
Happy Reading...
••°°@@
"Pa.., semua akan baik-baik saja" ucap Zacklee masih dengan keadaan tenang.
Saat Zacklee dibawa oleh petugas kepolisian, Ellena segera menghentikan mobil Alex.
"Ka... Stop!" teriak Ellena.
"Ell, kau tenanglah..." ucap Alex menenangkannya.
Ellena tak menggubris ucapan Alex. Dia segera membuka pintu mobilnya dan berlari menghampiri Zacklee.
"Ka Lee...," teriak Ellena.
Zacklee dan para petugas kepolisian menghentikan langkahnya menoleh kearah Ellena. Zacklee sangat terkejut, dia tak menyangka jika Ellena akan mengikutinya.
Ellena berhambur memeluk tubuh Zacklee. Zacklee langsung membalas pelukan istrinya. Ellena menangis di dada bidang suaminya. Akhirnya yang ditakutkan Zacklee terjadi juga, dia paling tak bisa melihat istrinya menangisinya lagi. Sudah cukup kiranya Zacklee membuat Ellena bersedih menangisi dirinya.
"Kakak ga boleh pergi...," ucap Ellena dengan suara parau.
"Sayang...,"
"Kakak pokoknya ga boleh pergi, bagaimana denganku, Felix, Fiona juga baby Kai... hiks.. hiks...,"
"Sayang dengarkan aku," Zacklee menangkup wajah istrinya dengan kedua tangannya menempelkan dahinya ke dahi Ellena.
"Dengarkan aku sayang, semua akan baik-baik saja. Aku berjanji akan pulang secepatnya" ucap Zacklee meyakinkan Ellena.
"Ka...," panggil Ellena lirih karena para petugas sudah menarik tangan Zacklee.
"Ka... Kakak... Ka Lee...," teriak Ellena sambil menangisi suaminya yang sudah memasuki mobil petugas kepolisian.
"Ka Le... hiks... hiks... hiks...,"
"Ellena, Papa janji akan segera membawa Zacklee pulang secepatnya" ucap Albert memeluk menantunya.
Albert dan Alex segera mengikuti kemana Zacklee dibawa. Saat Revan akan memasuki mobilnya Ellena segera berlari menghampirinya,
"Ellena..," Revan sedikit terkejut karena Ellena langsung masuk kedalam mobilnya.
"Ka, antar aku menemui wanita itu" pintar Ellena.
"Ell.. untuk apa menemui dia? kan sudah jelas maunya dia apa,"
"Ka Revan," Ellena memasang wajah seramnya kepada Revan. Terpaksa Revan menuruti keinginan Ellena.
Ponsel Ellena berdering dan segera mengangkatnya.
"Hallo,"
"Kakak Ipar apa benar Kakakku sedang di bawa ke kepolisian?" tanya Zaskia.
"Kia, Kakak mohon kau rahasiakan dari Mama dan anak-anak"
"Jadi berita itu benar Ka? Mama sudah mengetahuinya, ada seseorang yang diam-diam merekam penangkapan Ka Lee. Dan berita ini sudah menyebar ke stasiun televisi"
"Ka Revan berhenti sebentar, kau cek berita hari ini" perintah Ellena.
Revan segera meminggirkan kendaraannya dan mengecek berita hari ini lewat ponselnya. Revan maupun Ellena sangat terkejut ternyata benar ada orang yang diam-diam merekamnya.
Revan dan Ellena saling bertukar pandangan memikirkan hal yang sama soal berita hari ini.
"Hallo Ka...," panggil Zaskia.
"Iya Kia, Kakak sudah mengecek berita hari ini. Kau pastikan Felix tak melihatnya. Aku akan segera kesana" ucap Ellena menutup panggilannya.
"Ka Revan apa kau berpikiran sama denganku?" terkait Ellena.
"Siapa kira-kira orang dibalik ini semua?" gumam Revan.
"Aku ingin menemui Siska, bisa Kakak bawa aku menemuinya?" tanpa menjawab Revan langsung mengegas kendaraannya.
Singkat cerita Ellena dan Revan tiba di kediaman Siska. Saat akan mendekati rumahnya, Ellena meminta Revan untuk menghentikan mobilnya diujung jalan.
"Ada apa Ell?" tanya Revan.
"Ka, kau lihat itu" sambil menunjuk kearah Siska yang sedang bersama seorang pria.
Revan maupun Ellena memperhatikan Siska bersama seorang pria misterius memakai jacket hody serta masker yang menutupi wajahnya.
"Siapa pria itu? apa dia ada hubungannya dengan penangkapan Zacklee?" gumam Revan.
"Lalu kau?"
"Tenang Ka.., aku bisa jaga diri" ucap Ellena.
"Jika ada apa-apa segeralah menghubungiku" pesan Revan.
Kemudian Revan maupun Ellena menoleh kearah Siska dan pria misterius yang berbincang dengannya sedang memasuki mobilnya.
"Ka...,cepat kejar dia" ucap Ellena kemudian segera turun dari mobil Revan.
Revan segera mengejar pria misterius itu, sedang Ellena menghampiri Siska yang akan memasuki rumahnya.
"Siska," panggil Ellena. Siska yang dipanggil namanya segera menoleh kebelakang.
"Kau kesini untuk memintaku membebaskan suamimu?" sindir Siska.
"Tak perlu aku meminta apalagi memohon kepadamu, karena tanpa aku memintamu suamiku tak bersalah" ucap Ellena santai.
"Aku kesini untuk mengingatkanmu saja. Jika kau menginginkan aku dan suamiku terpisah itu salah, karena hanya maut yang mampu memisahkan kita. Aku dan suamiku pernah berada di posisi yang lebih parah dari ini dan kau tahu setelahnya, aku dan suamiku tetap bersama. Aku hanya ingin mengingatkan jangan mengusik Singa yang tertidur karena kalo dia sudah bangun sejengkal langkahmu tak akan bisa untuk kembali selamanya" ucap Ellena dengan tekanan disetiap ucapannya membuat Siska bergidik ngeri.
Ellena lalu berbalik, saat satu langkahnya Siska mulai berani melawannya,
"Kau hanya takut, makanya kau menggertakku," teriak Siska.
Langkah Ellena terhenti, kedua tangannya mengepal menahan emosi.
"Kau hanya takut jika suamimu jauh darimu bukan? tak perlu mengancamku karena pada akhirnya Singa itu akan memohon padaku untuk bisa merasakan kebebasan.. hahaha....," imbuh Siska sambil menertawakan Ellena.
Ellena tak menanggapi ucapan Siska, dia berlalu begitu saja. Di depan ternya6 sudah terdapat Shandy yang sebelumnya melihat berita tentang Zacklee dan segera menghubungi Revan. Revan lalu menceritakan semuanya dan meminta Shandy menjemput Ellena.
"Dek...," panggil Shandy.
"Kakak...," sahut Ellena kemudian segera masuk kedalam mobil kakaknya.
Didalam mobil Ellena memeluk Shandy dengan erat menangis didalam pelukannya mencurahkan kesedihan hatinya. Shandy mengelus ujung kepala adiknya.
"Dek, kita hadapi ini semua bersama-sama ya" ucap Shandy.
"Ka..., apa yang harus Ellena lakukan?" sahut Ellena sembari menyeka air matanya.
"All you have to do is pray and motivate yourself"
(Yang harus kau lakukan berdoa dan memotivasi diri sendiri)
"How can I motivate myself when my husband needs motivation from me?"
(Bagaimana bisa aku memotivasi diriku sendiri sedang suamiku membutuhkan motivasi dariku?)
"Because your husband feels strong when you are excited"
(karena suamimu merasa kuat jika dirimu bersemangat)
Ellena merasa mendapatkan dukungan dari Shandy Kakaknya. Apa yang dikatakan Shandy memanglah benar, dia harus menjadi wanita untuk memberi dukungan kepada suaminya.
"Kakak akan membantu Lee agar secepatnya keluar dari sana. Sekarang segera temui anak-anakmu dia sangat membutuhkanmu,"
"Maafkan aku Kak yang sedikit egois,"
"Kau tidak egois, hanya saja saat ini anak-anakmu lebih membutuhkanmu berada disampingnya. Urusan Lee biar menjadi urusan Kakak dan yang lain" ucap Shandy mengingatkan Ellena.
"Terimakasih Ka,"
Shandy tersenyum kemudian menyeka air mata adiknya. Lalu mengajak Ellena segera menemui anak-anaknya. Karena Clara sudah daritadi menghubunginya.
Sekitar lima belas menit Shandy dan Ellena tiba di kediaman Trias. Kedua anaknya Felix dan Fiona sudah menunggunya dengan senyum tampan Felix yang sangat mirip dengan Zacklee.
"Mommy....," teriak keduanya berhambur kepelukan Ellena.
"Mom.. kenapa lama?" tanya keduanya.
"Mana Papa?" keduanya mencari sosok Papa yang menjadi idolanya disetiap harinya.
" Mom,where's daddy?"
Bersambung....