
Happy Reading...
......................
Dokter, bagaimana keadaan Sunny?" tanya Ellena khawatir.
"Nona, anak itu mengeluarkan banyak darah kami membutuhkan donor darah AB+. Apa keluarganya ada disini?" tanya Dokter Anton.
Ellena tertunduk, menangis sesenggukan karena dirinya ataupun Zacklee tak ada yang memiliki darah AB+.
Rachel yang mendengarnya pun terjatuh,
"Rachel.., " teriak Alex membuat Ellena dan Zacklee menoleh bersama.
Ellena melihat Rachel yang sudah sadarkan diri dan merasa prihatin melihat dirinya terjatuh.
"Rachel.., " panggil Ellena menghampiri Rachel.
"Ell.., tolong Sunny.. Tolong Sunny" ucap Rachel terlihat dari sorot matanya terdapat sesuatu yang disembunyikan.
"Aku dan Ka Lee akan berusaha mencari donor untuk Sunny" ucap Ellena menenangkan.
"Lex, bukannya darah elu juga AB+" sahut Zacklee.
"Iya Lex, darah elu kan AB+" sahut Devan membenarkan.
"Kalian apaan, gue ga kenal sama tuh anak" sahut Alex dengan cueknya.
Rachel memejamkan matanya menahan amarah, tangannya sudah mengepal. Rachel yang sudah tak tahan beranjak dari duduknya dari lantai dan,
PLAK!!
Zacklee, Ellena dan Devan bahkan Shandy dan Revan yang baru saja tiba terkejut tak percaya Rachel menampar Alex.
"Apa yang kau lakukan Rachel?" tanya Devan.
Rachel tak menggubris pertanyaan Rachel, matanya menatap tajam kearah Alex dengan lelehan air mata. Alex yang tak bergeming sedikitpun menatap Rachel, menelusuri apa kenapa Rachel menampar pipinya.
"Rachel.., " panggil Ellena sambil merangkul bahu Rachel.
"Maaf Tuan, Nona kita tak bisa menunggu lama keadaan Sunny sedang kritis dia harus segera mendapatkan donor darah secepatnya" ucap Dokter Anton.
Rachel berbalik, menyeka air matanya dan melangkahkan kakinya ke ruangan Sunny diikuti Ellena.
"Dokter, boleh kita melihat kondisi Sunny?" tanya Ellena. Dokter Anton pun mengangguk.
Setelah Ellena dan Rachel memasuki ruangan Sunny, Dokter Anton dan Zacklee serta yang lain berbincang mengenai kondisi Sunny terkecuali Alex yang masih terdiam.
"Dokter, saya akan membayar berapapun biayanya untuk mendapatkan pendonor anak itu" ucap Zacklee yang memang tak tega melihat kondisi anak itu saat pertama kali melihatnya.
"Maaf Tuan, kami akan berusaha semaksimal mungkin" Dokter Anton berusaha untuk mendapatkan pendonor darah untuk Sunny kemudian berlalu mencari bantuan teman-teman kesehatan lainnya.
"Kita harus segera mendapatkan pendonor darah Shand.., " ucap Zacklee.
"Siapa sebenarnya anak itu Zack?" tanya Shandy.
"Gue sendiri belum jelas Shand, Ellena sendiri belum menjelaskan asal usul anak itu" jawab Zacklee.
"Bro, kenapa elu kagak mau nolongin tuh anak? tanya Devan yang juga ikut didengarkan Revan.
"Bagaimana bisa gue donorin darah sama anak yang ga jelas asal usulnya" cibir Alex.
"Lex apa elu ga lihat sepertinya Rachel menyembunyikan sesuatu" ucap Revan curiga.
Alex sedikit berpikir, sebenarnya dirinya juga merasakan sesuatu mengenai Rachel.
Sementara di ruangan Sunny, Rachel semakin sesenggukan menatap iba gadis kecil terkulai lemah dengan selang infus serta oksigen di tubuhnya. Rachel meraih dan menggenggam erat tangan mungil Sunny, menciumnya berkali-kali. Terlihat guratan penyesalan di wajahnya.
"Rachel.., " panggil Ellena lirih menahan sesak akibat tangisnya.
"Aku Ibu yang jahat Ell..," ucap Rachel sedikit terputus-putus.
"Ibu..? apa maksudnya Chel..?!" tanya Ellena yang mendengar meski Rachel mengucapkannya dengan sangat pelan.
"Maafin aku Ell.. Maafin aku" ucap Rachel menyesal.
Ellena mengubah posisi Rachel berhadapan dengannya.
"Jelaskan semuanya Chel..," pinta Ellena menatap Rachel serius.
"Maafkan aku Ellena.. Hiks.. Hiks.. " Rachel menjeda ucapannya.
"Sunny adalah anakku dengan Alex" ucap Rachel menangis.
Ellena sangat terkejut lalu menutup mulutnya dengan kedua tangannya.
"Apa maksudnya Rachel? Kau sedang tidak bercanda bukan?" tanya Ellena dan Rachel menggeleng. Terlihat jelas jika Rachel benar-benar tidak berbohong. Ellena memeluk Rachel, mereka berdua sedang berpikir dengan pikiran serta perasaan mereka masing-masing.
"Kau ingat saat terakhir aku menemuimu di Restoran? Saat itu aku sedang mengandung Sunny. Ayahku sebenarnya tak menginginkan Sunny terlahir kedunia. Ayah selalu mencari cara untuk melenyapkan kandunganku. Untungnya aku bisa lolos dari Ayah sampai suatu hari Ayah berhasil menemukanku. Saat aku mencoba untuk lari tak sengaja aku terjatuh dan aku mengalami pendarahan hebat, Ayah membawaku ke Rumah sakit. Dengan kondisiku yang lemah saat itu aku tak ingat apa-apa yang aku ingat saat itu aku mendengar suara tangisan bayi, wajahnya sangat cantik hidung dan bibir persis dengan Alex. Tapi selepas itu aku tak ingat sama sekali dan saat aku bangun, aku lupa semuanya bahkan aku lupa kalau aku sudah melahirkan" ucap Rachel menceritakan yang sudah diingatnya.
"Kenapa kau tak mengatakan kepada Ka Alex?"
"Bagaimana aku bisa mengatakannya jika yang ada dipikirannya saat itu hanya kamu dan kamu Ell" suara Rachel sedikit meninggi membuat Ellena merasa bersalah.
"Lagian dimata Alex aku hanya wanita ja**** Ell.., " Rachel tersenyum getir.
"Cukup Rachel! aku akan memberitahu Ka Alex tentang ini semua" Ellena sudah tak kuat lagi melihat derita Rachel.
"Ell, Alex tak akan percaya karena diantara kami hanya hubungan pemuas tidak lebih dari itu" Rachel menarik lengan Ellena.
"Kau salah Chel, aku tahu semuanya. Kau hanya melayani Ka Alex saja karena kau hanya datang ke club itu jika Ka Alex menghubungimu" ucap Ellena yang langsung membuat Rachel terbungkam.
"Bagaimana kau bisa mengetahuinya Ell?" tanya Rachel.
"Karena aku tak akan membiarkan Ka Alex mendapatkan wanita tak baik" jawabnya singkat kemudian membuka handle pintu untuk keluar.
"Sayang, aku sudah menghubungi seluruh karyawan kantorku untuk segera datang mendonorkan darahnya untuk anak itu" ucap Zacklee melihat Ellena keluar dari Ruangan Sunny.
Ellena tak menanggapi ucapan suaminya. Membuat Zacklee heran.
"Sayang kau menangis?" menyeka air mata istrinya. Dan lagi-lagi Ellena tak menanggapinya. Matanya menyorot kearah Alex yang sedang memainkan gawainya tanpa bersalah.
"Sayang kau kenapa?" pertanyaan yang membuat Zacklee penasaran dengan sikap istrinya yang menatap Alex dengan tajam.
"Dek, elu gak apa-apa? Kita sedang berusaha mencari bantuan pendonor untuk anak itu" Shandy juga ikut berbicara.
"Ell, gimana keadaan anak itu?" tanya Revan juga.
"Sunny baik-baik saja kan Ell?" Devan ikut bertanya juga.
"Kalian tak perlu mencari pendonor lagi, karena ada seseorang yang wajib menolong Sunny saat ini" ucap Ellena yang akhirnya bersuara.
"Maksudnya Sayang?" tanya Zacklee yang belum faham.
Ellena menghampiri Alex yang masih sibuk dengan gawainya.
"Ka.., kau wajib menolong Sunny saat ini"
"Maksud elu apa sih Ell.., dia ga begitu penting buatku" sambil tersenyum tak peduli.
"Apa ini sosok Alex yang aku kenal?" sindir Ellena.
"Kalo Felix dan Fiona mengetahui ini dia akan menyesal pernah Kaka ajarkan tentang tanggung jawab"
"Tanggung jawab? Apa yang elu katakan Ell"
"Bagaimana bisa Kaka melepaskan tanggung jawab Kaka sebagai seorang ayah biologis dari Sunny" teriak Ellena yang sudah tak bisa menahan semuanya.
Deg
Alex terdiam merasakan sesuatu yang tak bisa dijabarkan saat ini mendengar kata ayah biologis dari Ellena.
"Sayang, kau mungkin sudah lelah. Aku antar pulang ya biar bisa istirahat di mansion" Zacklee merangkul istrinya.
"Ka.., aku serius" ucap Ellena benar-benar serius.
"Sunny itu darah daging Ka Alex dan Rachel" Imbuhnya lagi.
"Dek, elu bercanda kan?" tanya Shandy yang belum percaya.
Devan terdiam karena dirinya sendiripun merasakan sama jika Sunny sangat mirip dengan Alex saat pertama bertemu dengan Sunny.
"Golongan darah kalian juga sama" sahut Revan mengernyitkan dahinya.
"Kenapa masih diam Ka? Bukankah memungkinkan jika hubungan Kaka dengan Rachel akan membuahkan Sunny. Atau Kaka mau mengelak jika Rachel wanita ja****! Kau salah Ka jika menganggap Rachel wanita seperti itu karena dia hanya melayani dirimu seorang" Ellena tersenyum sengit melihat Alex yang terkejut.
"Ell.., Kaka ga suka bercanda"
"Kaka bilang ini bercanda? Ellen tak pernah bercanda jika sedang serius dan Kaka tau tentang itu" ucapnya dengan tegas.
Alex menatap sorot mata Ellena yang tajam meneduhkan.
'Ellena memang benar sedang serius' batin Alex.
......................
Terimakasih para pembaca setia Author🙏
Semoga Rezeki para pembaca dimudahkan serta dilancarkan oleh Allah🤲🤲
Jangan lupa tinggalkan jejaknya ya ka..
LIKE, VOTE, COMMENT plus Mawar merah tercintanya 🌹