What I Think

What I Think
Reuni pensiunan Cassanova



Trias dan Albert memutuskan untuk menginap di mansion Zacklee. Karena Trias masih mengkhawatirkan keadaan Zacklee bahkan dia meminta untuk tidur bersama Zacklee.


"Mam.., Lee sudah mempunyai istri dan anak. Apa Mama tak bisa meralat keinginan Mama yang satu ini" Ucap Zacklee yang merasa aneh dengan keinginan Mamanya.


Albert dan Ellena mereka kompak menertawakan tingkah pria tampan dihadapannya. Sedang si Kembar mereka berkali-kali menggeleng-gelengkan kepalanya sambil menepuk jidatnya melihat tingkah Papanya seperti anak kecil.


"Lee.., ayolah untuk malam ini saja. Mama rindu memelukmu saat tertidur" Keinginan Trias yang sungguh-sungguh.


"Sayang, kenapa kau hanya tertawa. Bantu aku merayu Mama" Ucap Zacklee mulai kesal karena Ellena tak membantunya.


"Sayang, kenapa aku harus membantumu. Aku sangat setuju dengan keinginan Mama" Sambil terkekeh melihat suaminya, Ellena malah mendukung mertuanya.


Satu-satunya harapan Zacklee hanya kedua anak kembarnya. Zacklee menoleh kearah Felix dan Fiona agar membantunya.


"Putra putri Papa, apakah kalian akan mendukung Mommy juga?, apa kalian tak menginginkan seorang adik?" Ucapan Zacklee membuat Felix dan Fiona yang tak peduli tadinya menjadi melirik Zacklee tajam.


Felix dan Fiona saling menoleh dan berdiskusi pelan, membuat Ellena yang tadinya ingin marah mendengar ucapan Zacklee menjadi penasaran.


"Grandma, Papa kan bukan bayi lagi.., kenapa harus tidur dipeluk?" Tanya Fiona polos.


Felix menepuk jidatnya karena Fiona malah melenceng jauh dari rencana diskusinya. Dalam diskusinya Felix dan Fiona berencana mendukung Mommynya, tapi entah kenapa Fiona merubah rencananya.


"Fiona..., " Panggil Felix agar Fiona mengingat diskusi mereka.


"Sorry Ka.., Fiona teamnya Papa" Sambil memamerkan gigi biji timunnya berwarna putih dan mengangkat tangannya dengan jari membentuk huruf V.


"Papa jangan bohong lagi ya, Fiona sudah di teamnya Papa sekarang" Ucapnya sambil bergelayut manja.


"Janji, " Ucap Zacklee senang karena ada seseorang yang mendukungnya.


"Fiona.., bagaimana bisa Papa memberikanmu adik sedang dalam keadaan terluka di punggungnya" Sahut Zaskia yang entah tiba sejak kapan.


"Oups" dengan cepat Zaskia menangkup bibirnya dengan kedua tangannya.


'Habis kau setelah ini Zaskia' Kia mengerutuki dirinya sendiri.


Gantian sekarang Ellena, Zacklee dan kedua orangtuanya harus menyiapkan alasan yang tepat agar Felix dan Fiona bertanya kenapa.


Mata Fiona mulai berkaca-kaca, bibirnya bersiap untuk mewek.


"Papa sakit? Kenapa papa masih kuat menggendong ku.., hiks.. Hiks.. Hiks.. " Kali ini Fiona kecil benar-benar menangis dan memeluk Zacklee.


"Papa.., " Felix ikut memeluk Zacklee.


Ellena tersenyum bangga dengan kedua anak kembarnya yang begitu menyayangi Zacklee. Sebelumnya Ellena tak pernah menyangka jika anak-anaknya bisa menerima kehadiran Zacklee saat itu. Tapi kembali lagi, tak bisa dipungkiri ada darah Zacklee yang mengalir ditubuh mereka berdua.


"Mama bangga denganmu Ell.., kau bisa mendidik mereka seperti ini" Ucap Trias merasa terharu dengan tingkah kedua cucu kembarnya.


"Papa juga sangat bangga denganmu Ell" Albert ikut memuji dirinya.


"Ellena tak pantas mendapat pujian itu Ma, Pa. Sudah sepatutnya jika Ellena memberi arahan mereka untuk memiliki bpribadi yang baik" Ucap Ellena yang sebenarnya terharu juga dengan tingkah kedua anak kembarnya.


"Kaka Ipar.., aku sangat bangga memiliki Kaka seperti kalian" Zaskia langsung memeluk Ellena.


"Ehm, ehm," Suara deheman Devan.


"Om sipit.., " Panggil Felix dan Fiona.


"Hai.. Cantiknya Om dan tampannya Om" Devan seperti biasa langsung mencium pipi gembul Felix dan Fiona.


"Om kok sama Aunty Kia?" Tanya Felix dan Fiona curiga.


"Aunty kan sahabat Om. Tapi bukan itu maksudnya, Om hanya menjenguk Papamu" Ucap Devan.


"Gimana kondisimu Lee?" Tanya Devan sedikit cemas.


"Seperti yang kau lihat, aku baik-baik saja" Jawabnya pongah.


"Syukurlah.., aku sempat melihat tanda-tanda pembibitan harus menunggu lama" Ucap Devan mengejek Zacklee.


Seperti biasa Zacklee akan mengeluarkan titah kerajaannya.


"Jangan kau cemari otak anak kembarku soal begitu"


Devan tertawa mengejek ekspresi Zacklee.


Selang beberapa waktu Shandy, Revan, Dewa juga tiba beserta istri dan anak mereka tak ketinggalan Rachel yang sebelumnya sudah bersama Zaskia dan Devan.


Kini Felix dan Fiona sudah asyik bermain bersama Nick, Nathan juga Safira.


"Kau tenang saja bos.. , aku pastikan Wanita gila itu akan mendekam di penjara seumur hidup" Sahurnya dengan bangga.


"Untuk sementara kau uruslah perusahaan di Negara L" Pinta Zacklee.


"Zacklee, apa ga sebaiknya kau ikut kesana?" Tanya Revan.


"Aku takut Ellena belum bisa melupakan kenangan buruk disana Rev, "


"Kau benar Bos, Nona bisa jadi belum melupakan kenangan buruk disana". Sahut Dewa.


"Menurutku kau diskusikan dulu dengan Ellena, jika dia diam tak menjawab maka jangan paksa dia untuk mengikutimu" Saran Devan.


"Papa Alex.., " Panggil Fiona melihat Alex tiba di mansion Zacklee.


Alex yang membawa paperbag besar kewalahan saat Fiona berlari kearahnya dan meminta gendong.


"Pelan-pelan cantik, Papa hampir jatuh. Kenapa sekarang kau terasa berat, bahkan pipimu sedikit membulat" Ucap Alex.


"Itu karena Papaku selalu memanjakanku dengan cemilan-cemilan yang enak" Fiona membela diri.


"Papamu yang terbaik cantik".


" Papa Alex juga terbaik" Fiona lalu mengecup pipi Alex.


Felix bukannya ikut mendekati Alex, dia lebih memilih duduk dipangkuan Zacklee.


Zacklee melirik putra tampannya yang cemberut, tak biasanya Felix bertemu Alex begitu cuek. Begitu juga dengan Revan, Shandy, Devan dan Dewa mereka merasa ada sesuatu yang terjadi antara Alex dan si tampan Felix.


"Zack, gimana kondisimu?" tanya Alex masih dengan menggendong si cantik Fiona.


"Seperti yang kau lihat, aku terlalu kuat untuk luka sekecil itu Lex" jawabnya pongah seperti tadi.


"Kau tak pernah berubah rupanya, masih seperti dulu.., selalu bisa menutupi permasalahan" sahut Alex.


Zacklee menanggapi dengan senyuman. Senyuman yang benar-benar tulus dari hati. Karena Zacklee hanya ingin semuanya dimulai dari awal lagi.


"Felix.., " panggil Alex sambil menyodorkan satu paperbag untuk Felix.


"Terimakasih Om, " ucap Felix singkat lalu turun dari pangkuan Zacklee untuk kembali bermain dengan sepupunya.


"Om?, sejak kapan si Felix memanggilmu sebutan itu? tanya Shandy. Karena setahunya Felix dan Fiona tak pernah memanggil Alex dengan sebutan Om.


" Sepertinya aku harus beradaptasi dengan panggilan terbaruku" ucap Alex dengan terkekeh.


Obrolan mereka berlanjut, bahkan sesekali mereka tertawa bahagia. Entah apa yang dibicarakan sepertinya mereka memang benar-benar mengenang masalalu kebersamaan persahabatan mereka.


Ellena yang memperhatikan tersenyum, sudah lama sekali dia tak melihat mereka tertawa sampai lepas. Terlihat sekali jika Zacklee dan Alex sudah benar-benar berdamai dengan masalah masa lalunya


"Nona..," panggil Rachel.


"Rachel jangan panggil aku dengan Nona, bukankah sebelumnya kita pernah bertemu dan kau memintaku untuk menerima Ka Alex tetapi aku menolaknya" ucap Ellena mengingatkan pertemuan pertamanya dengan Rachel.


Rachel terdiam, bukan karena tak mau menyanggah tetapi dia merasa malu ternyata Ellena masih mengingatnya.


"Kau yang harus mengejar cintanya Rachel..," lanjut Ellena sambil menepuk bahu Rachel dengan pelan.


Rachel terkejut dengan apa yang diucapkan Ellena,


"Kau tak perlu ragu lagi, aku dan Ka Lee akan membantumu" sahut Ellena yang tak mau ada penolakan lalu menarik pergelangan tangan Rachel.


"Boleh ikut bergabung, " Ellena mengganggu keasyikan pensiunan Cassanova.


"Tentu boleh sayang, " Zacklee menarik tangan istrinya untuk duduk disampingnya.


Rachel masih mematung berdiri, dia tak tahu harus bagaimana saat ini. Melihat Clara dan Dhea juga sudah bersama suaminya, sedang Zaskia duduk bersebelahan dengan Devan.


"Kemarilah, " ucap Alex kepada Rachel.


DEG'


......................


Aku deg-degan gess...


Bersambung dulu ya,,, nunggu jejak kalian lagi buat lanjot👍