
Benar - benar sulit di percaya, Alex adalah orang yang selama ini membantu Ellena bersembunyi. 7 Tahun mereka mampu menutupi agar semua terlihat baik - baik saja. Tentang Felix dan Fiona yang bukan lain adalah darah daging Zacklee, bagaimana bisa Ellena menyembunyikan semua ini. Dhea dan Clara yang khawatir dengan apa yang akan terjadi jika Zacklee dan Kaka - Kakanya mengetahui kebenaran ini.
" Dhea.. Kepalaku menjadi pusing ". Keluh Clara sepulang dari pertemuannya dengan Ellena.
" Akupun begitu Clara, Aku sedang membayangkan apa yang akan di lakukan Ka tampan jika mengetahui ini semua ". Dhea menyenderkan tubuhnya sedikit lemas.
***
" Apa kau tau mengenai kematian kedua orangtuaku? ". Alex yang tak sengaja mengambil air minum di dapur sedang Ellena yang memasak yang tak konsen karena memikirkan tentang kedua orangtuanya.
" Emm ". Alex sudah mengira pasti Ellena akan menanyainya setelah Clara bercerita.
" Kenapa kau hanya diam saja Ka.. ". Ellena menjatuhkan spatulanya, air matanya mulai menetes.
" Maaf kan Aku ". Ucap Alex masih membelakangi Ellena. Hatinya pun merasa sedih.
Ellena melewati Alex meninggalkannya dengan air mata kecewanya.
Alex yang menyadari Ellena terdiam mematung meremas gelas ditangannya.
" Ka Felix, Mommy dan Papa kenapa berantem? ". Tanya Fiona yang tak sengaja mengumpat di dekat tangga bersama Felix.
" Kaka juga ga tau.. Kita hibur Mommy yuk ". Ajak Felix diam - diam.
Ellena terus memandangi foto satu - satunya yang tersisa yang ada di dompetnya. Foto saat dirinya selesai melaksanakan pernikahan bersama Zacklee. Foto keluarga yang menjadi saksi awal kehidupan cintanya bersama Zacklee sebelum menjadi seperti ini.
" Mam.. Pa.. Maafin Ellena.. Hiks.. Hiks.. ".
Ellena memeluk kuat foto itu dengan linangan air mata.
" Mommy.. ". Panggil Fiona dan Felix kecil, Ellena segera memasukkan foto itu dibawah bantal tidurnya. Lalu mengusap air matanya.
Fiona dan Felix berhambur memeluk Mommynya.
" Mommy.. Jangan sedih lagi kan Ada Ka Felix dan Fiona yang akan bersama Mommy ". Fiona kecil menenangkan Ellena.
" Benar kata Fio Mom.. Felix juga akan bersama Mommy selamanya ". Felix mencium pipi Ellena.
" Anak - anaknya Mommy.. Mommy terharu lihat Kalian seperti ini. Mommy ga kenapa - kenapa sayang. Tadi mata Mommy terkena lada jadi begini deh ". Ellena tak Mau anak - anaknya ikut bersedih memberikan cerita palsu agar mereka mempercayainya.
" Kalau Papa sampai bikin Mommy bersedih Fiona ga Mau bobo sama Papa lagi ". Fiona kecil berdiri dengan berkacak pinggang seolah seperti Wonder Woman.
Ellena terkeukeuh melihat tingkah puteri kembarnya. Sekejap perasaan sedih itu menghilang karena sikap kesayangannya.
" Kau berlebihan Fio.. Kau malah terlihat seperti Ibu guru kalau sedang marah ". Ledek Felix.
" Kaka.. Ka Felix menyebalkan ". Fiona mendengus kesal.
Ellena semakin terkeukeuh melihat tingkah kedua anak kembarnya. Ellena menarik kedua tubuh anak Kembarnya kemudian memangkunya.
" Kalian kesayangan Mommy, kehidupan Mommy, nyawa Mommy. Terimakasih sudah Mengkhawatirkan Mommy. Mommy mencintai Kalian. Cup_Cup ". Ellena mengecup pipi kedua anak kembarnya.
Alex yang sengaja mengintip disela pintu, tersenyum kemudian berbalik.
Sebelum Felix beranjak dari tempat tidur Ellena tangannya tak sengaja menyentuh sesuatu yang sedikit keluar dari bawah bantal. Felix merasa curiga melihat wajah seseorang yang membantu mengikat tali sepatu Fiona. Merasa sangat penasaran Felix dengan cepat memasukkan foto itu kedalam kantong sweaternya.
" Felix, ayo kembali ke Kamar Kalian.. Malam ini Mommy yang menemani Kalian ". Panggil Ellena yang membuat Felix agak terkejut.
" I_iya Mom.. ". Untungnya Felix cepat - cepat memasukkan foto itu, jadi dia bisa menjawab panggilan Mommynya dengan ekspresi biasa saja.
Setelah Ellena menidurkan kedua anak kembarnya, Ellena keluar menuju Kamarnya.
" Ell.. ". Alex yang ternyata belum tidur masih menunggu Ellena.
" Maaf.. Sepertinya Aku lelah ". Tanpa melihat wajah Alex Ellena menjawab panggilan Alex dengan dingin.
" Aku melakukannya karena tak Mau kau semakin bersedih ". Alex sudah tidak peduli lagi Ellena membencinya saat ini.
" Saat itu kau sedang Sakit dan pertama Kali mengetahui kehamilan Felix dan Fiona, Dimas memintaku untuk tidak membuatmu pikiran. Maka dari itu Aku mengurungkan niatku untuk memberitahu meninggalnya Om dan Tante ". Lanjut Alex menjelaskan.. Entah mengapa rasanya Ellena mendiamkannya rasanya bagaimana di neraka.
" 7 Tahun ka kau menyembunyikannya dariku, Aku berusaha berjuang mempertahankan untuk melahirkan Felix dan Fiona demi Mama dan Papa yang menginginkan cucu. Tapi kenapa setelah diharapkan lahir mereka malah pergi.. Hiks.. Hiks.. ". Ellena sudah tak kuat membendung kesedihan serta kekecewaannya kepada Alex.
Alex memeluk Ellena,
" Maaf Ell.. Maaf ".
***
Drrrttt.. . Drrrttt.. .
Ponsel Zacklee bergetar,
" Kau tau ini pukul berapa Dewa ". Teriak Zacklee setelah menerima telfon Dewa.
" Maaf bos, ini sangat penting ".
" Kau jangan bercanda ini baru pukul 3 pagi, kau bisa menemuiku di Kantor nti ". Zacklee masih dengan amarahnya gara - gara Dewa menelfonnya di pagi buta.
" Tuan Jangan ditutup dulu, ini mengenai Nona muda " . Dewa dengan cepat menceritakan tujuan menelfon bosnya pagi - pagi buta sebelum bosnya menutup panggilannya.
" Segera ke apartment sekarang juga ".
Dewa tersenyum karena setelah ini bosnya akan memberi penghargaan untuknya karena telah menemukan Nona muda.
Zacklee segera bergegas, dia sudah sabar dengan info yang di dapatkan Dewa anak buahnya. Marcel yang tak sengaja melihat Zacklee keluar curiga dan diam - diam mengikutinya.
" Bos, akhirnya anda sampai juga_". Sebelum Dewa Berbicara Zacklee dengan cepat memotong pembicaraannya.
" Cepat katakan apa yang kau dapatkan mengenai Ellena ".
" Iiiish.. Kenapa dia terlihat dingin dan menjadi tak sabaran jika mengenai Nona muda ". Batin Dewa melihat Zacklee.
" Ini Bos, Aku sudah menemukan siapa orang yang selama ini membantu Nona muda saat pemblokiran di Bandara ". Dewa sambil menyodorkan beberapa bukti foto serta bukti video CCTV yang selama ini disembunyikan.
" Aku juga sudah menangkap petugas Bandara yang sudah melancarkan aksi kabur mereka ". Dewa melanjutkan penjelasannya.
" Darimana kau mendapatkan ini? ". Zacklee bertanya sambil mengotak - atik layar laptopnya membuka lalu memperhatikan dengan detail video tersebut.
" Ini semua berkat wanita kenalanku bos ". Dewa sedikit malu.
" Terserah kau Mau dekat siapapun Aku ga peduli ". Zacklee yang masih mengecek layar laptopnya dengan teliti.
" Nona tolongin Dewa agar Dewa tidak jadi bujang lapuk gara - gara suami Nona ". Dewa bermonolog pada dirinya sendiri dengan pelan.
Zacklee yang masih focus pada layar laptopnya dan...
" Alex.. Dia Alex ". Zacklee terkejut dengan apa yang dilihat nya didalam layar laptopnya Alex sedang menyembunyikan Ellena dari balik jacketnya.
" Sial kau Lex ". Zacklee melempar gelas disamping laptopnya kedinding hingga terpecah .
" Kali ini kau benar - benar mengajak berperang diriku ". Mata Tajam Zacklee membuat Dewa ketakutan. Baru pertama kalinya Dewa melihat bosnya seperti ini.
" Alex ". Marcel yang muncul tiba - tiba juga terkejut jika selama ini Alex lah yang menyembunyikan adiknya.
" Ka Marcel sejak kapan Kaka disini? ". Zacklee yang terkejut pula dengan adanya Marcel.
" Lee katakan apa benar Alex yang selama ini menyembunyikan Ellena? ". Marcel sedikit tak percaya Alex yang pernah dia banggakan di perusahaannya adalah pelaku utama penyembunyian adiknya.
Zacklee mengangguk . Marcel kemudian mengecek semua video tersebut, dia benar - benar kecewa dengan Alex.
" Kenapa kau lakukan ini Lex ". Marcel yang sedikit geram.
" Ka, biarkan Aku yang mengatasi ini semua dengan Alex. Aku ga Mau hubungan Kerjasama perusahaan MF dan zero terlihat tidak baik ". Zacklee mencoba menenangkan Marcel dia tak Mau jika Marcel ikut membenci sahabatnya meski sekarang didalam hatinya pun sudah tersemat rasa benci kepada Alex yang sudah berani membawa pergi Istrinya.
" Kaka percayakan padamu ". Marcel akhirnya menerima pendapat Zacklee.
" Dewa cepat kau selidiki pemilik Zero ". Titah Zacklee kepada Dewa anak buahnya.
" Baik Tuan bos ". Dengan patuh Dewa mematuhi perintah bosnya.
***
Felix yang terbangun lebih dulu mengingat foto yang disembunyikannya semalam, Felix membukanya lagi dan memperhatikan semua orang - orang yang berada disamping Mommynya.
" Kenapa ga dada wajah Papa? Siapa ini Om ini, kenapa dia memeluk Mommy? ". Felix terus bertanya - tanya pada dirinya sendiri. Rasa penasarannya semakin tinggi.
" Itu kan Om tampan yang nolongin Fio mengikat sepatu ". Fiona yang diam - diam sudah bangun ikut memperhatikan foto yang dipegang Felix.
" Fio ". Felix terkejut karena ternyata Fiona ikut mendengarkan dirinya Berbicara sendiri.
" Ssssttt... Jangan keras - keras, nanti kedengeran Mommy dan Papa ". Felix mengingatkan Fiona dan Fiona pun menurutinya.
" Ka, kenapa Om tampan memeluk Mommy? Apa Mommy pernah mengenalnya? ". Tanya Fiona yang juga penasaran.
" Kaka juga ga tau, kita cari Tahu bersama yuk Fi.. ". Ajak Felix yang langsung disetujui Fiona.
" Felix... Fiona.. Buruan bangun nanti telat sekolah ". Teriak Ellena dari lantai bawah.
" Iya Mom ". Jawab Felix dan Fiona bersamaan. Kemudian mereka bersiap mandi untuk melaksanakan tugasnya di Sekolah.
Pagi di Sekolah**
Zacklee seperti biasa, dia akan mengantar Dua keponakannya ke Sekolah. Sebelumnya Zacklee yang sudah bersiap mendapat telfon dari Dewa ternyata Dewa sudah memegang informasi terbaru tentang Alex . Zacklee Sakit hati karena informasi dari Dewa membuatnya semakin membenci Alex. Dewa dengan cepat mencaritahu soal kehidupan Alex yang ternyata sudah memiliki sepasang anak kembar. Begitu terkejutnya Zacklee setelah Dewa mengirim foto anak kembar Alex. Bersamaan dengan itu, Zacklee berpapasan dengan kedua anak kembar yang fotonya pagi tadi dikirimkan Dewa.
Zacklee tersenyum sinis melihat mereka,
" Om tampan ". Teriak Fiona menyadari Ada Zacklee dihadapannya.
Zacklee tersenyum saat mendengar teriakan Fiona. Begitupun dengan Chloe dan Safira.
" Om.. Tolong terima ini sebagai hadiah karena Om pernah menolong Fio ". Ucap Fiona sambil menyodorkan kotak kecil. Diam - diam Fiona semalam membungkus kado untuk Zacklee tanpa sepengetahuan Felix.
Zacklee berjongkok mensejajarkan tingginya dengan Fiona.
" Terimakasih sayang ". Zacklee menerima kotak kecil itu kemudian mencubit gemas pipi Fiona.
Felix menatap Tajam Zacklee dia mengingat wajah di Foto Mommynya yang sekarang dia simpan.
Zacklee melirik kearah Felix, pria kecil dengan tatapan dingin ini memperhatikan Zacklee dengan jeli.
" Om.. Ini temanku yang baru yang Aku ceritakan ke Om tadi malam ". Bisik Safira.
Zacklee tertawa kecil dia teringat Safira semalam bercerita sangat kagum dengan kecerdasan teman barunya.
" Felix sampai kapan kau akan memperhatikan Om ". Ucap Zacklee yang menyadari Felix memperhatikannya.
" Om ga usah Ge er, Felix ga tertarik ". Jawab Felix dengan dingin.
" Ha.. Ha.. Ha.. Fio saudara kembarmu sangat lucu ". Zacklee yang berusaha mencairkan suasana.
" Maaf Tuan muda Mahendra bisa minta fotonya bersama anaknya ". Sapa seorang Ibu - Ibu yang juga mengantarkan anaknya di Sekolah yang sama.
Entah mengapa Zacklee pun menurutinya.
Cekrek.
Foto pertama dengan Felix dan Fiona pun sudah tersimpan di ponsel Ibu - Ibu tersebut.
" Terimakasih Tuan muda, saya sangat mengagumi Tuan muda tak disangka Hari ini kita di pertemukan ternyata putra putri Tuan muda satu sekolah dengan anak saya. Putra putri kembar Tuan muda sangat mirip Tuan ". Ucap Ibu - Ibu yang masih menyangka Felix dan Fiona anak kembar Zacklee.
Zacklee tersenyum kemudian menoleh kearah Felix dan Fiona secara bergantian.
" Mereka anak Alex, kenapa harus mirip denganku ". Dengus kesal Zacklee dalam hatinya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Maafin othor yang baru nongol, kemarin Tugas Negara dulu😁
Tetap setia tunggu othor yak🥰😘
Like, vote, comment jangan sampai lupa🌟