What I Think

What I Think
Penculikan si Kembar F 3



...****************...


Andai saat itu Zacklee tak memberitahu Ellena persoalan tentang Tasya mungkin ini semua tidak akan pernah terjadi. Rasa kehilangan Ellena saat itu tak sebanding dengan rasa kehilangan putra putri kembarnya. Pria yang masih terlihat tampan dan gagah itu menyentuh dadanya yang sesak mengingat Felix dan Fiona berada di pangkuannya sebelum dirinya menitipkannya kepada orang tuanya.


" Lee.. ini berkas yang kau minta. Kau yakin akan memberikannya begitu saja? ". Tanya Revan yang baru datang dari kantornya.


" Apapun akan Aku lakukan agar anak - anakku kembali. Meski Tuhan harus mengambil nyawaku sekalipun Aku tak perduli ". Ucapnya menahan sesak kesedihannya.


" Kau suami terbaik, Ellena pasti bangga padamu ". Revan menepuk bahu Zacklee dengan pelan.


" Ka tampan.. Ellena mencarimu ". Dhea yang ikut menyusul suaminya untuk memanggil Zacklee.


Zacklee dengan segera keluar dari ruang kerjanya. Semua orang yang menyadari keberadaannya menyingkir pelan memberi ruang untuk mereka berdua.


Hampir 7 Tahun lamanya mereka terpisah, pasti ada kecanggungan diantara mereka. Buktinya Zacklee yang biasanya selalu percaya diri, keringat dingin terus mengalir di wajahnya. Sedang Ellena masih menatap keluar jendela membelakangi Zacklee.


" Bawa kembali anakku ". Ucapan pertama yang mengawali kecanggungan diantara mereka. Suara serak Ellena menandakan dirinya masih menangis.


" Iya, pasti Aku akan membawanya kembali ". Sahut Zacklee.


Ellena berbalik berhadapan dengan Zacklee, wajah lelah akibat menangis itu tak mengurangi kecantikan Ellena sedikitpun. Rasa rindu Zacklee selama 7 Tahun menggandengnya mendekati Ellena dan menyeka air matanya.


Ellena yang sempat menolak akhirnya menerima belaian tangan Zacklee di wajahnya.


" Kau harus bahagia, tersenyumlah agar anak - anak kita pun bahagia ". Ucap Zacklee sangat lembut.


" Bukankah kau mengira mereka Anak Ka Alex ". Ellena tertawa meremehkan pria di hadapannya.


" Maafkan Aku Ell ". Jawab Zacklee yang sudah tak perduli jika Ellena akan memukulnya.


" Tak perlu kau minta maaf Ka.. Aku juga bersalah dalam hal ini ". Ellena menunduk menangis tapi kemudian Zacklee merengkuhnya kedalam dada bidangnya.


Mereka sama - sama menyesali perbuatannya 7 Tahun yang lalu. Andai dulu mereka tak begitu egois mungkin semua ini tak akan terjadi. Sayangnya Nasi sudah menjadi bubur.


" Sudahlah, jangan menangis lagi ". Zacklee menyeka air mata Ellena.


" Percaya padaku, hari ini Aku akan membawanya kembali. Tapi sebelumnya berjanjilah untuk selalu bersamaku selamanya. Kita mulai semuanya dari awal bersama Felix dan Fiona ". Zacklee menangkup wajah Ellena kemudian mematuk bibirnya pelan namun hangat.


***


" Dewa, kau sudah baikan? ". Tanya Revan yang melihat Dewa sudah aktif menjalankan tugasnya.


" Tenang saja sekretaris bos luka ini tak seberapa hanya luka kecil ". selorohnya dengan sombongnya.


" Aisshh.. bocah ini ". Decih Revan.


" Bos, kenapa harus wanita ja**** itu dikeluarkan? bukannya dia lebih bagus disana ". Dewa berpendapat.


" Akupun setuju dengan pendapatmu, tapi nyawa anak kembar Zacklee ada di tangan bokapnya ".


Dewa mengepalkan tangannya mengingat peristiwa yang baru kemarin dia alami.


" Kalau saja mereka tak main keroyok double F ga akan jatuh ke tangan mereka ". Dewa bersungut - sungut mengingatnya.


" Double F? ". Revan mengernyitkan dahinya.


" Iya double F. Felix dan Fiona ". Sahut Dewa.


" Kau tak mengenal mereka bos? bukankah kau sahabat sekaligus kepercayaan bos besar? ". Ledek Dewa dengan tertawa.


" Dasar! Emangnya Aku juga harus tau nama - nama keponakannya juga ".


Dewa tertawa mendengar Revan memarahinya. Baginya Revan Marah justru Terkesan lucu . Dewa mengenal Revan saat di Negara L. Dewa yang kala itu sedang membutuhkan makan, Zacklee dan Revan datang sebagai penolong dalam kehidupannya. Entah bagaimana Revan percaya jika Dewa memiliki skill yang sangat luar biasa dilihat dari saat Dewa menolong seorang wanita yang hampir diperkosa para komplotan brandal, Dewa dengan berani menghujaninya banyak pukulan sehingga mereka semua terkapar. Revan meminta Zacklee untuk merekrut Dewa setelah Revan memperlihatkan Video Dewa yang sedang berkelahi yang Sengaja dia rekam.


Zacklee pun setuju saat itu, dan akhirnya Dewa benar - benar bekerjasama dengan mereka berdua.


" Dewa, kau sudah baikan? ". Tanya Zacklee yang baru masuk bersama Shandy dan Alex.


" Aku tak apa bos hanya luka kecil ". Jumawa.


" Kau yang memaksa Jika terjadi apa - apa denganmu Aku tak akan bertanggung jawab ".


" Bos, kau sangat tega". Dewa berekspresi layaknya orang teraniaya dan mengandung gelak tawa yang melihatnya.


" Lex, apa rencanamu? ". Tanya Zacklee.


" Membunuh mereka, sudah lama Aku tak berolah raga ". Alex sambil pemanasan.


" Aku setuju denganmu Lex, Mari kita habiskan mereka yang sudah menculik aset berharga kita ".


" Setidaknya Aku bisa menebus kesalahanku padamu Zack ". Ucap Alex lirih tetapi masih bisa terdengar semuanya.


" Terimakasih Lex sudah menjaga anak - anakku tumbuh dan berkembang dengan baik ". Zacklee mendengar lirih an Alex kemudian menepuk bahunya.


" posisi Felix dan Fiona sudah ketemu ". Devan yang akhirnya bisa menjebol titik lokasi si Kembar dengan keahlian ITnya yang diam - diam dimiliknya.


" Breng***! Dia berani menipuku untuk ke pulau E ". Umpat kesal Zacklee karena merasa tertipu dengan lokasi pertemuan siang nanti.


Mereka berlima mengatur strategi agar musuh tak mencurigainya. Alex dan Shandy bertugas mengalihkan pasukan musuh agar tak melukai Felix dan Fiona. Sedang Zacklee, Revan dan Dewa bertugas untuk bertemu dengan Attar. Marcel dan Veer bertugas mengintai para musuh kalau sewaktu - waktu melakukan penyerangan. Sedang Devan bertugas menjebol sistem IT mereka agar terkecoh. Albert dan Anak buahnya juga sudah bersiap di medan pertempuran.


Mereka bersiap berangkat dengan tugasnya masing - masing.


" Ka Lee ". panggil Ellena sebelum Zacklee keluar dari rumah. Sedang Revan dan Dewa lebih dulu melewati Zacklee.


Ellena mendekati Zacklee tangannya meraih ujung kerah Zacklee dan merapikan ujung kancing kemeja yang belum disatukan.


Zacklee sangat bahagia karena Ellena mau memberinya kesempatan lagi.


" Berjanjilah, kau dan Anak - anakku akan baik - baik saja ". Entah mengapa air mata yang sempat kering mengalir kembali saat Ellena mengucapkan kalimat itu. Rasa khawatir kehilangan mulai muncul kembali sedang dia tidak bisa melakukan apa - apa.


Zacklee menatap kedalam mata Ellena untuk beberapa saat. Rasa bersalah dalam dirinya kembali mencuat, Zacklee tak mau lagi Ellena bersedih. Dengan lembut Zacklee mengecup kening Ellena kemudian bibirnya.


Zacklee mengangguk meyakinkan Ellena kalau dirinya pasti bisa membawa pulang anak kembar mereka.


Zacklee berganti berpamitan kepada Mamanya yang juga memiliki harapan yang sama. Do'a dan Air mata Mama Trias mengiringi langkah Zacklee membawa kembali anak - anak mereka.


......................


" Ka.. Fio takut ". Rengek bocah yang sekarang disekap entah dimana.


" Tenang aja Fio.. Papa pasti segera menolong kita ". Felix menenangkan adiknya.


" Ka.. kenapa mereka selalu mengatakan kalau kita anak Om Zacklee? ". Fiona teringat dia sedikit mendengar perbincangan seseorang yang tak kelihatan wajahnya mengatakan kalau Felix dan Fiona anak Zacklee.


" Fiona kaka belum tahu pastinya bagaimana, kau ingat foto yang Kaka bawa? ". Ellena mengangguk.


" Foto itu sama persis dengan Foto yang berada dikamar Om Zacklee . Grandma juga bilang jika Mommy Istri Om Zacklee ". Felix bercerita pelan.


" Kalau Om Zacklee suami Mommy, Papa Alex__ ". Fiona langsung menebak sedang Felix sulit untuk berpikir.


" Kalau benar Om Zacklee Papa kita Fio, kemana saja selama ini ". Batin Felix yang mencoba meraba - raba pikirannya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Dua hari Flue kagak ilang - ilang🤧


Maafin othor kalau Alurnya jadi tak sesuai dengan isi hati othor.


Meski begitu sesuai dengan Semangat 45 💪 othor janji akan tetap UP ❤


Like, Vote, Comment nya jangan lupa ya Ka😘