What I Think

What I Think
Kesalah pahaman Felix 3



Happy Reading....


...----------------...


Jam sudah menunjukkan pukul 14.00 siang, suara bel sekolah menandakan sudah saatnya pulang. Nick dan Nathan sudah menunggu Fiona, Safira dan Sunny di parkiran. Fiona sengaja menghubungi sopir pribadinya agar tak menjemputnya karena dia akan pulang bersama Nick dan Nathan.


"Nick kita segera cari Ka Felix" pinta Fiona.


Nick dan yang lain menyetujui permintaan Fiona untuk segera mencari Felix. Mereka semua segera menuju parkiran menemui sopir Nick dan Nathan.


"Om, antar kita sekarang" pinta Nick yang langsung dituruti oleh sopir pribadinya.


Mereka semua segera memasuki mobil Nick.


"Fio.., kau tenanglah ya Felix pasti akan kita temukan" ucap Nick meyakinkan dan memenangkan Fiona.


Fiona hanya bisa menganggukkan kepalanya. Yang dia fikir bukan persoalan dimana Felix tetapi jika Mamanya bersedih mengetahui soal ini.


"Fiona, apa kau tak mau mengabari aunty cantik?" tanya Sunny.


"Huuuuffft..., sepertinya tak perlu Sunny aku takut Mommy bersedih" jawab Fiona.


"Kau benar Fio, aunty tak perlu tahu dulu" sahut Nathan.


"Kira-kira apa kau tahu dimana Felix?" tanya Nick.


Fiona sedikit termenung memikirkan kira-kira dimana saudara kembarnya jika sedang bersedih.


"Kita ke pantai xxx," ucap Fiona singkat. Dirinya yakin jika Felix pasti akan menuju ketempat itu.


"Om kita kesana," perintah Nick.


**


Ciiiiitttt.....!


Suara decitan roda dengan jalanan.


Felix juga segera menarik rem motornya yang hampir menabrak mobil Papanya. Zacklee dan Alex segera membuka pintu mobilnya dan keluar menemui Felix.


Felix terkejut dengan seseorang yang keluar dari mobil yang menghadangnya.


'Papa,' batin Felix. Sebenarnya Felix ingin sekali berlari berhambur kepelukan Zacklee yang sudah hampir satu minggu tak bertemu dengannya. Tetapi sayangnya egonya lebih besar, dia memilih terprovokasi dengan wanita itu.


'Kalian sudah membohongiku selama ini,' batin Felix dengan senyum smirknya.


"Felix..," panggil Zacklee menguji apakah anaknya akan berhambur ke pelukannya atau tidak.


"Ckk, Papa sudah pulang rupanya," decak Felix sambil menyunggingkan salah satu ujung bibirnya.


"Apa kau tak ingin memeluk Papa?" sindir Zacklee.


"Felix sangat sibuk Pa.., bisa kita lanjutkan dirumah" ucapnya dingin. Felix kembali menaiki motor sportnya


"Felix..," panggil Alex gantian.


"Apa kita bisa bicara sebentar," pinta Alex.


"Aku sedang tak ingin berbicara dengan kalian," sahut Felix.


"Felix apa Papa pernah mengajarkanmu seperti ini?" suara Alex sedikit meninggi.


Felix merasa tersinggung dengan suara Alex yang meninggi dan kembali turun dari Motor sportnya.


"Felix hanya melakukan seperti yang kalian lakukan kepada Mommy," bentak Felix tak tahan.


"Apa maksudmu Felix?" Zacklee yang sedari tadi diam akhirnya mengeluarkan pertanyaannya.


"Apa Papa sengaja melupakan semuanya? lupa jika pernah menyakiti Mommy!" cecar Felix tak bisa meredam amarahnya.


"Felix kau sudah salah paham_" sahut Alex.


"Papa Alex tak usah membela diri juga, Felix merasa malu dengan kelakuan Papa Alex juga," Felix memotong ucapan Alex.


"Apa yang kau ketahui semuanya Felix?" tanya Zacklee ingin mendengar apa yang di infokan wanita itu pada anaknya.


"Felix sudah mengetahui semuanya Pa.. , Felix kecewa sama Papa" ucap Felix dengan tatapan tajamnya. Felix berbalik dan akan menaiki motor sportnya tetapi dengan cepat Zacklee segera mencekal tangan putra tampannya.


Felix yang masih dibawah amarah langsung saja mengibaskan tangannya dengan kasar dan yang satunya mendorong Zacklee sehingga terjatuh.


"Ka Felix...," teriak Fiona tiba disaat yang tidak tepat.


"Fiona," ucap Felix terkejut.


"Papa..., Papa tak apa-apa?" Fiona langsung menuju kearah Zacklee.


"Fiona.. Sejak kapan kau disini?" tanya Zacklee dan Alex.


"Papa..., Fiona sangat merindukan Papa.. Hiks.. Hiks.. Hiks..," tak menjawab pertanyaan Papanya, Fiona langsung beringsut ke pelukan Zacklee.


"Fiona!" teriak Felix menarik tangan Fiona agar menjauh dari Zacklee dan Alex.


"Kakak apa-apaan sih, Fio rindu sama Papa" tolak Fiona.


"Kau merindukan seorang yang menyakiti Mommy di masa lalu! " bentak Felix.


"Felix..," sahut Zacklee.


"Maksud Kakak apa?"


"Dia orang yang sudah meninggalkan kita disaat Mommy mengandung kita demi wanita lain Fio!"


"Dan kau tahu Fio.., kita juga tak tahu jika Papa Alex juga berkeinginan memiliki Mommy dan memisahkan Mommy dan Papa,"


"Felix cukup..!" bentak Zacklee.


Fiona sangat terkejut menangis dalam diamnya, dia tak menyangka dua pria yang sangat dia hormati dan sayangi ternyata pernah sama-sama menyakiti Mommynya.


"Felix apa yang kau katakan, kau tak tahu yang sebenarnya. Papa harap lebih baik kau mendengarkan kami lebih dulu," saran Alex.


Fiona tak sanggup lagi menahan air matanya, kemudian dia berbalik melangkahkan kakinya dengan pikiran kacaunya.


"Fiona, dengarkan Papa dulu.. Semua itu hanya salah paham" Zacklee berusaha mengejar putrinya.


"Fiona ingin sendiri dulu Pa..," ucap Fiona sembari mendekati sahabatnya.


Zacklee dan Alex membiarkan kedua anaknya untuk menenangkan diri mereka masing-masing.


"Kau harus menghubungi Ellena Zack," saran Alex.


"Hanya dia yang bisa menenangkan Felix dan Fiona sembari kita menunggu kabar dari Dewa,"


Zacklee sedikit berpikir apa yang disarankan oleh Alex ada benarnya.


"Aku akan memikirkannya,"


Mereka berdua masih memperhatikan Felix dan Fiona yang hampir tak terlihat.


**


"Mommy mana aunty?" tanya Kaisar.


"Lagi diatas istirahat," jawab Clara.


"Kau baru pulang?" tanya Clara.


"Iya aunty, Kai mau ngasih tau Mommy kalau hari ini Kai mendapatkan nilai 100," sembari menunjukkan selembar kertas ulangannya.


"Keponakan aunty hebat sekali...," mencubit kedua pipi gembul Kaisar.


"Aww.. sakit aunty..," pekik Kaisar.


"Kamu gemesin sih...," sahut Clara tanpa bersalah.


"Hai Kai.., kau sudah pulang?" sapa Dhea.


"Sudah aunty, ini mau cari Mommy"


"Mommy kamu diatas lagi istirahat tadi habis mecahin gelas," ucap Dhea memberitahu.


"Dhea...," Clara mencoba mengingatkan Dhea.


"Oups.. sorry gue lupa Clara" ucap Dhea baru menyadari.


Kaisar langsung beranjak dan berlari menaiki tangga dengan khawatir.


"Mommy... Mommy...," panggil Kaisar setengah berteriak.


Ceklek!


"Mommy...," panggil Kaisar lagi setelah melihat Ellena keluar dari kamar mandi.


"Ada apa sayangnya Mommy... kenapa teriak-teriak..,"


"Mommy...," Kaisar berhambur kepelukan Ellena.


Ellena tersenyum melihat tingkah anaknya yang sangat menyayanginya. Kemudian Ellena menuntun Kaisar untuk duduk.


"Sekarang katakan Mommy apa yang terjadi? kenapa Kai berteriak?" tanya Ellena dengan mengulurkan tangannya kearah pipi anaknya lalu mengelusnya dengan lembut.


"Kai khawatir dengan Mommy, kata aunty mommy habis mecahin gelas.. apa Mommy terluka?" Kaisar memastikan melihat kedua tangan Mommynya.


Ellena terkekeh, gemas melihat perlakuan Kaisar yang sangat mirip dengan Zacklee saat mengkhawatirkannya.


"Kau tak perlu mengkhawatirkan Mommy, Mommy tak terluka sedikitpun" sahut Ellena tak mau melihat Kaisar sedih.


"Mom, hari ini Kai mendapatkan nilai ulangan 100" menunjukkan hasil ulangannya dan melupakan kekhawatirannya.


"Wow hebat sekali anak Mommy," puji Ellena.


"Kau harus mempertahankannya nak," sahut Ellena.


"Siap Mommy,"


"Kai, dimana kedua Kakak kembarnu?" tanya Ellena tak melihat mereka.


"Tak tahu Mom, penjaga sekolah bilang jika Ka Felix hari ini tak berangkat diajak pergi aunty" ucap bocah tampan itu.


'Bukannya tadi pagi mereka berangkat bersama, bagaimana mungkin Felix tak berangkat sekolah' batin Ellena.


"Kai, tadi kau bilang Ka Felix diajak pergi aunty? aunty siapa? apa aunty Zaski?" tanya Ellena mulai curiga.


Kaisar menggelengkan kepalanya.


"BukanMom..., orang tadi aunty Zaski ketemu aku di jalan,"


'Kalo bukan Zaski siapa? Clara dan Dhea sedang bersamaku dari pagi'.


Bersambung.....