What I Think

What I Think
Perdebatan tentang Teko



🍃🍃


Malam itu merupakan malam yang sangat hangat untuk keluarga kecil Zacklee. Ellena meminta Fiona dan Felix untuk tidur satu ranjang bersama dirinya. Meski tadinya Dimas, Zacklee, dan Alex tak mengizinkan tetapi Ellena mampu meyakinkan mereka bertiga semuanya akan baik-baik saja. Zacklee yang saat itu ikut tertidur disamping Fiona mengerjap-ngerjapkan matanya. Zacklee terbangun lebih dulu dia menata tangan Felix yang hampir menindih perut Ellena.


Zacklee kemudian memastikan kondisi anak kembarnya demamnya sudah turun atau belum. Zacklee tersenyum lega karena demam Felix dan Fiona sudah turun. Kemudian Zacklee menuruni ranjang King sizenya dengan hati-hati agar ketiga orang tercintanya tidak terganggu dengan gerakannya. Zacklee kemudian keluar dari kamar dan turun kebawah untuk membuatkan sarapan serta susu hangat untuk Felix.


" Lee, sejak kapan kau bangun? ". Tanya Trias yang sedikit terganggu dengan aroma masakan nasi goreng Zacklee.


" Mama ngagetin Lee ". Jawab Lee yang pura-pura terkejut.


" Dasar anak Mama ". Trias terkekeh dengan ekspresi Zacklee.


" Mama bahagia akhirnya anak Mama menemukan kebahagiaan ". Nada suara Trias lirih menahan haru.


Zacklee mematikan kompornya dan memeluk Mamanya.


" Ini semua berkat Do'a Mama. Kalau bukan karena Mama, Lee tak mungkin bisa bertemu dengan keluarga Lee ". Ucapnya dengan hati bergetar. Trias tersenyum bahagia karena memiliki Putra dan menantu yang terbaik. Apalagi sekarang dikasih bonus dua cucu yang sangat menggemaskan.


" Kau cepatlah bawa susu hangat itu sebelum cucu Mama berteriak menangis ". Trias melepaskan pelukan putranya.


" Siap Ibu Negara ". Puji Zacklee kepada Mamanya.


Trias mencubit lengan putranya yang langsung menyiapkan menu sarapan paginya untuk Ellena dan anak kembarnya.


" Pagi Pa... , ". Sapa Zacklee yang berpapasan dengan Albert.


" Itu anak kita kesambet apa Ma? "


Tanya seperti biasanya jika melihat Zacklee tertawa bahagia.


" Kesambet cinta Pa ". Jawab Trias sambil tertawa.


Albert pun ikut tertawa mendengar jawaban Istrinya.


Sementara di Kamar, Ellena sudah terbangun dan sekarang sedang meringis menahan sakit saat dirinya akan duduk.


Zacklee yang kebetulan masuk langsung menaruh nampannya di atas nakas lalu buru-buru membantu istrinya.


" Sayang, kau sudah bangun? Apa masih terasa sakit? ". Tanyanya khawatir sambil membantu Ellena duduk dan menaruh bantal untuk sandaran punggungnya.


" Aku tak apa, aku cuma berhati-hati agar Felix dan Fiona tak terganggu dengan gerakanku ". Alasan Ellena menutupi rasa sakitnya.


Zacklee kemudian mengambilkan segelas air hangat kepada Ellena dan Ellena langsung menyesapnya.


" Terimakasih ". Senyumnya mengembang karena perhatian Zacklee kepadanya.


" Apa kau mau mandi? Aku akan menyiapkan air hangat untukmu ". Tawarnya.


" Sepertinya iya, karena tubuhku terasa lengket ".


" Tapi sebelumnya makanlah, aku sudah membuatkan nasi goreng spesial cinta untukmu ".


Ellena terkekeh mendengar nama spesial nasi goreng untuknya.


" Kau menyebutnya nasi goreng cinta.. Huwaaa.. Romantis sekali sayang "


Zacklee terpesona dengan senyum dan wajah natural alami istrinya. Wajahnya yang tak sepucat semalam terlihat fresh pagi ini. Zacklee kemudian mengecup bibir berwarna pink Ellena.


" Kau.. ". Ellena mendorong tubuh suaminya yang mengecupnya. Matanya melirik ke kanan dan kiri memastikan kejadian kepergok Dimas dan Alex semalam tadi tidak terjadi. Apa jadinya jika itu terjadi lagi, sudah pastinya dirinya akan benar-benar kehilangan muka di depan mereka.


" Kenapa sayang? Apa aku salah mencium istriku sendiri? ". Zacklee yang berpura-pura membuat ekspresi kecewa.


" Emm__ Bu_bukannya begitu sayang.. Aku hanya tak mau Ka Alex dan Ka Dimas melihatnya lagi ". Ucap Ellena menahan malu.


" Aku malah lebih suka jika mereka melihatnya jadi tak ada alasan buat mereka mendekatimu ". Gerutu Zacklee lirih yang masih terdengar Ellena.


" Kau masih tak percaya padaku ka? ". Tanya Ellena dengan mata yang berkaca-kaca. Hati Ellena sakit jika Zacklee tak mempercayai perasaan cintanya. Meski Ellena sadar perbuatannya di masa lalu telah salah membuka peluang untuk Alex berada di sudut hatinya.


" Sayang.. Aku ga bermaksud membuatmu sedih ". Zacklee yang tersadar melihat setitik air sudah berada diujung mata teduh milik istrinya.


" Aku percaya padamu, tapi bukan berarti aku percaya dengan Alex. Karena dia masih terang-terangan menyukaimu. Apakah perasaanku salah jika mengkhawatirkan soal itu? ". Bukan lagi Ellena yang bersedih melainkan berganti Zacklee yang memendam kekhawatirannya. Ellena yang merasa sedih tadinya sekarang merasakan denyut kesedihan mendalam karena Zacklee yang begitu khawatir.


" Kau, Felix juga Fiona adalah milikku tak akan aku izinkan satu orang pun menyentuh dan menyakiti kalian. Sebab sekarang kalian adalah nyawaku ".


Air mata lolos begitu saja dari keduanya. Zacklee memeluk erat Ellena mencium ujung kepalanya dengan lembut.


" Berjanjilah tetap disampingku sampai maut memisahkan ". Ucap Zacklee berbisik, dan langsung mendapatkan anggukan dari Ellena yang masih mengatur isak tangisnya.


" Mommy... Susu ". Teriak Felix setiap bangun pagi. Untung saja Zacklee sudah mempersiapkan semuanya. Zacklee mendekati putra tampannya sambil memperhatikannya menyesap segelas susu hangatnya.


Tak berselang lama, Fiona pun terbangun dan langsung mencari Zacklee. Mereka berdua saat ini sedang bermanja dipangkuan Zacklee. Zacklee yang gemas dengan keduanya mendaratkan ciuman bertubi-tubi ke pipi mereka berdua secara bergantian.


" Papa, kenapa dengan perut Mommy? ". Tanya Felix penasaran.


Zacklee menoleh kearah Ellena sekilas meminta persetujuan agar boleh memberitahunya dan Ellena pun mengangguk samar.


" Mommy kemarin jatuh dan tak sengaja menyenggol teko kaca ". Zacklee beralasan.


" Iya sayang, teko itu sangat nakal sengaja melukai Mommy ". Zacklee berpura-pura mengerucutkan bibirnya ikut membenarkan ucapan Fiona yang polos.


" Fio.., mana ada teko melukai Mommy.. Teko kan bukan manusia ". Protes Felix.


" Tapi kata Papa, teko itu melukai Mommy ". Jawab si cantik Fiona.


" Fiona.. Kaka kan sudah bilang mana ada teko melukai Mommy ". Felix berdiri berkacak pinggang raut wajah juteknya 11 12 dengan Zacklee ketika marah.


" Kaka payah! Orang Papa sendiri yang bilang teko itu melukai Mommy ". Sedang raut wajah Fiona sekarang ini sama persis dengan raut wajah Ellena ketika sedang kesal.


Ellena terkekeh menahan tawa melihat perdebatan anak kembarnya. Sedang Zacklee menepuk jidatnya berkali-kali karena salah mengucapkan kalimat yang membuat Felix dan Fiona salah memahami persoalan teko.


" Kalian, kenapa malah berdebat bukannya mandi ". Trias yang masuk tiba-tiba karena mendengar perdebatan cucu-cucunya.


" Fiona Grandma masa' bilang kalau yang melukai Mommy itu teko. Teko itu kan bukan manusia ". Kilah Felix masih dengan wajah menggemaskan saat marah.


" Kaka Felix tuh yang salah Grandma, orang Papa sendiri yang bilang kalau teko yang melukai Mommy ". Bantah si cantik Fiona dengan cueknya.


" Fio_ ".


" Sudah-sudah.. Segera mandi, Grandma punya surprise buat kalian ". Belum sempat Felix melanjutkan, Trias memotong ucapan Felix yang membuatnya mengerucutkan bibirnya. Tetapi saat Trias mengucapkan surprise kedua sudut bibir Felix tertarik keatas membuat simpul senyuman yang sangat manis.


" Kalian juga segera sarapan terus mandi. Karena surprise ini juga buat kalian terutama kau Lee ". Lanjut ucapan Trias.


" Aku Mam? ". Zacklee menaikkan satu alisnya.


Trias pun mengangguk.


" E.. Bentar, cucu-cucu Grandma sudah sembuh? ". Trias yang baru menyadari kedua cucunya sudah seperti sedia kala, menggemaskan.


Felix dan Fiona menoleh bersamaan lalu mengulas senyum kearah Trias.


" Sudah Grandma ". Ucapnya bersamaan.


Trias bahagia sekali, pasalnya dirinya ikut sedih karena cucu kesayangannya demam tak turun-turun. Mungkin benar kata orang jaman dulu ada ikatan batin antara Ibu dan Anak yang selalu tersemat didalam hati selamanya.


Adanya Ellena disamping mereka, membuat demam yang tak kunjung turun, hilang seketika.


Zacklee pun baru menyadari itu, matanya terperangah menatap istrinya yang begitu lembut menatap kedua belah hatinya. Pancaran kasih sayang terlihat jelas di wajahnya. Meski dirinya sedang merasakan sakit di perutnya itu tak jadi masalah yang terpenting baginya adalah membuat buah hatinya merasa aman, tenang dan nyaman.


Zacklee mengecup kening Ellena lembut sesaat setelah Mama dan kedua anak kembar mereka keluar dari kamar untuk mandi.


" Terimakasih sayang, ". Ucap Zacklee selesai mengecup lembut kening Ellena.


Ellena tersenyum, tangannya menyentuh kedua pipi Zacklee lembut. Kemudian Zacklee menyuapi nasi goreng buatannya yang mulai dingin. Selesai menyuapi istrinya, Zacklee membantu Ellena untuk membersihkan diri di Kamar mandi.


" Bisakah kau keluar sayang? ". Pinta Ellena dengan malu.


" Kenapa sayang? Bukankah aku sudah melihat semuanya? Apalagi yang membuatmu merasakan malu? ". Jawab Zacklee sengaja dan itu berhasil membuat Ellena kesal.


" Tutup mulutmu! Atau kalau tidak___ emmph ". Belum selesai Ellena melanjutkan ucapannya, Zacklee melu*** bibir Ellena.


Ellena yang sedikit berontak pada akhirnya mengikuti permainan Zacklee. Setelah puas bermain di bibir pink Ellena, Zacklee beralih ke leher jenjang istrinya. Di tinggalkanlah jejak merah di leher putih itu. Ellena yang sedikit memekik karena merasakan perutnya yang sedikit sakit akibat gerakannya menghentikan perbuatan Zacklee.


" Kau tak apa-apa sayang? ". Tanya Zacklee khawatir melihat wajah putih Ellena sedikit pucat.


Ellena menggeleng pelan, kemudian tersenyum. Dia mengerti jika saat ini suaminya sangat mengkhawatirkannya.


" Tak apa, hanya sedikit kram ". Jawabnya masih dengan senyuman.


" Maafkan aku sayang, aku tak bisa menahannya ". Zacklee mengeluarkan nafasnya dengan kasar mengumpat dirinya sendiri didalam hatinya.


'Sabar Lee, tahan dan tuntaskan setelah Ellena sembuh'. Batinnya dalam hati.


Zacklee kemudian membuka baju Ellena, diperhatikan luka di perut Ellena. Ada sedikit bekas sayatan kira-kira 5cm. Zacklee menyentuhnya pelan, perlahan air matanya menetes bersamaan ketika tangannya membelai halus perut Ellena.


" Apa kau merasa keberatan saat Felix dan Fiona juga si kecil kita saat disini? ". Tanya Zacklee dengan suara parau sambil mengelus lembut perut Ellena.


Ellena terdiam menatap Zacklee yang lagi-lagi menyesali yang sudah terjadi. Tangan Ellena mengusap ujung kepala Zacklee yang berjongkok tepat di depan perutnya.


" Sayang.. ". Ellena menangkup wajah Zacklee dengan kedua tangan halusnya. Zacklee mendongak menatap wajah cantik serta mata teduh milik istrinya.


" Kita sudah sepakat untuk memulai dari awal. Yang terpenting Felix dan Fiona sekarang bersama kita. Dan untuk calon baby kita, ikhlaskan karena aku yakin dia sangat bangga memiliki Papa yang sangat hebat ". Bujuk Ellena agar Zacklee tak berlarut-larut menyesali semuanya.


Zacklee memeluk erat Ellena. Hatinya sangat tenang karena Ellena mampu meredam semuanya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Buat kalian para Readers tercinta jangan lupa tinggalkan jejaknya ya..


LIKE, VOTE, COMMENT plus MAWAR MERAH MERONAHNYA... ❤


Cium online dari Othor tercinta buat para Reader setia😘