam itu Alex hanya mengajak Rachel bercerita selepas kepergian Ibunya. Tidak ada percakapan penting sama sekali.
"Elu jemput dia gih..., kan ga mungkin dia datang telat. Lucu kali masa' brand Ambassador kita datengnya telat" Rayu Devan.
"Sejak kapan elu kayak emak-emak Dev, pusing gue dengernya" ucap Alex lalu mengikuti perintah Devan.
Alex mulai mencoba berdamai dengan kehidupan barunya. Melupakan Ellena memang tak mudah, baginya Ellena adalah seseorang yang sudah tak bisa digantikan di relung hatinya. Meski begitu bukan berarti kehidupan Alex akan berhenti, Alex harus bisa mengenang rasa cintanya kepada Ellena. Melihat Ellena bahagia, tenang dan nyaman adalah tujuannya saat itu, dan sekarang pun dia masih ingin membuat Ellena seperti itu tanpa terkecuali.
"Oke kalau begitu, sekalian gue mau jemput anak kembar gue. ini sudah waktunya makan siang, sudah lama gue ga ajak mereka makan bareng" ucap Alex bahagia mengingat Felix dan Fiona.
"Devan elu urus sisanya" imbuh Alex sambil berlalu.
"Bisa kacau kalau urusannya ada si kembar. Gue harus segera menghubungi Zaskia" ucap Devan sambil merogoh ponsel di saku celananya.
'Ki, gimana dengan Rachel?' tanya Devan.
'Oke, kita lanjut ke rencana B' kemudian Devan menutup ponselnya.
**
"Sayang, kenapa kau terburu-buru?" tanya Zacklee yang melihat sang istri terburu-buru.
"Maaf sayang aku tak bisa jelaskan sekarang. Kau segera bersiap, aku sudah meminta sopir untuk mengantar kita ke acara Ka Devan dan Ka Alex" ucap Ellena dengan terburu-buru kemudian mencium bibir suaminya.
Saat Ellena berbalik, Zacklee menarik pergelangan tangan istrinya sedang tangan satunya menarik pinggul Ellena sehingga membuat mereka menempelkan tubuhnya.
"Sayang, kita lanjutkan nanti setelah acara Ka Devan dan Ka Alex ya" pinta Ellena memelas karena dia tau dan merasa ada sesuatu yang sudah mengeras disana.
"Kau yang memulai, dan kau juga yang harus menuntaskan" ucap Zacklee yang sudah tak tahan dengan kecupan Ellena.
"Sayang, please..., nanti malam saja ya" rayu Ellena.
"Sebentar saja sayang"
"Tapi sa_" belum sempat Ellena selesai bicara, Zacklee sudah melu*** bibir manis istrinya.
Lagi-lagi tangan Zacklee mulai menyusup kedalam kemeja Ellena, mencari sesuatu yang dicari.
"Aaargh.., " sebuah suara yang bisa membangkitkan ***** terdengar sangat halus.
Zacklee mulai bermain di puncak pegunungan surga dunia, memainkan jari-jarinya disana. Ellena sudah tak bisa lagi mengontrol hawa nafsunya, tubuhnya merespon setiap belaian halus sang suami. Zacklee yang benar-benar gila kepada istrinya mulai melakukan kewajibannya berkali-kali. Meski dengan kondisi yang kurang fit akibat lukanya, bagi Zacklee itu hanyalah luka kecil yang gampang diatasi.
Drrrttt... drrttt...
"Sayang, ponselku berbunyi" ucap Ellena tetapi Zacklee tak meresponnya. Dia masih betah bermain-main dipuncak pegunungan.
"Sorry Kia, aku ga bisa melanjutkan kerjasama kita, suamiku menahanku saat ini" mendengus kesal kearah sang suami yang masih betah bermain-main dipuncak surga dunia.
Selesai Ellena menutup panggilan Zaskia dia kemudian menarik selimut dan segera menutup tubuh polosnya.
"Kau menggantung juniorku sayang" sambil melirik arah selakangannya.
"Aku harus segera pergi sayang, kalau aku tak pergi semua rencananya akan berantakan" ucapnya.
"Rencana? rencana apa sayang? kau tak pernah menceritakan apapun" protes Zacklee yang memang sengaja tidak diikutsertakan.
"Aku janji akan bercerita setelah Felix dan Fiona aku jemput" sahut Ellena sambil memunguti pakaiannya yang berserakan di lantai berkat ulah suaminya.
"Kalau begitu, tunggulah disitu sebentar saja" sahut Zacklee yang kemudian masuk ke walk closed kamarnya.
Sambil menunggu sang suami, Ellena merapikan dirinya yang sempat berantakan akibat Zacklee.
"Yuk kita berangkat" ajak Zacklee yang sudah rapi.
"Ta_tapi..., " Zacklee memotong ucapan Ellena dengan menarik tangannya lembut.
Zacklee yang semakin tampan dengan balutan sweeter panjang berwarna abu-abu sudah bersiap di kursi kemudi.
"Sayang please ini benar-benar ga lucu. Kau masih sakit jangan menyetir dulu" ucap Ellena khawatir.
"Sayang apa kau lupa dengan ritual semalam.., " Zacklee sengaja mengingatkan Ellena tentang sesuatu yang tegak berhasil ditegakkan.
Ellena masih saja belum mengerti maksud suaminya, dia lebih memilih mengirimkan pesan kepada Zaskia.
"Sayang apa kau tak memperdulikanku?" sindir Zacklee.
"Sayang, bagaimana bisa kau mengatakan tak memperdulikanmu? aku sangat mencintaimu tak mungkin aku tak memperdulikanmu" si Nyonya mulai emosi.
"Sayang, bukan maksudku begitu, aku hanya tak suka kau menyembunyikan sesuatu dibelakangku" ucapnya yang langsung direspon Ellena.
"Oke sayang jika itu yang kau mau. Aku, Zaskia dan Ka Devan berencana mendekatkan Ka Alex dan Rachel. Tadinya aku ingin sekali melibatkanmu, tapi kau sedang sakit sayang" Ellena menjelaskan.
"Berarti yang semalam itu rencana kalian?" Zacklee yang terkejut dengan rencana sang istri.
Ellena memamerkan gigi putihnya tersenyum kepada Zacklee.
"Maaf ya sayang.., " sekarang berganti Ellena yang siap menggodanya. Kemudian Ellena menceritakan semua rencananya bersama Zaskia dan Devan.
"Kau tahu sayang? sebenarnya Rachel sudah pernah menemuiku untuk membantunya mendekati Alex. Tapi sayangnya gagal, karena Alex masih menyukaimu" ucap Zacklee masih dengan mengemudi.
"Aku jadi merasa bersalah kepada orang-orang yang dekat denganku sayang" mata Ellena mulai berkaca-kaca, satu lagi penyesalannya sudah membuat perasaan Rachel tak tersampaikan.
Zacklee meraih tangan istrinya kemudian menggenggamnya. Sedangkan tangan satunya masih mengendalikan kemudinya.
"Kau tak perlu merasa bersalah tapi cukup memperbaikinya" ucapan Zacklee membuat Ellena tersadar karena selama ini dia belum mengerti caranya.
"Alex orang yang mudah, percayalah lambat laun dia akan menerima Rachel dengan cintanya"
"Sepertinya Kaka tau banyak soal mereka"
" Aku tak banyak tau soal mereka tetapi aku tau seperti apa Alex. Dia selalu pandai menutupi permasalahannya bahkan soal hatinya" ucap Zacklee.
"Kau gunakanlah Felix dan Fiona, karena aku tau Alex tak bisa menolak permintaan mereka berdua" imbuhnya.
Ellena sejenak terdiam, mencerna saran dang suami untuk memasukkan rencana pendekatan Alex dan Rachel.
......................
JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAKNYA SAY.....