What I Think

What I Think
Bola



🦋🦋


" Kau kenapa sayang? ". Sapa Zacklee yang keluar Kamar Mandi melihat Istrinya sedang merasakan sesuatu yang tak nyaman.


Ellena tak mempedulikan pertanyaan Zacklee, dia terus saja menggerakkan Kakinya yang akan turun dari ranjang tidurnya.


Zacklee yang merasa aneh dengan wajah Istrinya mendekatinya, dia tersenyum kecil karena mengerti arti wajah Istrinya.


" Maafkan aku ". Ucap Zacklee, sontak membuat Ellena menoleh kearahnya.


Zacklee menarik kedua tangan Ellena dan menciumnya.


" Maaf untuk apa? ". Tanya Ellena


" Maaf karena semalaman aku sudah menyakitimu ".


Ellena terkejut dengan yang diperkirakannya, dirinya sedikit malu mendengar ucapan Zacklee.


" Kau__ apa yang kau ucapkan ". Ellena seakan mengelak, kali ini dirinya tak bisa menahan rasa malunya lagi.


Zacklee berdiri menggendong Ellena membantunya untuk mandi. Zacklee paham jika kerja kerasnya semalam membuat susah Ellena untuk berjalan.


Ellena mengalungkan tangannya ke leher Zacklee dia pasrah karena Zacklee sudah mengetahui permasalahannya setelah bangun tidur.


Zacklee membawa Ellena ke bath up yang sudah di persiapkannya. Zacklee pun membantu Ellena melepaskan pakaiannya tetapi ditolaknya.


" Kau tak perlu melakukannya, aku bisa sendiri. Kau keluar saja terimakasih sudah membantuku ". Tolak Ellena yang sedikit merasa canggung.


Zacklee tersenyum dia sudah bersiap jika Ellena menolaknya.


" Mana bisa begini Nyonya, aku yang sudah membuatmu kesakitan seperti ini bagaimana bisa aku melepaskan begitu saja ". Ujar Zacklee yang blak - blankkan.


" Tap__tapi ". Ucapan Ellena terhenti kala Zacklee langsung mencium bibirnya. Bukan Zacklee namanya jika itu hanya berciuman saja. Bahkan Zacklee dan Ellena melalukan lebih dari sekedar kiss. Pergulatan mereka pun kembali terulang di pagi dini hari sebelum langit merubah warna cerahnya.


Zacklee yang sebelumnya sudah melakukan ritual mandi setelah pergulatannya dia harus melakukannya lagi. Bagaimana dengan Ellena, jangan ditanya wanita itu masih merasa sakit disekitar area ekstrimnya.


...****************...


Pagi hari seperti biasa semua keluarga sudah berkumpul diruang makan. Zacklee dan Ellena sedikit telat akibat pergulatannya yang menguras tenaga mereka. Zacklee berjalan mendahului Ellena sebab Ellena masih menahan rasa sakit di area ekstrimnya jadi dia hanya bisa berjalan pelan.


Zacklee yang menyadari mendahului Ellena menoleh kebelakang dan menggandeng Istrinya sembari berbisik,


" Berjalanlah seperti biasa jika kau tak mau menjadi perhatian orang - orang pagi ini ". Bisik Zacklee yang menyadari jika keluarganya sedang memperhatikan mereka berdua.


" Ini semua karena ulahmu Tuan ". Bisik Ellena dengan kesal.


" Tapi kau suka kan. . ". Bisik Zacklee lagi. Dan kali ini Ellena terdiam kalah dengan ucapan Zacklee yang menyudutkannya.


Ellena duduk dengan pelan sambil tersenyum menyembunyikan sakitnya. Zacklee pun duduk setelah Ellena duduk dikursinya.


" Sepertinya elu sudah berhasil membobol gawang ". Bisik Shandy yang duduk disebelah Zacklee.


Zacklee menoleh membulatkan matanya. Sedang Shandy terkekeh kecil melihat ekspresi Sahabat yang sekarang menjadi adik iparnya.


" Aaah.. Dasar orang ini ". Batin Zacklee menyeringai karena Shandy sudah memperhatikan Ellena.


" Kalian sedang apa? ". Tanya Clara yang melihat suaminya Shandy tersenyum gembira kearah Zacklee.


" Ough.. Kita sedang membicarakan acara bola semalam. Iya kan Lee ".


Uhuukk.. Uhuukk.. Uhuukk


Zacklee dan Ellena terbatuk bersamaan akibat ucapan Shandy yang menyindirnya.


" Awas loe Shand! ". Gerutu Zacklee melirik kearah Shandy.


" Ampun dah punya Kaka somplaknya begini amat, pingin aku sumpel tu mulutnya pake lap ". Gerutu Ellena dalam hati. Dia tak menyangka jika Shandy akan mengejeknya disaat semuanya berkumpul.


Riska dan Malik yang mengerti arah pembicaraan Shandy tersenyum. Sebenarnya Riska dan Malik sudah tau apa yang sedang dialami Ellena sang pengantin baru, begitupun dengan Marcel dan Renata mereka saling bertukar pandang menahan tawa malu saat Shandy membahas tentang bola.


" Loe tau kan siapa menang tadi malam pasti pihak kit___". Sebelum Shandy melanjutkan ucapannya Clara dengan cepat menyumpal mulut Shandy dengan Ayam goreng didepannya. Clara mendapat pelototan tajam dari Ellena. Clara baru mengerti jika suaminya sedang mengejek Sahabatnya.


" Sayang.. Apa yang kau lakukan ". Shandy yang sekarang menoleh kearah Clara.


" Ingat sayang jika kita sedang dalam keadaan makan jangan bersuara. Lihatlah Chloe, dia bisa makan dengan tenang tidak sepertimu rusuh ". Protes Clara sambil menjulurkan lidahnya.


" Kau__ ".


" Sudah.. Sudah.. Yang penting bolanya sudah masuk kan Shand ". Malik ikut menimpali candaan Shandy.


Shandy tersenyum senang karena Papanya satu server dengannya.


" Papa.. ". Suara Ellena manja.


" Yang punya gawang bersuara ". Ucap Marcel lirih tapi masih terdengar semuanya. Dengan cepat Renata mendaratkan capitannya ke pinggang Marcel.


" KAKAAAA , Kalian menyebalkan ".


Zacklee hanya diam tak lagi menanggapi ejekan Kaka Iparnya. Dengan wajah tenang tak bersalah dia mengunyah makanannya dengan anggun.


Setelah itu Revan dan anak buah Zacklee tiba untuk menjemput Bossnya.


" Kau sudah mempersiapkan semuanya? ". Tanya Zacklee kepada Revan.


" Seperti yang kau perintahkan, aku sudah mengatur semuanya termasuk kenyamanan Ellena ".


" Mam.. Pa.. Zacklee izin membawa Ellena menggantikan Mama dan Papa menjaganya ". Zacklee gantian meminta izin kepada Riska dan Malik.


" Papa dan Mama percayakan puteriku satu - satunya kepadamu Lee, jaga dia lindungi dia selalu ". Malik sedikit berat melepas puteri satu - satunya.


" Lee janji Pa.. Ma ".


Ellena masih memeluk Mamanya, dia merasa berat meninggalkan Mama Papanya kali ini. Seperti akan terjadi sesuatu. Tapi ditepisnya perasaan itu sendiri.


Ellena berganti memeluk Papanya.


" Aku sayang kalian.. ". Ucap Ellena sedih.


Kemudian Ellena berganti berpamitan dengan Kaka - Kakanya juga Sahabatnya Clara.


" Dek, jaga diri elu ya.. Jangan nyusahin Lee terus ". Shandy yang mulai bercanda mencairkan suasana.


Ellena tersenyum,


" Aku akan terus menyusahkannya Ka.. Kau jangan khawatir ".


" Jaga dirimu baik - baik disana ". Gantian Marcel berpesan sambil memeluk Ellena.


" Jaga diri Kaka juga.. Jangan lupa istirahat. Kaka ga boleh terlalu Lelah bekerja.. Chloe dan Ka Renata sangat membutuhkanmu ". Ucap Ellena sambil terbata - bata.


Marcel dan Renata memeluk Ellena bersamaan.


" Hei Gemoy.. Onti akan merindukanmu setelah ini ". Ellena mencubit pipi gembul Chloe dan menciumnya dengan gemas. Seolah mengerti Chloe tak memberontak saat Ellena mencubit Pipinya, Chloe memandang Ellena dengan mata berkaca - kaca lalu merengek kecil.


" Kau tak perlu menangis sayang.. Onti akan terus melakukan panggilan video sampai kau bosan ". Ellena terkekeh mengalihkan perhatian Chloe yang akan menangis.


" Ellena.. ". Panggil Clara. Clara langsung memeluk Sahabatnya setelah Ellena menoleh kearahnya.


" Ingat kau harus selalu bahagia ". Bisik Clara menahan tangisnya.


Ellena mengangguk, kemudian Zacklee menggandengnya memasuki mobilnya bersama Revan. Ellena memandangi semua keluarganya, tetapi entah mengapa dia tak bisa tenang saat memandangi Papa Mamanya.


" Kau tak apa sayang? ". Zacklee menyentuh tangan Ellena dan membuatnya sedikit terkejut.


" Emm__ tak apa ". Ellena menggelengkan kepalanya lalu bersandar kepundak suaminya.


Ellena menyadari sesuatu yang aneh di perjalanannya. Seharusnya arahnya menuju kemudian Bandara, tetapi mobil Zacklee tak mengarah ke Bandara. Sesampainya ditempat tujuan Ellena dikejutkan dengan sebuah pesawat milik pribadi dari suaminya.


" Kau tak mau jalan kaki apa karena masih merasakan sakit? ". Pertanyaan Zacklee membuyarkan lamunan Ellena.


" Aishhh... Kau tak perlu menggendongku lagi, Aku sudah bisa berjalan normal ". Ellena buru - buru turun dari mobilnya sebelum Zacklee melakukan tindakan memalukan lagi.


" Sayang.. Kalian sudah sampai ". Sapa Trias dan Albert yang sudah lama menunggu putera dan menantu kesayangannya.


" Lee, Papa mau bicara sebentar sebelum kau pergi ". Albert mengajak Zacklee menjauh dari Ellena dan Trias. Lalu diikuti Revan pula.


" Apa yang terjadi? Wajah Papa begitu serius ". Batin Ellena melihat wajah Albert yang serius.


" Sayang.. Mama sudah menyiapkan banyak vitamin dan perlengkapan untuk kalian disana ". Ucapan Trias mengalihkan tatapan Ellena.


" Terimakasih Ma, Mama tak perlu repot - repot menyiapkannya ".


" Mama ga repot sayang, yang merepotkan keinginan Mama.. Segera kirim berita bahagia tentang cucu Mama ". Trias berbisik di Telinga Ellena.


Ellena seketika membelalakkan matanya. Wajahnya sedikit memerah menahan malu.


Sementara ditempat Zacklee, Albert dan Revan..


" Papa yakin jika itu perbuatan dia Lee ".


" Apa yang membuat Papa mencurigainya? ". Tanya Zacklee penasaran.


" Papa tak sengaja melihat Joseph menemui Attar musuh bebuyutan Papa ".


" Kalo itu memang benar perbuatan Ayah Tasya, Lee pastikan mereka akan hidup sengsara ". Ancaman Zacklee dengan mata Devil nya.


" Revan, elu selidiki semuanya dengan hati - hati jangan sampai Tuan Joseph mencurigai kita ".


" Gue akan melakukan yang terbaik, loe tenang saja Zack ".


Zacklee dan Ellena memasuki pesawat pribadi. Zacklee terus memandangi wanita disebelahnya yang tertidur. Dia sangat bersyukur dan bahagia Ellena akhirnya menjadi miliknya seutuhnya. Zacklee mencium kening istrinya pelan lalu menggenggam tangannya erat.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Awal September Ceriaa 🤩


like, vote, commentnya💗