What I Think

What I Think
Mulai dari Awal



🍃🍃


Kadang yang tak kau sadari sebenarnya Ada bersamamu. Dia yang selalu Ada membahagiakanmu disaat orang yang kau harapkan tak memperdulikanmu.


Ellena mengingat ucapan Dhea beberapa jam lalu. Matanya mengarah ke Alex yang sedang memesan minuman.


" Aissh.. Apa yang kau pikirkan Ell. Dia hanya seorang pengganggu si Tukang rusuh ". Gumamnya dalam hati.


" Dhea.. Aku pastikan ucapanmu salah ". Ellena meyakinkan hatinya.


" Sudah ". Alex yang baru selesai membayar pesanan minuman.


" Iya ". Sahut Ellena.


" Pengalaman pertama gue nolongin Ibu melahirkan ".


" Aku juga ". Ucap Ellena merasa canggung.


Kemudian langkahnya terhenti. Pandangan Ellena tertuju kepada dua seseorang yang sangat Ellena kenal. Ellena berusaha kuat menahan sesak di dalam dadanya. Air matanya sudah penuh diujung matanya.


" Terimakasih Lee kau selalu Ada buatku ". Ucap Tasya kemudian dia menyuruh Zacklee sedikit menunduk dan cup.. Tasya mencium pipi Zacklee.


Zacklee terkejut dengan yang di lakukan Tasya. Kemudian menatapnya dan tersenyum.


Alex yang melihat pemandangan itu menatap ke gadis pujaannya yang sedang menahan sesak di dadanya. Alex menggenggam jemari Ellena dan Ellena membalas genggaman itu.


Jika kita ditakdirkan untuk bersama Aku tak akan menyia - nyiakanmu.


Ellena membalikkan badan menenggelamkan wajahnya di bahu Alex.


Alex menggenggam jemari Ellena kuat setelah bahunya merasakan basah.


Alex lalu menggandeng Ellena menjauh.


Drrrttt... Drrrttt...


Zacklee mengangkat panggilan dari Devan.


" Iya ".


" Gue kesana ". Kemudian menutup panggilannya.


" Ada sesuatu ". Tanya Tasya.


" Dhea melahirkan di Rumah Sakit ini ". Jawab Zacklee.


" Sungguh... Aku akan ikut denganmu Lee ".


Zacklee mengangguk lalu mendorong kursi roda Tasya menuju Ruang operasi Dhea. Sesampainya disana Zacklee menyapa Tuan Gunawan.


" Selamat siang Tuan Gunawan ". Sapa Zacklee dengan ramah.


" Tuan Muda Mahendra, Terimakasih sudah datang kesini ". Ucap Tuan Gunawan yang masih merasa sungkan.


" Tuan Gunawan sebagai sahabat sudah sewajibnya saya saling memberi support ".


Kemudian Zacklee menoleh kearah Devan yang sedikit kebingungan.


" Elu ngapain kayak setrikaan lecek ". Sindir Zacklee yang melihat Devan sedang bingung menunggu sesuatu.


" Daritadi gue nungguin Alex dan Ell__ ". Devan yang lupa jika Ada Tasya diantara mereka.


" Ellena disini, dimana dia Aku tak melihatnya ". Ucap Zacklee berbisik sambil melirik kesana kemari.


Devan kemudian menarik Zacklee ,menjauhi Tasya.


" Elu ngapain datang sama dia? Apa elu ga mikir perasaan Ellena? ". Umpat kesal Devan mengingat kejadian di pernikahan Shandy.


" Devan kenapa semua orang hanya memikirkan perasaan satu orang saja? Bagaimana denganku? Kenapa tak Ada satupun yang menanyakan perasaanku? ". Ucap Zacklee menahan kesal.


Devan terdiam, dia tau betapa sulit kehidupan Zacklee sekarang.


" Kau harus membuat keputusan ".


" Dimana Ellena? ". Tanya Zacklee.


" Entahlah seharusnya dia sudah berada disini. Alex dan Ellena yang membawa Dhea kesini ". Jawab Devan.


Zacklee kemudian mencari keberadaan Ellena, dia yakin jika Ellena melihat dirinya bersama Tasya.


**


" Keluarkan semua rasa sesak di hatimu Ell ". Ucap Alex yang bingung harus menenangkan Ellena.


" Jika itu membuatmu lega ".


Ellena tiba - tiba menghempaskan tubuhnya ke dada bidang Alex. Tangan Alex ingin sekali mencoba memeluk Ellena tapi dia tahan.


Zacklee yang mencari Ellena akhirnya menemukannya. Langkahnya terhenti saat kedua matanya melihat Ellena menangis di dalam pelukan Alex. Zacklee mendekati mereka.


" Ell.. Bisa kita bicara ".


Ellena memegang kencang baju Alex. Alex yang mengerti jika Ellena tak Mau bertemu Zacklee.


" Sepertinya ini bukan saat yang tepat Zack ". Ucap Alex.


" Ell.. Kita harus bicara ". Zacklee menarik tangan Ellena sedikit kasar tetapi Ellena memberontak.


" Elu ga bisa paksain ini Zack! ". Alex yang tak tahan dengan sikap Zacklee lalu menarik Ellena kepelukannya.


Zacklee terkejut karena Ellena tak berontak sama sekali saat Alex menarik kepelukannya.


" Sepertinya gue harus bicara sama elu Lex ". Ucap Zacklee sinis.


Alex dan Ellena kemudian meninggalkan Zacklee.


Zacklee berkacak pinggang dan sesekali mengusap wajahnya memijit keningnya memikirkan sikap Alex kepadanya.


Zacklee balik ketempat Devan bukan raut wajah santai melainkan wajah kucel akibat frustasi.


" Kau sudah menemukannya Zack? ". Tanya Devan.


" Ya. Devan gue minta tolong antarkan Tasya pulang ".


" Gue?? ".


" Ya ".


Ruang operasi telah terbuka. Revan keluar dengan wajah bahagia, bekas air mata di wajahnya masih tampak.


" Selamat Nak Revan sekarang Kau resmi jadi Ayah ". Tuan Gunawan memeluk Revan bahagia.


" Terimakasih Pa.. ".


" Gue resmi jadi Daddy ". Ucap Revan bahagia.


" Selamat Rev.. ". Ucap Zacklee.


" Selamat Broo... Hot Daddy new ".


" Selamat Revan ". Ucap Tasya dan Revan baru menyadari keberadaan Tasya.


" Terimakasih Tasya. Kau disini juga? ".


" Ya.. Aku dan Lee sedang check Up rutin ke Dokter dan tadi ga sengaja mendapat kabar kalo istrimu melahirkan dari Devan ". Tasya tersenyum.


" Ouh.. Terimakasih Tasya ". Revan kemudian mencari keberadaan Ellena dan Alex.


" Alex dan Ellena kemana Dev? Gue ga lihat mereka? ". Tanya Revan.


" Ellena ". Ucap Tasya lirih.


" Dia Ada disini kenapa Aku belum melihatnya ". Batin Tasya.


" Gue akan menghubunginya.. Dia ingin sekali menggendong baby twinsku ". Revan mengambil ponselnya dan menghubungi Ellena tetapi nomornya tidak aktif.


" Kenapa sekarang dia jadi suka matiin ponselnya ". Keluh Revan kemudian Revan menghubungi Alex tanpa menunggu lama panggilannya terhubung.


" Elu dimana? ". Tanya Revan dan membuat Revan melirik kearah Zacklee dan Tasya.


" Oke ". Revan menutup panggilannya.


Selesai dari Ruang operasi, Dhea beserta baby twins yang berjenis berkelamin pria memasuki Ruang rawat.


Ternyata sebelumnya Ellena sudah memesankan kamar dengan dekorasi Popeye si pelaut. Dhea sangat senang dengan kejutan yang dia kira dari suaminya.


" Sayang.. Terimakasih kau akhirnya mengabulkan permintaanku. Kamar ini sangat cocok buat Baby Twins kita ". Ucap Dhea.


" Lalu siapa yang memesannya? ".


" Mohon maaf ini semua ide dari Nona Ellena Nyonya Dhea ". Sahut seorang petugas Rumah Sakit yang mengurus dekorasi kamar baby yang baru lahir.


" Ellena?? kemana dia? Aku belum melihatnya daritadi ".


" Dia berjanji akan datang kesini lagi tapi tidak saat ini ". Ucap Revan berbisik.


" Aku tau pasti gara - gara mereka ". Dhea menunjuk Tasya dan Zacklee yang baru masuk .


" Sssstt ". Revan menyuruh istrinya diam.


" Wah.. Babynya tampan sekali ". Ucap Tasya yang kagum dengan baby twins Revan dan Dhea.



" Kau bisa mendapatkannya Tasya bersama suamimu kelak ". Ucap Revan.


Tasya tersenyum getir.


" Siapa yang mau menikah dengan wanita lumpuh sepertiku Rev? Aku tak terlalu berharap kecuali benar - benar Ada pria yang tulus mencintaiku ". Pandangan Tasya beralih ke Zacklee .


" Sepertinya ucapan suamiku salah ". Gerutu Dhea sambil mencubit pinggang Revan.


Revan menahan Sakit cubitan istrinya.


" O.. ya siapa namanya Revan? ". Tanya Devan mengalihkan semuanya.


" Kami belum menemukan nama yang pas Dev ".


" Nicholas dan Nathan ". Sahut Dhea.


" Cepat sekali kau menemukan nama untuk anak kita sayang ".


" Nicholas yang berarti kemenangan sedang Nathan artinya hadiah dari Tuhan. Ellena bilang jika mereka saling bersama dalam cinta suatu hari kemenangan akan berpihak kepadanya dan itu semua merupakan hadiah dari Tuhan yang terindah ". Dhea menjelaskan.


Zacklee terdiam mengingat Ellena pernah mengatakan hal yang hampir sama kepadanya.


~ Kau hadiah dari Tuhan untuk sebuah kemenangan.


" Kau masih mencintaiku Ell ". Batin Zacklee yang kemudian meninggalkan semuanya.


" Zack... Zack... ". Panggil Tasya.


**


Zacklee mengemudikan mobilnya dengan kencang. Zacklee menghubungi Alex dan mengajaknya bertemu.


Tepat sepuluh menit Zacklee sampai ketempat yang di kirim Alex. Alex yang sudah lebih dulu menunggu Zacklee tersenyum melihat Zacklee tiba kemudian..


Bugh!


Zacklee menonjok wajah Alex dan Alex membalasnya.


Zacklee menarik kerah Alex, sorot matanya sangat tajam.


" Sudah berapa lama elu menyukai Ellena ". Tanya Zacklee ketus.


Alex tersenyum sinis.


" Gue Tanya Lex.. Jawab! ". Sentak Zacklee kepada Alex yang hanya tersenyum.


Alex mengibaskan tangan Zacklee kasar.


" Sejak kapan elu peduli sama dia.. Hah! "


" Bukannya dia ga penting dalam hidup elu! "


" Maksud elu apa Lex ".


" Hemm ". Alex tersenyum kecut.


" Bukannya selama ini elu cuma mikirin diri sendiri. Dimana hati nurani elu! Lima tahun Ellena nunggu elu, nunggu kepastian elu. Dan kemarin elu berhubungan dengan Tasya. Otak elu gesrek Zack! ".


" Coba elu Tanya ama diri elu sendiri cinta macam apa yang elu jalani kalo ujung - ujungnya cuma bikin nyesek doang ". Umpat kesal Alex.


" Terus mau elu apa Lex ".


" Lepasin Ellena.. biarkan dia bahagia bersama gue ".


Zacklee memukul hidung Alex dan mengeluarkan darah. Alex menyeka darah dihidungnya dengan tersenyum kecut.


" Meski elu sahabat gue. Gue ga akan biarin elu merebut Ellena ". Ancam Zacklee.


" Silahkan. Tapi kondisinya sekarang sudah beda Zack kau meninggalkannya dan kau memberikan kesempatan buat gue ".


" Awas Kalo sampe elu deketin Ellena gue ga akan pernah anggap elu sahabat gue ".


" Kita lihat siapa pemenangnya ". Alex melangkah meninggalkan Zacklee.


" Aku sudah terlalu jauh mengabaikanmu Ell.. Maafin Aku ". Batin Zacklee menyesal.


Zacklee menghubungi Ellena tetapi nomornya masih tak aktif. Kemudian menghubungi Marcel.


" Iya Lee Ada apa? ". Suara Marcel .


" Ka.. bisa minta tolong panggilkan Ellena? Aku harus bertemu dengannya ".


" Ellena malam ini tak pulang Lee, dia bilang akan menginap di base camp Restaurant ".


" Restaurant? ".


" Iya, Ellena sekarang bekerja disana tidak menjadi model MF ".


" Terimakasih Ka ". Kemudian menutup panggilannya dan bergegas menuju ke restaurant.


Sesampainya di restaurant Zacklee melihat Ellena sedang mengobati luka Alex. Ternyata Alex sudah lebih dulu menemui Ellena.


" Apa ini yang kau rasakan Ell? ". Zacklee memegang dadanya yang sakit. Untuk yang kedua kali Zacklee melihat Alex dan Ellena begitu dekat.


" Ellena Aku butuh bicara denganmu, setelah ini Aku tak akan mengganggumu lagi jika itu yang kau inginkan.


Ellena menghentikan aktifitasnya mengobati luka Alex. Alex memberi kode untuk Ellena agar Mau memberi waktu Zacklee untuk berbicara.


Zacklee dan Ellena menuju room private dilantas atas.


" Segera bicarakan apa yang kau ingin kau bicarakan. Aku ga punya banyak waktu untukmu ". Ucap Ellena dingin tanpa melihat Zacklee.


" Aku menolak keputusanmu. Hubungan kita masih akan berlanjut. Aku tak takut miskin, tak takut mati, bahkan Aku tak takut dipukuli baji**** , Aku hanya takut hubungan kita berakhir. Mungkin yang selama ini Aku lakuin ke kamu sangatlah tidak adil. Mulai dari Felicia dan sekarang Tasya. Aku tau ini sangat melukai hatimu. Aku yang tak pernah membahas tentang masa depan hubungan kita. Tapi Aku punya alasan__ alasanku hanya satu Aku hanya tak Mau kau celaka seperti yang Felicia lakukan ".


Ellena menangis dalam diam. Zacklee mendekatinya dan sekarang posisi mereka berhadapan. Zacklee mendongakkan wajah Ellena dengan jarinya. Mata mereka saling bertemu.


" Kau masih mencintaiku Ell.. Aku bisa melihatnya ".


Zacklee mendekatkan wajahnya ingin mempersatukan bibirnya. Pelan namun pasti bibir mereka bersatu. Zacklee melu*** bibir Ellena dengan pelan. Mata mereka terpejam meyakinkan perasaan mereka masing - masing.


Ellena mendorong tubuh Zacklee.


" Ini salah__ hubungan kita salah ".


" Apa yang salah? kita saling mencintai Ell "


Zacklee menarik lengan Ellena dan menatap matanya dengan tajam.


Ellena merasakan jantungnya berdebar, dia menyadari jika dirinya masih mencintai Zacklee.


" Mari kita mulai dari awal ". Zacklee meyakinkan Ellena dan mengeluarkan sebuah kotak berisi sebuah cincin.


Zacklee menarik jari Ellena dan memasukkan Cincin tersebut ke jari Ellena.


" Mulai saat ini hubungan kita lebih serius ".


" Bagaimana dengan Tasya? ".


" Aku janji tak akan menemuinya lagi ".


Kemudian memeluk Ellena bahagia.


" Aku janji ga akan biarkan orang lain merebutmu dariku meski itu sahabatku sendiri ". Batin Zacklee yang melihat kearah Alex yang mengikutinya.


💗💗💗


Tinggalkan jejak manisnya ka🥰😘


Like, vote, comment 😘